VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 73

2016-08-26 - Adhe Kurniawan > Dragon si Pemburu Bajak Laut
230 views | 9 komentar | nilai: 9.75 (4 user)

Dragon Chapter 73 : Kunjungan

Saat Rosinante membuka pintunya, dia melihat seorang pria dengan kulit berwarna biru pucat bertarung dengan Kenshin. Dia hanya memperhatikan orang itu bertarung.

Gwen dan yang lainnya juga terlihat bersiap membantu Kenshin, jika Kenshin tidak dapat mengalahkan orang itu.

Trang!! Katana Kenshin ditahan dengan dua pedang oleh pria misterius itu.

"Nippon memang bukan isapan jempol belaka," ucap pria misterius itu.

Kenshin hanya tersenyum, menyarungkan katananya kemudian memasang kuda-kuda di depan pria itu.

"Yamashita Kureno!!!" Kenshin menyabetkan katananya ke arah pria itu, muncul semburat cahaya bersamaan dengan keluarnya katana dari sarungnya.

Praakk!!! Kedua edang milik pria misterius itu terpotong menjadi dua.

"Jangan samakan aku denganmu," ucap Kenshin dingin sambil menyarungkan katananya lagi.

Pria misterius itu terkejut melihat dua pedangnya terpotong.

Rosinante terlihat senang melihat Kenshin menyelesaikan pria misterius itu sendirian.

Perhatian pria itu tiba-tiba tertuju kepada Rosinante.

Mendadak dia melempar botol berisi cairan ke arah Rosinante.

Saking cepatnya lemparan pria itu, Rosinante tidak sempat menghindar.

Pyaaarrr!!!! Botol berisi cairan itu pecah setelah menabrak tubuh Juna yang tiba-tiba berada di depan kaptennya.

"Hueeek!!! Cairan apa ini, baunya busuk sekali!!!" seru Juna.

Rosinante terkejut, kemudian mencoba mengambil cairan yang tercecer di dekatnya.

Sshh!!! Jari Rosinante seperti terbakar.

"Darah vampir!" seru Rosinante dengan wajah serius.

Dia langsung melesat ke arah pria misterius itu.

Bruaaak!!!! Rosinante menghajar pria itu.

"Hueek!!" Pria misterius itu memuntahkan darah setelah terkena serangan Rosinante.

Rosinante berjalan mendekati pria itu.

"London, sejak kapan kau menggunakan cara licik George?" tanya Rosinante dengan wajah serius.

Pria misterius yang ternyata bernama London itu malah tertawa. Sambil mengusap darah yang keluar dari mulutnya, "Cara licik? Aku malah menganggap itu adalah senjata rahasia kami untuk mengalahkanmu Rosinante."

"Senjata rahasia?"

"Darah vampir akan membakar tubuhmu hingga kau mati!" seru London berusaha berdiri.

Bruaak!!! London kembali menghantam dinding kapal karena Gwen memukulnya dengan tongkat.

"Hahaha! Apa kau tidak malu Rosinante, kau dilindungi oleh wanita?" ucap London dengan nada mengejek.

"Diam kau! Aku sudah muak denganmu! Aku menghajarmu karena aku ingin menghajarmu!" teriak Gwen dengan aura berapi-api.

"Lepaskan dia Gwen," perintah Rosinante.

"Eh? Melepaskan?" Gwen terkejut dengan perintah Rosinante itu.

Rosinante membalikkan tubuhnya dan berjalan kembali ke kamarnya.

"Kapt, maksudmu..."

"Lepaskan dia, biarkan dia pergi," balas Rosinante.

Gwen menjadi bingung.

Kenshin mendekati Gwen dan menepuk pundak Gwen,"Percaya pada kapten, Gwen."

London tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia langsung melompat dari kapal Rosinante.

"Di-dia kabur!" Gwen panik dan berlari, berusaha mengejar London.

Di depan pintu kabin, Rosinante berhenti.

"Orang bodoh tidak pantas dilawan, dia akan menjadi pintar jika kalah," ucap Rosinante yang kemudian masuk ke dalam kabin kapal.

"Maksud kapten apa sih?" Gwen bingung.

"Aku juga tidak tahu, tapi sepertinya kapten mengetahui sesuatu," sahut Juna setelah mengganti pakaiannya.

Gwen berjalan mendekati Kenshin,"Kau tahu kan siapa orang berkulit biru tadi?"

"Pemburu Naga," jawab Kenshin dengan singkat.

"Heh?!!!!"

"Jadi orang itu yang dicari kapten?" Einstein mencoba menebak.

Kenshin menggelengkan kepalanya.

"George, dia adalah musuh bebuyutan kapten," ucap Lily sambil merapikan rambut hitamnya yang panjang.

"George?! Pemburu naga yang sangat terkenal itu?" tanya Gwen tidak percaya.

Kenshin menganggukkan kepalanya.

"Padahal kita sudah lama bersama, tapi banyak hal baru yang muncul tiba-tiba. Itu pun juga mengejutkanku," ucap Gwen.

Kenshin tersenyum,"Suatu saat kau akan tahu sehebat apa kaptenmu itu Gwen."

"Heh? Kau bicara seakan-akan aku tidak tahu apa-apa Kenshin!" bentak Gwen sambil menendang Kenshin.

"Ya ya, hajar saja dia Gwen," ucap Juna.

"Diam kau sikat sepatu!" seru Kenshin berusaha berdiri.

"Heh? Kau menantangku tukang nyasar?!"

Kenshin dan Juna beradu kepala hingga Gwen memukul mereka berdua.

"Kalian bikin ribut saja," ucap Gwen meninggalkan Kenshin dan Juna tergeletak begitu saja.

Rosinante yang berada di dalam kamarnya, duduk di tempat tidurnya.

Dia memperhatikan kembali jari tangannya yang terbakar.

"Senjata rahasia? Hmm... Aku tidak tahu kalau ada hal semacam itu," gumam Rosinante.

Bruaak!!!

Rosinante terkejut.

"Apalagi sih! Siapa lagi yang datang ke kapalku!" seru Rosinante bergegas keluar dari kamarnya.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 73 - Kunjungan
Penulis : Adhe Kurniawan

Saat Rosinante membuka pintu, wajahnya berubah pucat. Seseorang dengan jubah hitam memegang lehernya lalu melemparnya ke tengah kapal.

Buuggh!!!

Rosinante terlentang dan berusaha berdiri, tapi orang berjubah hitam langsung menghantamnya.

Braak!!! Lantai kapal langsung retak.

"Kau merusak kapalku!" teriak Rosinante dengan wajahnya yang diinjak oleh orang berjubah hitam itu.

"Berani-beraninya..." ucap orang berjubah hitam itu sambil membuka jubah hitamnya."Kau membiarkan Dragon mengeluarkan Godlikenya!"

Rosinante semakin pucat, wajahnya sangat ketakutan.

ARGHH!!!!!

"Kau ada di dekatnya, tapi malah membiarkannya. Rasakan hukumanmu!" ucap Silva yang menarik tangan Rosinante sambil menginjak tubuh Rosinante.

"Argh!!! Sakit Silva!"

Kru kapal Rosinante terlihat biasa meski kapten mereka sedang disiksa oleh Silva.

"Hai Silva, kau kelihatan cantik hari ini," sapa Lily sambil memeluk sebuah buku.

"Hai sayang, kau tidak berubah, tetap cantik seperti dulu," balas Silva dengan manisnya meski sedang menyiksa Rosinante.

Gwen duduk di dekat Silva yang sedang menyiksa Rosinante, dia mengeluarkan setumpuk kartu.

Silva menyadarinya,"Eh, Gwen?"

"Ya?" jawab Gwen dengan tatapan tajam.

Tiba-tiba Silva sudah duduk bersila di depan Gwen.

"Kali ini aku tidak akan kalah!" ucap Silva mantap.

Gwen mulai mengocok kartu.

"Juna, bawakan hidangan untuk tamu kita ini," pinta Rosinante berusaha memijat tangannya yang ditarik oleh Silva.

"Aku sudah menyiapkannya daritadi, kapt," balas Juna sambil membawakan beberapa minuman.

"Jangan lupa tiga orang ya," ucap Dave sambil tersenyum.

"Iya, bodoh. Aku tahu," ketus Juna.

"Kau dan Zack juga, Dave?" ucap Rosinante berusaha duduk dan melihat Dave dan Zack di depannya.

Zack yang duduk hanya menganggukkan kepalanya, sedangkan Dave langsung berlutut di samping Gwen.

"Tentu saja, kemana pun Silva pergi, kami selalu ada di sana,"jawab Dave sembari mencium tangan Gwen,"Kau kelihatan bersinar hari ini, nona."

"Ya, terima kasih," jawab Gwen menoleh ke Dave sambil tersipu malu.

"Dan kau sangat manis saat tersenyum..." lanjut Dave sambil memperhatikan Lily tersenyum di tangga kapal.

Jduaak!!!! Gwen menghantam kepala Dave dengan kakinya.

"Kau bicara dengan siapa!" seru Gwen kesal.

"Perhatikan kartumu, Gwen," ucap Silva dengan tatapan tajam.

Gwen mendadak menjadi serius lagi dengan tatapan tajam ke arah Silva.

"Ahaha... Gwen dan Silva tidak pernah berubah. Selalu serius saat bermain kartu," ucap Einsten melihat aura kuat di sekitar Gwen dan Silva.

Rosinante memperhatikan Gwen dan Silva," Ya, Gwen tahu bagaimana cara meredakan amarah Silva."

"Rosinante, bagaimana Dragon?" tanya Silva meski masih serius bermain kartu dengan Gwen.

"Dia mirip ayah," jawab Rosinante.

"Sudah kuduga! Hahaha, dia memang mirip ayah," ucap Silva senang sambil menoleh ke Rosinante.

"Hanya saja mata Dragon lebih mirip ibu," ucap Rosinante menambahkan.

"Ah! Benar sekali!" seru Silva senang.

"Dia juga segalak dirimu."

"Bicara apa kau?!!" ucap Silva sambil menarik wajah Rosinante.

"Perhatikan kartumu, Silva," ucap Gwen serius.

Silva kembali memperhatikan Gwen dengan tatapan tajam.

Beberapa saat kemudian.

"Argh!!!! Aku kalah lagi, Huh!" seru Silva sambil memegangi kepalanya.

"Lain kali, kau harus lebih berusaha, Silva," ucap Gwen.

"Ya, terima kasih sudah mengajakku bermain, sayang," balas Silva sambil mengedipkan matanya.

Silva menoleh ke Lily,"Mixyoto, kemari-kemari."

Lily menghampiri Silva.

Silva membuka lengan bajunya.

"!!!"

"Apa yang terjadi dengan lenganmu, Silva?" tanya Rosinante terkejut.

"Dia bilang ini darah vampir, atau apa lah tadi aku lupa," jawab Silva memperhatikan Lily mengeluarkan aura hijau di sekitar lengannya.

Setelah Lily selesai mengobati luka Silva.

"Terima kasih cantik, Muach!" ucap Silva manja.

"Mix, aku juga ya," pinta Rosinante sambil menunjukkan jari tangannya yang terbakar.

"Tentu kapten," jawab Lily menghampiri Rosinante.

"Kau juga sudah bertemu George, Rosinante?"

"Bukan. Tadi si London yang mampir ke kapalku," jawab Rosinante memperhatikan aura hijau bersinar di jari tangannya.

"Heh? Si elf hitam itu?"

Rosinante menganggukkan kepalanya,"Aku tidak tahu, tapi sepertinya mereka berkelompok sekarang."

"Mereka hanya orang-orang kurang kerjaan saja," keluh Silva.

Rosinante berterima kasih kepada Lily.

"Tapi sekarang mereka sudah punya alasannya," ucap Rosinante.

"Dragon ya?"

"Iya," balas Rosinante.

"Apa kita perlu membantunya, Rosinante?" tanya Silva.

Rosinante menggelengkan kepalanya.

"Belum, aku sudah memberikan Hawkeye kepadanya. Jika dia membutuhkan kita, dia pasti mengirimkan Hawkeye kepada kita," jawab Rosinante.

Silva menggaruk-garuk kepalanya,"Mana mungkin dia melakukan itu."

"Hahaha jika dia memang seperti ayah, aku rasa, kita tidak akan mungkin bertemu Hawkeye lagi," balas Rosinante sambil tertawa.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 74

Kuroko Akashi
2017-02-14 22:06:20
Lanjjuttt banggg...
Lord Athem
2016-09-10 05:00:26
galak. . . xD
Aerilyn Shilaexs
2016-08-28 14:41:53
silva menyeramkan
Ade Aja
2016-08-26 20:32:51
Ternyta Ras Naga pnya sisi lemah jga ya mas Adhe, tpi untuk saat ini aq msih sngat pnsaran. Sprti apa wjud asli dri ras Naga, ya moga sja mas Adhe mo ngsih sdkit clue dicpter kedpnNya...
Rifky D Dragnel
2016-08-26 16:19:52
Jadi kelemahan ras naga adalah darah vampir
Mr Blacky
2016-08-26 13:21:55
Wah om ibong lanjut lagi, sayang ku jarang buka vt jadi ketinggalan banyak
kyoushi
2016-08-26 11:03:30
Jadi vampir adalah kelemahan ras naga ...
Abdul
2016-08-26 10:36:20
Next..
ThE LaSt EnD
2016-08-26 10:20:01
jd darah vampir yg dkatakn London itu adlh snjata rahasia yg hanya berpengaruh pada ras naga ? hmm, dragon dlm bhaya.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook