VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 85

2016-09-09 - ibongneverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
184 views | 13 komentar | nilai: 9.6 (5 user)

Dragon Chapter 85: Arlaym

Sementara itu, kapal milik Dragon akhirnya berlabuh di dermaga kota Wings. Ribuan kapal mewah, besar, dan lengkap dengan peralatan perang berjajar di dermaga itu.

Dragon memperhatikan ratusan orang memadati kota pesisir pantai itu.

"Luar biasa, pulau Hantaa ternyata sebesar ini!" kagum Dragon.

Lucy dan Lumina mempersiapkan beberapa bekal untuk mereka. Dia mendekati Dragon lalu menepuk bahu Dragon dari belakang.

Dragon menoleh.

"Kau tidak membawa ketimunmu?" tanya Lucy.

Dragon kaget, kemudian bergegas masuk ke dalam ruang kapal lagi.

"Haha... Dragon jadi aneh kalau bicara tentang ketimun," tawa Lumina.

"Ya, anak itu memang aneh, Lumina," ucap Lucy mengiyakan ucapan Lumina.

"Ngomong-ngomong, kau pernah ke kota ini Lumina?"

Lumina menggelengkan kepalanya.

Lucy terlihat tidak bersemangat,"Huff... Sepertinya kita tidak tahu harus mulai darimana."

"Oke! Aku sudah siap!" seru Dragon sembari membawa sekarung ketimun di punggungnya.

Lucy kesal langsung menendang Dragon hingga ketimun yang dibawanya berserakan di lantai kapal.

"Apa yang kau lakukan Lucy!" teriak Dragon marah.

"Siapa suruh bawa ketimun sebanyak itu, kau harusnya tahu kalau kita tidak akan lama di tempat ini," balas Lucy.

Dragon hanya memasang wajah kesal sambil memunguti ketimunnya.

Dragon, Lucy dan Lumina mulai menyusuri kota Wings, berharap mereka bisa menemukan orang tua Lumina.

Setiap orang yang mereka temui, Dragon dan Lucy menanyakannya kepada Lumina.

Dan jawaban Lumina selalu gelengan kepala.

Setelah lama mencari, Dragon dan Lucy beristirahat di sebuah taman.

"Green harusnya ikut, jadi dia bisa memasak di saat kita istirahat seperti ini," keluh Dragon.

Lucy menyodorkan sepiring makanan kepada Dragon.

"Green sudah mempersiapkan semuanya," ucap Lucy melihat Dragon dengan rakus memakan makanan yang diberikannya."Selain itu, Green juga lebih senang tinggal di kapal."

Lucy memperhatikan Lumina yang asik bermain sendiri di taman.

"Lumina memang masih kecil, tapi dia tidak terlalu memikirkan dengan apa yang terjadi padanya. Beruntung kita bersama anak sesemangat dia," ucap Lucy.

"Seumuran kita, aku rasa kita juga seperti Lumina kan Lucy?" heran Dragon sambil makan.

Lucy mengangkat kepalanya, memandang langit biru dengan awan putih yang menenangkan.

"Kita masih punya Kakek dan Nenek Dragon," ucap Lucy.

Dragon hanya menangkat alisnya lalu melanjutkan menghabiskan makanannya.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 85 - Arlaym
Penulis : ibongneverland

"Dragon!" teriak Lumina ketakutan sambil berlari mendekati Dragon.

"Kau kenapa ketakutan Lumina?" tanya Lucy sambil melihat di sekitar mereka duduk.

"Dia, dia menyeramkan!" tunjuk Lumina ke arah seorang pria yang berdiri agak jauh dari tempat Dragon dan Lucy duduk.

Pria yang ditunjuk Lumina tersenyum, lalu berjalan mendekati Dragon dan Lucy.

"Dia kemari," gumam Lucy yang sudah berdiri sambil memegang gagang katananya.

Lumina memeluk Dragon, Dragon berdiri dan menatap tajam pria yang datang mendekati mereka.

Bekas luka di mata kirinya terlihat jelas saat rambut putihnya tersapu angin. Wajahnya yang tidak asing akhirnya kelihatan. Shark, pria itu adalah Shark.

Dragon dan Lucy merasakan hawa yang buruk saat Shark berjalan mendekati mereka.

"Entah kenapa, tubuhku rasanya gemetaran sendiri Dragon," ucap Lucy menyeka keringat di wajahnya.

Dragon menanggukkan kepalanya karena dia merasakan hal yang sama.

Setelah dekat dengan Dragon dan Lucy, pria itu berhenti tepat di depan Lucy.

"Danger, benarkan kau Danger, Nona?" tanya Shark.

Lucy semakin gemetaran, bibirnya benar-benar tidak dapat digerakkan.

Dragon memegang lengan Lucy,"Jangan tatap matanya."

Lucy menoleh, mendadak tubuhnya menjadi biasa kembali.

"Teknik Soul?!!" gumam Lucy.

Dragon menanggukkan kepalanya seperti mengetahui apa yang membuat Lucy terkejut.

Shark tersenyum, terlihat tangan kanannya mengepal.

Traangg!!!! Shark yang melesatkan pukulan secepat kilat ke arah Lucy mengenai sebuah pedang besar yang tiba-tiba muncul di depan Lucy persis.

Lucy dan Dragon sampai tidak menyadarinya. Mereka berdua akhirnya terkejut dan berjalan mundur.

Dengan tangannya yang masih menempel di pedang, Shark menoleh ke arah orang yang memegang pedang itu.

"Mengejutkan," ucapnya.

Dragon terpancing emosi, saat dia akan mengeluarkan asap birunya.

Blaaarr!!!! Pria dengan pedang besar menghantamkan pedangnya ke Dragon dan membuat Dragon terlempar hingga menghancurkan rumah di belakangnya.

Orang-orang mulai berdatangan melihat apa yang terjadi.

Sekali lagi, pria yang memegang pedang itu mengarahkan pedangnya di depan tangan Shark.

"Anak-anak ini dibawah pengawasanku, jika kau menginginkannya. Aku tidak keberatan menebasmu," ucap pria dengan pedang itu.

Shark menarik tangannya lagi. Dia tersenyum memperhatikan Lucy yang terdiam ketakutan kemudian mengalihkan pandangannya ke arah pria dengan pedang itu.

"Kau mengundang penonton, wakil kapten," ucap Shark sembari membalikkan tubuhnya.

"Aku akan menemui anak itu lagi. Kapan pun aku tidak masalah, aku suka menunggu. Semakin lama, semakin puas untuk menghabisinya."

Setelah Shark berlalu, orang-orang mulai kembali ke aktifitasnya masing-masing.

"Kau tidak apa-apa Nona?" tanya pria dengan pedang itu.

Lucy menganggukkan kepalanya, mulutnya masih gemetaran sendiri.

Pria berambut putih panjang itu menyarungkan pedangnya ke punggung dan melihat ke arah Lumina.

"Lumina!!!"

Lumina dengan mata berkaca-kaca langsung melompat ke arah pria itu.

"Papa!!!" teriak Lumina.

Pria yang ternyata ayah Lumina itu memeluk erat putrinya itu. Air matanya keluar, dengan wajah yang dingin, ayah Lumina tidak dapat menyembunyikan kebahagiaan yang tertuang dalam air matanya.

Bruak! Dragon bangkit dari puing-puing rumah, tubuhnya diselimuti asap biru. Pandangannya tajam ke arah ayah Lumina. Sambil melesat ke arah ayah Lumina, Dragon mengayunkan tongkatnya.

Tap!!! Tongkat Dragon tiba-tiba ditahan seseorang dan membuat Dragon kaget karena dengan mudahnya orang itu menghentikan serangannya.

"Siapa kau!" teriak Dragon marah.

Pria dengan topi koboi itu tersenyum,"Lama tidak berjumpa Dragon. Kau mungkin sudah lupa, tapi coba aku ingatkan lagi."

Dragon menatap pria bertopi koboi itu dengan serius, dia tetap tidak mengenal pria itu.

"Hahaha... Ternyata kau memang sudah lupa," ucap pria itu sembari melepas topi koboinya.

"Aku Seven, pemburu bajak laut yang datang ke perkampungan utara waktu itu."

Dragon terdiam saking kagetnya. Berangsur-angsur asap biru ditubuhnya menghilang. Matanya pun berubah normal kembali. Perlahan dia menurunkan tongkatnya yang dipegang oleh Seven.

Dragon menunduk.

Seven menggerakkan kepalanya,"Kau tidak apa-apa kan Dragon?"

"Maaf... Seharusnya aku tidak berteriak kepadamu.." ucap Dragon merasa bersalah.

Seven langsung mengusap rambut Dragon.

"Hahaha... Jangan kau perlihatkan sifat kapten kepadaku Dragon, benar begitu kan Arlaym?" ucap Seven sambil menoleh ke ayah Lumina.

Arlaym, ayah Lumina menoleh ke Seven dan Dragon, kemudian menanggukkan kepalanya.

"Shark adalah orang berbahaya, siapa pun yang berurusan dengannya tidak akan pernah selamat," ucap Arlaym sambil melepas pelukan Lumina, lalu menggendong Lumina dengan tangan kanannya."Aku tidak suka dia menyerang anak kecil. Kebetulan juga ternyata kalian yang berhadapan dengannya."

Mata Dragon dan Lucy melebar, mereka teringat puing-puing kapal yang hancur dan mayat-mayat yang terapung di lautan.

Pria yang tiba-tiba menyerang mereka ternyata adalah orang yang mereka waspadai selama ini. Tapi kenapa dia tiba-tiba menyerang.

Lucy terlihat serius.

"Dia, dia mencoba menyerangku," ucap Lucy.

Seven menghela nafas.

"Aku sudah bicara pada Arlaym tentang kedatangan kalian. Dan sebuah keberuntungan, kami bisa menemukan kalian tepat pada waktunya," ucap Seven.

Lucy bingung dengan ucapan Seven.

"Orang itu mengincar keluargamu, Lucy. Dia mengincar semua keluarga Danger," ucap Seven melanjutkan.

"Mengincar keluargaku? Me-memangnya apa salah keluargaku padanya?" gumam Lucy gemetaran.

"Itu adalah cerita masa lalu, dan ternyata bocah itu sama sekali tidak melupakannya. Dia termasuk manusia pendendam," ucap Arlaym.

"Lupakan tentang dia, kalian sekarang aman dengan kami," Seven tiba-tiba memeluk pundak Dragon."Sebaiknya kita ke bar Edison, ada seseorang yang menunggu kalian berdua di sana."

"Menunggu kami berdua!??" Lucy dan Dragon saling berpandangan.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 86

SHiniGami GhoUL
2017-02-15 10:25:32
Waahhh.... Sungguh mengejutkann...
FansnyaFujiokaNagisa
2017-01-02 13:20:28
Arlaym pacarnya si vampir loli muncul disini
Rifky D Dragnel
2016-09-11 11:47:28
Jadi keluarga lucy termasuk anggota gra
Ras D Luffi
2016-09-11 04:24:31
Lanjut terus
Ade Aja
2016-09-09 19:13:58
Dichpter x ini ceritaNy ckp byk kejutan mas Adhe, yah setelah ckp lma prjlnan kru Dragon, akhirNy mrka smpai jga ke pulau Hantaa atau tpatny kota wings. Dan sesmpaiNy dsna.
Aerilyn Chan Kawai
2016-09-09 14:13:07
penasaran dengan wajah si shark,
Gawa Ilahi
2016-09-09 13:51:36
Wow ane tercengang bacanya
Dzibril Al Dturjyana
2016-09-09 11:06:50
lanjutkan sajala.
Shark
2016-09-09 10:40:23
Lanjut aj
Daulay
2016-09-09 10:15:15
Oh......Jd GRA itu termasuk keluarga Danger ya. Jadi tambah penasaran ni.......... Lanjut aja de,,,,,,,,,,!!
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook