VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 72

2016-08-23 - ibongneverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
201 views | 8 komentar | nilai: 10 (4 user)

Dragon Chapter 72 : Semangat Baru

Suasana menjadi hening untuk beberapa saat.

Lucy menutup kedua mulutnya, air matanya mengalir di pipinya.

Gabriel hanya tersenyum, dia kehilangan kata-kata saat melihat Lucy.

Blarr!!!

Lucy dan Gabriel terkejut.

Dragon berusaha berdiri, sambil membersihkan puing-puing dinding kapal yang ditabraknya.

"Maaf, sepertinya mereka kembali," ucap Dragon mengambil tongkatnya lagi, kemudian mengeluarkan asap biru di sekujur tubuhnya.

Romario muncul di atas kapal Dragon, di sekelilingnya angin berputar dengan kencang.

"Pria itu bisa mengeluarkan angin besar," ucap Dragon dengan matanya yang berubah menjadi biru.

Bruaaak!!! Giliran Green yang terlempar setelah menerima serangan angin dari Romario.

"Green!!!" teriak Green marah, dan saat dia akan berubah ke mode chaos, Gabriel memanggilnya.

"Green!"

Green menoleh ke Gabriel, kemudian melompat ke arah Gabriel.

"Hahaha! Sudah lama sekali ya Green? Kau sama sekali tidak berubah," ucap Gabriel senang.

"Green!" ucap Green senang sambil memanjangkan lengannya untuk memeluk Gabriel.

Lucy bersiap membantu Dragon, tapi Gabriel tiba-tiba berdiri di depan Dragon dan Lucy.

"Biar aku selesaikan dia," ucap Gabriel melepas lengan panjang Green.

"Cih, sombong sekali kau bocah!" teriak Romario sambil menggerakkan kedua tangannya setelah melihat Gabriel berdiri di depannya.

Angin yang berputar disamping Romario semakin kencang, dan saat dia mengarahkannya ke Gabriel, angin tersebut langsung menyerang Gabriel.

Bukannya menghindar, Gabriel malah terlihat pasrah menerima serangan Romario.

"Kakak!" seru Lucy mencoba mendekati Gabriel tapi ditahan Dragon.

Lucy langsung menoleh ke Dragon.

"Percayalah padanya," ucap Dragon sambil menarik Lucy menjauh dari Gabriel.

Wossh!!!! Angin yang berputar kencang menghantam tubuh Gabriel.

"Jihahaha! Mati kau bocah!" teriak Romario senang sambil mengelus-elus kumisnya yang basah.

Diluar dugaan Romario, Gabriel tetap berdiri meski bajunya terkoyak oleh serangan anginnya.

"Kau?!!" Romario panik.

Gabriel tersenyum.

Dragon dan Lucy tercengang melihat Gabriel.

"Dia pasti bukan manusia," gumam Dragon menelan ludah.

Tangan Gabriel mengepal, dan terlihat mengeras.

"Stein adalah cara kotor untuk menggunakan soul di dalam tubuhmu, dan aku benci itu," ucap Gabriel sembari melesat ke arah Romario.

"Soul Strike!" Sebuah bola energi keluar dari telapak tangan Gabriel, dan saat Gabriel mengarahkannya ke tubuh Romario, bola energi itu meledak.

Tubuh Romario terpental ke langit dan langsung menghilang.

Beberapa anak buah Romario yang berusaha naik ke atas kapal milik Dragon kembali menceburkan diri ke laut.

Dragon dan Lucy melotot saking kagetnya.

"Oi orang tua! Turunkan sekoci! Kita dapat banyak tawanan di sini!" teriak Gabriel sambil menoleh ke kapal Angkatan Laut.

Karasu menggaruk-garuk kepalanya, dan kemudian menyuruh kru kapalnya untuk menurunkan sekoci untuk menangkap kru bajak laut Angin Tornado.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 72 - Semangat Baru
Penulis : ibongneverland

"Kau hebat sekali Gabriel," ucap Dragon kagum sambil menyarungkan tongkatnya.

Gabriel tersenyum,"Rosinante jauh lebih hebat lagi, Dragon."

Dragon terkejut.

"Apa kakak kenal dengan Rosinante juga?" tanya Lucy tidak percaya.

"Aku dan Rosinante lahir di hari yang sama." jawab Gabriel.

"Ja-jadi kalian juga lahir di hari yang sama?" Dragon ikut tidak percaya.

"Ya, kau benar Dragon. Kau dan Lucy juga sama kan?"

Dragon menganggukkan kepalanya.

"Oh ya, tentang pertanyaanmu tadi Lucy,"

Lucy memperhatikan Gabriel.

"Tentu saja aku sangat mengetahui tentang name tag itu, karena kapal ini adalah kapal milik ayah kita."

"Heh?!!!!" Dragon dan Lucy terkejut.

"Dortmund Danger? Dia? Dia seorang bajak laut?!"

"Haha kalian pasti berpikir tentang Dortmund yang telah mati itu ya?"

"Ma-maksudmu kakak? Memang ayah kita berbeda?" tanya Lucy.

"Ya, bisa dibilang seperti itu."

Lucy mendelik, "jadi kau bukan kakak kandungku?"

Gabriel tertawa terbahak-bahak.

"Kenapa kau malah tertawa seperti itu kakak?"

Gabriel berusaha mengusap air mata yang keluar karena dia tidak bisa menahan tawanya.

"Ayah punya saudara kembar, dan yang telah mati itu adalah kembaran ayah. Ceritanya sangat rumit, aku tidak mungkin menjelaskannya untuk saat ini. Mungkin nanti saat kau bertemu dengan ayah, kau akan mengerti Lucy."

"Ja-jadi... Ayah kita juga masih hidup, kakak?"

Gabriel memegang pipi Lucy, dia tersenyum kemudian menutup kedua matanya.

Saat Gabriel membuka matanya, dia mengucapkan sesuatu.

"Ayah kita adalah seorang bajak laut. Dia adalah tangan kanan Black Dragon, ayah Rosinante dan Dragon. Kakek adalah satu-satunya orang yang tahu identitas asli ayah."

Lucy memperhatikan sekitarnya, melihat setiap inchi Dragon's Claw, kapal yang dia naiki sekarang.

"A-aku sangat bahagia... Aku sampai bingung bagaimana cara mengungkapkannya, tapi aku sangat senang sekali," ucap Lucy dengan mata berkaca-kaca.

"Aku dengar, kau dan Dragon menuju ke sisi barat dunia, benar begitu Lucy?" tanya Gabriel.

"Iya, kau benar kakak,"

"Bagus, itu sangat bagus," ucap Gabriel. "Hmm, Lucy."

Lucy memperhatikan Gabriel.

"Percayalah pada kakek. Apapun itu, percayalah padanya," ucap Gabriel sambil tersenyum.

"Iya, aku percaya dengan kakek!" balas Lucy sambil tersenyum senang.

"Apa kau dan Rosinante juga seorang teman, Gabriel?" tanya Dragon.

"Bukan hanya teman, Dragon. Aku dan Rosinante tumbuh besar bersama, kami tinggal di White Diamond, kapal kebanggaan keluargamu. Di sana ibu dan Luna tinggal sekarang," jawab Gabriel.

"Luna? Si-siapa dia kakak?"

"Dia adikmu Lucy," balas Gabriel.

Gabriel memeluk Green yang mendekatinya.

"Aku tidak suka perpisahan, tapi sepertinya waktuku sudah habis di sini," ucap Gabriel melihat kapal Angkatan Laut mulai berlayar lagi."Aku berharap bisa bertemu denganmu lagi, Lucy."

"Iya, aku juga. Aku juga ingin bertemu ayah, ibu dan Luna," balas Lucy senang.

"Dragon, boleh aku melihat tanganmu?" tanya Gabriel.

Dragon mendekati Gabriel dan mengulurkan telapak tangannya.

Gabriel mengeraskan jari telunjuknya kemudian menyentuh telapak tangan Dragon.

Bruuk!!! Tiba-tiba Gabriel terjatuh dalam posisi berlutut.

"Kakak!"

"Ka-kau tidak apa-apa kan Gabriel?" tanya Dragon khawatir.

Gabriel berusaha berdiri kembali.

"Aku tidak apa-apa..."

Gabriel melihat Dragon dengan serius.

"Kekuatan ini... Ternyata memang benar," batin Gabriel.

"Dragon, kau memiliki sesuatu yang tertidur di dalam dirimu. Aku juga tidak tahu itu apa, yang jelas, kau harus bisa mengendalikannya sebelum sesuatu itu yang akan mengendalikanmu," ucap Gabriel sembari berjalan ke pinggir kapal."sampai bertemu lagi, Lucy, Dragon."

"hati-hati kakak! Seru Lucy.

Dragon menganggukkan kepalanya.

Gabriel melompat ke laut dan berlari di atas laut menuju ke kapal Angkatan Laut.

Dragon dan Lucy memperhatikan Gabriel yang akhirnya naik ke atas kapal Angkatan Laut.

"Dia luar biasa, aku tidak percaya jika ternyata kita memang ditakdirkan bersama," ucap Dragon.

Lucy yang berdiri di samping Dragon tersenyum, "Dragon, aku ingin cepat-cepat sampai ke sisi barat dunia."

Dragon menoleh ke Lucy.

"Aku ingin cepat-cepat bertemu dengan keluargaku,"

Dragon tersenyum sambil melihat ke arah kapal Angkatan Laut yang mulai menjauh dari kapal mereka.

"Yosh! Aku akan mengantarmu sampai sisi barat dunia!"

Dragon dan Lucy kemudian tertawa bersama.

Sementara itu di kapal Rosinante, seseorang tiba-tiba datang ke kapalnya lagi.

Rosinante yang sedang tiduran, mendengar keributan yang dibuat orang itu.

"Sial! Dia datang kemari lagi, mau apa sih si Gabriel itu," keluh Rosinante sambil berjalan ke pintu ruangannya dan membukanya.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 73

Aerilyn Shilaexs
2016-08-27 13:50:13
lucy punya kakak dan adik
Rifky D Dragnel
2016-08-25 08:58:31
Ternyata hbngan dragon dan lucy sangat dekat bahkan dari kakak dan ortu mereka
Ade Aja
2016-08-24 19:26:54
Ternyta Ayh lucy adl wkil kapten Black Dragon toch,ini bkal mnjdi sebuah ikatan kuat antara Dragon n Lucy mengingat msa lalu ortu mereka ternyta sesama kru pd kpal yg kini mereka arungi dilautan...
Baidi Mondoko
2016-08-24 15:18:25
lanjut
Gawa Ilahi
2016-08-24 07:43:44
Wah syang dragon belum bsa ngendaliin kekuatan tertidurnya
wahyu
2016-08-23 21:27:20
oi...... lanjut gan g sbr cerita selanjutx
Zunuya Rajaf
2016-08-23 20:30:28
Dortmund Danger dlu tangan kanan Black dragon dan skrng Lucy Danger jd tngan kanan Dragon dng kapal yg sama. suatu kbetulan apa takdir ya. spertinya yg menemui rosinnte bukan Gabriel., apa mungkin sil
blank blank
2016-08-23 18:20:25
Sedih :'v cuma cerita ane sama om dragon doang yang ada hari ini
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook