VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 92

2016-11-19 - ibongneverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
185 views | 12 komentar | nilai: 9.2 (5 user)

Dragon Chapter 92 : Kembalinya sang Pemimpin

"Ingatannya kembali? Bagaimana bisa?" gumam George melihat Allupi meletakkan Dragon dengan hati-hati.

Perhatian George tertuju pada kristal-kristal kecil yang berkedip di sekujur tubuh Allupi.

"Jangan-jangan... kristal-kristal itu..."

"Syhaaaaa!!!!!" Allupi berteriak dengan suara hypersonik ke arah George. Suara hypersonik dari ras vampir hanya berpengaruh pada ras naga.

George menggeliat, kepalanya bergeleng-geleng dengan cepat. Karena tubuhnya naga, dia tidak dapat menutup kedua telinganya. Dengan cepat, dia menyambar tubuh Dallas, kemudian mengepakkan ke empat sayapnya dan melarikan diri.

"Si pecundang itu melarikan diri... cih!" Rossi berdiri sambil membersihkan bajunya.

Arlaym mendekati Allupi.

Allupi masih terlihat bingung.

Arlaym memeluknya, memeluk Allupi dengan erat. Air matanya menetes, Arlaym tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya.

Allupi hanya tersenyum sambil membalas pelukan suaminya itu.

Dragon mulai sadar, Lucy yang duduk di sampingnya memasang wajah kesal.

"Hentikan wajah jelekmu itu, Lucy" ucap Dragon sambil berusaha duduk.

Plaak!! Lucy memukul kepala Dragon.

"Kau sudah berjanji, bodoh!"

Dragon mengusap-usap kepalanya yang benjol.

"Kau semakin mirip nenek saja."

"Hei bodoh! Jangan sok jagoan, kau pikir kau kapten ya? Seenaknya datang dan melakukan hal yang nekat! Dan kenapa kau membawa tongkat milik kapten? Kau mencurinya ya?" Rain berdiri di depan Dragon.

Seven tersenyum.

Kru Seven tertawa.

Edison menggeleng-gelengkan kepalanya.

Rain yang terlihat marah menjadi bingung melihat ekspresi teman-temannya.

"Ya, dia memang bukan kapten. Tapi tongkat itu memang miliknya sekarang, Rain."

Rain semakin bingung mendengar ucapan Seven.

Wajah Rain mendadak pucat, dia melihat Dragon yang tersenyum.

Rain berusaha melihat Dragon lebih dekat.

"Hah, kau memang tidak pernah berubah Rain. Tentu saja tongkat itu miliknya, dia adalah adik Rosinante, asal kau tahu." Ucap Edison kesal.

"Gyaaaa!!!!!!!!" Rain histeris.

Sambil bersujud didepan Dragon, Rain meminta maaf.

"Hahaha..." semua tertawa melihat tingkah Rain.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 92 - Kembalinya Sang Pemimpin
Penulis : ibongneverland

"Mama! Papa!" Lumina turun dari gendongan Vesca kemudian berlari menuju ke tempat Arlaym dan Allupi.

"Oh, sayangku..." ucap Allupi sambil memeluk Lumina."Kau sudah besar ya? Kenapa aku tidak menyadarinya ya?"

"Mama!" peluk Lumina dengan eratnya.

Arlaym berjalan mendekati Dragon.

"Terima kasih Dragon, aku berhutang budi padamu..."

Dragon menoleh ke Arlaym.

"Kau tidak perlu memikirkan itu paman. Aku senang Lumina bisa bertemu dengan ibunya lagi," jawab Dragon sambil memperhatikan Allupi dan Lumina.

"Bagaimana kau bisa... Maksudku, Nightsiren dapat menghapus ingatan mereka, tapi bagaimana caramu mengembalikan ingatan mereka?"

"Aku tidak tahu paman."

Dragon berusaha berdiri.

"Kau memberikan ibu Lumina, Coral's Leaf juga ya Dragon?" Lucy mencoba menebak.

"Ya, kau masih ingat ya Lucy? Yang aku tahu untuk menyembuhkan Nightsiren adalah dengan memberikan mereka Coral's Leaf."

Arlaym terlihat serius.

"Sebenarnya aku sudah mencoba apa yang kau lakukan itu Dragon."

Dragon dan Lucy terkejut.

"Aku sudah mencoba segala cara untuk mengembalikan Allupi seperti semula, tapi aku masih tidak percaya kau akhirnya bisa mengembalikannya dengan cara yang pernah aku lakukan."

"Mungkin karena yang melakukannya adalah Dragon, Arlaym," sahut Seven.

Arlaym memperhatikan Dragon.

"Hmm..., kau benar Seven. Kenapa aku tidak menyadarinya," ucap Arlaym sambil tersenyum.

Dari arah kota Rockstar, seseorang datang.

Arlaym dkk menyadari kedatangannya.

"Arlaym? Kau kah itu? Ah, selamat datang kembali pemimpin!" teriak orang yang baru datang itu.

"Jeremy,"

Arlaym menjabat tangan Jeremy.

"Kenapa kau ada di sini? Apa kau tertarik kembali ke pasukan revolusioner?"

Arlaym menoleh ke Allupi yang menggendong Lumina.

Jeremy kemudian menoleh ke Allupi juga.

"Istrimu? Apa mereka masih mengejar dia?"

Arlaym menganggukkan kepalanya.

Jeremy mengusap kepalanya,"Ah ya, apa kalian yang mengalahkan ribuan pasukan Melodia itu? Kalian memang luar biasa."

"Bukan Jeremy, ini semua ulah George."

"George si pemburu naga itu?"

"Ya, dia berubah ke bentuk naganya untuk mengalahkan mereka semua."

"Cih, ras naga pemburu rasnya sendiri. Apa yang dia pikirkan sebenarnya..."

"Ah tapi itu tidak masalah, karenanya kita bisa merebut kota Rockstar," imbuh Jeremy.

Jeremy melihat Rain penuh perban.

"Kau, apa yang terjadi denganmu Rain? Kau mirip mumi haha," ejek Jeremy.

"Diam kau!" kesal Rain.

"Sepertinya kalian baru saja bertarung dengan hebat ya? Ikutlah denganku ke kota. Kita obati luka kalian di sana," ajak Jeremy.

Arlaym mengajak Seven dkk untuk mengikuti Jeremy.

Di jalan, Arlaym mendekati Jeremy.

"Apa yang terjadi dengan Lohan?"

"Hah? Kau bertemu dengannya, Arlaym?"

Arlaym mengangguk.

"Dia menyusup menjadi prajurit Melodia..." Jeremy terdiam sesaat kemudian melanjutkan bicara.

"Kau bertemu dengannya dimana Arlaym?"

"Dia sudah mati."

"Hah?! Kau bercanda kan Arlaym?"

"Dia ikut pasukan yang menculik istriku. Dan mereka semua dibantai oleh George."

"Sial! Si pemburu naga itu... dia memang licik."

Arlaym menepuk pundak Jeremy.

"Aku akan kembali ke pasukan lagi. Tolong hubungi semua pimpinan cabang, Jeremy."

"Be-benarkah? Ba-baik Arlaym. Senang kau kembali lagi."

Sementara itu di lautan lepas.

"ROSINANTE!!!! Ini semua salahmu!!!!" teriak Silva marah sambil menginjak-injak Rosinante.

"Dengarkan aku dulu Silva..."

"Dia mengeluarkan Godlikenya lagi! Kau pikir ini baik apa!?!"

"Tapi kau juga kakaknya kan?"

Silva menggeram, "Kau itu!!!!"

Silva melompat tinggi dan langsung menghujam ke arah Rosinante yang berwajah pucat.

"Tidak!!!"

Blaaarrr!!!!! Dek kapal Rosinante berlubang karena hantaman Silva ke Rosinante.

"Kalian berdua... Berhenti! Kapal ini bisa karam!" teriak Gwen marah.

"Gwen lebih seram daripada Silva..." gumam kru Rosinante lainnya.

Di markas pusat angkatan laut, Benteng Merah.

"Alarm itu sudah rusak! Katakan itu kepada semua pasukan. Cepat!" teriak Roger kepada staffnya.

"Ba-baik Jendral..."

Dengan kesal, Roger membanting pintu ruangannya.

Dia duduk di kursi kerjanya, dan baru menyadari jika ada seorang pria yang duduk di dalam ruangannya.

"Kau kelihatan tua kalau marah-marah, Roger."

"Huff... sejak kapan kau di dalam ruanganku?"

Pria yang duduk santai di ruangan Roger tersenyum.

"Aku sudah bilang padamu kalau aku akan datang kan, Roger?"

Roger berdiri dan duduk di kursi tamu dekat pria yang datang ke ruangannya itu.

"Ada apa? Tidak biasanya kau kemari tiba-tiba?"

Pria itu mengambil sesuatu dari saku jasnya dan meletakkan benda yang baru saja dikeluarkan.

"Stein?" tanya Roger.

"Stein api."

"Bukannya si Fire Fox yang menggunakannya? Kau mengalahkannya?"

"Bukan, X pelakunya." Jawab pria itu.

"Pasukan Pemberontak ya?"

"Apa Dark Wing ikut serta?" tambah Roger.

Pria misterius itu tersenyum,"Kedatanganku untuk membicarakan tentang hal itu."

"Aku tidak tahu, tapi PBB akan menghapus Red Arm jika tahu keberadaannya sekarang," ucap Roger.

"Karena itulah, Roger. Kau sebagai salah satu anggotanya, bantu Red Arm untuk bergerak," ucap pria misterius itu.

"Apa kau sudah menghubungi dia juga?"

"Pria itu? keberadaannya membuatku tidak bisa menjangkaunya. Dan tugasnya juga berbeda dengan kita."

Roger memasang wajah bosan.

"PBB mulai menjengkelkan setelah kedatangan orang itu. Sebaiknya aku mengirim agen rahasia untuk mencari tahu keterlibatannya dengan Dark Wing."

Pria misterius itu berdiri lalu berjalan menuju pintu keluar.

"Terima kasih untuk bantuanmu, Roger. Salam Red Arm."

Pria misterius itu keluar dari ruangan Roger meninggalkan Stein api di atas meja.

Roger memperhatikan Stein itu lalu mengambilnya dan membawanya ke sebuah loker. Roger memasukkan Stein itu dan meletakkannya di antara Stein lainnya yang sudah ada di dalam loker.

"Ambisi X untuk menyatukan semua Stein memang gila. Dunia akan hancur jika perang kembali bergejolak."


Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 93

Ade Aja
2016-11-22 20:53:50
Apkh Coral's Leaf hny dpt utk penyembuhan buat Ras Vampirkah mas Adhe, atau dpt digunakan utk menyembuhkn penyakit yg lain..
Ade Aja
2016-11-22 20:53:50
Apkh Coral's Leaf hny dpt utk penyembuhan buat Ras Vampirkah mas Adhe, atau dpt digunakan utk menyembuhkn penyakit yg lain..
KazuKiri NaruIchi
2016-11-20 12:02:46
lanjut senpai
Mr Blacky
2016-11-20 11:05:25
Hemmm banyak misteri di chapter ini, terutama siapa si X itu
Inuyasha
2016-11-20 01:51:09
Tetap semangat nulisx. Next aj deh
Gouenji Shuuya
2016-11-19 22:35:18
Next...
Rifky D Dragnel
2016-11-19 22:04:50
Ras naga memburu rasnya sendiri kayak acnologia FT
Jack El Jacqueline
2016-11-19 20:39:16
keluarga dragon kocak semua
Zunuya Rajaf
2016-11-19 20:10:38
hmm... , mengenai kmblinya ingatan aluppi... apa alasanx krn ras naga? hmm.. jika kelak ambisi pengumpulan stein terwujud, maka dragon yg bsa mengendalikan sluruh kekuatannya akan menghancurknnya, sp
happyreadin9
2016-11-19 19:42:13
pertamax.d tunggu lnjutnnya dgn pnuh ksbarn *^_^*
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook