VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 88

2016-09-26 - Adhe Kurniawan > Dragon si Pemburu Bajak Laut
263 views | 14 komentar | nilai: 9.29 (7 user)

Dragon Chapter 88 : Hunter Dome

Dragon mengembalikan lukisan keluarganya kepada Edison.

"Paman, apa pulau Hantaa selalu seramai ini?" tanya Dragon.

Edison menggelengkan kepalanya,"Tidak Dragon. Sebenarnya pulau Hantaa tidak seramai saat ini. Kebetulan, hari ini adalah hari spesial bagi para pemburu bajak laut. Acara yang diadakan setiap lima tahun sekali. Acara yang diselenggarakan di Hunter Dome."

"Hunter Dome?"

"Iya, arena yang diperuntukkan bagi para pemburu bajak laut. Bisa dibilang, tempat itu adalah markas besar pemburu bajak laut," jawab Edison sambil meletakkan lukisan keluarga Dragon.

"Kau seharusnya ikut ke sana Dragon," ucap Lucy.

"Haha... Kalian seorang pemburu bajak laut ya? Sayang sekali. Kalian harus punya reputasi dulu, baru bisa menjadi bagian dari Hunter Dome," sahut Edison.

"Apa itu syarat menjadi anggota pemburu bajak laut, Paman?" Mark penasaran.

Edison menggelengkan kepalanya.

"Tidak ada syarat maupun aturan untuk menjadi seorang pemburu bajak laut. Jika kau ingin menjadi pemburu bajak laut, kau tinggal menangkap bajak laut dan mengirimnya ke Angkatan Laut," jawab Edison.

"Tapi kau bilang..."

"Ya, aku tahu maksudmu Lucy," potong Edison."Ketika kalian sudah mendapatkan uang bounty lebih dari 100 juta gold. Kalian harus membuktikan bahwa kalian memang seorang pemburu bajak laut. Dan di Hunter Dome lah, mereka yang telah mendapat uang bounty 100 juta gold diuji. Jika kalian lulus, maka kalian akan menjadi seorang pemburu bajak laut yang dipercaya Angkatan Laut. Namun jika gagal, kalian akan dianggap sama dengan bajak laut dan menjadi target operasi S7."

"S7? Apa itu organisasi pemburu bajak laut?" sahut Lucy.

Edison beranjak dari kursinya,"Sudah ku bilang di awal tadi, Lucy. Pemburu bajak laut tidak punya organisasi ataupun perkumpulan. Namun mereka punya tim yang dipercaya oleh Angkatan Laut untuk menguji benar tidaknya kemampuan mereka sebagai seorang pemburu bajak laut."

Suasana menjadi hening sesaat.

"Lebih baik, aku tunjukkan siapa itu S7. Sebentar lagi acara juga akan segera dimulai. Kalian akan melihat kehebatan mereka di Hunter Dome," ucap Edison.

Dragon dkk beranjak dari kursi mereka berjalan mendekati Edison.

"Baik lah Paman."

Saat Dragon dkk sampai di bar Edison, mereka melihat Dum sedang asik memakan sepotong daging sendirian.

"Kau sendirian Dum?" tanya Edison.

Dum sedikit kaget, kemudian menoleh ke Edison.

"Ah... Ya ya... Aku sendirian, Edison."

"Dimana Seven dan yang lainnya?"

"Dia tadi... pergi bersama Arlaym."

Edison mengangkat alisnya,"Oh... Ya sudah kalau begitu."

"Oh ya, aku akan mengajak anak-anak ke Hunter Dome, Dum," ucap Edison menambahkan.

Dum menganggukkan kepalanya.

"Jadi, apa kau mau tinggal di tempat ini sendirian?"

Wajah Dum mendadak pucat.

"Ti-tidak Ed, aku ikut dengan kalian!"

Dragon dkk tertawa melihat tingkah Dum.

Mereka semua bergegas menuju ke Hunter Dome di jantung kota Claw.



Sementara itu, di dermaga barat. Seven, Arlaym dan Rossi terlihat berada di pinggiran dermaga.

"Maafkan aku, Seven. Aku melibatkanmu dalam masalahku ini," ucap Arlaym sambil menghela nafas.

Seven berdiri dan tersenyum,"Kau tidak perlu memikirkan hal itu, Arlaym. Karena jika kapten diposisiku sekarang, aku percaya dia akan melakukan hal yang sama denganku."

"Dragon ya? Aku tidak menyangka dia benar-benar menjadi seorang panutan bagi kalian. Ah... Aku ingin bertemu dengannya lagi," ucap Arlaym sambil memandang ke atas langit. Lumina terlihat terlelap di gendongan Arlaym.

"Kapten bukan hanya panutan bagi kami. Dia juga telah membantu kami berubah menjadi lebih baik, Arlaym," balas Seven."Ngomong-ngomong, bukankah kau sudah bertemu dengannya?"

Arlaym menoleh ke Seven sambil mengerutkan dahinya,"Maksudmu anaknya ya?... Ya, Aku lupa kalau dia juga punya nama yang sama dengan Dragon."

"Iya, sebaiknya kau panggil kapten dengan nama Black Dragon, untuk membedakan antar mereka berdua," ucap Seven menyarankan.

"Ya, tapi aku tidak melihat perbedaan antar mereka berdua, Seven," Arlaym menggerak-gerakkan pedang besarnya.

Seven terlihat antusias,"Jadi kau tahu juga Arlaym?"

"Aku yakin tidak ada yang menyadarinya. Kalau sebenarnya dia menahan seranganku dengan tongkatnya," Arlaym menjelaskan maksudnya.

"Ya, seranganmu cukup berbahaya, jika dia tidak mengantisipasinya, aku yakin tubuhnya akan hancur," ucap Seven menambahkan."Ah, kapalku sudah datang, Arlaym!"

Terlihat kapal milik Seven bergerak mendekati dermaga barat.

Vesca melompat menuju ke tempat Seven.

Arlaym beranjak dari tempatnya duduk, dan menyerahkan Lumina kepada Vesca.

Vesca menerima Lumina dan membawanya ke dalam kapal.

"Aku yakin mereka akan membawa istrimu ke pulau terdekat. Aku akan meminta bantuan Rain untuk menahan mereka," ucap Seven berjalan di samping Arlaym naik ke atas kapalnya.

"Rain? Bocah itu? Apa kau yakin?" Arlaym terlihat ragu.

"Hahaha... Sepertinya sifatmu dulu di kapal kapten akhirnya menyusahkanmu juga ya Arlaym?" canda Seven sambil tertawa."Tapi ingatlah satu hal, Arlaym. Apapun yang terjadi, jika salah satu keluarga kami dalam bahaya, kami tidak akan pernah mengabaikannya."

Arlaym tersenyum,"Kau mengatakan kata-kata milik Black, Seven."

"Aku selalu menyimpan setiap kata yang diucapkannya kepada kami, Arlaym," balas Seven sambil menunjuk kening kepalanya.

Kapal milik Seven mulai meninggalkan dermaga barat pulau Hantaa.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 88 - Hunter Dome
Penulis : Adhe Kurniawan



Kembali ke tempat Dragon dkk.

"Wooooaaah!!!! Besar sekali tempatnya!" seru Dragon melihat bangunan Hunter Dome.

"Dan ramai sekali," tambah Lucy melihat banyaknya antrian di depan pintu masuk ke Hunter Dome.

"Kalian tidak perlu khawatir, ikutlah denganku," ajak Edison.

"Kita mau kemana, Paman?" tanya Dragon mengikuti Edison dari belakang.

"Kita lewat pintu belakang,"

"Paman pasti terkenal di tempat ini ya?" tanya Dragon lagi.

Edison terlihat sangat bangga, dia memasang wajah berseri-seri.

"Aku tidak yakin, Dragon," bisik Lucy.

Mark hanya tersenyum mengikuti mereka dari belakang.

Setibanya di pintu khusus Hunter Dome. Dragon dkk ditahan oleh beberapa orang dengan tubuh kekar.

"Maaf, tempat ini bukan jalan umum!" gretak orang bertubuh kekar itu.

Edison dengan santai mendekatinya,"Kami kru Seven, kau tahu."

Orang bertubuh kekar itu tiba-tiba membungkuk dan gemetaran.

"Ma-maafkan aku! Si-silahkan masuk kalau begitu," ucapnya.

Dragon dan Lucy memasang wajah datar.

"Sudah kuduga"

Mark hanya tersenyum.

"Hahaha... Aku hebat bukan?" ucap Edison bangga sambil tertawa puas.

"Jadi Seven adalah orang penting di Hunter Dome ini ya? Jangan-jangan dia adalah S7 itu?" Lucy terlihat menyadari sesuatu.

"Haha... kita lihat jawabannya di dalam, Lucy," balas Edison.

Hunter Dome adalah bangunan yang mirip dengan stadion sepakbola. Yang membedakannya hanyalah lapangan di tengah Hunter Dome bukan lapangan rumput tapi hamparan lantai berlapis marmer putih.

"Ternyata di dalam sudah seramai ini... Luar biasa sekali..." Lucy kagum melihat Hunter Dome terisi penuh. Di tengah bangunan itu, terdapat beberapa kursi emas.

"Coba aku tebak, S7 terdiri dari tujuh orang. Bukankah seperti itu, Paman?" Lucy mencoba menebak.

Edison tersenyum,"Ya, kau jeli sekali Lucy. Kau pasti melihat dari tujuh kursi emas di tengah lapangan itu kan?"

"Aku pikir hanya Seven saja S7 itu," sahut Dragon sambil menggaruk-garuk kepalanya."Ah iya, Mark. Bukankah kau sudah bersama Seven cukup lama? Apa kau tahu kalau dia adalah seorang S7?"

"Tentu saja Dragon."

"Hiyaaa! Kenapa kau tidak bilang daritadi," Dragon terkejut.

Mark tersenyum,"Kau tidak tanya kepadaku kan?"

Dragon menyipitkan matanya.

"Haha... Kena kau Dragon," ejek Lucy.

"Diam kau!" seru Dragon kesal.

"Sudah-sudah, lihat mereka. Mereka sudah keluar satu per satu," ucap Edison sambil menunjuk ke arah kursi di tengah Hunter Dome itu.

Seorang pria besar berbadan kekarnya berjalan menuju ke kursi emas sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.

"Nah, dia.."

"Seagull," potong Dragon.

Edison terkejut,"Darimana kau tahu dia?"

"Kami bertemu dengannya saat menuju ke pulau ini, Paman," jawab Lucy.

"Oh Begitu... Ya, dia adalah Seagull. Seorang pemburu bajak laut terlama, terkuat, terbaik, dan bernilai sangat tinggi. Dia memiliki total perolehan bounty hampir 1 milyar gold. Dia adalah satu-satunya pemburu bajak laut yang berani menantang kapten. Sayang, dia memilih mengalah pada waktu itu. Padahal pertarungan kapten dan Seagull sangat dahsyat,"ujar Edison.

Setelah Seagull duduk, seseorang muncul dan berjalan menuju ke kursi emas lagi.

Edison terkejut, dia menoleh ke Dum yang asyik makan sendiri.

"Dum, kemana Seven?"

"Hah? Bukankah aku sudah menjawabnya tadi?"

"Memangnya kemana mereka?" tanya Edison lagi penasaran.

"Katanya istri Arlaym diculik..."

"APA!!!!!!?"

Dragon, Lucy, dan Mark menoleh ke Edison yang berteriak.

Dengan wajah pucat, Edison berdiri. Dia terlihat sangat panik.

"Sial!"

Edison dengan tergesa-gesa meninggalkan tribun penonton. Tapi tidak lama kemudian, dia kembali lagi.

"Kau tahu kemana mereka pergi?" tanya Edison kepada Dum.

"Dermaga barat kalau tidak salah," jawab Dum.

Sekali lagi, Edison berlari tanpa mengucapkan kata apapun.

"Istri Arlaym? Berarti ibu Lumina. Lucy, kita juga harus bergegas," ucap Dragon mengajak Lucy. Tapi dia melihat Lucy mematung melihat ke tengah Hunter Dome."Hei Lucy, kau kenapa?"

"Dia... Dia ternyata seorang pemburu bajak laut juga," ucap Lucy dengan wajah pucat.

Dragon mengerutkan dahinya kemudian melihat orang yang dimaksud Lucy.

Mata Dragon tiba-tiba melebar. Dia sama pucatnya dengan Lucy.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 89

Kuroko Akashi
2017-02-15 11:31:27
Lnjuttt...!!!!
David Bluezskynschky
2017-01-18 06:48:06
Udah seru malah bersambung, mantab bang Ibong
Gouenji Shuuya
2016-11-12 08:36:47
Next..
Bocah Redoks
2016-10-02 21:31:54
si shark ya
gIN taka
2016-09-30 08:00:35
ending'ny bener2 . . . ahh next cpet2 kawan
Inoue Miyako
2016-09-28 02:36:05
Wew. Endingnya bikin pengen cepet baca next chap ^^
Rifky D Dragnel
2016-09-27 11:06:06
makin keren nih cerita
Mr Blacky
2016-09-26 21:52:53
Siapa ya yang dilihat lucy dan dragon, penasaran
ThE LaSt EnD
2016-09-26 21:35:07
hmm..apa mungkin yg dlhat lucy dn dragon... orang yg mengalahkn dragon waktu itu... hmm.. lanjut..
Aerilyn Shilaexs
2016-09-26 20:02:47
hm ada perkumpulan pemburu bajak laut. Eh btw pake apa tuh pictnya bisa seperti itu?.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook