VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 100

2017-01-06 - ibongneverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
206 views | 22 komentar | nilai: 9.67 (9 user)

Mendengar teriakan Ayumi, seketika Hatori dan Mark berlari ke kolam pemandian air panas. Tidak lama kemudian, Dragon juga menyusul setelah pergi sebentar.

Di dalam kolam pemandian air panas, Nicky pingsan dengan wajah pucat dan busa keluar dari mulutnya. Lebih parahnya, 'burung'nya bengkak besar sekali.

"Lu-Lucy... Kau membunuhnya..." ucap Ayumi ketakutan.

"Tidak, dia cuma pingsan saja, Ayumi," balas Lucy keluar dari kolam pemandian air panas.

BRUAAAK!!!

Hatori mendobrak pintu kolam pemandian air panas hingga hancur, lalu berlari ke dalam.

"Ayumi! Ayumi, anakku. Apa kau tidak apa-apa?" tanya Hatori begitu masuk ke dalam.

Hatori nampak kebingungan mencari Ayumi. Tapi dia melihat Ayumi dan Lucy baik-baik saja. Sempat terkejut melihat Nicky yang mengambang di atas kolam pemandian air panas.

"Mengerikan! Siapa yang membuat dia merasakan siksaan neraka seperti itu? Kejam sekali," seru Hatori melihat 'burung'nya Nicky bengkak besar sekali.

"Semoga dia tenang di sana," ucap Hatori menambahkan.

"Heh?! Bagaimana dia bisa ditempat ini?" Dragon heran lalu menoleh ke Lucy, "Dan kenapa kau dan Ayumi hanya memakai pakaian dalam?"

"Ini pemandian, bodoh," sahut Lucy kesal.

"Ayah! Hidungmu berdarah!" Ayumi panik.

"Hah? Benarkah?"

Hatori mengusap hidungnya, dan dia melihat darah segar keluar dari hidungnya.

"Tidak biasanya seperti ini," ucap Hatori melihat Lucy dan Ayumi lagi. Tiba-tiba darah segar keluar lagi dari hidungnya.

Lucy menutup dadanya dengan tangan kirinya. Lalu berlari ke arah Hatori sambil mengayunkan tangan kanannya.

"KELUAR KALIAN!"

Beberapa saat kemudian.

"Ternyata Nona Lucy punya semangat yang tinggi ya," ucap Hatori dengan benjolan besar di kepalanya.

"Ya, dia memang seperti itu, Pak Tua," sahut Dragon mengusap kepalanya yang benjol juga.

"Ah Iya, ngomong-ngomong koki kalian, kau sudah membawanya kemarikan, Nak?" tanya Hatori.

"Sudah, itu dia," jawab Dragon sambil menunjuk ke arah Green.

Hatori melihat Green, lalu menggaruk-garuk kepalanya.

"Green!" sapa Green.

"GYAAAA!!!"

Hatori langsung pingsan setelah melihat Green berbicara.

"Oe Pak Tua, bangun," Dragon menggoyang-goyang tubuh Hatori agar dia cepat bangun.

"Mon... Mons..."

"Dia adalah kru kami Pak Tua, dan dia adalah Green," potong Dragon memperkenalkan Green kepada Hatori.

Hatori menelan ludah, lalu berusaha duduk dan melihat Green lagi.

Hatori mengelus dadanya," Apa dia koki kalian, Nak Dragon?"

"Ya, kau bisa mengandalkannya," jawab Dragon yakin.

"Aku sudah membawa bahan makanannya, kita masak sekarang, Green?" ajak Mark berdiri di depan pintu bangunan.

"Green!"

"Ah ya, biar aku tunjukkan jalan menuju dapur," ucap Hatori berjalan menuntun Mark dan Green menuju ke dapur rumahnya.

Dragon tampak duduk santai di dekat Nicky yang masih pingsan.

Setelah Lucy dan Ayumi selesai mandi, mereka bergabung dengan Mark, Green, dan Hatori. Ayumi sempat terkejut melihat Green untuk pertama kali tapi bukan terkejut karena ketakutan. Dia malah sangat senang melihat Green. Beberapa kali Ayumi berusaha memeluk Green.

"Biarkan dia selesaikan masaknya dulu, Ayumi," ucap Hatori merasa terganggu dengan tingkah Ayumi.

"Imutnyaaaa...," ucap Ayumi terpesona dengan Green, sambil mencubit-cubit tubuh Green.

"Green..." Green terlihat kesal tapi tidak bisa berbuat apa-apa.

Setelah selesai memasak, mereka berkumpul kembali di ruang tamu.

Ayumi berdiri di dekat Nicky, memperhatikannya.

"Ayumi, makan dulu."

"Anak itu, biarkan saja," ucap Hatori.

Dragon dkk beserta keluarga Hatori menikmati makan siang mereka bersama.

"Ngomong-ngomong kalian hanya berempat ya? Jarang sekali aku melihat Bajak Laut memiliki kru sedikit," ucap Hatori di sela-sela makan.

"Kami bukan Bajak Laut, Pak Tua," ucap Dragon, "Kami Pemburu Bajak Laut."

"Hoo... Benarkah? Pantas saja kru kalian cuma sedikit."

"Tujuan kalian kemana, Nak Dragon?"

"Sisi barat dunia, Pak Tua."

Hatori melotot.

"Ka-kalian bercanda kan? Sisi barat dunia? Kalian tahu dunia ini seperti apa? Kalian sudah tahu?" tanya Hatori khawatir.

"Tidak Pak Tua, kami sama sekali tidak tahu. Walaupun demikian, kami tidak khawatir dengan apa yang terjadi nanti. Kami hanya perlu melewatinya sampai tiba ditujuan kami," jawab Dragon.

Hatori tidak tahu harus menjawab apa, dia tersenyum setelahnya.

"Kamu benar Nak Dragon. Yang paling penting dalam hidup ini adalah percaya dengan apa yang kau lakukan," ucap Hatori senang, "Semoga kalian sampai ke tujuan kalian dengan selamat nanti."

"Terima kasih, Pak Tua."



Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 100 - Keluarga
Penulis : ibongneverland

"Huff... Ngomong-ngomong, bagaimana anak itu bisa masuk ke dalam kolam? Dan lagi, dia tidak mengenakan sehelai benangpun di tubuhnya," ucap Hatori menunjuk ke arah Nicky.

"Dia berubah menjadi air," jawab Lucy.

"Tidak mungkin!"

"Mungkin saja kalau dia pengguna Stein," sahut Lucy.

"Stein?" Hatori bingung.

Dragon terdiam, dia mungkin setuju dengan pendapat Lucy.

Dragon berdiri lalu memperhatikan Nicky. Dragon menggerakkan kepala Nicky dan terkejut.

"Steinnya ada di punggung lehernya," ucap Dragon, "Aku tidak menyangka dia menggunakan Stein hanya untuk melakukan hal mesum seperti ini."

"Manusia memang lahir beda, Nak Dragon," ucap Hatori membereskan makanannya.

Brrr! Brrr!

Hawkeye tiba-tiba datang lalu mendarat tepat di 'burung'nya Nicky yang bengkak.

"GYAAAA!!!!!"

Sekali lagi Nicky berteriak.

"Wah-wah ada burung pengirim surat datang, apa dia mengirim surat untuk kalian?" tanya Hatori melihat Hawkeye bertengger di pundak Dragon.

Dragon menggelengkan kepalanya, "Tidak Pak Tua. Dia salah satu dari kami, di kru kapalku."

"Sa-sakit..." rintih Nicky menahan sakit yang luar biasa.

"Akhirnya kau bangun juga, Mesum," ucap Dragon beranjak dari tempatnya duduk lalu berdiri di depan Nicky.

Nicky terlihat pucat ketakutan.

"Kali ini, akan ku buat kau merasakan siksaan level dua," ucap Dragon dengan wajah menyeramkan.

"JANGAN!" teriak Ayumi berdiri di antara Dragon dan Nicky.

"Ayumi?"

"Hei, Ayumi. Kau tahu kan dia sudah menipu kalian selama ini? Kau tidak perlu melindunginya," ucap Dragon.

"Tidak! Pokoknya Jangan!" teriak Ayumi dengan tubuh gemetar.

Dragon menggaruk kepalanya, "Terserah kau saja lah."

"Dia memang sudah menipu aku dan Ayahku... Dia mungkin sudah membuat harapan Ayahku pupus... Ta-tapi... Hanya dia yang selama ini datang ke tempat ini," ucap Ayumi dengan wajah berlinang air mata.

Hatori terdiam. Begitupula dengan Dragon dkk. Mereka memperhatikan Ayumi.

"Aku sangat senang saat dia datang. Karena dia selalu membuat tempat ini tetap hidup. Dia membuat Ayahku tetap percaya bahwa tempat ini akan ramai suatu saat nanti..." Ayumi menambahkan.

"Cukup Ayumi, Ayah mengerti maksudmu," ucap Hatori yang kemudian memeluk Ayumi.

"Kau benar Nak. Tidak ada gunanya menyalahkan orang yang sudah berbuat salah. Karena itu hanya membuat kita sama dengan mereka," lanjut Hatori.

Nicky duduk menunduk. Dia masih diam. Tapi kemudian...

"Maaf..."

Nicky bersujud di depan Hatori dan Ayumi.

"Maafkan aku. A-aku mengakui semua kesalahanku. Aku mohon maaf yang sebesar-besarnya," ucap Nicky.

"Sudahlah Nak, semua sudah terjadi. Aku tidak mungkin menyuruhmu untuk mengganti rugi semua yang telah kau lakukan ini," ucap Hatori.

"A-aku akan melakukannya!" Nicky menatap Hatori, "Aku akan melakukannya. Katakan apa yang bisa aku lakukan untuk itu!"

Hatori menghela nafas.

"Apa kau punya tempat tinggal Nak?" tanya Hatori.

Nicky menunduk, dia terlihat sedih.

"Sebenarnya... Aku tidak punya tempat tinggal. Aku kabur dari rumah..."

"Kalau begitu, sebagai ganti ruginya, kau akan tinggal di tempat ini selamanya," ucap Hatori.

"Hah?! Tidak mungkin! A-aku..."

"Ya, itu lebih baik daripada kau dibawa ke penjara Angkatan Laut," sahut Lucy.

"Te-terima kasih!" teriak Nicky bersujud kembali, "Aku sangat menyesal telah berbohong selama ini. Meskipun ini sebuah hukuman, tapi aku... Aku sangat senang."

Dragon tersenyum.

"Baiklah, Mesum. Pakai baju ini," ucap Dragon menyerahkan beberapa helai pakaian kepada Nicky.

"Sebagai hukuman telah mengintipku juga, kau harus mengantarku ke Markas Angkatan Laut sekarang," ucap Lucy sambil melihat Nicky memakai pakaiannya.

"Eh?"

"Kau lupa ya, sudah berjanji kepada Pak Hatori?" Lucy mencoba mengingatkan Nicky.

"Itu... Aku tidak yakin bisa mengajak mereka... Aku bukan cucu dari Jendral Zeff," balas Nicky murung.

"Kau lupa siapa aku?" tanya Lucy sambil tersenyum menyeringai.

"Lucy..., Benarkah kau adalah cucu Jendral Besar Zeff?" Ayumi terkejut.

"Ya, kau benar, Ayumi. Itulah aku, cucu Jendral Besar Zeff."

Dragon, Lucy, dan Nicky berangkat menuju ke kota tempat Markas Angkatan Laut berada. Mark dan Green memilih tinggal di tempat Hatori dan Ayumi untuk membantu memperbaiki tempat mereka yang sempat rusak.

Dalam perjalanan menuju kota Merchandice, Lucy melihat seorang pemuda yang duduk bersila di depan mangkuk kecil yang berisi beberapa receh uang. Rambutnya hitam seperti Dragon, tubuhnya dipenuhi perban. Selain itu, kedua matanya pun ditutup dengan perban.

Lucy memberikan beberapa receh uangnya kepada pemuda itu.

Pemuda itu terlihat tersenyum.

"Pengemis ya Lucy?" tanya Dragon setelah Lucy mengikuti Dragon dan Nicky lagi.

"Aku rasa seperti itu," ucap Lucy.

"Ada apa Lucy? Kau terlihat memikirkan sesuatu?" tanya Dragon.

"Pemuda itu, dia mempunyai katana yang sama dengan milik kakek," jawab Lucy.

"Katana dari Emperium?"

Lucy menganggukkan kepalanya.

Dragon membalikkan badannya dan berlari ke tempat pemuda misterius itu duduk sebelumnya.

"Dia... Dia sudah tidak ada..."

...

Di atas kapal Greatest Lion, terlihat Raion duduk bersama Ratu Mey, Ratu Kerajaan Milestone.

"Sebentar lagi kita akan sampai ke pulau Heiwa," ucap Raion.

Ratu Mey terlihat tidak menanggapi ucapan Raion. Dia malah menoleh ke arah laut.

Raion kemudian memilih diam.

"Akhirnya kau memilih ikut denganku, David?" tanya Ratu Mey.

"Ya, ini yang terbaik."

"Padahal aku mau mengacak-acak tempat itu nanti," ucap Ratu Mey sambil tertawa cekikian.

"Itu yang aku takuti. Keberpihakan dirimu kepada Black Dragon pasti bertentangan dengan para petinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa," Raion nampak membenarkan posisi duduknya.

Ratu Mey menatap Raion, "Oh... David sayang, kau mengkhawatirkan Tantemu ini ya?"

Raion memasang wajah datar.

Ratu Mey tertawa.

"Ngomong-ngomong, bagaimana nasib tulisan Ayahmu di kolom berita Versiteksdotcom, David?"

"Mereka membiarkan kolom itu tetap kosong," jawab Raion.

"Mereka menghargai karya ayahmu meski dia sudah tak lagi menulis di surat kabar itu lagi."

Raion menganggukkan kepalanya.

"Hei David, apa kau sudah tahu tentang dirimu?" tanya Ratu Mey untuk kesekian kalinya.

"Ya, aku sudah mengetahuinya cukup lama. Aku memang bukan darah dagingnya, tapi itu tidak membuatku merasa harus melepas tanggung jawabku sebagai anak mereka."

"Ouw?"

"Zeff dan Kiss adalah orang tua terbaik yang pernah aku miliki," lanjut Raion, "Mereka mengajarku bahwa keluarga tidak ditentukan oleh darah yang mengalir di nadiku tapi seberapa besar cinta dan kepercayaan yang ada di sana. Keluarga adalah tingkat teratas dari sebuah hubungan, lebih dari seorang sahabat ataupun teman sejati. Meskipun kelak mereka menghilang, meskipun kelak mereka lupa, tapi selama mereka adalah keluargaku, aku akan mengingat mereka selamanya. Aku akan menyambut mereka seakan mereka tidak pernah pergi dari hidupku. Itulah yang ku namakan keluarga."

"Apa kau tidak mau bertemu dengan orang tua aslimu, David?"

"Tentu saja aku ingin. Hanya ada satu hal yang ingin aku sampaikan kepada mereka," jawab Raion dengan tenang.

"Apa itu, David?"

"Terima kasih telah melahirkanku di dunia ini."

Ratu Mey tersenyum.


Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 101

SHiniGami GhoUL
2017-02-15 20:15:22
Uugghh... Nggu dechh lgii...
aisyah arr
2017-02-13 17:37:46
Lama bgt updatenya....
Afrizal
2017-01-22 16:23:10
Lanjutkan
Ishiri iuki
2017-01-07 22:01:38
.slmt dah sampai 100 chapter, btw ini season brpa y?
Dalreba
2017-01-07 19:15:06
Wah udah 100 chapter... Udah termasuk legend nih cerita
Rifky D Dragnel
2017-01-07 04:39:19
Wah gak terasa ternyata sudah 100 chapter
Bee Zero
2017-01-07 03:31:41
hatori orng tua mesum tp baik hati juga,,dan pemuda itu siapa ? apa hubngnya dngn danger ??
Shadexz
2017-01-06 21:45:05
Mayan seru ni cerita. Lnjut trus
Prince of Darkness
2017-01-06 21:26:10
Hmm.. anak yang baik...
Ade Aja
2017-01-06 21:24:03
Tidak q sangka ceritaNy sdh smpai chpter 100, dan pd chpter x ini, Pembca disguhkan dgn cerita yg ckp bgus yaitu tntg Keluarga. Yah keluarga, mgkin kata kluarga terdengar biasa oleh pmbca. Nmun jka ki
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook