VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Sekolah/Neraka Chapter 2

2015-09-05 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
570 views | 40 komentar | nilai: 9.3 (10 user)

"Baiklah, ada baiknya kalian tahu namaku." kata orang yang berdiri paling depan.

"Namaku adalah Zeriff, dan aku adalah ketua dari club renang." kata Orang yang ternyata bernama Zeriff tersebut.

"Sebenarnya aku masih satu tahun dia atas kalian, dengan kata lain aku masih kelas 2 namun aku sudah berada di posisi ketua.

"Bagai mana rasanya diperlakuakan seperti ini, huh? Malu? Terhina? Atau harga diri kalian hancur? hahahahaha." tawanya.

"Bersujudlah kepadaku, hahahaha."

"Apa yang harus kita lakukan ketua." tanya anak di sebelah Zeriff.

"Baiklah teman-teman, geledah barang bawaan murid-murid baru ini, buang yang tidak kalian suka, hahahaha!!!" perintah Zeriff kepada anak buahnya.

Teman-teman Zeriff yang mengelilingi para murid baru yang sedang bersujud kemudian bergegas memeriksa dan menggeledah isi tas, koper atau barang bawaan murid baru.


Sekolah/Neraka Chapter 2 - Buku Merah
Penulis : Whiti Intheforest

Tampak wajah cemas dan ketakutan dipancarkan oleh para murid baru.

"Wooo, kau punya hp yang bagus ya?" kata teman Zeriff.

Anak yang diambil hpnya itu masih bersujud ketakutan.

"Hp bagus seperti ini sebaiknya dimusnahkan." katanya lagi.

"Bletak-k." hp itu dibantingnya.

"Tidakkk!!" teriak murid baru yang memiliki Hp tersebut.

"Teman-teman sebaiknya kita musnahkan saja semua Hp murid baru ini, hahahaha!!" teriak Zeriff.

Penggeledahan itu berjalan sepihak. Mereka membuang barang-barang yang tidak disukainya. Membuang alat komunikasi seperti hp, membuang barang berharga mahal atau barang paling berharga yang dimiliki mereka.

"Tolong jangan hancurkan itu, itu patung dewa kucing pemberian ibuku sebelum meninggal." pasrah seorang anak sambil memelas.

"I-itu satu satunya peninggalan ibuku." katanya terbata sambil menahan air mata.

"Ooo, benarkah? Ibumu pasti sedih kalau benda ini sampai pecah." ejek teman Zeriff sambil meletakkan patung itu di tangan murid baru.

"Nah bagai mana kalau begini."

"Pyank!!"

Patung itu pecah berkeping-keping. Ia memegang tangan murid baru dan memaksanya membanting benda itu.

"Ti-tidakkk!!" teriaknya. Bulir-bulir air mata menetes dari pelupuk matanya.

"Oooo, kenapa menangis? Katanya patung itu peninggalan ibumu? Kenapa kamu banting sendiri, hehehehe." tawanya penuh kemenangan.

Anak yang berada di sebelahnya kemudian bangkit.

"Apa yang kau lakukan, ini adalah barang berharga yang dia punya,

satu satunya."

Anak itu kemudian memcengkram krah baju teman Zeriff.

"Sepertinya kau memang tidak paham."

"Blarrr." suara sengatan listrik itu menghantamnya.

"Aku sudah bilang pada kalian, kami bisa melakukan apa saja. Jangan mencoba halangi kami bila poinmu lebih rendah dari pada kami!!" teriaknya.

Para murid baru benar-benar ketakutan. Mereka tidak menyangka kejadian gila ini berlangsung cepat di hadapan mereka. Mereka tidak punya kekuatan untuk melawan. Sengatan listrik yang mereka dapatkan bila melawan. Mereka seolah tak percaya bahwa kejadian seperti ini terjadi di SMA terbaik di seluruh negeri. SMA di mana anak-anak pintar dan terbaik dari seluruh negeri dikumpulkan untuk sekolah di sini. Semangat mereka seakan hancur dan sirna, melihat kegelapan nyata yang ada di balik ini semua.

Sementara itu Ruki masih tak habis pikir dengan semua kejadian ini. Ruki bermimpi bisa sekolah di sini ketika melihat kakeknya yang juga alumni SMA Hoshi bisa meraih sukses. Tidak ada yang mengatakan bahwa ada peraturan gila di SMA Hoshi. Bahkan seperti yang dipikirkan semua murid baru di sini, kenapa tidak ada yang memberitahu kami tentang semua kegilaan ini?

Ruki tiba-tiba mulai tersadar dari pikirannya saat suara para penggeledah itu tiba-tiba terdengar di sampingnya.

"Hai, nona manis boleh aku lihat tas mu? hehehe." tanyanya pada gadis di sebelah Ruki.

"I-iya." katanya ketakutan.

Penggeledah itu mulai mengobrak-abrik isi tas gadis itu.

"Hmmm, buku, baju, alat tulis, makanan, sangat tidak menarik."

"Hmm apa ini." ia meliahat benda yang cukup menarik perhatiannya.

"Itu obat asma, saya punya penyakit asma." kata gadis disebalah Ruki itu ketakutan.

"Ooo, begitukah? Jadi benda ini penting bagimu? Kalau begitu aku buang ya, heheheh."

"Ja-jangan, kumohon, itu obat asmaku, aku punya penyakit." katanya memelas.

"Memangnya kalau kau punya penyakit kenapa? Kau anggap aku jadi kasihan."

"Lebih baik aku buang obat ini." lanjutnya lagi.

"Ja-jangannnn!!" teriak Ruki spontan yang tidak tahan meliahat gadis di sebelahnya.

"Hmmm, apa kau tidak paham juga, kau ingin melawan kami!!!" teriaknya.

"Ti-tidak, kumohon dengarkan aku dulu, benda ini adalah obat yang sangat berharga dan penting baginya."

"Memangya kenapa kalau berharga?"

"A-akan bahaya bila asmanya kambuh dan dia tidak memiliki obatnya, kumohon ini demi kesehatan dan keselamatannya." kata Ruki memelas.

"Memanganya aku peduli dengan kesehatannya." deru teman Zeriff itu kesal.

"Jika kambuh dan dibiarkan terus menerus asma dapat mengangu pernapasannya dan bila parah dapat menyebabkan kematian." kata Ruki pasrah mencoba menjelaskan.

"Hmm, bodoh..."

Teman Zeriff itu menginjak obat asma milik gadis itu hingga hancur menjadi serpihan.

"Ti-tidak." tangisnya.

"Apa yang kau lakuakan." kata Ruki yang kaget setengah mati.

Para murid baru yang melihat kejadian itu seolah shock dan kaget. Bagai mana tidak, bahkan obat penting saja dimusnahkan.

"Y-yyyang be-benar saja, dia menginjak persedian obat."

"Kenapa kalian begitu kaget, hehehe." kata teman Zeriff itu.

Semua murid baru di situ merasa terancam meliahat kejadian barusan. Satu kesimpulan yang ada di kepala mereka saat itu, mereka tidak peduli bila seseorang kehilangan nyawa di sini.

"Ti-tidak." suara murid murid mulai panik.

Wajah para murid baru tampak tidak karuan. Intimidasi luar biasa yang mereka terima benar-benar mengguncangkan hati. Mereka tadinya bermimpi hidup di surga kini mereka tiba di neraka.

"Hmmmm, ada apa dengan wajah menyedihkan kalian." Suara Zeriff kembali bergema.

"Sudah kubilang kan, apa pun bisa dilakuakan oleh orang yang memiliki poin tinggi kepada orang yang memiliki poin rendah, ketika aku bialang apapun, itu berarti termasuk nyawa kalian, hahahahah!!!"

Seluruh murid benar-benar kacau. Mental mereka tidak siap menghadapi ini semua.

"Seperti yang kukatakan tadi, bila kau tidak ingin diperlakuakan semena-mena, tingkatkan poinmu dan lampaui kami jika kalian ingin balas dendam."

"Tapi aku yakin kalian tidak akan mampu melampaui poinku, hahahaha." lanjut Zeriff lagi.

Para murid baru hanya bisa diam pasrah. Mereka hanya bisa meratapi benda benda mereka dirampas dan bahkan dihancurkan tepat di depan mata mereka.

"Baiklah, aku pikir cukup sampai di sini penggeledahan yang kami lakukan."

"Silakan bangun dari sujud kalian." perintah Zeriff.

Para murid baru itu mulai mengangkat kepala mereka, namun tetap saja wajah mereka benar- benar tampak seperti serangga yang terjebak di jaring laba-laba.

"Setelah ini, kalian harus segera menuju kamar asrama masing-masing, dan segera bersiap untuk ke sekolah jam 9 pagi."

"Untuk itu silahkan ambil kunci kamar kalian di resepsionis. Selain itu di sana juga akan dibagikan buku peraturan mengenai poin dan segalanya. Lebih baik kalian segera mempelajari buku itu sendiri. Aku malas menerangkan pada kalian manusia-manusia bodoh." Zeriff memberi perintah.

Mendengar itu, semua murid baru bergegas membereskan barang bawaan mereka yang tercerai berai dan segera menuju kamar masing-masing.

Sementara itu Ruki kehilangan jejak gadis di sebelahnya.

"Kemana perginya gadis itu, apa dia baik-baik saja, bagai mana mungkin mereka menghancurkan obatnya?"

Ruki yang masih marah mencoba menenangkan pikirannya. Ia mencoba mendinginkan hatinya dan mulai berpikir langkah apa yang akan ditempuhnya dalam mengghadapi kegelapan ini.

"Pokoknya sekarang aku harus mengambil kunci kamar dan buku peraturan." batinnya.

Setelah tiba di resepsionis asrama, Ruki mendapat kunci kamar dan buku peraturan poin berwarna merah tua. Tidak ada tulisan ataupun judul di covernya. Namun yang membuat terkejut adalah ketebalan buku yang sangat tebal.

"Jadi peraturan gila ini ada di buku besar ini ya. Sebaiknya aku segera ke kamarku." pikir Ruki sambil melihat nomer di kunci kamarnya.

Setelah berjalan dan mencari, Ia menemukan pintu dengan papan nama di depannya.

"Ruki Daminte & Neo."

"Ahh, sepertinya Neo nama teman se kamarku."

Ruki membuka pintu kamar dan masuk. Namun yang dilihatnya adalah seorang anak yang diam mematung dengan tatapan kosong di pojok ruangan.

"He-heii, halooo, apa kamu yang bernama Neo? Tanya Ruki mencoba bertanya.

Anak itu diam saja.

"Hei, hei, apa kamu baik-baik saja?" tanya Ruki sambil mengoyang goyangkan tangannya di depan wajah anak itu.

"Ohh, haloo, apa kamu adalah Ruki? Salam kenal namaku Neo, aku adalah seorang pria yang kehilangan semangat." kata anak yang ternyata Neo itu Lemas.

"Kenapa apa yang terjadi padamu?" tanya Ruki sedikit Khawatir.

Neo mencengkaram bahu Ruki.

"Kau mau tahu kenapa!!! Me-mereka menghancurkan kotak pensil Bulbasaur ku, menghancurkan gelas Bulbasaur ku, merobek kaus Bulbasaur ku, mereka juga membuang PokeDeck ku dan yang lebih parah, dia mengambil Game Boy ku di mana di situ Bulbasaur yang ku mainkan sudah berada di level 86 dan sudah berevolusi menjadi Venusaur.

"Apa itu Bulbasaur?" tanya Ruki sedikit kebingungan.

"Apa kamu bilang? Kamu tidak tahu Bulbasaur? Itu adalah pokemon starter tipe rumput."

"Pokemon?"

"Tentu saja."

"Ohh, maaf aku hanya tahu pikachu." kata Ruki.

"Huuh, tak apa, inilah kenapa aku benci dunia di mana semuanya lebih mempopulerkan kucing listrik berwarna kuning itu daripada Bulbasaur.

Ruki mencoba menghela napas setelah mengetahui teman se kamarnya merupakan penggemar berat pokemon.

"Tapi Neo, aku tahu kehilangan benda yang kamu sukai memang berat, namun kita harus bergerak, sebaiknya kita pelajari buku merah ini." Ruki mencoba mengembalikan keadaan.

"Be-benar juga, seperti yang dikatakan kak Zeriff jika kita mendapat poin tinggi kita dapat melakukan apa yang kita mau, aku ingin merebut kembali Game boyku, ayo Riku baca peraturannya."

"Ahhh, aku setuju denganmu, satu satunya memperbaiki keadaan hanya dengan mengikuti cara mereka, yaitu dengan menambah poin kita. Namun aku tidak sepertimu, aku ingin menyelamatkan sekolah ini dengan poinku."

"Kamu mulia sekai Riku, yaaah, aku juga akan membantumu, tapi aku juga harus mendapat Game boyku kembali, heheheh."

"Baiklah, yang penting mari kita baca dulu."

Mereka membuka buku merah itu. Mencoba secara singkat melihat peraturan yang ada.

"Yang paling penting, coba lihat cara mendapatkan poin." kata Ruki.

Neo membaca daftar isi dan mencari halaman yang ingin mereka cari.

Neo membaca sekilas dan langsung terkejut ketakutan.

"Ruki, bacalah halaman 203."

"Se-semuanya jelas terinci di sini bagai mana cara mendapat poin tinggi. Lihatlah, semua kejahatan fisik dan mental mempunyai nilai poin tinggi." jelas Neo panik.

"Orang yang melakukan pelecehan, penyiksaan, perampasan, mengintimidasi orang, bahkan mempermalukan orang lain di depan umum, semua kejahatan seperti ini akan mendapat poin besar."

Ruki yang melihat sepintas daftar poin itu benar-benar tercengang luar biasa.

"Oi, oi Ruki, jika para murid di sini ingin mendapatkan poin yang besar tentunya banyak kegilaan yang akan terjadi disekolah ini."

"I-iya."

"Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selama 3 tahun masa sekolah kita." kata Neo panik.

Ruki mengusap wajahnya, mencoba menenangkan diri dan menghela napas.

"Yahh, seperti yang sejak tadi kupikirkan, selamat datang di neraka!!!!"

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 3

John Cena
2017-03-07 18:19:49
emang gak dilaporin ape?
Bocah Redoks
2017-01-13 23:22:33
dia atas atau di atas ?
Rifts S Granger
2016-12-23 18:43:30
sadis, tapi neo konyol walaupun ada di sekolah neraka!
Minke Opoli
2016-11-09 17:27:18
neraka banget
Blackpearl Kwon Yuri
2016-10-11 10:15:11
zeriff ama zeref beda dikit. Tapi orang itu luar biasa menyebalkan
Kei Takashima
2016-09-18 11:13:07
Sekolah apaan ini?
Mysterious
2016-08-18 17:39:03
Sedih bacanya
Fuyuki Zirconixena
2016-08-14 12:50:01
Aku lebih suka Ivysaur.. Bulbasaur emang imut sih, tapi Ivysaur imut dan cantik... :3
LaZiEsT SiLeNt DiZzY
2016-08-09 11:52:12
mungkin ada cara untk menghancurkan alat itu, mungkin next chpter.
Aerilyn Shilaexs
2016-08-07 16:43:01
orang yang tak menuruti perintah akan tersengat listrik, oh pantes di chapter yang baru, ruki tersengat listrik
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook