VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 96

2016-12-27 - Adhe Kurniawan > Dragon si Pemburu Bajak Laut
216 views | 13 komentar | nilai: 9.71 (7 user)

Suasana berubah menjadi menegangkan.

Gabriel yang masih dipeluk Lucy, memperhatikan kapal-kapal pembersih Melodia yang siap menyerang. Dan di hadapan kapal-kapal itu, Sparkling Crow juga bersiap menghadang mereka.

"Atas perintah..."

"Kota ini milik Angkatan Laut, Hakku," potong Ryuga yang juga berdiri di dermaga kota Rockstar.

Wajah pimpinan pasukan pembersih Melodia menegang.

"Pasukan Revolusioner, kami melihat mereka telah menyerang kota milik Melodia. Kedatangan kami untuk mengembalikan Rockstar ke tempatnya seharusnya," ucap Hakku dingin.

"Atas dugaan yang tidak dapat dibuktikan, kau tidak perlu repot melakukan hal itu. Rockstar adalah kota dibawah naungan Angkatan Laut. Katakan pada Melodia bahwa kalian tidak perlu melakukan hal yang tidak perlu," balas Ryuga.

Hakku terdiam.

Salah satu pasukan pembersih Melodia tampak gusar. Tangannya bergetar di dekat panel untuk melepaskan pelontar di kapalnya.

"Tahan dirimu Lucas," ucap Hakku.

Lucas menarik tangannya lagi menjauh dari panel pelontar.

"Bukti? Bukankah kalian lihat sendiri buktinya?" Hakku menatap Arlaym.

"Arlaym adalah pemburu naga, bukankah itu sudah jelas, Hakku?" bantah Ryuga.

Karasu terlihat berdiri di haluan Sparkling Crow. Raut wajahnya serius, dia seperti menunggu waktu yang tepat untuk berbicara.

"Aimar, kirim surat ke Raja. Kita dalam masalah besar," perintah Hakku kepada salah satu pasukannya.

Aimar menganggukkan kepalanya, mengambil salah satu elang laut di kapalnya lalu menuliskan sebuah surat.

Burung elang laut itu melesat dengan cepat.

Hakku tetap diam, menatap dingin orang-orang yang berdiri di dermaga.

"Apa yang mereka tunggu?" bisik salah satu anggota Revolusiner yang sedang berjaga.

"Pemimpin Arlaym, Seven S7, Kapten Angkatan Laut Ryuga, bahkan Gabriel Guardian of Red Arm dan Laksamana Angkatan Laut Karasu. Pasukan Melodia pasti tidak berkutik sekarang," jawab anggota Revolusioner lainnya.

Beberapa saat keadaan menjadi sepi. tidak ada satupun orang yang berbicara, suara deburan ombak menerjang pinggiran dermaga terdengar keras.

Tiba-tiba...

SWIING!!! SWIINNG!!!

Puluhan bola besi meluncur dari alat pelontar di salah satu kapal pembersih Melodia, mengarah ke dermaga.

"Hah?!"

"Apa yang kau lakukan Lucas?!" teriak Hakku terkejut.

SLUUURRR!!!

Puluhan lengan hijau muncul dari kapal Dragon's Claw menahan bola-bola besi yang mengarah ke dermaga.

"Ekh?!!!"

"Itu? Green?!" Gabriel terkejut, begitupula Aryalm dan Seven.

Salah satu bola besi berhasil melewati lengan hijau Green.

Gabriel melepas pelukan Lucy, lalu melompat ke arah bola besi yang datang.

"SOUL REVERSE!!!"

Bola besi yang datang dipukul oleh Gabriel dengan teknik soulnya.

Beberapa detik bola besi itu terhenti, lalu meluncur berbalik arah kembali ke kapal yang melontarkannya dengan kecepatan penuh.

BUUUUAMMMM!!!!

Kapal pasukan pembersih Melodia langsung hancur berkeping-keping terkena lontaran bola besinya sendiri.

Tubuh Hakku bergetar, keputusan bodoh jika dia memilih untuk menyerang Arlaym dkk sekarang.

Dengan wajah memerah, Hakku bersiap memerintahkan anak buahnya.

"Kota Rockstar ada dibawah perlindunganku," ucap Karasu menggema.

Hakku kaget, menatap Karasu dengan tanda tanya besar.

"Aku akan membahasnya dengan Laksamana Zou," lanjut Karasu,"Boleh atau tidaknya, aku tidak peduli. Kota ini sekarang dibawah namaku."

Hakku membuang muka, merasa direndahkan oleh Karasu tapi tidak berdaya untuk melawan.

Burung elang laut yang dikirim Aimar ke Melodia ternyata sudah kembali. Dan Hakku menerima balasan dari Raja mereka.

"Begitu ya..."

Puluhan kapal pasukan pembersih Melodia mulai bergerak.

"Mereka, mulai bergerak," ucap pasukan Revolusioner yang berjaga di atas tembok kota Rockstar.

Kapal-kapal Melodia itu terlihat bergerak memutar.

Arlaym tersenyum.

"Kita menang," ucap Hokkaido yang menyamar di antara Arlaym dkk.

Arlaym menganggukkan kepalanya.

"Oi Paman, apa kau yakin akan menemui Laksamana Zou?" tanya Gabriel.

Karasu membalikkan badannya dan bersandar dipinggiran kapal.

"Tidak perlu," jawabnya santai.

Gabriel tertawa.

Tiba-tiba semua orang bersorak-sorak, merayakan keberhasilan mereka mempertahankan kota Rockstar tanpa terjadi pertumpahan darah.

"Kerja yang bagus, Pimpinan Arlaym," puji Hokkaido melepas penyamarannya.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 96 - Mundur
Penulis : Adhe Kurniawan

"Minggir!!!" Teriak Dragon penuh semangat dari dalam kota Rockstar, dia berlari menuju ke dermaga. Sedampainya di dermaga, dia mencoba mengatur nafas lalu mencari kapal musuh.

"Dimana mereka? Dimana?!... Apa mereka semua sudah kalah?" Heran Dragon melihat Arlaym dkk hanya berdiri melihatnya.

"Heh?" Dragon mulai bingung, setelah beberapa orang mulai tertawa melihat Dragon mengenakan jubah perang.

"Hahhaha," akhirnya semua orang tertawa.

Beberapa saat kemudian.

"Sial! Semua ini salah Paman Edison!" teriak Dragon kesal sambil berusaha melepas jubah perang yang dipakainya,"Karena dia menyuruhku menggunakan jubah perang ini!"

"Aneh sekali kau memakai baju perang seperti itu Dragon," ejek Lucy.

"Diam kau!" Balas Dragon kesal.

"Hahaha," Lucy tertawa di samping kakaknya, Gabriel.

"Arlaym," panggil Seven.

Arlaym menoleh ke Seven lalu berjalan mendekatinya,"Ada apa Seven?"

"Aku dan yang lainnya akan kembali ke kota Hunter dulu, aku khawatir dengan orang itu," jawab Seven menjabat tangan Arlaym.

"Oh, si mata satu?"

Seven menganggukkan kepalanya.

"Edison, kau ikut kapal kami tidak?" tanya Seven melihat Edison membanru Dragon melepas jubah perangnya.

"Dragon, apa kau mau kembali ke kota Hunter lagi?" tanya Edison.

Dragon melihat Lucy yang sedang berbicara dengan Gabriel.

"Aku akan melanjutkan perjalanan kami, Paman," jawab Dragon.

Edison terlihat sedih.

"Ada apa Paman?" tanya Dragon.

Edison meneteskan air mata lalu mengusapnya.

"Tidak ada apa-apa Dragon," balasnya.

Edison merapikan baju Dragon, lalu menepuk kepala Dragon.

"Berhati-hatilah, Dragon," ucap Edison berusaha tersenyum dengan mata berkaca-kaca.

Entah apa yang dipikirkan Dragon, tiba-tiba memeluk Edison.

Edison sempat terkejut kemudian membalas pelukan Dragon dan mulai menangis.

Lucy dan Gabriel melihat Edison menangis sambil memeluk Dragon.

"Edison adalah kru ayah Dragon yang sangat mencintai putra-putri kaptennya. Dia pasti sangat berat berpisah dengan Dragon," ucap Gabriel sambil tersenyum.

"Kakak, apa kita juga akan berpisah lagi?" tanya Lucy.

Gabriel mengusap kepala Lucy lalu mengecupnya.

"Kita tidak akan berpisah lagi Lucy. Kau tahu dimana kau bisa menemukanku," ucap Gabriel sambil menunjuk tepat di dadanya.

Wajah Lucy merona, dia mengangguk lalu tersenyum.

"Kita berangkat Gabriel," ajak Karasu yang berdiri di atas Sparkling Crow.

"Apa kakak akan mengikuti kapal-kapal dari Melodia itu?" tanya Lucy saat Gabriel akan melompat ke armada Angkatan Laut Sparkling Crow.

Gabriel menoleh ke Lucy, lalu menganggukkan kepalanya. Setelah itu, dia melompat.

"Apa kau menemui dia Gabriel?" tanya Seven yang sudah berada di atas kapalnya.

"Ya. Aku titipkan dia kepadamu Paman," jawab Gabriel.

Raut wajah Seven berubah dari serius menjadi senang, tak lupa senyum mengembang di pipinya. Tak lama kemudian, dia mengangguk.

Mark berjalan menuju ke kapal Seven.

Dragon dan Lucy berjalan mendekati Mark.

"Senang bisa bersama dengan kalian, aku harap bisa bertemu dengan kalian lagi," ucap Mark berpamitan.

Dragon dan Lucy menganggukkan kepalanya.

Dari atas kapalnya Seven memperhatikan mereka bertiga.

"Ikutlah dengan mereka Mark," ucap Seven membuat Dragon, Lucy, dan Mark kaget.

"Ta-tapi... Kapt."

Seven berdiri di samping Rossi yang tersenyum kepada Mark.

Mark mematung, dia bimbang untuk memilih. Untuk ikut dengan Dragon atau kembali bersama Seven.

"Gapai mimpimu dengan mereka Mark," Vesca tiba-tiba muncul di antara Seven dan Rossi, memberikan senyum terbaiknya untuk Mark.

Dragon menepuk pundak Mark.

Mark menoleh ke Dragon.

"Terima kasih Kapt!" teriak Mark yang langsung bersujud di depan kapal Seven.

Seven tersenyum. Dan beberapa kru Seven berjejer di samping Seven memberi salam perpisahan untuk Mark.

"Aku tidak akan pernah melupakan jasamu kepadaku, Kapt!" Mark berteriak dengan suara serak karena menangis.

Mark berusaha menghapus air matanya. tiba-tiba dari arah kapal Seven, seseorang melempar dua buah benda ke arah Mark.

Mark dengan sigap menangkapnya.

"Jangan lupakan mereka berdua, Mark. Senjatamu. Sampai jumpa lagi kawan!" teriak Dum, orang yang melempar pedang dan perisai milik Mark.

Mark menganggukkan kepalanya.

Dragon dan Lucy terlihat sangat senang.

"Yosh! perjalanan kita akan semakin menarik,"ucap Dragon senang.

"Jadi kalian akan pergi sekarang?" tanya Arlaym kepada Dragon dkk.

"Iya Paman," jawab Dragon.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 97

Kuroko Akashi
2017-02-15 19:33:34
Nambah satu kruu yeyy...
Ade Aja
2017-01-06 20:14:34
Yosh.. Setelah ckp lma singgh, akhirNy dragon dkk siap utk berlyar. Dan lagi kni Dragon mndpt kru bru, Ohy mas Ibong jika kta menggmbarkn kekuatan Mark, kekuatanNy setara berapa org..?
Princess Alien
2016-12-28 14:10:42
belum baca yang ini nih.
Rudy Wowor
2016-12-28 08:17:07
Membanru atau membantu? Typo.
One For All
2016-12-28 06:45:37
authornya mulai semangat
ThE LaSt EnD
2016-12-28 06:30:35
akhrnya kota itu dapat dikuasai kembali.. perjalanan dragon dgn kru barunya, akan dimulai..
Gouenji Shuuya
2016-12-28 05:22:53
Petualangan bersama teman baru
Rifky D Dragnel
2016-12-28 02:38:21
Perjalanan dilanjut dg kru baru
Sqouts Shadows
2016-12-27 21:05:05
Lanjut vroh
chichay
2016-12-27 20:23:57
petualangan bru mnanti.d tunggu lnjutnnya senpai
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook