VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 75

2016-08-27 - ibongneverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
167 views | 6 komentar | nilai: 9.67 (3 user)

Dragon Chapter 75 : Teknik Soul

Dragon menceritakan semua yang terjadi di pulau itu. Sang kapten Ryuga terlihat mengerti, dia mengangguk beberapa kali.

Ryuga melihat jasad prajurit angkatan laut yang dipenggal kepalanya.

Dia menghela nafas.

"Apa kau tahu pria itu siapa, kapten?" tanya Lucy.

Ryuga mengerutkan dahinya, mencoba menebak orang yang dimaksud Lucy.

"Apa ada tanda khusus pada orang itu, cucu jendral?"

"Apa ya..." ucap Lucy sambil menopang dagu. Lucy melirik Dragon,"Dragon!"

"Ada tanda x di pipinya," ucap Dragon sambil memperhatikan Hawkeye.

Ryuga mendadak menjadi serius,"Seperti dugaanku."

"Kau tahu tentang pria itu, kapt?" tanya Lucy terkejut.

Dragon menoleh ke arah Ryuga sambil mengelus-elus bulu Hawkeye.

Ryuga menganggukkan kepalanya.

Beberapa saat yang lalu di sebuah kapal besar yang mulai berlayar kembali, pria dengan tanda x di pipi menyeret kapak besarnya menuju ke tengah kapal.

"Pimpinan! Ada armada angkatan laut mendekat pulau Kyodai," ucap seorang kru kapal kepada pria itu.

"Aku sarankan kau untuk tidak mendekatinya, Satosi," sahut seorang pria yang duduk di pinggiran kapal sambil memakan buah apel.

Pria bernama Satosi itu menoleh ke pria yang duduk di pinggir kapal.

"Maksudmu Reiju?" tanya Satosi.

"Sparkling Crow," jawab Reiju.

Satosi tersenyum, "Aku yakin bukan hanya itu alasannya, ya kan?"

Reiju mengangkat tangan kanannya seperti menunjuk sesuatu di depannya.

"Red Arm."

"Sial! Bocah-bocah itu kenapa ikutan datang kemari," geram Satosi memukulkan kapaknya ke lantai kapal. "Hubungi pimpinan divisi Kyodai untuk tidak bergerak sampai aku memberi perintah kepadanya lagi."

"Mereka sudah kalah, Satosi. Seseorang juga merebut Stein api yang didapatkannya," Reiju menambahkan.

"Pelakunya?"

"Jangan tanyakan aku, aku di sini hanya menumpang kapal megahmu ini saja hahaha," ucap Reiju sambil tertawa terbahak-bahak.

Satosi menghela nafas.

"Bagaimana dengan perkumpulan para pemburu itu, Reiju?"

"Pemburu bajak laut adalah noda kecil untuk kita, biarkan saja mereka bersenang-senang. Setelah dunia ini kita kuasai, kita tinggal bersihkan noda itu hahaha," jawab Reiju.

Drap! Drap! Drap! Seorang kru kapal Satosi berlari tergesa-gesa ke arah Satosi.

"Pimpinan, ada surat dari markas pusat untukmu," ucap kru kapal itu sambil menyerahkan secarik surat kepada Satosi.

Satosi kemudian membaca isi surat itu, wajahnya semakin cemberut.

"Hei, Satosi. Langit akan runtuh jika kau terus memasang wajah seperti itu," ejek Reiju.

"X memintaku untuk membawakan seorang bocah naga kepadanya,"

"Lalu apa yang membuatmu sedih?"

Satosi tak henti-hentinya menghela nafas. Dia membuang surat yang dibawanya kemudian berjalan menuju ke dalam ruang kapal meninggalkan Reiju yang duduk di pinggiran kapal, "Aku bertemu bocah itu beberapa jam yang lalu, Sialan!"

Reiju menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum. Pandangannya menerawang jauh ke garis horizontal lautan.

"Kebebasan adalah mutlak," ucap Reiju tiba-tiba kemudian tersenyum penuh kepuasan.

Sementara itu di tempat Dragon dan Lucy.

Ryuga terlihat serius.

Dragon dan Lucy terlihat sangat terkejut.

"Jadi yang bertemu denganku adalah wakil pemimpin pasukan pemberontak?" tanya Dragon tidak percaya.

Ryuga menganggukkan kepalanya.

"Namanya Satosi, si Penjagal. Dia dikenal suka memenggal kepala musuhnya. Entah pria atau wanita, entah dewasa atau anak-anak, entah manusia atau hewan. Dia selalu melakukan hal itu."

'Apa kau tahu kekuatan apa yang dia gunakan, kapt?" tanya Dragon.

Ryuga menoleh ke Dragon,"Tidak ada. Satosi adalah bangsa manusia, dia tidak punya kekuatan apapun."

"Tapi aku melihat tangannya mengeras setiap kali akan menyerang," ucap Dragon membantah.

"Oh itu... Sebenarnya itu bukan sebuah kekuatan. Lebih tepatnya itu adalah Teknik Soul," ucap Ryuga.

"Teknik Soul?"

"Kalian berdua tidak tahu? Hmm, baiklah akan aku jelaskan kalau begitu," ucap Ryuga yang sebelumnya terkejut kemudian mulai menjelaskan."Sebelum aku menjelaskan tentang Teknik Soul, apa kalian tahu kalau bangsa manusia juga memiliki kekuatan yang sama dengan bangsa Beast?"

Dragon dan Lucy saling berpandangan,"Tidak kapt."


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 75 - Teknik Soul
Penulis : ibongneverland

"Bangsa manusia adalah keturunan dari bangsa Beast. Bisa dibilang, bangsa manusia adalah bangsa Beast yang gagal karena mereka kehilangan kekuatan alaminya."

Dragon dan Lucy serius mendengarkan penjelasan Ryuga.

"Bangsa manusia adalah persilangan antar ras yang berbeda. Bisa dibilang karena masing-masing ras memiliki kekuatannya sendiri-sendiri sehingga menyebabkan keturunan dari persilangan itu malah kehilangan kekuatannya. Tapi sebenarnya, manusia sama sekali tidak kehilangan kekuatan itu, mereka memilkinya di dalam dirinya."

"Jadi manusia juga bisa sekuat bangsa Beast?" tanya Dragon.

"Iya, salah satunya dengan bantuan Stein. Dan juga cairan bernama Soul Up Potion,"jawab Ryuga."Bangsa Beast tidak dapat menggunakan dua benda itu, karena kedua benda itu memang tidak akan berpengaruh apa-apa pada mereka."

"Tapi itu adalah cara instan untuk menggunakan kekuatan tersembunyi pada diri manusia. Kenyataannya ada sebuah cara dimana manusia mampu menggunakan kekuatan tersembunyi mereka."

"Apa Teknik Soul itu yang kau maksud, kapt?"

Ryuga menoleh ke Lucy,"Iya, kau benar cucu jendral. Teknik Soul adalah kemampuan untuk menggunakan soul yang dimiliki oleh manusia untuk mengeluarkan kekuatan tersembunyi pada dirinya. Dengan memusatkan soul pada bagian tubuhnya, maka manusia dapat mengeluarkan kekuatan tersembunyinya."

"Salah satu tanda orang yang sudah menguasai Teknik Soul adalah bagian tubuhnya yang terlihat mengeras, memerah, dan jika soulnya sangat kuat, dapat mengeluarkan asap pada bagian tubuhnya itu. Dan jika seseorang menggunakan Teknik Soul pada matanya, dia dapat mengintimidasi lawannya hanya dengan melihatnya."

"Tentu saja butuh banyak latihan untuk dapat menguasai Teknik Soul. Tidak sembarang orang bisa menguasainya," ucap Ryuga mengakhiri penjelasannya.

"Itu berarti Teknik Soul hanya bisa dikuasai oleh manusia saja?" tanya Dragon.

Ryuga berdiri dan memperhatikan di sekitar tempat mereka berkumpul.

"Iya, kau benar Dragon. Bangsa Beast tidak dapat menggunakannya, karena kekuatan alami mereka juga membutuhkan kemampuan untuk menguasai soul pada dirinya."

Dragon memperhatikan Hawkeye lagi, dia terlihat memikirkan sesuatu.

"Jadi, kakek Zeff selama ini menggunakan Teknik Soul dalam katanannya," ucap Lucy paham.

"Iya, tapi penggunaan Teknik Soul yang berlebihan juga dapat menguras soul pada diri penggunanya. Jika melebihi batas, penggunanya akan mati."

"Apa Teknik Soul dapat dipindahkan ke senjata, kapt?" tanya Lucy.

Ryuga mengelengkan kepalanya,"Tidak, itu tidak bisa. Kebanyakan pengguna Teknik Soul memilih menggunakan tangan kosong daripada menggunakan senjata..."

"Kau sudah siuman, Hawkeye!" seru Dragon senang.

Hawkeye berdiri kemudian mencoba mengepakkan sayapnya.

"Tu-tunggu dulu! Sayapmu patah," ucap Dragon sambil berusaha menahan kepakan sayap Hawkeye.

"Syukurlah," ucap Lucy senang.

Ryuga memperhatikan Dragon dan Lucy.

"Sepertinya urusan kami sudah selesai di pulau ini, cucu jendral. Kami pamit dulu,"ucap Ryuga sambil memberi tanda kepada anak buahnya untuk kembali ke kapal mereka.

"Terima kasih, kapt. Informasi darimu sangat membantu kami," balas Lucy.

Ryuga tersenyum sambil menganggukkan kepalanya lalu berjalan meninggalkan Dragon dan Lucy.

"Kita kembali ke kapal Lucy," ajak Dragon sambil membawa Hawkeye.

Lucy mengikuti Dragon dari belakang.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 76

SHiniGami GhoUL
2017-02-14 22:23:01
Mngkin nnti Dragon bsa menguasai teknik Soul...
Aerilyn Chan Kawai
2016-08-28 15:07:45
oh jadi begitu, stein tak berpengaruh kepada beast
Ade Aja
2016-08-27 19:54:15
Byk skli info mengenai jenis tenaga dlm Dichapter x ini mas Adhe, nmun sygnya mengenai teknik soul. kapt Ryuga tdk tahu apkh bisa senjta dialiri teknik soul, andai sja bsa. Aq ykin lucy bakal byk memb
Shark
2016-08-27 11:01:47
Apa lucy bisa melakukan teknik soul ...
Rifky D Dragnel
2016-08-27 09:53:16
Yah sayang sekali dragon tidak bisa mempelajari teknik soul
Zunuya Rajaf
2016-08-27 07:23:00
Stein, SUP, teknik soul,. tpi Bangsa Beast tak bsa menggunakan teknik soul... hmm, smoga ada pengecualian untk dragon. next.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook