VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 90

2016-11-18 - Ibong Neverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
212 views | 11 komentar | nilai: 9 (5 user)

Dragon Chapter 90 : Shark

Sementara itu di dekat Hunter Dome, Dragon dkk berlari menuju ke dermaga barat. Tanpa mereka sadari, Shark mengikuti mereka dari belakang.

Saat melewati sebuah bar, Shark yang melihat Dragon dkk dari kejauhan, tiba-tiba berhenti.

Secara tidak sengaja, Shark mendengar percakapan dari dalam bar yang ia lewati.

"Aku dengar beberapa pasukan angkatan laut datang ke Milestone."

"Ya, aku tidak percaya kerajaan itu akhirnya menerima angkatan laut juga."

"Tapi, yang aku heran... kenapa seorang GRA ikut bersama mereka?"

"Oh, maksudmu Gabriel?"

"Ya, kau benar. GRA yang paling kuat dari GRA lainnya."

Shark tersenyum, dia kemudian berputar balik dan berlari menuju dermaga timur.

"Akhirnya kau kemari, Gabriel," gumam Shark senang.

Sesampainya di dermaga barat, Dragon dkk berhenti mencari sebuah kapal yang mungkin bisa mengantarkan mereka menuju ke pulau selanjutnya, pulau Aoi.

"Aku tidak melihat satu buah pun kapal di dermaga ini," ucap Mark.

Dragon menghela nafas," Aku akan kembali ke dermaga timur, kalian tunggu di sini."

"Kau mau mengambil Dragon's Claw, Dragon?"

"Ya, hanya kapal kita yang bisa mengantarkan kita kesana,"

"Hosh... Hosh... Hosh..." Edison berusaha mengatur nafasnya setelah berdiri di belakang Dragon dkk.

"Kalian lari terlalu cepat... Hosh... Hosh... aku sampai kehabisan nafasku mengejar kalian."

Dragon dkk memasang wajah datar,"Kau saja yang sudah tua, paman."

"Kalian tidak diijinkan meninggalkan pulau ini. Apapun yang terjadi," ucap Edison.

Suasana menjadi hening.

"Ini bukan masalah kecil. Kalian hanya akan mempersulit masalah ini jika ikut campur," lanjut Edison.

"Aku tidak peduli paman. Aku hanya ingin membantu Lumina. Dia adalah temanku," ucap Dragon.

Edison memegang bahu Dragon.

"Dengar Dragon. Yang menculik istri Arlaym adalah orang-orang yang memiliki kekuasaan di atas dunia. Mereka bahkan bisa membuat PBB mematuhi perintah mereka," ucap Edison mencoba meyakinkan Dragon.

Dragon melepas tangan Edison.

"Kalau memang seperti itu, aku akan membuat mereka mematuhi perintahku juga," balas Dragon sambil bersiap berlari menuju dermaga timur.

"Dragon, tunggu!"

Lucy menunjuk ke arah selatan dermaga, terlihat sebuah kapal berlayar menuju ke dermaga barat tersebut.

"Dragon's Claw??"

"Siapa yang membawanya kemari???"

Saat Dragon's Claw mulai mendekat, Dragon dkk melihat seseorang berdiri di dekat Green.

"Oi!!! Kalian!"

"Dum! Kau yang membawa Dragon's Claw kemari?"

"Ya, aku pikir kalian menuju ke dermaga timur. Tapi ternyata aku salah."

Setelah Dragon's Claw berlabuh, Dragon dkk menaiki kapal.

"Aku tidak menyangka kau akan membawa Dragon's Claw juga, terima kasih Dum," ucap Dragon senang.

"Ya, kalian meninggalkanku di Hunter Dome," keluh Dum.

"Maafkan kami Dum, kami terburu-buru."

"Ya, tidak apa-apa."

"Tapi kenapa kau bisa lari ke dermaga timur, padahal kau tahu kan kami mengejar kapten ke dermaga barat, Dum?" tanya Mark.

"Oh itu, aku melihat Shark berlari menuju ke dermaga timur. Aku pikir dia mengejar kalian, jadi aku mengikutinya."

"Shark???!!!"

"Aku akan ikut kapal kalian, aku tidak bisa membiarkan orang itu berbuat seenaknya," ucap Edison sambil mengusap-usap kepala Green.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 90 - Shark
Penulis : Ibong Neverland

Dragon tersenyum lalu mulai membawa Dragon's Claw berlayar ke pulau Aoi.

Edison melihat Dragon cukup lama, dia bergumam,"Kapten benar-benar ada di dirimu Dragon. Dan aku tidak dapat berbuat apa-apa untuk mencegahmu."

"Green, apa kau masih bisa memasak?"

"Green!!!"

"Baiklah, ayo kita memasak bersama lagi," ajak Edison."Dragon, dapurmu dimana?"

"Di lantai dua, paman."

Edison dan Green berjalan bersama menuju ke dapur.

Setelah kapal mulai berlayar, Dragon, Lucy dan Mark berkumpul.

"Aku jarang melihat kapten marah, tapi ini pasti akan membuat kapten marah nanti," ucap Mark.

"Maksudmu Mark?"

"Sebenarnya, kapten memintaku untuk membuat kalian tetap tinggal di pulau Hantaa. Ya kan Dum?"

Dum yang berdiri di haluan kapal menoleh lalu menanggukkan kepalanya.

"Mungkin ini demi keselamatan kalian karena Shark mengincar Lucy juga."

"Aku masih tidak percaya dia termasuk S7, bagaimana dia bisa menjadi anggota S7 Mark?"

"Semua karena kapten dan Seagull."

Mark mengeluarkan medal S7nya lagi.

"Sebelum menjadi bagian dari S7, Shark menghancurkan segalanya. Bajak laut, pemburu bajak laut, angkatan laut, bahkan fasilitas PBB juga. Tapi pertemuannya dengan Seagull menjadi titik balik untuknya. Dia imbang dengan Seagull dan memilih kabur setelah pertarungannya dengan Seagull. Dan saat dia datang ke pulau Hantaa untuk balas dendam. Dia bertemu dengan kapten."

"Apa mereka bertarung juga, Mark?"

"Tentu saja,"

"Dan sangat dahsyat," sahut Dum.

"Shark bukan orang sembarangan, karena dia sebenarnya adalah mantan anggota Guardian of Red Arm."

"Heh!!!!! Kau bercanda kan Mark?"

Dragon dan Lucy kaget.

"Tidak, itu kenyataannya Dragon. Shark memang mantan anggota Guardian of Red Arm."

Dum mendekat ke tempat Dragon dkk.

"Menurut kabar, Shark sering tidak mematuhi perintah angkatan laut. Karena itulah, dia dikeluarkan dari GRA. Dan sebenarnya dia adalah buronan angkatan laut karena telah membantai salah satu keluarga dari anggota GRA lainnya."

"Kenapa tidak ada angkatan laut yang menangkapnya sekarang?"

"Guardian of Red Arm bukan orang sembarangan Lucy. Kekuatannya setara 10 laksamana angkatan laut. Dan dia bisa saja menghancurkan markas angkatan laut sendirian."

"Yang bisa menangkapnya hanyalah Guardian of Red Arm lainnya, atau anggota Red Arm sendiri."

"Lalu apa yang terjadi setelah pertarungan Seven dengan Shark?"

"Shark kalah."

"Kapten menang," imbuh Dum.

"Shark hampir mati jika Seagull tidak muncul saat itu," ucap Mark melanjutkan.

"Kapten saat marah. Wajahnya berubah total, bertolak belakang dengan sikapnya selama ini."

"Yang membuatnya marah karena Shark menjelek-jelekkan Black Dragon," imbuh Dum lagi.

Mark menganggukkan kepalanya.

"Shark menjelek-jelekkan ayah Dragon?" heran Lucy.

"Shark mungkin berfikir dengan cara itu, dia bisa membuat kapten marah."

"Dan dia benar-benar berhasil, tapi akibatnya diluar perkiraannya."

"Mata kiri Shark hancur karena terkena serangan pedang kapten..."

"Ya, itu semacam karma untuk sikapnya yang sombong," imbuh Dum lagi.

"Seagull berhasil menenangkan Seven dan membuat Shark tidak berkutik. Seagull akhirnya meminta angkatan laut memasukkan Shark ke dalam S7. Meski awalnya ditolak, akhirnya angkatan laut menyetujui dengan catatan jika Shark berulah lagi, mereka akan mengirimkan GRA untuk menangkapnya atau membunuhnya," ucap Edison yang tiba-tiba berdiri di samping Dragon dkk yang sedang duduk berkumpul."Makanan kalian sudah siap, kalian makan dulu."

Dragon berdiri.

Lucy dan lainnya mengikuti Dragon.

"Paman, aku masih bingung. Kenapa Shark mau menjadi bagian S7?"

"Sebenarnya Shark tidak sekejam yang terlihat Dragon. Kalau kau tahu tentang masa lalunya, kau akan berpikir dua kali untuk menyebut dia orang yang kejam," jawab Edison.

Dragon terlihat berpikir.

"Sudahlah Dragon, kau tidak perlu memikirkan hal itu, kita makan dulu."

Dragon menganggukkan kepalanya.

Di tempat Arlaym dkk.

Arlaym yang berlutut di depan George yang merantai Allupi tidak berkutik sedikitpun saat George menendang wajahnya beberapa kali.

Dallas tertawa sambil bersiap melesatkan anak panahnya.

Seven yang sudah marah, melihat George dan bersiap menyerangnya, tapi tiba-tiba Rain melesat ke arah Dallas.

"Aku memang bodoh!" teriak Rain mengayunkan pedang besarnya.

"Heavy Rotation!" Rain memutarkan pedang besarnya dengan saat kencang.

Dallas yang menyadari serangan Rain berusaha membalas dengan Doom Arrownya lagi.

Namun diluar dugaan Dallas, serangan Rain kali ini saat kuat.

Blaaar!!!! Dallas terlempar dengan busur panahnya yang hancur.

"Aku memang bodoh! Selamanya aku bodoh! Tapi aku tidak akan menyerah begitu saja!" teriak Rain setelah berhasil menghajar Dallas."Jangan sekali-kali meremehkan kami apalagi kapten!"

Arlaym yang tertunduk dengan wajah yang lebam tersenyum mendengar teriakan Rain.

"Bodoh... ," gumam Arlaym.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 91

Mr Blacky
2016-11-19 10:40:50
Shark benar benar kuat ya
Ade Aja
2016-11-18 19:46:01
Akhirnya cerita mas Adhe rilis,, yah sebuah penantian yg ckp panjang bagi penikmat cerbung Dragon si Pemburu Bajak laut.. Namun semua itu terbayar sdh krn rilis 2 chpter sekaligus yg ckp epic..
Rifky D Dragnel
2016-11-18 16:29:56
Hmm lanjutkan tapi jangan lama"
chichay
2016-11-18 14:20:10
d tunggu klnjuntannya dgn pnuh ksbran *^_^*
Minke Opoli
2016-11-18 12:44:54
d tunggu lnjtnnya
kyoushi
2016-11-18 11:28:20
Next
ThE LaSt EnD
2016-11-18 11:22:45
Hmm, Shark.. jd krn ini dia memukul orang yg merendahkan Seven, saat dihanter dome...hmm memang bukan ambisi.
Aizawa Kaizen
2016-11-18 11:13:28
Lanjut
Gouenji Shuuya
2016-11-18 10:27:38
Kenapa arlaym mjdi pemburu naga
PUZIENK
2016-11-18 10:22:53
Mantap npai
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook