VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 94

2016-11-23 - Ibong Neverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
220 views | 10 komentar | nilai: 9 (7 user)

Dragon Chapter 94 : Gabriel Vs Shark

Deburan ombak pantai yang tenang berubah semakin liar. Dua orang pemuda yang memiliki kekuatan besar saling berhadapan.

Gabriel, salah satu anggota Guardian of Red Arm nampak serius. Tatapannya tajam, dan senyum yang selalu terpasang di wajahnya menghilang. Kedua tangannya mengepal erat. Bagi Gabriel, orang yang berdiri di depannya bukanlah orang yang dapat dianggap remeh.

Shark, salah satu anggota S7 sekaligus mantan anggota Guardian of Red Arm terlihat sangat senang, beberapa kali senyum menghiasi wajahnya. Tatapan matanya liar, seliar harimau yang siap menerkam mangsanya. Rambut putihnya tertiup angin hingga bekas luka di mata kirinya dapat dilihat oleh Gabriel.

"Akhirnya aku menemukanmu juga, Gabriel.."

"Waktuku hanya 30 menit," potong Gabriel dengan nada serius.

Shark tersenyum, dia tidak habis pikir orang sekuat Gabriel masih bersedia mematuhi aturan.

"Tak seperti biasanya. Kau mematuhi aturan Gabriel?"

Gabriel memasang kuda-kuda. Kedua tangannya, ia kepalkan sambil bersiap menyerang.

"Kita mulai sekarang!"

Gabriel melesat ke arah Shark.

Dengan mudah, Shark menghindari serangan Gabriel. Memutar ke arah Gabriel yang berada di belakangnya.

"Apa kau tidak kangen denganku, Gabriel? Ngobrol sebentar pasti menyenangkan," ucap Shark sedikit mengejek.

Gabriel kembali menyerang Shark. Kali ini, Gabriel mengeraskan tangannya dan menghantam Shark.

Diluar dugaan, Shark menahan pukulan Gabriel dengan pukulannya juga.

Shark tersenyum, "Pukulanmu lemah sekali, Gabriel."

Gabriel menarik tangannya, kembali mengayunkan tangannya, menyerang Shark.

Shark menangkisnya, lalu membalas dengan pukulan teknik soulnya.

"Soul Arm!"

Gabriel berhasil menghindarinya, namun beberapa helai rambut merahnya terpotong.

"Hampir saja ya, Gabriel?" Shark tidak henti-hentinya bicara dengan wajah sumringah.

"Soul Extended!" Gabriel mengeraskan kedua tangannya lalu memukul tanah ke arah Shark.

Duarrr!!!!! Seketika tanah yang mengarah ke Shark berterbangan.

Shark menyilangkan kedua tangannya.

"Soul Defend!"

Tercipta aura berbentuk bola menyelimuti tubuh Shark. Dan menyebabkan serangan Gabriel tidak mengenai sehelai baju milik Shark.

"Apa yang terjadi padamu Gabriel? Seranganmu benar-benar lemah..."

"Waktuku tinggal 15 menit lagi," balas Gabriel mengacuhkan pertanyaan Shark.

Mendengar ucapan Gabriel, Shark yang berwajah senang berubah marah. Tatapannya setajam elang. Shark mulai memasang kuda-kuda bersiap menyerang Gabriel.

"Kau sombong sekali! Lebih baik kau mati sekarang Gabriel!" teriak Shark sembari melesat ke arah Gabriel.

Buughhh!!!!!! Shark mengenai Gabriel dan membuat Gabriel terlempar jauh.

"Hahaha!" Shark tertawa senang.

Di armada angkatan laut Sprakling Crow, para pasukan angkatan laut terkejut melihat Gabriel terkena serangan Shark.

"Ba-bagaimana bisa? Siapa sebenarnya orang yang sedang bertarung dengan Gabriel itu?" ucap salah satu pasukan angkatan laut.

Karasu yang memperhatikan pertarungan Gabriel dan Shark nampak biasa.

"Gabriel hanya pura-pura," ucapnya.

"Hah? Maksudmu Laksamana?"

Karasu memasukkan kedua tangannya di jaket Laksamananya. Menoleh ke pasukan angkatan laut lalu kembali memperhatikan ke depan.

Pasukan angkatan laut memiringkan kepalanya karena bingung.

Kembali ke tempat Shark dan Gabriel.

Shark berjalan mendekati Gabriel yang sudah berdiri.

Gabriel masih berwajah serius, dia membersihkan pasir pantai yang mengotori bajunya. Meski bajunya sobek karena terkena serangan Shark.

"Kau lemah sekali Gabriel!" teriak Shark yang kembali melesat ke arah Gabriel.

Dengan hook yang keras, Shark berhasil membuat Gabriel terangkat dan terlempar ke belakang.

Gabriel dengan tenang kembali berdiri. Darah segar keluar dari mulutnya.

Shark bukannya senang, melainkan malah semakin murka.

"Kau!?!! Kenapa kau tidak menggunakan kekuatanmu? Kau meremehkanku? Hah?!!"

Gabriel menatap tajam Shark.

"Waktuku..."

"Persetan dengan waktumu!" Shark kembali melayangkan pukulan yang langsung mendarat di perut Gabriel.

BuuughhH!!!!! Untuk kesekian kalinya Gabriel terlempar jauh menghancurkan tanah yang dilewatinya.

Kembali ke Sparkling Crow, Karasu terlihat mengeluarkan sebuah jam saku. Matanya yang coklat kehitaman memperhatikan jarum jam bergerak perlahan. Tentu saja, dia melihat jarum penunjuk jam dan menit dari jam saku tersebut.

"1 menit lagi, Gabriel," gumam Karasu sambil melihat ke arah Gabriel dan Shark.

Di tempat Gabriel dan Shark bertarung. Gabriel berusaha berdiri.

Shark berjalan sambil mengepalkan tangannya.

Gabriel tiba-tiba tertawa.

Shark berhenti karena heran.

"Kau tertawa?"

"Hahaha... Ya, kau benar Shark. Aku tertawa... Hahaha," jawab Gabriel sambil membersihkan dirinya lagi.

"Kau kehilangan kekuatanmu, Shark," lanjut Gabriel.

Shark hanya diam dan melanjutkan berjalan mendekati Gabriel.

"Apa kau lupa satu hal, Shark. Hal yang paling penting dalam menguasai kekuatanmu?"


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 94 - Gabriel Vs Shark
Penulis : Ibong Neverland

"Diam kau!" Shark melayangkan pukulannya ke Gabriel.

Gabriel menangkis lengan Shark sambil melayangkan pukulan balasan.

Bugghh!!! Kali ini, Shark terlempar begitu pukulan Gabriel mengenai wajahnya.

"Sial!" umpat Shark sambil kembali menyerang Gabriel.

Buaakkk!!! Pukulan keras Shark mengenai wajah Gabriel. Dan tidak butuh waktu lama, Gabriel juga memukul wajah Shark.

"Kau! Kenapa kau tidak menggunakan kekuatan penuhmu! Kau meremehkanku ya?!" teriak Shark yang mulai liar.

Gabriel mengusap darah dari mulutnya.

"Aku sudah bilang kan? Kau melupakan satu hal tentang kekuatanmu," balas Gabriel.

"Diam kau! Aku tidak butuh ceramahmu!"

Gabriel merendahkan tubuhnya, tangan kanannya agak mundur sedikit ke belakang.

Tepat saat Shark datang, Gabriel melompat ke atas.

"Soul Rain!" Gabriel melesatkan pukulan dari atas dengan sangat cepat dan kuat.

Shark menggunakan Soul Defend untuk menahan serangan Gabriel namun serangan Gabriel yang kuat tersebut membuat tanah yang diinjak Shark retak. Dan hancur.

Blaaaaarrrrr!!!!!!!! Pukulan Gabriel menciptakan aura lingkaran yang menyapu bersih disekitar Gabriel dan Shark berdiri.

Tidak lama kemudian, Shark berusaha merangkak keluar dari lubang yang tercipta karena serangan Gabriel.

Tangan Gabriel menarik kerah baju Shark dan menyeretnya.

Shark yang terlentang tertawa.

"Kau ternyata meremehkanku ya? Dasar sialan kau Gabriel. Tahu begini, aku bunuh adikmu dulu biar kau serius dari awal."

Gabriel menegang, urat syaraf di kepalanya menonjol. Tatapannya yang tajam mengarah ke Shark.

Shark melotot, kedua tangannya berusaha menutup telinganya yang kesakitan.

Gabriel yang marah menciptakan intimidasi yang hebat dari kekuatan teknik soulnya yang ia pusatkan ke matanya. Tatapannya membuat Shark mengeliat.

Darah mulai keluar dari celah-celah mata kanan Shark.

"Argh!!! Tidak!!!" Shark mulai kesakitan.

"Sekecil saja kau membuat luka pada adikku, aku akan mengirimmu ke neraka, Ingat itu Shark," ucap Gabriel sambil melepas intimidasi matanya.

Shark masih terdiam karena matanya hampir meledak. Jika itu terjadi, Shark akan buta selamanya karena mata kirinya sudah hancur saat dia bertarung dengan Seven dahulu.

"Kau dibebaskan dari segala tuduhan," ucap Gabriel.

Shark terkejut dan melihat ke arah Gabriel.

"Ma-maksudmu Gabriel?"

"Red Arm sudah menemukan siapa pelakunya. Dan angkatan laut sedang memburunya sekarang," jawab Gabriel.

Shark terlihat bingung.

"Roger, kakek tua itu memintaku menemuimu. Dia ingin mengajakmu bergabung dengan Red Arm."

"Ta-tapi..." Shark masih tidak percaya, "Aku sudah membunuh keluarga Seiya."

"Tentu saja kau bohong tentang itu. Karena keluarga Seiya adalah korban dari pelaku yang sebenarnya," balas Gabriel sambil duduk di dekat Shark. "Red Arm dan Angkatan Laut sudah mengetahui rencana si pelaku yang sebenarnya. Dan kau adalah target mereka."

Shark menundukkan kepalanya.

"Lalu... kenapa mereka tidak mencari tahu semuanya dahulu?"

Shark tidak terima.

"Hidupku hancur, keluargaku mati. Apa kau tidak tahu betapa besar luka yang mereka berikan kepadaku?"

"Red Arm berhasil menyelamatkan keluargamu. Mereka aman bersama Red Arm sekarang," jawab Gabriel.

Shark kaget,"Be-benarkan itu?"

Gabriel tersenyum,"Apa aku pernah berbohong kepadamu Shark?"

Shark seperti balon yang kempis. Beberapa kali dia mengeleng-gelengkan kepalanya.

"Aku tidak yakin apa kau mau kembali ke angkatan laut lagi dan bergabung dengan Red Arm. Tapi sepertinya tempat barumu sudah membuatmu nyaman. Benarkan Shark?"

Shark menoleh ke Gabriel, "Maksudmu Gabriel?"

Gabriel tersenyum sambil menuliskan angka tujuh di tanah.

Shark tersenyum sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Kau benar Gabriel."

Shark mengusap airmatanya yang bercampur darah, "Hampir saja kau membuatku buta, Gabriel."

"Ya, bagaimanapun aku tidak bisa mengendalikan diriku jika kau menggunakan salah satu keluargaku untuk mempengaruhiku," jawab Gabriel. "Ngomong-ngomong, apa kau masih punya tenaga Shark?"

"Hmm?"

Gabriel menoleh ke sampingnya duduk.

Di antara pepohonann yang masih berdiri, muncul beberapa orang dengan senjata lengkap.

Shark yang melihat kedatangan orang-orang itu menoleh ke Gabriel.

"Pasukan Pemberontak?"

Gabriel tersenyum,"Ya, kau benar Shark."

Shark berdiri sambil mengulurkan tangannya ke Gabriel.

Gabriel menggapainya.

"Ingatlah satu hal Shark. Secuil saja amarah, dendam, dan hal buruk lainnya di dalam hatimu. Kau tidak akan pernah dapat menggunakan kekuatanmu lagi."

Shark yang bersiap menyerang pasukan pemberontak tersenyum.

"Ya, terima kasih Gabriel. Akan ku simpan pesanmu itu."

"Hiyaaah!!!!" Gabriel dan Shark melesat ke arah pasukan pemberontak bersama-sama.

Di armada angkatan laut, Sprakling Crow. Karasu terlihat lega. Dia memasukkan kembali jam sakunya.

"Jadi Gabriel gagal, Laksamana?" tanya salah satu pasukan angkatan laut.

"Hah? Gagal?"

"Iya. Bukankah Gabriel akan mengalahkan orang itu dalam 30 menit?"

Karasu sedikit terkejut,"Oh, kalian mendengarkan pembicaraanku ya?"

"Iya Laksamana. Eh, maaf Laksamana!"

"Well... Sebenarnya Gabriel tidak gagal."

"Hah???"

Karasu bersandar dipinggir kapal sambil menoleh ke arah Gabriel dan Shark yang meluluh lantahkan pulau tempat mereka bertarung.

"Gabriel bilang kepadaku bahwa dia dapat menyadarkan orang yang dilawannya dalam 30 menit."

"Oh..."

"Oh?" Karasu menirukan ucapan pasukannya.

"Berarti kita bisa kembali ke markas pusat sekarang Laksamana?"

Alis mata Karasu terangkat, dia memperhatikan pasukannya lagi.

"Ya, kalian benar. Kalian siap?"

"Kami siap Laksamana!"

Pasukan angkatan laut menunggu perintah selanjutnya Karasu, tapi Karasu hanya diam.

"Laksamana? Apa kami tidak diperintahkan ke posisi kami sekarang?"

"Hmm? Bukannya kalian siap?"

"Ah iya Laksamana, kami semua siap."

"Bagus kalau begitu. Cepatlah berenang."

"Hah?? " pasukan angkatan laut bingung.

"Kalau kalian mau kembali ke markas pusat sekarang, berenanglah!" seru Karasu.

"Gyaaaaaaa!!!!!"

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 95

SHiniGami GhoUL
2017-02-15 19:15:49
Gabriel mmang hebatt... (Y) dan jga Karasu sprtix lmayan kocak...
Inuyasha
2016-11-25 19:41:59
Next aj deh. Jgn terlalu lama ya updetx
Ade Aja
2016-11-24 19:06:49
Pantas sja Shark sllu berambisi utk menghajar se2org, trnyta dikarenakan msa lalu membuat ia gelap mata. Dan aq gk mnyangka mas Adhe, trnyta Shark mempunyai jiwa yg lmbut...
Aerilyn Chan Kawai
2016-11-23 18:57:13
hore tepuk tangan untuk shark.
chichay
2016-11-23 17:28:20
d tunggu lnjutnnya senpai
Mr Blacky
2016-11-23 16:14:43
Shark yang kelihatanya kuat diawal pun dichapter ini terlihat tak berkutik, diatas langit masih ada langit
ThE LaSt EnD
2016-11-23 10:57:47
suatu kesalah fahaman masa lalu shark...mungkin dgn ksadarannya, ia tak memburu Lucy lg...
kyoushi
2016-11-23 10:41:24
Sekuat itu kah kekuatan soul.
Rifky D Dragnel
2016-11-23 08:44:49
Misteri shark akhirnya terungkap
Gouenji Shuuya
2016-11-23 06:23:05
Oh jadi gitu ya kisah shark.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook