VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 86

2016-09-09 - ibongneverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
183 views | 6 komentar | nilai: 9.67 (3 user)

Dragon Chapter 86: Mark

"Iya, menunggu kalian," sahut Seven membuat Dragon dan Lucy semakin penasaran.

Setelah berjalan cukup lama, mereka sampai di kota Claw, tepatnya di bar milik Edison.

Seperti biasa, bar milik Edison selalu ramai.

"Aku sampai di sini saja, Seven. Ada urusan yang harus aku selesaikan," ucap Arlaym memperhatikan putrinya, Lumina tertidur di bahunya.

Seven tersenyum sambil menganggukan kepalanya.

"Dia mirip ibunya, Arlaym."

"Terima kasih Seven," balas Arlaym yang berjalan meninggalkan Seven, Dragon, dan Lucy.

"Baiklah, sekarang waktunya kita bergabung di dalam," ajak Seven sambil mendorong Dragon dan Lucy bersama.

Setelah masuk ke dalam bar.

Seven mengarahkan Dragon dan Lucy duduk di meja bar Edison.

Seperti biasa Edison menyapa Seven dan perhatiannya tertuju kepada Dragon.

"Pagi Seven, tidak biasanya kau membawa pasukan datang kemari?"

Seven hanya tersenyum.

"Kau lama sekali kapten," ucap seorang pemuda dengan rambut hijaunya datang mendekat.

"Yo kapten!" seru kru kapal Seven yang duduk di meja paling pojok.

Pemuda itu tersenyum kepada Dragon dan Lucy, di punggungnya dia membawa sebuah pedang dan tameng

Dragon dan Lucy memperhatikan pemuda itu.

"Dia yang aku bicarakan kepada kalian," ucap Seven."Apa kalian mengingatnya juga?"

Dragon dan Lucy memiringkan kepalanya.

"Wahahaha! Aku menang Rossi! Lihat, mereka tidak mengenali Mark!" seru seorang pria gendut, salah satu kru kapal Seven.

Rossi, sang wakil kapten kru Seven menghela nafas,"sayang sekali padahal mereka masih anak-anak tapi pelupa."

"Mark?" gumam Dragon dan Lucy mendengar nama pemuda di depan mereka.

"Apa kabar kalian Dragon, Lucy?" sapa pemuda bernama Mark itu.

"Ka-kami baik-baik saja, kamu sendiri?" jawab Dragon dan Lucy bersamaan.

"Hahaha... Sebaiknya kau bantu mereka mengingatmu Mark," sahut Seven melihat tingkah aneh mereka bertiga.

"Baiklah kapten," balas Mark."Perkenalkan namaku Mark, aku adalah anak kecil yang kalian selamatkan saat bajak laut lembah kematian datang menyerang desaku."

"Kau!!!!" Dragon dan Lucy sampai terperanjat.

"Ya, itulah aku," Mark tersenyum.

Dragon memegang tangan Mark,"Aku tidak menyangka kita bisa bertemu lagi!"

"Syukurlah kau ternyata selamat juga Mark," ucap Lucy senang.

"Ya, ceritanya sangat panjang Lucy. Setelah Danzu ditangkap oleh kapten, mereka membawaku juga. Dan di kapal kapten, aku belajar banyak hal. Sekarang aku bisa melawan para bajak laut dengan kekuatanku sendiri."

Dragon dan Lucy menanggukkan kepalanya.

Seven tersenyum melihat keakraban mereka bertiga pecah. Dia kemudian menoleh ke Edison,"Ed, bisa..."

Seven terkejut melihat Edison mematung.

"Ed, kau tidak apa-apa?" tanya Seven khawatir.

Edison menarik kerah baju Seven.

"Apa bocah itu, yang bernama Dragon. Apa dia putra kapten?" bisik Edison dengan gemetaran.

Seven tersenyum.

"Jangan tersenyum saja!" bisik Edison dengan kesal.

"Tentu saja, dia adalah putranya Ed. Kau tidak mengenali tongkat kapten yang dibawanya ya?"

Edison memperhatikan tongkat Dragon. Dia semakin terlihat panik.

"Bisa kau berikan menu spesial kepada kami Ed. Biar kau yakin, bagaimana?" tanya Seven sambil melihat sebuah menu yang tidak memiliki harga di papan pesanan.

Edison melihat menu yang dimaksud Seven.

"Kau benar juga Seven, biar aku siapkan."

Seven melihat Edison sangat antusias membuat menu spesial itu.

Beberapa saat kemudian, Edison membagikan beberapa gelas minuman di depan Dragon dan lainnya.

Mereka melihat minuman yang disajikan Edison dengan wajah bingung.

"Ini adalah menu spesial di bar milik Edison. Tidak banyak yang mau memesannya, atau bisa dibilang tidak ada sama sekali," ucap Seven.

"Diamlah kau Seven!" seru Edison tidak terima.

Seven tersenyum,"Ya, kecuali orang itu. Dia yang akan memesan menu spesialmu itu kan Ed?"

"Tentu saja! Makanya aku tidak menghapus menu ini. Aku juga tidak akan menjualnya meskipun ada yang memesan," balas Edison sambil memperhatikan Dragon dengan serius.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 86 - Mark
Penulis : ibongneverland

"Paman kenapa?" tanya Dragon menyadari tatapan Edison.

Edison langsung membalikkan tubuhnya,"Aku tidak apa-apa!"

Dragon menggaruk-garuk kepalanya.

Seven dan yang lainnya tertawa.

Saat Mark mencicipinya, dia tidak meneruskan meminum minuman itu.

"Rasanya aneh."

Seven tersenyum melirik Edison yang gemetaran.

"Giliranmu Lucy," ucap Seven.

Lucy mengambil gelas yang diletakkan di depannya, kemudian meminumnya.

Lucy mengerutkan dahinya,"Tidak ada rasanya."

Seven kembali tersenyum melihat Edison.

"Waaah!!!"

Seven terkejut.

Dragon sudah menghabiskan minumannya.

"Aku belum menyuruhmu minum Dragon," ucap Seven.

Dragon tertawa sambil menggaruk kepala belakangnya.

"A-apa yang kau rasakan dari minuman itu?" tanya Edison penasaran.

Dragon memperhatikan kembali gelasnya, sambil terlihat berpikir.

"Tidak ada."

"Heh???!!!" Seven dan yang lainnya kaget.

"Tapi rasanya menyegarkan, aku merasa kekuatanku kembali penuh," ucap Dragon menambahkan.

Edison langsung menangis.

Dragon keheranan.

TIba-tiba Edison mengusir pelanggannya semua, lalu mengganti papan di depan barnya dari tulisan buka menjadi tutup.

Secepat kilat, dia memeluk Dragon dengan eratnya.

"Aregh!!! Apa yang kau lakukan! Sakit!" teriak Dragon kesakitan.

"Hahaha... Ya, dialah Edison, koki di kapal ayahmu dulu, Dragon," ucap Seven."Dia adalah orang yang sangat dekat dengan kakak-kakakmu."

"Akhirnya kita bertemu... Aku sudah tidak sabar menanti hari ini," ucap Edison menangis bahagia.

Beberapa saat kemudian, mereka semua duduk bersama.

Edison mulai menceritakan tentang dirinya di kapal milik kaptennya dulu.

"Aku adalah koki kapal, aku bertemu dengan ayahmu di dekat benteng merah. Dia menyelamatkanku dan memberikanku kesempatan untuk menjadi koki di kapalnya."

Edison sudah menghabiskan puluhan gulung tisu, padahal baru bercerita sedikit.

"Aku dulu membantu ibumu, merawat kakak-kakakmu. Silva, Rosinante... Aku benar-benar rindu dengan kenakalan mereka. Dan saat aku dengar kabar, kau lahir. Aku ingin sekali merawatmu seperti kakak-kakakmu... Tapi aku tidak bisa... Maafkan aku!"

Edison menangis dengan kerasnya.

Saat Edison menangis, Seven mengatakan sesuatu kepada Dragon.

"Edison sangat dekat ibumu, dia tidak pernah sedikit pun mengalihkan pandangannya dari Silva maupun Rosinante. Dia seperti pengasuh bagi mereka."

Dragon hanya tersenyum mendengarnya.

Edison tiba-tiba terdiam.

"Natasha adalah wanita paling baik di dunia ini, dia adalah malaikat yang nyata. Aku benar-benar tidak percaya, dia harus mati dengan cara seperti itu... Huwa!!!!"

Dragon menutup telinganya karena Edison meledak tangisannya.

"Apa dia dulu memang seperti ini Seven?" tanya Dragon heran.

Seven tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

Edison mengusap air matanya, kemudian berdiri.

"Ada hal yang ingin aku perlihatkan kepadamu Dragon. Ikutlah denganku," ajak Edison menuju ke sebuah pintu di belakang meja bar miliknya.

Dragon berdiri, diikuti Lucy.

"Ikutlah dengan mereka Mark," ucap Seven menyuruh Mark.

Mark ikut berdiri kemudian mengikuti Dragon dan Lucy.

"Kapt, apa kau tidak ikut?" tanya Rossi sambil menyalakan rokoknya.

Seven menggelengkan kepalanya.

"Dia ada di luar tempat ini," jawab Seven sambil memperhatikan tembok bar milik Edison.

Kru kapal Seven bengong karena tidak paham dengan maksud kaptennya itu.

Di luar bar milik Edison, Shark bersandar sambil memakan buah apel. Dia tersenyum sendiri.

"Seharusnya kau masuk GRA Seven, kemampuan Teknik Soulmu sudah melebihi seorang anggota GRA... Hah... Kau menang kali ini, aku simpan bocah itu untuk nanti."

Shark membuang apel yang dimakannya begitu saja lalu meninggalkan bar milik Edison.

Seven tersenyum sendiri, "Sebaiknya memang begitu Shark."

Kemudian memperhatikan kru kapalnya.

"Festival sebentar lagi, saatnya berpesta kawan!"

"Yo! Kapten!" teriak kru kapal Seven bersamaan.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 87

SHiniGami GhoUL
2017-02-15 10:44:02
Lanjjutttt..!!!!
Rifky D Dragnel
2016-09-11 11:58:35
Sepertinya dragon dan lucy akan belajar teknik baru di situ
Aerilyn Chan Kawai
2016-09-11 11:02:00
tangisannya itu, mungkin terlihat lebay untuk orang tua
Ras D Luffi
2016-09-11 04:34:19
Seharusnya masuk GRA? Boleh2, lanjut brader!
Ade Aja
2016-09-10 19:07:17
Sebuah pertemuan yg mgharukan buat Edison krn brtmu dgn ank kapten Black Dragon, dan aq tak menyangka trnyta Seven seorg kpten bhkan seorg Gra ya Mas. Shark sja agk minder tuch jka berbicra dgn seven.
Dzibril Al Dturjyana
2016-09-10 13:01:00
pengen lian pertarungan shaqk
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook