VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 84

2016-09-06 - Ibong Neverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
211 views | 10 komentar | nilai: 9.25 (4 user)

Dragon Chapter 84: Bar di kota Claw

Suara burung elang terdengar ramai, Lucy mendekati Dragon yang tersangkut di pinggir kapal karena tertidur.

"Bangun Dragon! Kau bisa jatuh jika tidur di pinggiran kapal seperti ini," Lucy menggoyang-goyang tubuh Dragon.

Dragon berusaha membuka matanya, melihat Lucy yang berdiri di depannya.

"Oh, kau Lucy... Apa semua baik-baik saja?" tanya Dragon.

"Ya, sepertinya orang bernama Shark itu sudah tidak berkeliaran di laut sekitar sini," jawab Lucy.

Dragon menghela nafas, "Baguslah..."

Tepat saat Dragon menurunkan kakinya, tiba-tiba dia tercebur di laut karena dia menurunkan kakinya yang berada di sisi luar kapal.

Lucy hanya memasang muka datar melihat Dragon jatuh ke laut,"Huff... Bangunlah Dragon."

Beberapa saat kemudian.

"Lumina!" teriak Dragon kesal.

"Hahaha," Lumina tertawa sambil berusaha menghindar kejaran Dragon.

Lucy memperhatikan Dragon dan Lumina.

"Kalian sudah selesai belum? Kita sarapan dulu," ucap Lucy sedikit kesal.

Dragon berhenti dan menoleh ke Lucy,"Kenapa kau biarkan Lumina menggunakan handukku Lucy?"

"Memangnya kenapa?" tanya Lucy.

"Lihat! Handukku hancur!" seru Dragon memperlihatkan handuknya yang sobek tidakk karuan.

Lucy menopang dagu sambil memasang muka acuh,"Aku sudah bilang padamu untuk mengganti handuk jelekmu itu. Bukankah sekarang kau punya alasan untuk membeli yang baru?"

"Handuk ini adalah handuk kesayanganku! Ini adalah handuk yang aku dapatkan saat menang lomba makan ketimun!" seru Dragon tidak terima.

Tiba-tiba Lumina memanjat tubuh Dragon dan langsung mengigit leher Dragon dari belakang. Karena kaget, Dragon jatuh tertelungkup. Terdengar dia marah-marah tapi tidak terdengar jelas karena wajahnya menempel di lantai kapal.

"Ya, kalau kau ingin dapat handuk dari lomba aneh itu, kembali ke benteng biru lagi saja," balas Lucy."Cepatlah! makanan kalian dingin nanti. Pulau Hantaa juga sudah kelihatan di depan kita."

Dragon kemudian berusaha berdiri, dia memperhatikan pulau kecil di depan kapalnya.

Lumina melepas gigitannya kemudian mengusap mulutnya dan tersenyum senang.

Dragon menoleh ke Lumina, mengulurkan tangannya.

"Sini Lumina."

Lumina mengapai uluran tangan Dragon, kemudian mereka berdua naik ke lantai atas menuju ruang makan.

"Kau akan segera bertemu dengan orang tuamu, jadi berusahalah untuk tidak nakal Lumina," pesan Dragon.

"Iyaaa," jawab Lumina tersenyum sambil mempererat genggaman tangannya.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 84 - Bar di kota Claw
Penulis : Ibong Neverland

Sementara itu di jantung pulau Hantaa kota Claw, di sebuah bar yang ramai. Seorang pria dengan topi koboi berjalan masuk ke dalam bar, lalu duduk di salah satu meja kosong di dalam bar.

"Pagi Ed, aku pesan seperti biasanya,"ucap seorang pria sambil meletakkan topi koboinya di atas meja. Dia melihat seorang pelayan bar yang sedang sibuk membuatkan minuman.

"Pagi Seven, kau kelihatan lebih muda sekarang. Apa kau menggunakan Stein awet muda ya? Benarkan?" balas Edison nama pelayan bar itu.

Seven hanya tersenyum.

"Maaf, pesananmu masih menunggu. Ada tamu spesial datang," ucap Edison menoleh ke pelanggan yang berdiri di depan barnya. Edison membuatkan sebuah minuman, lalu mengantarnya sendiri ke meja Seven.

"Kau sendirian Seven?"

"Ya, mereka masih di kapal. Sebentar lagi mereka akan sampai ke sini," jawab Seven sambil menerima minuman pemberian Edison.

Edison bukannya kembali ke bar, dia malah ikut duduk di meja Seven.

"Kau dengar tentang Milestone, Seven?" bisik Edison sambil mendekatkan kepalanya ke Seven.

Seven tertawa kecil.

"Kau? Malah tertawa," heran Edison.

"Ya, aku sudah mendengar tentang Milestone. Adik dari Black Fox mencoba merebut sebuah kerajaan," ucap Seven sambil tersenyum.

Edison bukannya senang mendengar jawaban Seven, dia malah terlihat kesal.

"Kau memang menjengkelkan seperti biasanya Seven," ucap Edison. Dengan suara pelan, dia kembali memperjelas pertanyaannya,"Anak kapten, benar dia di Milestone, bukan?"

"Ya, kau tahu itu Ed," jawab Seven tersenyum.

Dengan mata bersinar, Edison menepuk tangannya.

"Aku tidak sabar bertemu keponakan kecilku!"

"Bukankah Silva baru-baru ini menemuimu?" tanya Seven sambil meminum minumannya.

Edison menaruh jari telunjuknya di depan mulutnya. Memberi isyarat Seven untuk diam.

"Jangan membicarakan tentang keluarga kapten di tempat ini Seven," bisik Edison dengan wajah serius.

"Haha... Kau sendiri yang memulainya, Ed."

"Argh! Bukan itu maksudku... Aku hanya ingin memastikan tentang kabar itu memang benar atau tidak," balas Edison.

Tiba-tiba wajah Edison menegang, dan sedikit pucat.

Seven yang melihat Edison, menoleh untuk melihat hal yang membuat Edison pucat.

Seorang pria dengan pedang besar di punggungnya berjalan melintas di depan bar milik Edison. Rambut putihnya yang panjang bergerak seirama langkah kakinya.

"Apa kita perlu mengadakan reuni, Ed?" tanya Seven.

"Ekh?!" Edison kaget sendiri karena terlalu memperhatikan pria dengan pedang besar setelah mendengar pertanyaan Seven."Aku tidak mau bertemu dengan dia lagi. Kau tahu, dia pernah menghancurkan ruang memasakku. Dan dia tidak pernah meminta maaf atas hal itu."

Seven tertawa.

"Kau menertawakanku Seven? Jangan-jangan kau memihak si rambut putih ya?" Edison serius bertanya kepada Seven.

"Ed. Kita semua keluarga, kau seharusnya bisa memahaminya seperti apa yang kapten lakukan kepada kita dulu," balas Seven sambil berusaha berdiri lalu mengeluarkan beberapa receh uang dari saku celananya.

"Aku tidak minat dengan uang jelekmu itu Seven," ucap Edison mengetahui maksud Seven mengeluarkan uang dari celananya.

"Tidak Ed, aku pelanggan di sini. Kau tidak bisa menolak uang ini," ucap Seven memaksa Edison menerima uangnya.

Edison malah berjalan kembali ke barnya, membiarkan Seven mengulurkan tangannya yang menggenggam uang.

Seven tersenyum sambil mengenakan topi koboinya.

"Hei Seven! Kita sudah menjadi keluarga. Aku tidak akan meminta sepersenpun uang dari keluargaku sendiri! Ingat itu," seru Edison.

Seven tertawa,"Hahaha... Ya... ya... Baiklah Ed. Terima kasih. Aku mungkin akan kembali lagi nanti. Oh iya, apa kau titip salam untuk wakil kapten kita?"

Edison mendadak pucat. Lalu menggerakkan tangannya, memberi isyarat tidak kepada Seven.

Seven tersenyum sembari berjalan meninggalkan bar milik Edison.

"Ed, aku pesan Black Soda," pesan seorang pria yang duduk di depan meja bar.

"Sudah lama kau duduk di situ, Shark?" tanya Edison dingin.

Pria bernama Shark itu tersenyum,"Tentu saja. Aku bahkan bisa mendengar obrolan kalian tentang putra Black dan wakil kaptennya."

Edison tidak terkejut dengan ucapan Shark seperti hal itu adalah hal yang biasa. Dan dengan santai, Edison membuatkan pesanan Shark.

"Untung saja itu kau, coba jika orang lain. Aku sudah pasti membunuhnya," ucap Edison sambil memberikan minuman pesanan Shark.

Shark meminum minuman pesanannya lalu meletakkan gelasnya di atas meja bar.

"Aku tidak tertarik dengan keluarga para Black. Aku hanya tertarik dengan keluarga para GRA," ucap Shark tersenyum sembari meletakkan uang lalu meninggalkan bar milik Edison.

Edison yang sedang mengelap sebuah gelas terdiam memperhatikan Shark.

"Keluarga GRA? Siapa yang dimaksud orang itu?" gumam Edison.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 85

SHiniGami GhoUL
2017-02-15 09:16:19
Wahwahhh... More excited...
Ueno The Best Girls
2017-01-01 16:51:20
Mantab bang Ibong Neverland
ThE LaSt EnD
2016-09-12 14:56:43
hmm..trtingal crita dia tertarik dg lucy..
Gawa Ilahi
2016-09-08 12:04:33
Apa GRA itu?
CANDRA
2016-09-08 09:48:40
Bener tu Siapa ini Shark,,,,,,,,,,,,, Dan apa juga itu GRA,,,,,,,,,,Jadi penasaran lanjunnnnnt.........
Ade Aja
2016-09-07 19:31:34
Akhirnya kru dri Black Dragon mncul jga, jd sprti kmbli pd msa2 nostalgia dulu. tpi siapa sbenarNy Shark ini blm ada pnjelsan dan lgi knp Shark lbih trtarik kpd kluarga Gra...
Aerilyn Shilaexs
2016-09-07 15:55:39
para mantan kru bajak laut?
Rifky D Dragnel
2016-09-07 09:38:56
keluarga gra siapa itu dan kenapa sharks mengincarnya
kyoushi
2016-09-06 22:32:08
Kenapa shark mengincar GRA
Zihime Rughite
2016-09-06 20:38:04
Lanjutkan!! Penasaran itu seru.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook