VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 81

2016-09-02 - Ibong Neverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
194 views | 11 komentar | nilai: 9.25 (4 user)

Dragon Chapter 81: Uang Bukan Segalanya

"Bapak! Kami kembali!" seru Dragon masuk ke dalam toko.

Dari dalam ruangan, terdengar langkah kaki seseorang, bapak pemilik toko melihat Dragon dkk sudah duduk di dalam rumahnya.

"Ah kalian lagi, selamat datang di toko kejujuran," sapa bapak pemilik toko dengan ramahnya.

"Ya. Bapak apa kau juga menjual makanan dan minuman?" tanya Dragon sambil memakan ketimun yang diambilnya di toko itu.

"Tentu saja, apa kalian mau pesan sesuatu?"

"Waah!!! Ini ketimun dari pulau Buah-buahan!" seru Dragon dengan mata bersinar.

Bapak pemilik toko tersenyum,"Iya, kau benar anak muda. Semua bahan makanan di tempatku ini berasal dari pulau-pulau terbaik pemasok bahan makanan."

"Pak, bisa kau buatkan aku minuman terbaik di toko ini? Untuk kami semua," pinta Lucy.

"Tentu saja nona, aku akan segera kembali," jawab bapak pemilik toko bergegas masuk ke dalam dapur rumahnya.

Tidak lama kemudian, dia sudah kembali membawakan beberapa minuman.

"Silahkan menikmati, ini adalah minuman terbaik dari tokoku," Bapak pemilik toko membagikan minuman ke atas meja.

Dragon dan Lucy langsung meminumnya.

Green membantu Lumina mengambilkan gelas minuman untuknya.

Dragon dan Lucy tiba-tiba berwajah pucat.

Saat mereka melihat Lumina dan Green akan meminum minumannya, Dragon dan Lucy mencegahnya.

"Maaf pak, minumannya..."

"Ya, ada apa dengan minumannya?"

"Asin sekali," ucap Dragon dan Lucy bersamaan.

"Hah?! Benarkah?" kaget bapak pemilik toko."Coba aku cicipi."

Bapak pemilik toko mengambil segelas minuman yang belum diminum.

"Bueeeh!!!"

"Asin sekali!" seru bapak pemilik toko.

"Sepertinya aku salah menuangkan garam di minuman kalian," ucap bapak pemilik toko menambahkan.

Dragon dan Lucy memasang wajah datar.

"Green, bisa kau bantu bapak itu membuatkan minuman?"

"Green!" Green bergegas masuk ke dalam dapur bersama bapak pemilik toko.

Beberapa saat kemudian.

"Segar sekali!" seru Dragon setelah meminum minumannya.

"Benar-benar terasa menyegarkan!" kagum bapak pemilik toko.

"Apa kalian menjual makhluk ini?"

"Tentu saja tidak!" seru Dragon.

"Dia adalah teman kami, pak. Dia tidak akan pernah dijual," lanjutnya.

"Haha... Maaf aku hanya bercanda," ucap bapak pemilik toko.

Dragon tersenyum.

"Jadi apa kau mau menukarkannya dengan bahan makanan yang ada di sini?"

Dragon menyemprotkan minumannya.

"Dia juga tidak untuk ditukar!" seru Dragon kesal.

"Haha... Aku pikir bisa ditukar," ucap bapak pemilik toko.

Dragon memperhatikan meja dan mendapati segelas minuman masih utuh.

"Lucy, minuman punya siapa ini?"

"Fuyuki," jawab Lucy.

"Dimana anak itu?" tanya Dragon sambil memperhatikan di sekitarnya.

Lucy beranjak dari kursinya, berjalan mendekat ke tempat bahan makanan diletakkan. Lucy mendapati Fuyuki tertidur di bawah kolom meja.

"Anak itu di sini," ucap Lucy jongkok dan melihat Fuyuki tidur.

"Heh? Tidur di toko? Tidak sopan sekali, memangnya dia kira ini tokonya," gerutu Dragon berjalan mendekati Lucy.

"Biarkan saja anak muda, anak itu memang suka tidur di situ," ucap bapak pemilik toko.

Dragon menoleh ke bapak pemilik toko kemudian melihat ke Fuyuki lagi.

Mendadak Dragon dan Lucy terkejut sendiri, kemudian saling bertatapan.

"Biasa tidur di tempat ini?!"

"Bapak apa kau kenal dengan Fuyuki?" tanya Dragon dan Lucy bersamaan.

Bapak pemilik toko tersenyum,"Tentu saja, dia putriku."

"Hiyaaaa!!!!" Dragon dan Lucy histeris.

"Sialan, anak ini. Kenapa juga dia bilang ayahnya seorang bajak laut," ucap Dragon dengan kesal.

"Sudahlah, paling tidak, kita sudah menemukan orang tuanya," sahut Lucy menenangkan Dragon.

"Anak itu memang ingin menjadi seorang bajak laut, aku tidak dapat mencegahnya," ucap bapak pemilik toko.

"Tapi anak sekecil itu di lautan luas, kenapa kau tidak berusaha menahannya pak?" tanya Lucy kembali duduk di kursinya.

"Setelah kehilangan ibunya, anak itu menjadi pendiam. Dia suka menyendiri. Dan setiap kali aku berusaha menghiburnya, dia lari ke lautan," jawab bapak pemilik toko.

Dragon dan Lucy terdiam.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 81 - Uang bukan Segalanya
Penulis : Ibong Neverland

"Oh iya pak, aku punya sesuatu untukmu," ucap Dragon sambil meletakkan sekantong uang di meja.

"Apa itu uang, anak muda?" tanya bapak pemilik toko.

"Iya pak. Untuk membantumu membesarkan toko ini," jawab Dragon.

Bapak pemilik toko mendorong kantong uang ke arah Dragon lagi.

"Terima kasih anak muda, tapi bukannya aku tidak mau menerimanya, tapi lebih baik kau simpan saja uang itu," ucap bapak pemilik toko.

Bapak pemilik toko beranjak dari kursinya, lalu berjalan ke pintu tokonya.

"Bukan uang yang aku cari dari toko ini. Aku hanya ingin menikmati sisa hidupku dengan berjualan, seperti mimpiku dengan mendiang istriku."

Dragon dan Lucy terdiam.

"Ah mereka datang," ucap bapak pemilik toko menyadari sesuatu di luar toko.

Dragon dan Lucy bergegas mengikuti bapak pemilik toko berjalan keluar toko.

Sebuah kapal megah dan besar berlabuh di dekat Dragon's Claw.

Semua kru kapal itu mulai turun tak terkecuali seorang pemuda dengan baju super mewahnya.

"Selamat sore ayah, sepertinya tokomu sedang ada pelanggan ya?" sapa pemuda itu.

Bapak pemilik toko tersenyum,"Iya, anakku. Mereka adalah pelanggan tokoku."

Dragon dan Lucy bengong, mereka berdua tidak percaya jika pemuda yang terlihat super kaya itu adalah anak dari bapak pemilik toko.

"Terima kasih telah membeli di toko milik ayahku, semoga membantu kalian," ucap pemuda itu sambil membungkukkan badannya.

"Eh? I-iya kami senang membeli di toko ayahmu ini," balas Dragon dan Lucy.

Pemuda itu terlihat memperhatikan toko,"Apa Fuyuki kabur lagi, ayah?"

Bapak pemilik toko menggelengkan kepalanya,"Tidak, dia tertidur di tempat favoritnya."

"Hah? Benarkah? Tidak biasanya dia tidur di tempat itu lagi," ucap pemuda itu sedikit terkejut.

"Kakak!" teriak Fuyuki yang sudah bangun, dia langsung berlari dan memeluk kakaknya itu.

"Kau kelihatan senang, Fuyuki?" tanya pemuda itu.

"Iya, aku sekarang seorang kapten bajak laut!" seru Fuyuki.

Dragon dan Lucy memasang muka datar.

Pemuda itu tersenyum ke arah Dragon dan Lucy.

Dragon dan Lucy membalas senyumannya.

Tiba-tiba Dragon mendekati Fuyuki dan menjewer telinganya.

"Jadi ayahmu bukan kapten bajak laut ya?"

"Lepaskan dia, bodoh," ucap Lucy sambil memukul kepala Dragon.

"Hahaha... Maafkan adikku ini. Dia memang ingin sekali menjadi anak kapten bajak laut waktu itu. Ya, dia masih anak-anak yang jelas," ucap kakak Fuyuki sambil mengusap-usap kepala Fuyuki.

"Kapten bajak laut waktu itu?" gumam Dragon.

"Jadi kau sudah ingat nama panjangmu, Fuyuki?" tanya Lucy.

Fuyuki menoleh ke Lucy,"Jangan lupa, kau harus memanggilku kapten."

Lucy menundukkan kepalanya.

Sambil berusaha tersenyum, Lucy mengulang ucapannya.

"Jadi... Apa kapten sudah ingat nama panjang... Kapten?"

Fuyuki meletakkan jari telunjuknya dibawah dagu.

"Ah! Tentu saja! Namaku adalah Fuyuki Z... Z... Z... "

Dragon dan Lucy terlihat antusias.

"Z...! Z...!" Fuyuki berusaha keras mengingat nama panjangnya.

"Siapa nama panjangku! Katakan!" teriak Fuyuki sambil menarik-narik baju ayahnya.

Dragon dan Lucy menjadi lemas.

"Tetap saja dia tidak ingat..." lirih Dragon dan Lucy.

"Haha... Maafkan kami, anak muda. Fuyuki memang jarang menggunakan nama keluarga kami, jadi dia mungkin lupa," ucap bapak pemilik toko sambil tersenyum.

"Nama keluarga kami adalah Z..."

Sejenak suasana menjadi hening.

"Z?" Dragon dan Lucy tidak sabar.

"Sepertinya aku juga lupa," ucap bapak pemilik toko.

Grubak! Dragon dan Lucy ambruk.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 82

SHiniGami GhoUL
2017-02-15 07:53:04
Wwahahahahaaaa.... Bapak mahh anak ma aja...
Fuyuki Zirconixena
2017-01-05 20:51:03
Anjeerr... Bapak macam apa itu?? btw kakakku itu Natsu Dragneel laahh...
Clint Mobile Legend
2016-12-31 13:47:38
Zicronixena?
Shineria of Life
2016-09-13 08:30:42
Pft ahahaha. . . Kenapa semuanya pada lupa,
Rifky D Dragnel
2016-09-06 06:54:08
keluarga yang sangat aneh.
Rifky D Dragnel
2016-09-05 21:12:17
keluarga yang sangat aneh
Aerilyn Chan Kawai
2016-09-04 09:28:25
diluar dugaan. Ternyata ayahnya bukan bajak laut
ThE LaSt EnD
2016-09-02 22:10:29
tak ada pertarungan... hmm mimpi dn keinginan memang tak bsa dbli dgn uang. Misteri diblik nama Z..
Ade Aja
2016-09-02 19:39:36
Hmm pantes aja bsa mendirikn toko smpai berulang x, ternyta pemilik tko tsb termasuk golongan org yg ckup berada. Nmun msih tetap mnjdi misteri siapa beliau..
kyoushi
2016-09-02 18:10:56
Keluarga yg koyol
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook