VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 71

2016-08-23 - Adhe Kurniawan > Dragon si Pemburu Bajak Laut
232 views | 8 komentar | nilai: 9.6 (5 user)

Dragon Chapter 71 : Gabriel Danger

Dragon dan Lucy masih terlihat bingung melihat dua kapal besar mengapit kapal mereka. Kapal sebesar kapal tanker membuat kapal milik Dragon hanya seperti seekor semut dalam lautan.

"Wauw... Sepertinya kita punya berita buruk, kapten," ucap salah satu kru bajak laut yang melihat kapal Angkatan Laut di depan kapal mereka.

"Tidak... tidak pernah ada berita buruk selama aku adalah kaptennya,"balas sang kapten Bajak Laut Angin Tornado, Romario. "Merekalah yang mendapatkan berita buruk."

"Tapi, sepertinya kita bisa melakukan pemanasan terlebih dahulu dengan mereka, kapt," ucap kru bajak lautnya melihat kapal Dragon tepat di depan kapal mereka.

Romario memperhatikan kapal Dragon.

Sambil mengusap-usap kumisnya yang tebal, Romario tersenyum.

"Kau benar. Hancurkan kapal itu biar Angkatan Laut tahu kehebatan kita."

Di kapal milik Dragon, Dragon's Claw. Mereka menyadari bahwa Bajak Laut Angin Tornado mencoba
menyerang kapal mereka.

"Dragon, mereka menyerang kita!" seru Lucy menghindari lemparan batu dari kapal bajak laut.

Brak! Brak! Dragon's Claw berlubang banyak.

"Sial, kita bisa tenggelam jika seperti ini," ucap Dragon.

Saat beberapa lemparan batu mulai menghujami kapal Dragon lagi, Dragon mengeluarkan asap birunya. Dengan bantuan tongkat milikinya, Dragon menangkis lemparan batu tersebut.

"Mereka melakukan perlawanan, kapt," ucap kru bajak laut melihat lemparan batu mereka berterbangan tidak karuan karena ditangkis oleh Dragon.

"Ganti api," ucap sang kapten.

"Dragon! Batunya menjadi api!" seru Lucy melihat ribuan batu berapi meluncur ke arah kapal mereka.

"Blue Swap!" Mata Dragon berubah warna biru, disusul tubuhnya mengeluarkan asap berwarna biru. Dengan mengayun-ayunkan tongkatnya, asap biru dari tangannya menyebar membentuk lingkaran yang menarik batu-batu berapi itu meluncur ke dalam lingkaran yang dibuatnya. Dan kemudian, dibalikkan ke kapal bajak laut lagi.

"Wah!!! Batu berapinya kembali ke kapal kita kapten!!!" teriak kru bajak laut panik.

"Lindungi kapal!" teriak sang kapten.

Sementara itu di atas kapal Angkatan Laut, Karasu tertawa.

"Hahaha... Entah apa yang sedang mereka lakukan, padahal menyerang kapal sekecil itu saja mereka kesulitan."

Gabriel yang bersandar dipinggiran kapal tidak menanggapi ucapan Karasu.

"Sebenarnya kapal kecil itu, kapal apa sih? Kalau dilihat dari fisiknya, kapal itu adalah kapal bajak laut. Tapi kenapa tidak ada lambang bajak lautnya..."

Gabriel terkejut.

"Jangan-jangan mereka adalah pemburu..."

Wush!!! Gabriel langsung melompat.

"Woi! Dengarkan aku selesai bicara dulu bodoh!" teriak Karasu kesal.

"A-apa kami harus menyerang kapal bajak laut itu juga Laksamana?" tanya salah satu kru Angkatan Laut.

"Apa kalian ingin bertarung?!" teriak Karasu dengan posisi istirahat di tempat.

"Iya Laksamana!" jawab kru Angkatan Laut bersama-sama yang langsung membentuk barisan dengan posisi istirahat di tempat.

"Apa kalian mematuhi perintahku?!" teriak Karasu lagi.

"Kami pasti melaksanakan perintahmu, Laksamana!"

"Apa aku menyuruh kalian bertarung?!"

"Tidak Laksamana!"

"Cukup, kalian boleh kembali," ucap Karasu sambil membalikkan badan.

"Heh?..."

"Apa kalian tidak dengar perintahku?!" teriak Karasu sambil menoleh ke arah kru kapalnya.

"Kami dengar Laksamana!" teriak kru Angkatan Laut sambil berlarian kembali ke pos mereka masing-masing.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 71 - Gabriel Danger
Penulis : Adhe Kurniawan

Kembali ke tempat Dragon dan Lucy.

Saat Gabriel melompat di udara, Dragon dan Lucy melihatnya.

"Lihat Dragon! Pria itu, dia melompat dari kapal Angkatan Laut!" seru Lucy sambil menunjuk ke arah Gabriel.

"Hah?! Dia gila ya?" ucap Dragon tidak percaya ada orang yang melompat dari kapal Angkatan Laut.

Di atas kapal bajak laut yang sempat kalang kabut karena serangan balik batu berapi mereka sendiri, mereka melihat Gabriel melayang mendekati haluan kapal mereka.

"Angkatan Laut itu cari mati ya?"

"Hahaha... Berlagak menjadi seorang pahlawan. Bahkan dewa sekalipun tidak akan bisa menghancurkan kapal ini."

Gabriel yang meluncur mendekati kapal bajak laut tersenyum menyeringai, kepalan tangannya mengeras hingga terlihat samar-samar asap dari tangannya itu.

Dengan wajah serius, Gabriel melayangkan pukulannya.

"Soul Blaster!!!"

BAAMMM!!! Kapal bajak laut langsung meledak.

Dragon dan Lucy melotot menyaksikan kapal sebesar kapal tanker hancur berkeping-keping, Karasu sendiri yang melihat di atas kapal Angkatan Laut hanya tersenyum.

Tap! Gabriel mendarat dengan mulus di atas kapal Dragon.

Dragon dan Lucy melihat Gabriel dengan wajah cemas. Mereka masih tidak percaya Gabriel menghancurkan kapal bajak laut hanya sekali pukul.

Karasu yang berada di kapal Angkatan Laut bergumam,"Tidak dapat diragukan, kekuatan Guardian of Red Arm setara kekuatan 10 Laksamana Angkatan Laut. Mereka memang dewa Angkatan Laut."

Gabriel sedikit terkejut saat melihat Lucy untuk pertama kalinya. Dia sampai hampir terjatuh sesaat setelah mendarat di kapal Dragon. Dia tersenyum.

"Akhirnya kita bertemu.... Danger," ucap Gabriel yang tiba-tiba suaranya menghilang sebentar.

"Ke-kenapa malah aku yang jadi gugup?!!" batin Gabriel panik.

"Maaf, sepertinya suaraku menghilang tadi. Senang bertemu de-denganm Lu-Lucy Danger," ucap Gabriel dengan susah payah.

Dragon dan Lucy memiringkan kepala mereka melihat wajah Gabriel penuh keringat.

Saat Gabriel mengusap keringat diwajahnya, Lucy bertanya,"Siapa kau? Dan... Kau tahu tentangku karena kau Angkatan Laut kan?"

Gabriel tertawa kecil.

"Aku? Tahu tentangmu karena aku seorang Angkatan Laut? Haha..."

Lucy mengerutkan dahinya.

Dragon menyipitkan matanya.

Gabriel tak henti-hentinya gemetaran, wajahnya seperti hujan keringat.

Dengan tangan gemetaran, Gabriel mencoba memperkenalkan dirinya, "Yosh~! Perkenalkan aku Gabriel Danger, satu dari anggota Guardian of Red Arm, Satuan Keamanan Elit Angkatan Laut Bintang Lima."

"Gabriel? Danger?" gumam Lucy.

"Kenapa tidak satupun yang aku bayangkan terjadi?" pikir Gabriel saat melihat Lucy kebingungan.

"Danger? Kau keluarga Danger?" tanya Lucy.

Gabriel mengusap hidungnya dengan jari, sambil tersenyum, "Ya, aku memang keluarga Danger. Aku adalah kakakmu Lucy."

Wushhh!!! Seketika Lucy langsung berlari ke arah Gabriel.

Dia langsung memeluk Gabriel.

Gabriel sempat terkejut, kemudian tersenyum. Tidak lama kemudian, Gabriel bisa mendengarkan suara Lucy menangis.

"A-apa benar... apa benar kau, kau saudaraku?" tanya Lucy tersedu-sedu.

"Ya, tentu saja. Aku adalah kakak kandungmu. Putra dari Dortmund Danger dan Scarlet Danger."

Lucy mempererat pelukannya. Tangisannya mulai terdengar kencang.

Setelah tangisan Lucy mulai mereda, Gabriel mengatakan sesuatu.

"Pasti sangat berat untukmu, berjalan seorang diri tanpa tahu kebenaran yang sesungguhnya. Jika saja waktu itu aku ada di sana, aku pasti akan membawamu bersamaku Lucy..."

Mata Gabriel berkaca-kaca, dia tidak bisa meneruskan ucapannya.

"Tidak... semua... tidak apa-apa, kakak," ucap Lucy melepas pelukannya. Setelah mengusap air matanya, Lucy mencoba mengusap air mata yang keluar dari mata Gabriel meski belum sempat menetes.

Lucy tersenyum,"Aku selalu memimpikan hal ini di sepanjang hidupku, aku percaya waktu ini akan datang."

Gabriel kembali memeluk adiknya itu sambil tersenyum senang.

"Ya, aku juga menunggu hari ini tiba, Lucy."

Dragon menyarungkan tongkatnya sambil tersenyum, dia kemudian membiarkan Gabriel dan Lucy sendirian.

Gabriel dan Lucy akhirnya duduk bersama. Saat sedang bercerita, Lucy teringat name tag ibunya.

"Apa... apa kakak tahu, kenapa name tag ibu ada di kapal ini?" tanya Lucy sambil menyodorkan name tag ibunya kepada Gabriel.

"Ah benda ini, ibu mencari-cari benda ini cukup lama," ucap Gabriel sambil memegang name tag ibunya itu.

Lucy sedikit murung.

"Hmm? Kau kenapa Lucy?" tanya Gabriel.

"Apa kakak sudah pernah berkunjung ke makam ibu?" tanya Lucy antusias.

Gabriel terkejut, lalu tertawa.

Lucy bingung.

"Ya... ya... ya..." ucap Gabriel tersenyum sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. "Lucy, ibu kita.... dia masih hidup."

Lucy mematung.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 72

Under1
2017-04-09 12:16:45
makin lama makin banyak aja misterinya
Aerilyn Shilaexs
2016-08-27 13:37:21
ibunya lucy masih hidup?
Rifky D Dragnel
2016-08-25 08:56:27
Disini masa lalu lucy mulai terungkap. Makin keren critanya
Ade Aja
2016-08-24 18:59:20
Hmm,, sedikit dmi sdkit,msa lalu lucy terkuak.lalu sebuah kbr mengejutkn Gabriel adl kakakNy Lucy yg kekuatan begitu wah dan lagi ternyta ibuny Lucy msih hdp.benar2 cerita x mMbuat q pensaran mas..
kyoushi
2016-08-23 13:23:55
Di tunggu kelanjutan nya...
ThE LaSt EnD
2016-08-23 09:35:46
Green kmn ya, npa tdk mmbntu melindungi kpa? msa lalu lucy yg kelam tntunya.
ThE LaSt EnD
2016-08-23 09:14:35
jd lucy mengira slama ini ibunya sdah mati.., kekuatn yg hbat.. lalu apa ya yg trjdi pd. Romario dn awak2ny, .mungkin akn blik mnyerang. .
Gawa Ilahi
2016-08-23 07:36:41
Pertamax
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook