VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 91

2016-11-19 - Ibong Neverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
206 views | 10 komentar | nilai: 8.67 (6 user)

Dragon Chapter 91 : Ras Naga

Slash!! Blas!! Zrraaaashh!!!

Tanpa jeda, Dallas mencabik-cabik Rain dengan kedua belatinya. Rain tidak berkutik menerima serangan dari Dallas.

Rain terhuyung-huyung lalu bertopang dengan pedang besarnya. Darah segar mengalir dari bekas luka di sekujur tubuhnya.

Seven dan krunya tidak dapat membantu karena, George mengancam akan membunuh Allupi jika ada yang menganggu pertarungan Dallas dengan Rain.

Arlaym masih tetap terdiam di depan George.

Dallas mengusap darah yang keluar dari mulutnya, raut wajahnya benar-benar penuh kemarahan.

"Kau menghancurkan senjata kesayanganku, lebih baik kau mati!!!" Dallas mengayunkan kedua belatinya ke arah Rain.

Trangg!!!! Rain ternyata masih dapat menahan serangan cepat Dallas dengan pedang besarnya. Tak hanya menahan, Rain pun berusaha menyerang balik.

Dallas menghindari serangan Rain lalu melakukan serangan balik tepat di perut Rain.

Jduaaakkk!!! Dengan bahunya, Dallas menghantam perut Rain dengan sangat keras.

Rain terlempar hingga terjatuh di tanah.

Beberapa saat Rain diam tak bergerak. Lalu perlahan tangannya bergerak, dan berusaha bangkit lagi.

"Kau tidak mudah menyerah juga ya? Bagus itu," oceh Dallas bersiap menyerang Rain lagi.

Trang! Slaashh!!

Rain menahan dan mengayunkan pedang besarnya lagi.

Dallas memutar tubuhnya ke belakang, sambil mengayunkan kedua belatinya.

Traang!!!

"Argh!" Rain tiba-tiba jatuh sendiri karena luka di sekujur tubuhnya.

Dallas tidak menyia-nyiakan kesempatannya, dia langsung melesat sambil melompat tinggi ke arah Rain.

"Hiyaaah!!!!"

Praak!!!!! Dua belati Dallas hancur sebelum mengenai tubuh Rain.

Sebuah pedang terlihat melindungi tubuh Rain yang terbujur di tanah.

"Sekarang Arlaym!!" teriak Seven, orang yang melindungi Rain dari serangan Dallas.

Arlaym mendadak mengayunkan pedang besarnya ke arah George yang lengah karena memperhatikan Seven menganggu pertarungan Dallas dengan Rain.

George melihat ayunan pedang besar Arlaym yang langsung menebas tangan kirinya.

Slaaashh!!!! Tangan kiri George putus, dan dengan cepat Arlaym menangkap tubuh Allupi yang terjatuh.

George terjatuh sambil mengerang kesakitan.

Darahnya bercucuran setelah tangannya kirinya putus.

"Kurang ajar kau!!" George terlihat murka. Dia berusaha bangkit.

Keadaan pun berubah sekarang, kru Seven langsung mengepung George dan Dallas.

Tidak butuh waktu lama, George dan Dallas berhasil dikalahkan.

Arlaym masih berlutut memeluk istri tercintanya.

George yang sempat kesakitan akhirnya terdiam setelah darah yang keluar dari bekas tangan kirinya berhenti.

"Jangan pikir kalian sudah menang," ucap George.

"Hmm?"

Arlaym sempat menoleh ke arah George yang diikat oleh kru Seven. Lalu memperhatikan Allupi.

"Allupi... Maaf... aku tidak menjagamu dengan benar," ucap Arlaym sambil mengusap pipi istrinya itu dengan lembut. Raut wajah Allupi kusam, dengan tatapan kosong. Bukan hanya kehilangan ingatannya, Allupi bahkan lebih mirip seperti mayat hidup. Hidup tapi tidak kelihatan hidup, ya seperti itulah keadaannya.

"Seven, sepertinya keributan disini mengundang beberapa pasukan prajurti Melodia kemari, apa kita mundur sekarang?" ucap Arjun menaruh teropong yang dibawanya.

Seven menggelengkan kepalanya.

"Jadi kita hadapi mereka?" tanya Rain yang sedang diobati oleh Ecko.

"Sebaiknya begitu," ucap Seven beranjak dari duduknya.

"Jangan Seven. Lebih baik kalian segera pergi dari sini. Bagaimanapun S7 tidak ada hubungannya dengan masalahku ini," sahut Arlaym yang berhasil melepas rantai yang mengikat istrinya.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 91 - Ras Naga
Penulis : Ibong Neverland

"Hahaha..."

Arlaym dkk memperhatikan George yang tertawa sendiri.

"Hahaha!!"

"Berisik sekali orang ini," keluh Rossi mencoba mempererat tali yang mengikat George.

"Kyahahaha!"

"Diam kau!" bentak Rossi sambil menghajar wajah George.

George menunduk, dia tersenyum menyeringai.

"Kalian pikir kalian sudah menang..."

Suasana menjadi hening.

George melanjutkan ucapannya,"Ini baru dimulai!"

Groaaarrr!!!!! Allupi mendadak berteriak, tubuhnya berubah ke mode Nightsiren.

Arlaym berusaha berdiri setelah terpental saat Allupi berubah.

"Nightsiren? Bagaimana bisa? Kau!?" Arlaym menoleh ke George.

George mendadak menggigil, tubuhnya gemetaran. Darah yang mengental di bekas tangan kirinya mulai menetes deras kembali.

Asap putih muncul di sekujur tubuh George.

"Mundur Rossi!" teriak Seven melihat tubuh George menggeliat di tanah.

"Apa yang terjadi dengannya?"

"Godlike, dia mencoba memasuki fase Godlikenya," jawab Seven bersiap dengan pedangnya.

"Bukan, dia sudah tidak punya fase Godlike. Dia mencoba berubah menjadi naga," ucap Arlaym berusaha menghalangi istrinya mendekati George.

"Groaaarrrr!!!!" Tidak lama kemudian, George sudah berubah menjadi naga dengan sayap putih berjumlah empat di punggungnya.

Tangan kirinya yang putus, mendadak tumbuh kembali.

Ribuan prajurit Melodia sampai di bukit tempat Arlaym dkk berada. Tapi di depan mereka, George yang berubah menjadi naga, langsung menyerang mereka tanpa ampun.

Dalam hitungan menit, pasukan prajurit Melodia rata dengan tanah.

"Groaaarr!!!!!" George dalam bentuk naga menjadi liar tak terkendali. Dan efek dari perubahannya membuat Allupi, istri Arlaym juga berubah menjadi Nightsiren.

Arlaym dengan sekuat tenaga mencoba menahan istrinya tersebut agar tidak mendekati George.

"Sadarlah Allupi! Sadarlah!" teriak Arlaym sekuat tenaga.

Seven dan krunya mencoba melawan George dalam bentuk naga. Serangan yang mereka lancarkan seperti bukan apa-apa bagi George. Dengan satu hempasan sayapnya, kru Seven terpental menghujam tanah.

Tidak lama kemudian, George dalam bentuk naga terdiam. Dia lantas tertawa.

"Khaahhaha!"

Semua terkejut.

"Ba-bagaimana dia bisa tertawa!??"

"Kalian pasti heran kan? Haha," ucap George. "Sebaiknya kau biarkan umpan naga itu kemari Arlaym, atau kau akan dibunuhnya segera hahaha."

Seven melihat Allupi dalam mode Nightsiren mencoba melepaskan diri. Tubuh Arlaym dicabik-cabik dengan kuku-kuku tajamnya.

"Bantu Arlaym menahan istrinya, aku akan melawan George!" perintah Seven melancarkan serangan ke arah George.

"Seven Knight!!!!" Ayunan pedang Seven menciptakan bayangan tujuh ksatria yang menghujamkan pedang mereka ke arah George.

Bruaaakk!!!! Tubuh naga George terjatuh.

Seven mendarat, sambil memasang kuda-kuda kembali.

"Haah! Kau mengganggu saja Seven!" George kembali bangkit. Dan mengeluarkan api dari mulutnya.

"Semua menghindar!"

Bruaaarrrr!!!!! Tercipta bekas api yang panjang hingga membakar pepohonan yang terkena semburan api George.

Allupi berhasil melepaskan diri setelah Arlaym tidak berdaya menerima serangan darinya.

Tring! Ting! Ting!

"Kau sudah berjanji Dragon!" teriak Lucy melihat kalung Dragon jatuh ditanah.

Tepat saat Allupi melompat ke arah George, Dragon menariknya.

Tanpa diperintah, Allupi menghujamkan gigi-gigi runcingnya ke leher Dragon.

Bruak! Bruak! Dragon dan Allupi terjatuh ditanah dan berguling-guling.

Tubuh Dragon yang diselimuti api biru mulai memudar sedikit demi sedikit.

"Dragon?!!!!" Seven terkejut, dan dengan keadaan panik, Seven berusaha menolong Dragon.

Tapi Dragon dalam mode Godlikenya benar-benar menyeramkan. Dia melempar api biru dari tangannya ke segala arah.

"Akhirnya seekor naga muncul juga," ucap George sambil menghalau api biru yang dilemparkan Dragon.

Seven tidak mampu mendekat, karena serangan Dragon semakin cepat.

"Bagaimana dia bisa kemari?" Seven mencoba menghalau serangan Dragon yang membabi buta itu.

"Maafkan aku Seven, aku tidak mencegahnya, " balas Edison yang juga berusaha mendekati Dragon.

Saking banyaknya api biru yang Dragon keluarkan, membuat tubuhnya dan Allupi di selimuti api biru yang membentuk bola.

Beberapa saat serangan api biru Dragon muncul dari dalam bola api yang mengurung Dragon dan Allupi mulai berkurang.

Arlaym dan yang lainnya heran.

George mengepakkan ke empat sayapnya, berusaha mendekati bola api biru yang menyelimuti Dragon dan Allupi.

Blaaar!!!!!! Bola api biru tiba-tiba meledak, George terpental karena ledakan bola api biru itu.

Tidak lama kemudian, terlihat tubuh Allupi dipenuhi dengan kristal-kristal yang berkedip di sekujur tubuhnya. Api biru di sekujur tubuh Dragon mulai memudar karena diserap oleh gigitan Allupi.

"Seven!" teriak Lucy melemparkan kalung milik Dragon.

Seven berusaha menangkapnya tapi tidak kena. Dan kalung Dragon jatuh di depannya.

Seven mencoba mengambil kalung Dragon, tapi dia terdiam saat kalung Dragon bergerak-gerak sendiri.

Dia melihat ke arah Dragon yang mengarahkan tangan kirinya ke arah kalungnya.

Awalnya Seven bingung, lalu dia tersenyum dan dengan tenang, Seven memungut kalung milik Dragon yang terus bergerak-gerak sendiri.

Seven mendekati Dragon dan Allupi.

"Kapt! Awas!" teriak Rossi.

Seven hanya tersenyum.

Begitu dekat dengan Dragon, Seven memasangkan kalung milik Dragon ke leher Dragon.

"Kau berusaha sejauh ini Dragon... Sekalipun Godlike, kau tidak mau menyerah juga ya? Kapten pasti bangga padamu," gumam Seven senang.

Swiiiippp!!! Seketika rambut Dragon yang memanjang dan berwarna biru kembali normal dan tidak sadarkan diri.

Allupi yang tidak mengigit Dragon terlihat menunduk sambil memeluk Dragon yang tidak sadar.

Seven hanya mematung.

"Nightsiren Allupi juga menghilang..."

"Sepertinya bocah itu sudah tamat riwayatnya hahaha!" George berusaha mendekat ke tempat Dragon dan Allupi. "Aku mendapatkan dua ikan sekaligus."

"Langkahi nyawaku dulu, George," ucap Seven bersiap dengan pedangnya.

"Kau masih tidak mengerti juga Seven. Kehebatan ras ku?"

"Siapa anak muda ini? Dan kenapa aku ada disini?"

"!!!!!!"

"Allupi?"

"Hah? Arlaym? Sayang, kau kenapa?" ucap Allupi menoleh ke Arlaym yang berusaha berdiri.

"K-kau... mengenaliku? Kau mengenaliku, Allupi?" tanya Arlaym tidak percaya.

"Hah? Tentu saja sayang. Kau bicara apa sih?"


Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 92

SHiniGami GhoUL
2017-02-15 12:05:44
Waaahhh... Allupi mengingat arlaym... (Y)
Aerilyn Chan Kawai
2016-11-19 20:46:37
Wah luar biasa, untuk kedua kalinya wujud naga diceritakan.
Ade Aja
2016-11-19 19:25:33
Tak disangka2 oleh q pd chpter x ini, aq smpai takjub ketika membca bagian dri perubahan ras naga serta cara bertarung mrka. Tpi yg sngat disygkn mas Adhe, aq lupa fungsi dri mode Nightsiren.?
Rifky D Dragnel
2016-11-19 11:24:41
Makin seru ceritanya
ThE LaSt EnD
2016-11-19 11:17:24
nice.,. trnyata ada jg Ras Naga yg jahat. hmm, brarti scra kbtulan atau tdk sngaja Dragon melewati fase Godlike dgn bntuan
kyoushi
2016-11-19 10:41:41
Di tunggu kelanjutan nya
Bocah Redoks
2016-11-19 07:06:10
seru banget. d tunggu kelanjutan nya min . . .
chichay
2016-11-19 06:39:54
terimakasih senpai sdah mlnjutkn crtanya.d tunggu lnjutnnya
Gouenji Shuuya
2016-11-19 04:39:59
Jadi george itu ras naga ya.. hmm.
Inuyasha
2016-11-19 02:31:01
Kemana aj lama ga updet. Ditunggu lanjutanx
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook