VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 95

2016-12-26 - Ibong Neverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
200 views | 23 komentar | nilai: 9.5 (8 user)

Dragon Chapter 95 : Black Dragon

"Terbang!" teriak seorang anak kecil sambil mengepakkan tangannya.

Tubuh mungil anak kecil itu diangkat oleh seorang pria berbadan besar dengan tangan kanannya. Pria itu tersenyum memperhatikan anak kecil itu tertawa senang.

Pria besar berambut hitam legam dan panjang itu, memiliki beberapa luka di dadanya. Dan lengan kanannya terlihat mengkilau seperti menggunakan jubah besi berwarna putih. Saat pria itu tersenyum, gigi runcingnya terlihat.

PLAK!!! Kepala pria besar tiba-tiba dipukul seorang wanita.

"Apa yang kau lakukan pada Luna? Kau tahu dia bisa jatuh ke laut nanti, Black!" bentak wanita itu dengan nada kesal.

Ya, pria besar itu ternyata adalah sang legenda Bajak Laut, Black Dragon, ayah kandung Silva, Rosinante, dan Dragon. Black Dragon mengelus-elus kepalanya yang benjol, "Apa kau tidak lihat, anak ini terlihat senang, Scarlet?"

Dan wanita yang marah-marah kepada Black Dragon adalah Scarlet Danger, ibu kandung Lucy Danger dan putri Jendral Angkatan Laut Zeff.

Saat Black Dragon menoleh ke tangan kanannya, Luna, nama anak kecil itu berserta lengan kanannya sudah jatuh ke laut.

"GYAA!!!!" teriak Black Dragon panik.

Dengan sekuat tenaga, Scarlet memukul Black Dragon hingga dia ikut terjun ke laut.

Setelah berada di atas laut, Black Dragon mendekati Luna.

"Kau pandai berenang Luna?" tanya Black Dragon melihat Luna menggerak-gerakkan kakinya dengan ceria.

"Bawa Luna ke atas cepat!" teriak Scarlet dengan wajah menyeramkan.

Black Dragon hanya tersenyum.

"Lihat, ibumu sangat menakutkan saat marah Luna."

Luna tidak menghiraukan ucapan Black Dragon, dia masih asik dengan apa yang dia lakukan.

Tidak lama kemudian, bayangan hitam mulai membesar di bawah Black Dragon dan Luna. Bayangan hitam itu semakin besar, semakin besar, dan akhirnya mengangkat Black Dragon dan Luna ke atas permukaan laut.

Seekor paus biru muncul dari dalam laut.

"Lumba-lumba!" teriak Luna senang.

Black Dragon hanya menganggukkan kepalanya.

"Oi Bodoh! Apa yang kau ajarkan kepada anakku?!" teriak Scarlet tidak terima.

"Haha... Apa kau tidak dengar? Luna langsung mengenali ikan raksasa ini tanpa bertanya sebelumnya. Dia mempunyai rasa percaya diri yang tinggi," ucap Black Dragon,"Mirip dengan ayahnya."

Scarlet mengerutkan dahinya, "Tapi kesalahan tetap harus diluruskan."

Black Dragon kehilangan lengan kanannya saat perang di benteng Biru. Sejak saat itu, dia menggunakan Emperium sebagai lengan barunya. Satu per satu Emperium yang jatuh di laut naik ke permukaan, dan langsung menyatu menjadi sebuah tangan.

"Black, mereka sudah berangkat," ucap Scarlet memeluk Luna,"Ryota, ambilkan baju ganti untuk Luna."

"Tuanku bukan kau!" Ryota tidak terima.

"Ambilkan saja Ryota, Luna kan masih anak-anak," sahut Black Dragon.

Ryota mendadak menjadi pucat,"Ba-baik tuanku, maaf..."

Ryota meninggalkan Black Dragon dan Scarlet.

"Ya, sudah waktunya," ucap Black Dragon menjawab ucapan Scarlet sebelumnya.

"Aku tidak menyangka, kau berani menitipkan putramu kepada ayahku. Padahal kau adalah musuh bebuyutannya."

Black Dragon mengibaskan rambutnya yang basah.

"Untuk menjadi kuat, kau harus melatih mereka di tempat yang tepat," Black Dragon mengelus-elus paus biru yang masih berada di samping kapalnya sambil tersenyum.

Scarlet menerima baju ganti Luna dari Ryota.

Ryota ternyata juga membawakan baju ganti untuk Black Dragon.

"Terima kasih Ryota," ucap Black Dragon menerima baju gantinya.



Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 95 - Black Dragon
Penulis : Ibong Neverland

"Menurutmu, Dragon akan mengikuti rencanamu atau ayahku, Black?" tanya Scarlet melepas baju basah Luna.

"Rencana hanyalah sebuah rencana Scarlet. Pada akhirnya mereka yang akan memutuskan sendiri jalan yang mereka pilih," jawab Black Dragon,"Aku ataupun Zeff, hanya memberi mereka apa yang mereka butuhkan. Selanjutnya tergantung jalan mana yang mereka pilih."

Scarlet tersenyum,"Kau dan ayah memang punya sifat yang sama ya, Black."

"Percaya dengan apa yang kalian percayai. Pantas saja Dortmund memilih meninggalkan angkatan laut hanya untuk mengikutimu," lanjut Scarlet.

"Dortmund, membuat sebuah keputusan yang bijak namun ternyata tidak sesuai rencananya. Saudara yang dia harap bisa berubah malah semakin menjadi-jadi di angkatan laut."

"Lalu bagaimana menurutmu, tentang anakmu Dragon?"

Black terdiam sejenak.

"Dia diluar perkiraanku. bahkan kedua kakak-kakaknya pun terkesan dengan kekuatan Dragon."

"Apa ada hubungannya dengan Natasha?" Scarlet menebak.

Black Dragon hanya tersenyum.

Scarlet mengerutkan dahinya,"Berhentilah menyimpan rahasia Black."

"Aku tidak pernah menyimpan rahasia sedikitpun," Black Dragon menatap Scarlet dengan tatapan tajam.

Scarlet mengalihkan pandangannya,"Cih! Aku tidak akan menceritakan rahasiaku sedikitpun padamu, Bodoh!"

Black Dragon tertawa.

"Apa mereka sudah sampai di separuh perjalanan mereka, Black?" tanya Scarlet sambil mengenakan baju ganti Luna.

"Belum, terakhir aku mendapat kabar mereka baru sampai di Hantaa," jawab Black Dragon,"Ya, perjalanan mereka baru dimulai."

Scarlet melihat Luna yang mulai tertidur.

"Bagaimana dengan putrimu Scarlet?" tanya Black Dragon.

Scarlet sedikit terkejut lalu tersenyum.

"Aku pikir Gabriel sudah menemuinya. Lucy pasti tidak sabar bertemu denganku dan Luna."

"Oh iya Black, apa tentang 9 kapten bajak laut itu hanya rencana ayahku?" tanya Scarlet.

Black Dragon menggelengkan kepalanya.

"Lalu?"

"Red Arm, mereka yang menyebar berita itu."

"Hmm... Dan Beard..."

"Ya, dia menjadi pahlawan untuk semua bajak laut. Aku tidak menyangka dia akan seambisius itu," jawab Black Dragon sambil mengusap tangan kanannya yang terbuat dari kumpulan Emperium.

"Lalu tentang Stein yang kau bicarakan?"

Black Dragon tiba-tiba menjadi serius. Dia berdiri sambil memandang hamparan laut.

"Silva dan Rosinante harus segera mendapatkan pecahan batu itu segera, sebelum X mendapatkan semuanya," jawab Black Dragon.

"X adalah orang diluar rencanamu dan ayahku ya?"

"Ya. dia dan Dark Wing adalah musuh kedamaian. Mereka akan mengembalikan keadaan dunia seperti sedia kala sebelum menjadi seperti yang aku dan ayahmu lakukan," Black Dragon menghela nafas,"Jika itu terjadi... Pengorbanan ayahmu akan menjadi sia-sia."

"Kita hanya perlu percaya kepada putra putri kita kan, Black?"

Black Dragon melunak, dia tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

Scarlet berjalan meninggalkan Black Dragon.

"Tuanku, Dark sudah kembali," ucap Ryota masih masih berdiri di dekat Black Dragon.

Asap hitam terlihat samar-samar di sekitar tubuh Black Dragon.

"Dia membawa kabar jika sebagian Stein terkuat berada ditempat Roger," lanjut Ryota.

Black Dragon terbelalak, dia kembali serius.

"Katakan pada Roger untuk menyerahkan Stein-Stein itu kepada Silva, atau mereka akan kehilangan benteng mereka untuk kedua kalinya," ucap Black Dragon serius.

"Ba-baik tuan, akan aku sampaikan kepada Jendral Roger," ucap Ryota bergegas menuju ke tempat Dark bertengger.

"Ryota," panggil Black Dragon.

"Ah, ya tuan?"

"Bagaimana kabar putrimu?"

Ryota terkejut,"Bagaimana... Tuan?"

Black Dragon tersenyum,"Pastikan mereka bertemu nanti. Dia akan menjadi kunci keberhasilan Dragon kelak."

Mata Ryota berkaca-kaca,"Ba-baik tuan! Aku pastikan putriku menemui mereka."

Sementara itu, di kota Rockstar.

"Perkiraan waktu mereka datang sekitar 2 jam lagi. Semua bersiap pada posisinya," perintah Arlaym.

"Ya, Pemimpin."

Pasukan Revolusioner mulai bersiap siaga di posisi mereka.

Arlaym tampak tidak takut sedikit pun, dia berdiri di dermaga bersama beberapa pasukan Revolusioner. Selain itu, Seven dkk juga terlihat di dermaga.

Setelah 2 jam menunggu, kapal-kapal pasukan pembersih Melodia mulai terlihat. kapal-kapal dengan senjata berat, pelontar, dan dipenuhi pasukan terlatih Melodia.

Arlaym dkk terkejut. bukan karena kapal-kapal pasukan pembersih. tapi kedatangan kapal megah angkatan laut yang juga bergerak menuju ke dermaga kota Rockstar itu.

"Sparkling Crow?!"

"Kakak!" teriak Lucy melihat Gabriel berdiri di dekat haluan kapal.

Gabriel langsung melompat turun ke dermaga.

Lucy berlari mendekati Gabriel dan memeluknya.

Gabriel mengusap rambut merah Lucy.

"Padahal baru sebentar kita berpisah, Lucy," ucap Gabriel.

"Aku tidak sabar bertemu ibu dan Luna!" seru Lucy senang.

"Ga-Gabriel?!! Kau benar-benar ada di lautan biru?!" Seven sangat terkejut.

"Lama tidak bertemu paman Seven," sapa Gabriel sambil melepas pelukan Lucy.

Gabriel menyadari keberadaan Arlaym.

"Heh? Wakil kapten juga di sini?" Gabriel menoleh ke arah pasukan pembersih Melodia,"Sebenarnya ada apa ini?"


Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 96

Soul Demon
2017-04-11 12:21:42
ketambah lagi kayanya pasukan dragon
SHiniGami GhoUL
2017-02-15 19:24:49
Hhmmtt... Putri Ryotaa... Siapa kira" ...!?
Ade Aja
2017-01-06 19:59:53
Apkah chpter x ini msa lalu Black ya mas Ibong, atau sebenarNy ayh Dragon emang msih hdp..?
Gouenji Shuuya
2016-12-28 07:13:05

Gouenji Shuuya
2016-12-28 07:12:45

Gouenji Shuuya
2016-12-28 07:12:32

Gouenji Shuuya
2016-12-28 07:12:20

Gouenji Shuuya
2016-12-28 07:11:02

Gouenji Shuuya
2016-12-28 07:10:48

Gouenji Shuuya
2016-12-28 07:10:17

Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook