VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 99

2017-01-02 - Ibong Neverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
185 views | 13 komentar | nilai: 9.8 (5 user)

Pemuda dengan rambut merah kriting berhenti di depan pintu masuk bangunan. dia mengupil sambil menggaruk-garuk pantatnya. Pipinya penuh jerawat, dia menatap Lucy dan Ayumi dengan angkuhnya.

Lucy terlihat sangat heran melihat pemuda yang dimaksud Ayumi.

"Se-selamat datang tuan Danger!" seru Ayumi sembari membungkukkan badannya.

"Baguslah kau masih ingat caranya Ayumi," ucap pemuda itu sombong level dewa.

Lucy mematung, dia benar-benar bingung. Siapa sebenarnya pemuda dengan rambut merah kriting itu. Benarkah dia seorang keluarga Danger.

"Dan kau siapa? Kau tidak tahu siapa aku? Hah?!" bentak pemuda itu kepada Lucy.

Lucy yang sempat memasang wajah bingung, mendadak marah.

"Jaga bicaramu, Bodoh!"

"Kau berani memanggilku bodoh? sudah tidak sayang nyawa, ya?" balas pemuda itu, "Aku adalah Nicky Danger, cucu tunggal Jendral Besar Zeff."

Lucy mematung lagi saking terkejutnya.

Ayumi terlihat ketakutan, tubuhnya gemetaran.

"Sekarang kau sudah tahu aku kan? Cepat bersujud sekarang!" teriak Nicky.

Lucy yang mulai marah, menundukkan kepalanya. Lucy berjalan mendekati Nicky, lalu...

JDUAAAKK!!!!

Dari belakang Nicky, Dragon melompat hingga menendang kepala Nicky. Otomatis, Nicky jatuh ke depan.

JROOOTTT!!!

Wajah Nicky menghujam ke lantai, dan darah segar keluar dari sela-sela wajahnya yang menempel di lantai.

"Waduh!" Dragon terperanjat melihat kondisi Nicky, "Ma-maaf... aku tidak sengaja."

"Kerja yang bagus, Dragon," ucap Lucy senang.

"Heh? Memangnya ada apa Lucy? Dan..." Dragon bingung, "Kenapa kau ada di pemandian air buah-buahan?!!"

"Siapa juga di pemandian air buah-buahan, ini masih di pemandian air panas," bantah Lucy.

"Gyaaa!!!! aku salah jalan!" Dragon histeris.

Mark tersenyum di samping Dragon.

"Be-berani-beraninya kalian membuatku seperti ini. Bersiaplah menghadapi pasukan Angkatan Laut," ucap Nicky yang sudah bangkit. terlihat darah masih keluar dari hidungnya.

"Heh?" Dragon menoleh ke Nicky.

Tanpa Nicky sadari, rambut merah kritingnya bergeser, sehingga terlihat bahwa rambut itu palsu alias sebuah wig saja.

"Orang ini mengaku keluarga Danger, Dragon. Dia bilang kalau dia cucu tunggal Kakek," ucap Lucy menjelaskan kepada Dragon.

"Hah?! Benarkah?!" Dragon memegang bahu Nicky.

"Akhirnya aku menemukanmu juga! aku sekarang yakin kalau Lucy memang bukan cucu Kakek," ucap Dragon kepada Nicky.

JDUAAK!!!

Dragon menghantam tembok bangunan setelah Lucy menendangnya.

"Kau malah ikut-ikutan," ucap Lucy kesal kepada Dragon.

"Dan kau," ucap Lucy lagi sambil menoleh ke Nicky, "Pertama, kau benarkan dulu rambutmu."

Nicky kaget, kemudian merapikan wignya.

"Kedua, buktikan kalau kau memang keluarga Danger," Lucy melempar satu katananya ke Nicky.

Karena gugup, Nicky tidak berhasil menangkap katana milik Lucy.

Entah karena masih gugup, katana yang diambil Nicky selalu lepas dari tangannya.

"Ketiga, aku ingin mengingatkanmu bahwa menggunakan nama Danger atau keluarganya, merupakan perbuatan yang setara dengan membunuh. Tentu saja hukumannya akan sangat berat," ujar Lucy sembari menenteng tangannya.

Keringat mulai bercucuran di wajah Nicky. Matanya melihat ke kanan dan ke kiri.

"Biar aku hajar saja dia!" teriak Dragon berlari ke arah Nicky.

Nicky dengan sekuat tenaga, kabur.

"Jangan lari kau Pengecut!" teriak Dragon mencoba mengejar tapi ditahan oleh Lucy, "Apa yang kau lakukan Lucy?! Dia kabur!"

"Sudah lupakan dia. Hari ini adalah jatahku untuk bersenang-senang, aku sedang tidak ada mood untuk bertarung," ucap Lucy sembari melepas kerah baju Dragon.

"Hiks!"

"Kau kenapa Ayumi?" tanya Lucy melihat Ayumi menangis.

"Apa dia penipu?" tanya Ayumi.

"Iya, dia seorang penipu, Ayumi," jawab Lucy.

Ayumi menangis semakin kencang.

"A-ada apa ini, kenapa kau menangis begitu kencang, Ayumi?" tanya bapak-bapak yang sebelumnya mengantar Dragon dkk ke tempat pemandian air panas itu.

Ayumi berlari ke arah bapak itu dan memeluknya.

Bapak-bapak itu mengelus-elus kepala Ayumi.

"Jadi bapak, ayah Ayumi ya?" tanya Lucy.

"Iya Nona, perkenalkan namaku Hatori. Pemilik pemandian air panas Naga Api," jawab Hatori dengan bangga, "Ngomong-ngomong, aku dengar ada keributan di sini. Ada apa sebenarnya?"

"Kami hampir saja menghajar seorang penipu."

Hatori melihat Lucy dengan wajah bingung.

"Apa anda kenal dengan Nicky Danger?" tanya Lucy.

"Ah dia! Tentu saja. Cucu tunggal Jendral Besar Zeff dan satu-satunya pelanggan setia di pemandian air panas ini. Biasanya dia datang hari ini, tapi aku belum melihat dia," jawab Hatori sambil melihat kanan kirinya.

Ayumi semakin kencang menangis.

"Aku tidak tega mengatakannya kepada Pak Hatori," bisik Lucy kepada Dragon.

"Dia adalah penipu, Pak. Dia juga bukan keluarga Danger, cucu tunggal Kakek Zeff adalah Lucy. Dan..."

Lucy langsung membungkam mulut Dragon.

"Kau bodoh ya?!" Lucy melotot ke arah Dragon.

"Apa? Kalian pasti berbohong ya," ucap Hatori sambil tertawa.

"Mereka benar, Ayah. Aku melihat sendiri kalau dia sudah menipu kita" sahut Ayumi yang masih memeluk ayahnya itu.

Tawa Hatori semakin lirih terdengar, hingga akhirnya dia menangis sejadi-jadinya.

Lucy menggelengkan kepalanya.

Mark bersandar di pintu dan memilih diam.



Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 99 - Kebohongan
Penulis : Ibong Neverland

Beberapa saat kemudian.

"Jadi selama ini, Nicky telah menipu kami ya?" tanya Hatori sedih.

"Iya Pak. Kalau saja aku tidak tahu kalau dia memakai wig merah, aku mungkin percaya kalau dia anggota keluarga Danger.... Hmm... Selain itu, memegang katana saja dia juga tidak bisa. Padahal katana adalah senjata utama keluarga Danger," jawab Lucy.

Hatori masih menundukkan kepalanya, sesekali dia mengusap air matanya yang keluar.

"Dia berjanji kepadaku... Berjanji akan membawa seluruh pasukan Angkatan Laut untuk datang ke tempat ini. Karena janjinya itu, dia bisa mandi ditempat ini tanpa membayar biaya sepersenpun," ucap Hatori tidak dapat menahan kesedihannya lagi.

"Sialan! Biar aku hajar bocah itu!" teriak Dragon marah.

"Sudahlah, itu semua tidak penting sekarang. Biarkan saja, nanti kalau dia berani ke sini lagi, kita buat perhitungan dengannya," ucap Lucy mencoba menenangkan Dragon dan keluarga Hatori.

"Kau benar Nona, aku sangat kecewa karena aku percaya pada pemuda itu. Tapi penyesalanku ini, tidak akan mengembalikan apa yang sudah terjadi," Hatori mencoba menguatkan dirinya. Hatori mengusap rambut Ayumi yang duduk memeluk dirinya.

Ayumi mengerang, dia terus memeluk Hatori, ayahnya.

"Terima kasih untuk bantuan kalian. Jika kalian tidak datang kemari, aku tidak tahu sampai kapan aku dan Ayumi akan dibohongi anak itu terus," ucap Hatori, "Nah, untuk membalas kebaikan kalian, silahkan mandi di pemandian air panas ini sepuasnya. Kalian tidak perlu membayar, semua gratis."

"Be-benarkah?"

Hatori mengangguk.

"Yeaaah! Saatnya mandi!" Lucy sudah tidak sabar untuk mandi.

"Pak Tua, apa ditempat ini tidak ada yang jual makanan?" tanya Dragon.

"Hah?" Hatori mematung.

Dragon menyipitkan matanya.

"Gyaaaa!!! Kenapa tidak terpikirkan olehku!" teriak Hatori panik.

"Jangan-jangan, tidak ada penjual makanan ditempat ini?" Dragon terlihat serius.

"Kau benar Nak," sahut Hatori sedih," Tapi kalau kalian mau makan, biar Ayumi membelikan kalian makanan. Di kota sebelah, banyak penjual makanan."

"Kota sebelah?"

"Kenapa mereka tidak jualan di kota ini, Pak Tua?" Dragon heran.

"Itu sudah peraturan di pulau Abiru ini. Kita tidak bisa berbuat apa-apa," jawab Hatori.

Ayumi mulai tenang, dia melepas pelukannya.

Lucy terlihat sudah menyiapkan baju gantinya.

"Ayo Ayumi, aku mandi dulu ya," ucap Lucy menarik tangan Ayumi dan mengajaknya menuju ke salah satu kolam pemandian air panas.

"Ngomong-ngomong aku tidak melihat ibunya Ayumi, kemana dia Pak Tua?" tanya Dragon.

"Ibu Ayumi sudah lama pergi. Dia meninggalkan kami karena pemandian umum ini sepi, dia tidak tahan dengan keadaan kami," jawab Hatori berusaha mengendalikan dirinya.

"Oi Pak Tua, apa kau tidak keberatan jika kami masak di tempatmu ini?"

"Masak? Apa kalian bisa memasak?" Hatori terlihat ragu.

Dragon tersenyum.

"Kami punya koki terbaik di kapal kami," jawab Dragon.

Tiba-tiba Dragon ingat sesuatu, "Uhm... Tapi ada sesuatu yang harus aku beritahukan kepadamu Pak Tua."

"Apa itu Nak?"

"Koki kami bukan koki biasa," jawab Dragon, "Lebih baik aku tunjukkan kepadamu, Pak Tua."

Sementara itu, di tempat Lucy dan Ayumi.

"Jangan sedih Ayumi, sementara temani aku mandi ya?" ucap Lucy mulai melepas satu per satu bajunya hingga tinggal mengenakkan baju dalamnya saja.

Ayumi masih terlihat murung, dia mengangguk kecil.

Lucy mengusap kepala Ayumi.

"Aku akan membayar hutang pemuda bodoh itu kepada keluarga kalian, kalau memang ada Angkatan Laut di pulau ini. Aku bisa mengajak mereka untuk datang ke tempat ini," ucap Lucy.

"Hah? Be-benarkah Kak?" Ayumi ragu.

"Aku adalah cucu tunggal Kakek, eh maksudku Jendral Angkatan Laut Zeff, jadi aku pasti bisa menepati janjinya," jawab Lucy melihat Ayumi mulai ceria lagi, "Nah, senyum seperti itu Ayumi. Kau kelihatan manis kalau tersenyum."

"Kyaaaa! Kakak memujiku!" Ayumi memeluk Lucy.

Lucy tersenyum senang sambil memeluk Ayumi.

"Ayumi, kenapa kau terlihat senang saat Angkatan Laut datang kemari? Bukankah semua pelanggan di tempat ini sama saja?" tanya Lucy.

"Itu... Itu karena, Ibuku bekerja di sana," jawab Ayumi.

Lucy terdiam, dia memeluk erat Ayumi.

"Jadi, Ibumu adalah seorang prajurit Angkatan Laut ya?... Tapi, bukankah Ibumu bisa datang kapan saja ke tempat ini, Ayumi?"

"Ibu meninggalkan kami, dia tiba-tiba berubah saat itu dan tidak pernah datang kemari lagi," Ayumi mempererat pelukannya.

Lucy menutup matanya, dia tidak tahu harus bicara apa lagi. Lucy memilih untuk tidak bertanya lebih jauh tentnag keluarga Ayumi.

Tiba-tiba Lucy menyadari sesuatu. Pandangannya tertuju ke kolam di dekatnya dan Ayumi berdiri.

Lucy terus memperhatikan air di kolam pemandian.

Tiba-tiba air di kolam tersebut bergerak sendiri, menonjol ke atas.

Pupil mata Lucy membesar, secepat kilat Lucy melepas pelukan Ayumi lalu melayangkan tendangannya ke kolam pemandian air panas itu.

"GYAAAAAA!!!!!!"

"Kyaaaaa!!!" Ayumi berteriak histeris.


Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 100

SHiniGami GhoUL
2017-02-15 20:04:23
Waahhh... Krng ajar itu si Nickyyy... :/
Ade Aja
2017-01-06 21:00:48
Aq kira emank beneran ada kluarga Danger, trnyta hnya sEorg penipu. Dan lagi siapa gerangan sosok yg didlm kolam tsb, seOrg pria penguntit mesum atau sosok naga yg mncul. CeritaNy menrik mas..
Bocah Redoks
2017-01-03 22:02:53
Siapa lagi tuch ‎؛‎ ‎؛‎ ‎؛
Mr Blacky
2017-01-03 13:16:27
Hemm apa itu ya
Sqouts Shadows
2017-01-03 09:43:35
Ternyata pemuda itu seorang penipu, sekaligus mesum apa mungkin
Mutia 4Ra
2017-01-03 08:16:05
d tungggu ch 100 nya
Axe Jainuri
2017-01-03 07:36:36
Next to chapter 100
Rifky D Dragnel
2017-01-03 04:13:23
Apa ulah penipu itu lagi
Dalreba
2017-01-02 23:16:17
Road To Chapter 100
Saint Shamrock
2017-01-02 22:52:37
hhhh cuma penipu murahan !?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook