VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 76

2016-08-28 - Adhe Kurniawan > Dragon si Pemburu Bajak Laut
204 views | 6 komentar | nilai: 10 (4 user)

Dragon Chapter 76: Toko di Pinggir Pantai

Sesampainya di kapal, Dragon membawa Hawkeye ke dalam kandangnya. Tak lupa dia memberikan sebuah ketimun di depan kandang Hawkeye.

"Kau yakin memberikannya ketimun?"

"Dia sedang sakit Lucy," balas Dragon.

Lucy hanya tersenyum.

"Apa yang terjadi dengan Hawkeye, Dragon?" tanya Lumina yang berjalan bersama Green.

Dragon berjalan ke pinggiran kapal, dia hendak turun ke bawah untuk mendorong kapal agar lebih ke tengah laut.

"Hawkeye melihat seorang perempuan, kemudian mengejarnya, tapi dia menabrak sebuah pohon dan terjatuh..."

Ngeeek!!! Lucy menarik pipi Dragon.

"Berhenti berbohong kepada anak kecil, bodoh!" seru Lucy yang sudah berdiri di samping Dragon.

Lumina tertawa.

"Hawkeye tadi bertarung dan sayapnya patah. Mungkin 2 atau 3 hari lagi, sayapnya sudah sembuh, Lumina," ucap Lucy.

"Wow! Bertarung! Hebat!" seru Lumina kagum.

Setelah Dragon dan Lucy mendorong Dragon's Claw, mereka mulai melanjutkan perjalanan mereka.

Setelah sehari berlayar, Dragon's Claw sampai di sebuah area bebatuan.

"Apa tidak apa-apa kita lewat tempat ini, Dragon?" tanya Lucy.

"Iya, kau takut?"

"Bukan begitu, tapi area ini penuh bebatuan, siapa tahu ada batu yang berada di dalam laut dan membuat kapal kita bocor nanti," balas Lucy.

"Tidak mungkin, kalaupun bocor, nanti kita tinggal tambal saja," balas Dragon.

Lucy kembali menarik pipi Dragon,"Aku tidak akan mengampunimu jika sampai kapal ini bocor, kapal ini adalah kapal keluargaku."

"Twapi akum ywang menomukannya," ucap Dragon meski pipinya masih ditarik Lucy.

"Aku tidak mau tahu, kau harus menjaga kapal ini tetap utuh sampai kita tiba di sisi barat dunia!" seru Lucy semakin kencang tarikannya.

Dragon berusaha melepaskan tarikan Lucy. Saat terlepas, pipi Dragon bengkak, "Iya aku tahu, aku tahu."

Greeek!!! Sebuah kapal bajak laut tiba-tiba muncul dari balik bebatuan di depan Dragon's Claw.

Dragon dan Lucy menyadarinya.

Dragon berdiri di depan kapal, dia tersenyum senang.

"Akhirnya, sebuah kapal bajak laut!"

Lucy juga bersiap di belakang Dragon, dia memegang satu katananya.

Kapal bajak laut itu juga menyadari kedatangan kapal milik Dragon.

"Hohoho pemburu bajak laut datang ke neraka!" teriak seorang pria besar yang berdiri di depan kapal bajak laut itu. "Akan aku hancurkan kapalmu yang kecil itu penganggu!"

Dragon hanya tersenyum menyeringai mendengar ucapan pria besar itu.

"Aku Rocky, kapten Bajak Laut Banteng Laut akan menghukummu!"

"Datanglah," sahut Dragon bersiap-siap menyerang sambil mengeluarkan kekuatannya.

Lucy terkejut melihat perubahan pada diri Dragon.

Dragon menoleh ke Lucy,"Kau kenapa Lucy?"

Wajah Lucy pucat ketakutan.

Sekujur tubuh Dragon mengeluarkan asap berwarna biru, saat asap itu sedikit memudar, rambut Dragon berubah warna menjadi biru menyala.

Lucy teringat saat Dragon dalam mode Godlike.

"Ka-kau... kau bisa mengontrol kekuatanmu itu Dragon!"

Dragon sedikit terkejut, dia memperhatikan tangannya yang mengeluarkan api berwarna biru kemudian api itu menghilang. Dragon tetap melihat telapak tangannya lagi, api biru keluar dari tangannya lagi lalu menghilang lagi.

"Ada yang aneh Lucy," ucap Dragon melihat ke Lucy.

Lucy menganggukkan kepalanya.

Dragon tersadar bahwa dia sebenarnya sedang bertarung dengan bajak laut, Dragon lalu menoleh ke arah kapal bajak laut banteng laut.

"Heh!!!!!!? Kemana bajak laut itu?" Dragon terkejut lagi melihat sudah tidak ada kapal bajak laut di depan kapal mereka.

Saat Dragon menggaruk-garuk kepalanya, Lucy mendekatinya.

"Dragon, sejak kapan kau bisa mengontrol kekuatanmu itu?" tanya Lucy.

Dragon mencoba memikirkan sesuatu.

"Aku merasa aneh dengan diriku sejak Lumina sering mengigit leherku. Aku merasa lebih mudah mengatur kekuatanku ini,"ucap Dragon.

Lucy menjadi serius.

Dragon mengambil tongkatnya, kemudian meletakkan tongkatnya di depannya berdiri.

Dragon mengarahkan tangannya di atas tongkatnya, tiba-tiba tongkat milik Dragon melayang.

Lucy terkejut.

"Aku sudah bilang padamu Lucy, ada yang aneh," ucap Dragon menangkap tongkatnya yang bergerak naik ke arah tangannya.

"Tapi aku tidak yakin itu semua karena gigitan Lumina, bisa saja karena kita melawan Satosi kemarin?"

Rambut Dragon kembali menjadi hitam, begitu juga warna matanya.

"Kita butuh seseorang untuk menjelaskan semua ini Dragon,"ucap Lucy menambahkan.

Dragon menganggukkan kepalanya.

"Sebaiknya kita berputar ke utara dulu, setelah itu baru ke pulau Hantaa. Area bebatuan ini bisa jadi memang berbahaya untuk Dragon's Claw," ucap Dragon berjalan ke arah kemudi kapal.

Lucy terdiam kemudian tersenyum, "Ya, kapten."


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 76 - Toko di Pinggir Pantai
Penulis : Adhe Kurniawan

Beberapa jam berlayar, sebuah pulau tampak di depan kapal milik Dragon.

"Sepertinya ada sebuah toko di pulau itu, Dragon,"ucap Lucy mencoba memperhatikan bangunan di pinggir pantai.

"Kita berlabuh ke sana dulu, persediaan kita mulai menipis,"

"Ya, baiklah," balas Dragon.

Setelah mereka berlabuh, Dragon dan Lucy mendatangi toko yang dimaksud Lucy.

"Selamat datang di toko kejujuran!" sambut seorang bapak-bapak di depan toko itu.

"Terima kasih pak. Apa toko ini menyediakan bahan makanan?"

"Oh, tentu saja. Semua bahan makanan di sini masih segar-segar," jawab bapak pemilik toko.

Lucy heran karena bahan makanan yang dijual memang masih segar-segar.

"Apa setiap hari bahan makanan di sini masih segar seperti ini pak?" tanya Lucy.

"Tentu saja, karena toko ini baru berdiri hari ini," jawab bapak pemilik toko.

"Heh?!! Baru buka sekarang?"

"Iya nona, kemarin aku baru saja bangkrut," balas bapak pemilik toko.

"Apa yang terjadi sampai tokomu bangkrut pak?"

"Bajak laut merampok tokoku yang sebelumnya."

"Bajak laut?" Dragon dan Lucy heran.

"Ya, toko ini merupakan toko ke 300 yang aku dirikan,"

"Apa!!!!!"

"Apa setiap hari tokomu dirampok, pak?" tanya Lucy tidak percaya.

Bapak pemilik toko itu menganggukkan kepalanya.

"Di utara pulau ini, ada sebuah daerah lautan yang jarang di jamah para pemburu bajak laut. Di sana merupakan markas seorang bajak laut yang hebat. Setiap harinya, mereka mengirim sebuah kapal untuk merampok tokoku ini," ucap bapak pemilik toko menjelaskan.

"Tu-tunggu... tunggu dulu. Jadi bapak tahu kalau bajak laut itu selalu datang ke tokomu ini?"

Bapak pemilik toko menganggukkan kepalanya.

"dan bapak tetap membuka toko baru meski setiap hari mereka merampok toko bapak?"

Bapak pemilik toko menganggukkan kepalanya lagi.

"Kau pasti bercanda kan pak?!!" Lucy histeris.

"Haha tidak nona. Membuka toko adalah usaha pertamaku dan mendiang istriku dulu. Kami berdua bahu membahu mendirikan sebuah toko di sini. Dan sejak itu, aku berniat untuk tetap mempertahankan toko itu meski harus dimulai dari awal lagi," ucap bapak pemilik toko sambil tersenyum.

Lucy dan Dragon terdiam.

"Apa yang terjadi dengan istrimu, pak?"

"Istriku meninggal karena sebuah badai yang hebat. Waktu itu, aku mengajaknya untuk berlindung, namun dia memilih menjaga toko kami. Toko kami pun terseret ombak yang ganas, dan tiga hari kemudian, aku menemukan jasad istriku terikat beberapa bahan makanan yang kami jual di toko kami itu," jawab bapak pemilik toko.

Lucy menundukkan kepalanya.

"Maafkan kami sudah lancang menanyakan hal itu, pak,"ucap Lucy merasa bersalah.

"Oh, tidak apa-apa nona. Baru pertama kali ini aku menceritakan cerita ini, karena belum ada seorang pun yang menanyakan hal ini kepadaku," ucap bapak pemilik toko.

Lucy tersenyum.

"Aku butuh banyak bahan makanan, apa bapak bisa membantuku?"

"Ya, toko ini menyediakan banyak bahan makanan terbaik," ucap bapak pemilik toko senang.

Dragon serius melihat ke arah laut.

Lucy menoleh ke Dragon, "Kau kenapa Dragon?"

"Mereka datang."

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 77

Kuroko Akashi
2017-02-14 22:30:51
WaahHhh... Hebat tuhh Bapak"... (Y)
Ade Aja
2016-08-29 20:11:09
Buset dach, bajak lautnya ampe kbur gara2 perubhan pd diri dragon. Dan apa benar krn gigitan lumina berpengaruh pd kekuatan dragon, umm sepertinya itu tdk mgkin mas. Atau jgn2..??
Rifky D Dragnel
2016-08-29 13:51:33
Wow bangkrut sampai 300 kali dan masih tetap jualan hebat
Gawa Ilahi
2016-08-29 08:39:18
Sugoi 300x
ThE LaSt EnD
2016-08-28 15:58:49
eh, bajak laut Banteng laut kabur ? hmm, spertinya dragon akn menetap smentra wkt untuk membntu bapak itu.
Aerilyn Shilaexs
2016-08-28 15:19:29
aku salut sama pemilik toko itu, meski berulang kali bangkrut ia terus membangun kembali tokonya, tapi sampai 300 kali sangat berlebihan
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook