VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 98

2016-12-31 - Ibong Neverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
181 views | 14 komentar | nilai: 9.5 (6 user)

Dragon dan Lucy melihat Mark dengan tatapan serius. Menunggu nama yang akan disebutkan Mark sebagai manusia yang menguasai teknik soul sempurna.

"Dia adalah Dortmund Danger" ucap Mark.

"Heh?!!!"

"Ayahmu Lucy?", Dragon menoleh ke Lucy.

"Apa yang kau maksud adalah Dortmund yang asli, Mark?" tanya Lucy masih belum percaya.

"Iya Lucy. Dortmund yang asli" jawab Mark.

Lucy terdiam.

"Ayahmu ternyata orang yang hebat Lucy" ucap Dragon kagum.

"Apa Paman Seven pernah bertemu dengan ayahku, Mark?", Lucy penasaran.

"Setelah perang besar di Benteng Biru, Kapten pernah sekali bertemu dengannya. Waktu itu, dia ada di pulau Ame", jawab Mark.

Lucy terlihat serius memikirkan tentang ayahnya, Dortmund. Meskipun Lucy senang mengetahui kenyataan bahwa keluarganya masih hidup, tapi masih ada hal yang mengganjal di hatinya. Terutama alasan kenapa ayah dan ibunya memilih tidak bersama, padahal ayah dan ibunya bisa dikatakan memiliki kekuatan yang cukup untuk melawan segala ancaman yang mungkin menyerang keluarganya.

"Lucy, kau melamun?" Dragon menggoyangkan tubuh Lucy.

"Eh? Ah tidak, Dragon" ucap Lucy mengelak.

Lucy berdiri lalu mendekati Mark.

"Kita mulai latihannya sekarang Mark" ucap Lucy.

Mark tersenyum,"Ya".

Sementara Mark dan Lucy berlatih menggunakan teknik soul, Dragon memilih duduk di puncak layar sambil membaca buku catatan milik kakeknya, Zeff.

Green masih sibuk di dapur membuatkan makan siang untuk kru kapal.

Hawkeye memilih mencuri beberapa ketimun yang disembunyikan Dragon ditempat yang biasa digunakan Dragon menyembunyikan ketimunnya. Dragon memang tidak terlalu pintar menyembunyikan barangnya. Karena meski sempat dicuri, dia akan tetap meletakkan benda yang dia sembunyikan ditempat yang sama.

"Untuk mulai menguasai teknik soul, kau harus mulai memusatkan soulmu ke semua inderamu Lucy" ucap Mark.

"Bayangkan bahwa kau sekarang ada di sebuah padang rumput yang luas. Biarkan tubuhmu merasakan hembusan angin yang datang, dan hangatnya sinar matahari. Pusatkan semua inderamu untuk merasakan apa yang kau bayangkan itu Lucy" lanjut Mark yang berdiri di depan Lucy.

Lucy menutup kedua matanya, berusaha melakukan apa yang dikatakan Mark kepadanya.

Krosek! Krosek!

Dahi Lucy mengerut, wajahnya menegang.

"Tetap fokus Lucy" suara Mark terdengar lebih keras di telinga Lucy.

Lucy kembali tenang.

Krosek! Krosek!

Lucy kembali mengerutkan dahinya, dia terlihat cemas.

KROSEK! KROSEK!

Lucy membuka matanya, wajahnya kelihatan kesal. Dia berlari menuju ke tiang kapal.

"Rasakan ini!" teriak Lucy melayangkan pukulannya ke arah tiang kapal.

DUAAK!!!

Tiang kapal bergetar hebat karena dipukul Lucy.

Dragon yang sedang asik mengunyah ketimun di puncak tiang kapal kaget dan langsung terjatuh.

"Aaaah!!!!"

BRUAAAK!!!

Lantai kapal jebol setelah Dragon menghantamnya dari puncak tiang kapal.

Lucy kembali menuju tempat Mark yang berdiri keheranan.

"Aku sudah mengatasi pengganggunya, kita mulai lagi Mark" ucap Lucy sambil menepuk-nepuk tangannya karena kotor.

Mark tertawa kecil.

"Ya Lucy".



Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 98 - Pemandian Air Panas
Penulis : Ibong Neverland

Hari mulai redup, Lucy terlentang karena kelelahan. Sekujur tubuhnya penuh keringat.

Tidak jauh dari Lucy, Mark duduk santai.

"Ternyata lebih sulit daripada belajar menguasai pedang ya Mark?"

"Ya seperti itu Lucy" Mark tersenyum.

"Pulau Abiru sudah kelihatan!" seru Dragon dari puncak tiang kapal dengan perban disekujur tubuhnya.

Lucy berlari ke haluan kapal.

"Wah! Dari kejauhan saja terlihat bagus pulaunya!" ucap Lucy kagum.

"Aku harus segera menyiapkan bajuku, aku ingin mandi di sana secepatnya" lanjut Lucy berlari menuju ke kabin kapal.

Mark merapikan tempatnya dan Lucy berlatih. Lalu mengikuti Lucy.

Dragon terlihat sudah menunggu di depan pintu kabin setelah Lucy masuk.

"Kau punya baju ganti Mark?" tanya Dragon setelah Mark sampai di depannya.

"Aku lupa membawanya Dragon" jawab Mark.

"Kau bisa pakai punyaku, ayo" ajak Dragon.

Mark menganggukkan kepalanya dan mengikuti Dragon dari belakang.

Setelah Dragon's Claw berlabuh di dermaga.

"Apa-apaan kau itu Dragon?!" teriak Lucy kesal, "Kau menyuruh Mark memakai bajumu juga?"

"Memangnya kenapa?" tanya Dragon heran.

"Kalian seperti orang kembar" jawab Lucy melihat Mark memakai baju kuning serupa dengan Dragon.

"Ya, kau tahu aku cuma punya baju itu kan?" balas Dragon sambil menggaruk-garuk kepalanya.

Lucy memasang wajah datar.

"Selamat datang di kota Soapland!" seru seorang bapak-bapak melihat Dragon dkk datang.

"Apa kalian kecapekan? Silahkan menggunakan pemandian di kota kami agar tubuh kalian kembali segar dan bugar" lanjut bapak itu.

"Apa ada pemandian air panas, Pak?" tanya Lucy.

"Tentu saja Nona. Aku antar kalian ke tempat yang paling terkenal di kota kami ini" ucap bapak itu.

Dragon dkk mengikuti bapak itu menuju ke sebuah tempat yang tidak jauh dari demaga.

"Pemandian air panas Naga Api!" teriak bapak itu penuh semangat.

"Wah! Bagus sekali tempatnya" ucap Lucy kagum.

Bangunan sederhana dengan pintu gerbang yang terbuat dari anyaman bambu. Dari dalam tembok yang mengelilingi bangunan tersebut, terlihat uap air panas membumbungi ke udara.

Lucy meninggalkan Dragon, Mark, dan bapak-bapak yang mengantar mereka ke tempat pemandian begitu saja.

Dragon terlihat mematung.

"Naga...".

"Oe Pak tua, apa ada pemandian lain di tempat ini?" tanya Dragon.

"Tentu saja! Lihat!" ucap bapak itu dengan semangat sambil menunjuk ke samping bangunan pemandian air panas Naga Api.

"Pemandian air dingin Naga Es! Akan membantu kalian menyegarkan tubuh kalian dengan air sedingin es" ucap bapak itu penuh semangat.

Dragon mengerutkan dahinya.

"Dan di sampingnya lagi, ada pemandian air sabun Naga Sabun!"

"Gyaaa!!!" Dragon terkejut.

"Dan di sampingnya lagi ada pemandian air sake..."

"Naga Sake?" potong Mark.

"Heh? Kau sudah tahu anak muda?" tanya bapak itu kaget, "Ternyata pemandian air sake lumayan terkenal juga ya."

"Sebenarnya aku hanya asal nebak sih," ucap Mark sambil menggaruk-garuk kepalanya.

Bapak-bapak itu terlihat tidak mendengarkan ucapan Mark, dia malah tertawa terbahak-bahak karena senang.

"Pak Tua, apa ada pemandian air ketimun juga di sini?" tanya Dragon tiba-tiba.

"Heh?!!!"

Bapak itu berpikir sangat keras.

"Aku tidak yakin, tapi ada pemandian air buah-buahan," jawab bapak itu.

"Waaahh!! benar-benar ada," teriak Dragon senang.

"Apa kau yakin mau mandi dengan ketimun, Dragon?" tanya Mark heran.

Dragon segera berlari mencari pemandian air dengan buah-buahan.

Mark mengikutinya dari belakang.

"Dragon, apa kau yakin akan mandi dengan ketimun?" tanya Mark sekali lagi.

"Tidak Mark," jawab Dragon.

"Heh?"

"Aku akan memakannya," ucap Dragon senang, "Bisa kau bayangkan mandi sambil makan ketimun, Mark?"

Mark memasang wajah datar, "Aku tidak mau membayangkannya."

Sementara Dragon dan Mark mencari pemandian air buah-buahan. Lucy sudah masuk ke dalam bangunan pemandian air panas. Suasana di dalam bangunan ternyata sangat sepi. Tidak terlihat satu orang pun.

"Kenapa tempat ini sepi sekali?" gumam Lucy merasa aneh.

Dia melihat ke belakang dan menyadari bahwa Dragon dan Mark tidak mengikutinya.

"Dan lagi, kemana kedua orang itu," ucap Lucy, "Sudahlah."

"Kyaaa!!!!" Lucy berteriak histeris setelah melihat seorang perempuan tiba-tiba berdiri di depannya.

"Kyaaa!!!!" perempuan itu juga ikut berteriak.

"Huff..." Lucy menghela nafas, sambil mengelus dadanya, "Hampir saja, jantungku copot."

"Benarkah? siapa yang melakukannya, Kak?" tanya perempuan itu.

"Tentu saja kau!" seru Lucy kesal.

Perempuan berambut panjang dan diikat dua itu tersenyum. tubuhnya mungil dan mata birunya terlihat bersinar.

"Hihi... Maaf Kak. sudah lama tidak ada yang datang ke pemandian air panas ini, jadi aku terlalu senang melihat Kakak datang kemari," ucap perempuan itu.

"Siapa namamu?" tanya Lucy.

"Perkenalkan, namaku Ayumi. aku putri pemilik pemandian air panas ini," jawab perempuan bernama Ayumi itu.

"Salam kenal, aku Lucy Danger."

Ayumi mundur ke belakang, tatapannya serius. wajahnya mendadak pucat.

Lucy bingung.

"A-ada apa Ayumi? kau kelihatan takut sekali?" tanya Lucy.

"Danger? Kau benar-benar Danger?"

"Eh... Iya, memangnya kenapa Ayumi?" Lucy balik bertanya.

"Danger adalah pelanggan setia tempat ini..."

"Maksudmu Ayumi?! Ada seorang Danger yang sering datang kemari?!" potong Lucy terkejut.

Lucy memegang erat bahu Ayumi. mencengkramnya seakan dia tidak boleh pergi sebelum dia menjawab pertanyaan yang Lucy utarakan.

Ayumi memalingkan wajahnya, beberapa kali melihat Lucy lalu berpaling lagi.

"Katakan Ayumi!" teriak Lucy tidak sabar.

"Ada apa ini? kenapa ribut-ribut?" tanya seorang pemuda yang baru saja datang.

Ayumi menoleh ke arah pemuda itu, dia menunjuk ke arahnya.

"Dia yang ku maksud!"

Lucy menoleh dengan mata melebar.


Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 99

Ade Aja
2017-01-06 20:49:57
Sedikit saran buatmu Dragon, khasiat buah ketimun emank ckp bgus buat kesehatan. Nmun jka mengkonsumsi terlalu byk, akan menyebabkan darah rendah. Jd ingat itu baik2 Dragon, bhehehe...
hairurrozikin
2017-01-02 01:58:00
Sepertinya itu abangnya lucy
Tifa Lockhart Chan
2017-01-01 23:52:18
pemandian coklat lebih bagus dan enak.
Bocah Redoks
2017-01-01 19:36:04
tambah seru aja nich . lanjut . . .
Saripati Jasad Emas
2017-01-01 13:58:46
sptinya dia bkan dortmund,,dia kan seorang pemuda ??
Rifky D Dragnel
2017-01-01 13:38:57
Siapakah pria danger itu
Rudy Wowor
2017-01-01 10:40:10
Apakah yang datang itu ayahnya Lucy
Mr Blacky
2017-01-01 07:29:54
Ada ada aaja pemandiannya haha, yg ada malah lengket lengket tuh mandi bareng buah
Sqouts Shadows
2017-01-01 07:27:24
Siapakah itu?
Gouenji Shuuya
2017-01-01 05:07:58
Mungkin pria itu ayahnya lucy
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook