VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 97

2016-12-30 - Ibong Neverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
189 views | 12 komentar | nilai: 9.75 (4 user)

Aryalm tersenyum sambil menoleh ke arah kota Rockstar. Dia membenarkan pedang besar yang dibawanya. Terlihat dari kejauhan, Allupi dan Lumina datang menuju ke dermaga.

"Dragon!" teriak Lumina senang.

Dragon tersenyum.

"Kemari Lumina," ucapnya.

Lumina tertawa sambil berlari ke arah Dragon. Lalu melompat dan memeluk Dragon.

"Ini yang terakhir kalinya ya, Lumina?" tanya Dragon.

"Iyaaa," jawab Lumina sambil mengigit leher Dragon.

Lucy tersenyum sambil mengelus-elus kepala Lumina.

Setelah selesai, Lumina turun dan digandeng oleh Dragon.

"Baik-baik dengan ayah ibumu Lumina," pesan Dragon mengantar Lumina kepada ibunya.

"Dragon, apa nanti saat aku besar, aku bisa ikut denganmu?" tanya Lumina.

"Uhm... Coba kita lihat," ucap Dragon sambil berpikir,"Baiklah, tapi ada satu syarat untuk itu."

"Hmm... Apa syaratnya Dragon?"

"Kau tidak boleh mengigitku lagi," ucap Dragon.

Lumina menganggukkan kepalanya dan tersenyum senang kepada Dragon.

"Dragon, terima kasih. Sudah menyelamatkan kami," ucap Allupi sambil menggendong Lumina.

"Iya," Dragon tersenyum senang.

"Aku pamit dulu Paman, Bibi, dan kau Lumina," lanjut Dragon berpamitan.

Arlaym menganggukan kepalanya.

"Hati-hati Dragon, Lucy!" Lumina melambaikan tangannya.

Dragon, Lucy, dan Mark bergegas naik ke atas Dragon's Claw.

"Kalian siap?" tanya Dragon kepada kru kapalnya.

"Ya kapt," sahut Mark.

"Green!!!" teriak Green senang.

"Huh, sejak kapan dia jadi kapten kapal ini," keluh Lucy dengan wajah kesal.

"Yosh! Menuju pulau selanjutnya!" teriak Dragon dengan lantang.

Dragon's Claw mulai berlayar kembali, menyusuri luasnya lautan biru.

Dalam perjalanan mereka, Dragon dkk berkumpul di tengah kapal.

"Kata Paman Rain, pulau selanjutnya adalah pulau yang dipenuhi pemandian umum. Di sana terdapat berbagai macam tempat pemandian," ucap Dragon menceritakan saat dia masih di kota Rockstar.

"Benarkah? Ah kedengarannya menyenangkan," ucap Lucy senang,"Sudah lama aku tidak mandi yang sebenarnya."

"Heh? Memang ada mandi bohongan?" sahut Dragon.

"Ada lah", balas Lucy tidak terima.

"Grr...," Dragon menempelkan kepalanya ke kepala Lucy.

"Apa kalian selalu seperti ini, Dragon Lucy?" tanya Mark heran.

"Heh?" ucap Dragon dan Lucy sambil menoleh ke Mark.

"Tidak juga sih Mark. Kecuali dia mulai
ribut duluan," jawab Lucy sambil mengingat-ingat.

"Heh?! Kau yang mulai duluan Lucy!" teriak Dragon menempelkan kepalanya lagi ke kepala Lucy.

Mark hanya meringis.

"Green," ucap Green dari depan pintu ruang makan.

Dragon dan Lucy mendongak,"Makan malam sudah siap ternyata."

"Ayo Mark, kita makan dulu," ajak Lucy berdiri.

"Ah, baiklah," ucap Mark mengikuti Dragon.

Di dalam ruang makan.

"Meskipun hanya bertiga, suasana kapal ini semeriah kapal kapten ya," ucap Mark memperhatikan Dragon dan Lucy berebut makanan.

"Ahahaha... Ya seperti inilah kami Mark," ucap Lucy sedikit malu," Aku dan Dragon lahir di hari yang sama, besar ditempat yang sama, dan melakukan semua hal bersama."

"Dan dia yang selalu mengacaukan semuanya," sahut Dragon sambil mengunyah ketimun.

JTAK!

Lucy memukul kepala Dragon.

Mark tertawa.

Dragon terlihat makan sambil mengelus-elus kepalanya yang benjol.

Brr!

Tiba-tiba Hawkeye menyambar ketimun milik Dragon.

"Woi burung jelek! Kembalikan ketimunku!" teriak Dragon kesal.

"Ternyata ada empat kru ya," ucap Mark lalu tertawa.

Beberapa saat kemudian.

"Uwaaah!!! Kenyang," seru Dragon memukul-mukul perutnya yang membuncit.

Lucy meliriknya dengan wajah datar.

"Berapa hari kita akan sampai di pulau selanjutnya Dragon?" tanya Mark.

Dragon menggaruk-garuk kepalanya," Kalau tidak salah dua hari, Mark."

"Memangnya kau belum pernah ke pulau Abiru juga Mark?" tanya Dragon heran.

"Iya Dragon. Kapten tidak pernah berlayar di laut sebelah barat pulau Hantaa. Jadi perjalanan ini adalah pengalaman baruku di lautan ini," jawab Mark.

"Heh?" Dragon dan Lucy tidak percaya.

Dragon memutar bola matanya,"Ah, sudahlah. Lebih baik kita istirahat sekarang Mark. Hari ini rasanya lelah sekali".

"Aku pikir kau sudah kehilangan lelahmu Dragon," sahut Lucy.

"Wek!" Dragon menjulurkan lidahnya kepada Lucy.

"Tu-tunggu Dragon! Kau mengejekku ya?", Lucy kesal.

Dragon mengacuhkan Lucy dan berjalan menuju ke pintu kabin.

Lucy mengejarnya dan...

Grubak! Grubak!

Dragon dan Lucy berguling-guling menuruni tangga.

"Apa yang kau lakukan Lucy?! Sakit woi!",teriak Dragon marah-marah.

"Kau pikir kau saja yang sakit?!", balas Lucy.

Tanpa Dragon dan Lucy sadari, lengan Green memanjang lalu melilit tubuh mereka berdua.

"A-apa yang kau lakukan Green?!!" Dragon dan Lucy panik dan berusaha melepas lilitan tangan Green.

"Lepaskan aku!!!".

Dengan pelan-pelan, Green membawa Dragon dan Lucy ke kamar mereka masing-masing.

Keesokan harinya.

"Mark, tolong tarik tali pengaman layar itu ya," ucap Dragon sambil menunjuk ke arah tali pengaman layar.

Mark mengangguk, lalu mulai menarik tali pengaman layar kapal.

Saat menarik, Mark yang berdiri di pinggiran kapal kehilangan keseimbangan, tubuhnya mulai miring ke arah laut.

Dragon yang menyadarinya, langsung melompat untuk menolong Mark, tapi tanpa Dragon duga, Mark menggunakan jempol kakinya untuk berpegangan di pinggiran kapal. Dengan posisi miring 45 derajat, Mark sama sekali tidak terjatuh ke laut. Pelan-pelan, dia kembali berdiri tegak.

BYUURR!!!

"Hahaha! Kau sudah tidak sabar untuk mandi ya Dragon?" ejek Lucy sambil tertawa terbahak-bahak melihat Dragon jatuh ke laut.

Dragon hanya memasang wajah kesal.

Setelah Dragon naik ke atas kapal dan mengganti bajunya, dia mendekati Mark.

"Bagaimana bisa kau berpegangan dengan jempol kakimu itu Mark?" tanya Dragon penasaran.

"Aku menggunakan teknik soul", balas Mark.

Dragon dan Lucy duduk di depan Mark.

"Kau juga mempelajarinya Mark?" tanya Lucy.

"Iya Lucy, kapten yang selama ini mengajariku", jawab Mark.

"Apa kau bisa mengajariku juga Mark?" tanya Dragon.

"Tidak bisa Dragon. Karena kau adalah seorang bangsa Beast", jawab Mark.

Dragon mengerutkan dahinya.

"Jadi, apa hanya bangsa manusia yang bisa menggunakan teknik soul Mark?" Lucy terlihat antusias.

Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 97 - Tingkat Teknik Soul
Penulis : Ibong Neverland

"Dengan kata lain, seperti itu Lucy. Hanya saja, jika kau pengguna Stein, kau juga tidak akan bisa menggunakan teknik soul" Mark mencoba menjelaskan.

"Kenapa bisa begitu Mark?"

"Teknik soul adalah teknik mengolah soul yang ada di diri manusia. Soul adalah nama lain dari tenaga dalam. Untuk bisa menguasainya, kau hanya perlu melatihnya terus menerus," ujar Mark.

"Mark, kau belum menjawab pertanyaanku?" Dragon mengingatkan Mark.

"Oh maaf Dragon. Untuk itu aku tidak tahu pasti, yang jelas Stein sendiri juga bukan batu yang memberi kekuatan. Sebenarnya Stein adalah batu yang dapat memusatkan seluruh soul dan menjadikannya kekuatan sesuai dengan efek dari Stein itu."

"Bahkan untuk manusia yang pernah menggunakan Stein, dia juga tidak bisa menguasai teknik soul. Itu karena, setiap kali memusatkan soul pada diri mereka, tepat di bekas Stein akan terasa sangat menyakitkan bahkan bisa berakibat kematian", ucap Mark melanjutkan.

"Untuk pengguna SUP, mereka masih bisa menggunakan teknik soul selama tidak menggunakan kekuatan dari SUP tersebut."

"Bangsa Beast terlahir dengan kekuatan spesial. Soul pada tubuh mereka akan langsung terpusat saat mereka menggunakan kekuatan alami dari bangsa mereka."

Dragon dan Lucy mendengarkan dengan seksama, penjelasan dari Mark.

Dragon meletakkan kedua tangannya di belakang kepala, "Huh! Kekuatan yang tidak asik."

"Itu karena kau tidak mungkin bisa menggunakan teknik itu kan?" tebak Lucy.

Mark tersenyum.

"Lucy, apa kau mau mempelajari teknik soul?", tanya Mark.

"Aku?", Lucy menunjuk wajahnya sendiri.

"Iya".

"Teknik soul tidak bisa memperkuat senjatamu, tapi itu berguna untuk memperkuat tenaga yang kau gunakan untuk melakukan serangan", lanjut Mark sambil berdiri.

Mark mengambil pedang dan perisainya.

"Serang aku Lucy", ucap Mark sembari memasang kuda-kuda.

"Heh? Kau yakin Mark?"

Mark menganggukkan kepalanya.

Lucy masih bingung. Memperhatikan Mark yang serius, lalu mulai menarik kedua pedangnya.

"Apa..."

"Gunakan kekuatan penuhmu Lucy", pinta Mark memotong ucapan Lucy.

"Heh?! Kau bercanda kan Mark?!" Lucy terkejut.

Mark menggelengkan kepalanya, "Kalau perlu, gunakan skill terbaikmu Lucy".

"Wah, tontonan yang menarik", ucap Dragon duduk di kursi yang sudah dia siapkan.

Lucy melihatnya dengan wajah datar.

Lucy kembali melihat ke arah Mark.

Suasana mulai berubah menjadi menegangkan, Lucy bersiap melakukan serangan.

"Aku akan sedikit..."

"Kekuatan penuh Lucy. Kekuatan penuh", potong Mark serius.

Lucy menelan ludah, meski masih terlihat kebingungan, Lucy mulai serius.

"Teknik dua pedang!", teriak Lucy, "SWORD SMASH!!!"

Lucy melompat sangat tinggi lalu meluncur dengan cepat ke arah Mark.

Mark sama sekali tidak bergerak.

"Teknik soul", ucap Mark, "SOUL ON!"

Kedua tangan Mark mengeras. Mark mengarahkan perisainya ke atas.

TRAAAANG!!!!

"!!!!"

Lucy mendarat tidak jauh dari Mark, memperhatikan perisai Mark tidak terkena efek dari serangannya.

"Ba-bagaimana bisa, seranganku tidak mempan kepadamu Mark?", Lucy benar-benar tidak percaya.

Mark meletakkan kedua senjatanya lalu mulai berdiri dengan kedua tangannya.

"SOUL ON", ucap Mark mengangkat salah satu tangannya, lalu berdiri dengan satu jarinya.

"GYAAAA!!!!"

"Kereeeen!!!!", Dragon dan Lucy melihat Mark dengan mata bercahaya.

Mark kembali berdiri dengan kedua kakinya.

Dragon, Lucy, dan Green bertepuk tangan.

"Ajari aku Mark!", seru Dragon dan Lucy bersamaan.

"Ya, aku akan membantu kalian. Tapi... Maaf Dragon, sekalipun kau mempelajari teknik soul, itu tidak akan membantumu karena kekuatan Beastmu bisa jauh lebih hebat dari teknik soul", ucap Mark.

Dragon pundung di pojokan kapal dengan wajah menangis.

Lucy dan Mark tersenyum.

"Oh iya Mark, apa ada tingkatan dalam mempelajari teknik soul?", tanya Lucy.

"Iya Lucy, kau benar. Tapi kapten bilang bahwa teknik soul tidak memiliki tingkatan secara formal. Ada yang bilang kalau teknik soul terdiri dari tingkat dasar sampai tingkat master, ada juga yang menggunakan istilah level yang dimulai dari level 1 sampai 10. Tapi pada kenyataannya, teknik soul juga dipengaruhi seberapa pintar kita mengatur soul yang kita gunakan untuk menambah kekuatan kita", ujar Mark.

"Kedengarannya sangat hebat", ucap Lucy senang.

"Paman Seven di level berapa Mark?", tanya Dragon yang juga mendengarkan pembicaraan Lucy dan Mark.

"Uhmm... Kapten ada di level 9, ku rasa", jawab Mark ragu.

"Level 9 dari 10 Mark?", Lucy mencoba memperjelas.

"Iya Lucy", jawab Mark.

"Memangnya level 10 seperti apa Mark?", Dragon kembali bertanya.

"Kemampuan mengendalikan orang lain tanpa melihatnya dan dalam jumlah banyak. Kemampuan ini beda dengan intimidasi, dimana kau harus menatap lawanmu", jawab Mark.

"Hanya ada satu orang yang menguasai teknik soul secara sempurna. Bukan Jenderal Angkatan Laut, Guardian of Red Arm, atau Red Arm sekaligus", lanjut Mark mengingat cerita Seven.

"Hah? Siapa dia Mark?"

"Dia adalah..."

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 98

SHiniGami GhoUL
2017-02-15 19:44:27
Dia adalahh.... Lanjutt...
Ade Aja
2017-01-06 20:30:37
Tehnik Soul level 10 emang bner2 greget ya mas Ibong, gk tggung2 kekuatanNy mampu mengendalikan org lain n bhkan dlm jumlah yg ckp byk. Nmun siapa dia msih misteri...
Rifky D Dragnel
2017-01-01 13:21:16
Siapakah orang yg dimaksud mark
ThE LaSt EnD
2016-12-30 20:15:21
apa pengguna stein bsa melepas batu stein yg sdah trtanam pda tubuhnya?.
Grim Rieper
2016-12-30 17:48:07
Saitama
Gouenji Shuuya
2016-12-30 13:48:33
Siapakah orang itu
Downcrazy
2016-12-30 13:40:56
njay, knp nick kita hampir sama? bru nyadar gw?
Inuyasha
2016-12-30 13:32:20
Tetap semangat bro. Lanjut aj deh
Rudy Wowor
2016-12-30 13:30:04
"Dia adalah. . . . Miyabi," jawab Mark.
aisyah
2016-12-30 13:17:36
lanjut
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook