VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 70

2016-08-22 - Ibong Neverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
193 views | 7 komentar | nilai: 10 (4 user)

Dragon Chapter 70 : Versiteksdotcom

Lucy masih terdiam. Dia memegang erat name tag ibunya.

Dragon bingung sendiri dengan sikap Lucy tersebut.

"Aku lapar..."

Terdengar suara Lumina di kamar Dragon.

Dragon dengan sigap berlari menuju Lumina, kemudian menggandengnya.

"Lucy, aku dan Lumina ke atas. Dia kelaparan," ucap Dragon.

Lucy masih diam membisu.

Dragon menghela nafas.

Beberapa saat kemudian, Lucy terlihat keluar dari dalam kabin kapal.

"Lucy..."

"Aku tidak apa-apa Dragon, maafkan aku. Aku terlalu larut dalam sedihku," potong Lucy mencoba tersenyum. "Apa Lumina makan dengan lahap sekarang?"

Dragon menganggukkan kepalanya, kemudian menoleh ke Lumina.

"Kau akan cepat gendut jika makanmu seperti itu, Lumina," ejek Dragon.

"Makanan ini enak sekali, aku pengen nambah lagi!" balas Lumina sambil memakan makanannya.

"Green sudah melakukan pekerjaannya dengan sangat baik."

Lucy masih terlihat murung, Dragon mendekatinya.

"Aku juga tidak menyangka jika ada name tag ibumu di sini, apalagi di dalam ruang kapten itu," ucap Dragon.

Lucy mencoba tegar, dia memasukkan name tag ibunya ke dalam sela gulungan yang ia ikatkan di pinggangnya.

"Kita hanya perlu menemukan siapa pemilik kapal ini sebenarnya. Karena dia yang tahu pasti kenapa ada name tag ibuku di kamarnya."

Dragon menghela nafas.

"Dragon," panggil Lucy.

"Ya?"

"Entah kenapa aku merasa takut sekarang. Semakin kita ke barat, semakin banyak hal yang membuatku ketakutan..."

"Apa kau mulai ragu, Lucy?" tanya Dragon.

Lucy menyandarkan tubuhnya di bahu Dragon.

"Aku... Aku tidak tahu Dragon..."

Dragon memeluk kepala Lucy, dia memperhatikan langit-langit ruang makan di kapalnya tersebut.

"Kita memang tidak tahu apa kita bisa sampai ke sisi barat dunia atau tidak. Kita juga tidak tahu apa memang benar ada seseorang yang menunggu gulungan yang kita bawa itu... Kita memang buta untuk semua itu,"ucap Dragon.

"Tapi, aku percaya dengan kakek, Lucy. Aku percaya dengannya. Seperti kata nenek, dalam setiap keputusannya, kakek selalu memperhitungkannya terlebih dahulu."

Lucy mulai menangis lagi.

"Kau menangis? Rosinante selalu bilang kepadaku untuk tidak menangis. Dia bilang bahwa satu tetes air mataku akan membuat kedua orang tuaku bersalah. Aku selalu berusaha menahannya meski aku ingin menangis," sahut Lumina.

Dragon dan Lucy hanya terdiam melihat Lumina.

Lumina menyodorkan sepiring makanannya.

"Makanlah, agar kau lupa dengan sedihmu."

"Terimakasih..." ucap Lucy sambil menerima makanan pemberian Lumina.

"Namaku Lumina, salam kenal," ucap Lumina memperkenalkan dirinya.

"Aku Lucy, salam kenal."

Lucy menyenggol bahu Dragon.

"Ah iya, aku Dragon, salam kenal Lumpia."

"Lumina!"

"Hahaha... Ya, salam kenal Lumina."

Setelah perkenalan singkat, Dragon, Lucy dan Lumina duduk di tengah kapal. Mereka bertiga bermain gunting kertas batu. Setiap kali ada yang kalah, mereka akan mencoretnya dengan tepung.

"Hahaha! Lihat mukamu Dragon," ucap Lucy tidak kuasa menahan tawanya.

Lumina pun terlihat menikmati permainan itu.

"Pulau Hantaa, ada apa di sana ya?" gumam Dragon setelah mereka menyudahi permainan mereka.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 70 - Versiteksdotcom
Penulis : Ibong Neverland

"Kwak!" seekor burung penjual surat kabar terbang meninggalkan Dragon's Claw.

"Kau membeli apa Lucy?" tanya Dragon melihat Lucy membawa sesuatu.

"Surat kabar yang dijual oleh burung penjual surat kabar," jawab Lucy.

"Versiteksdotcom?" Dragon membaca nama surat kabar tersebut.

"Ya, kakek adalah salah satu penulis cerita di surat kabar ini. Lihatlah, kolom milik kakek dibiarkan tetap kosong," ucap Lucy sambil menunjukkan kolom dalam surat kabar kepada Dragon.

"!!!"

"Ada apa Lucy?"

"Godlike! Sebuah mitos yang menjadi kenyataan..." ucap Lucy membaca sebuah berita utama di versiteksdotcom.

"Apa itu ada hubungannya denganku?" tanya Dragon.

"Tentu saja itu kamu, Dragon!"seru Lucy.

Lucy kembali membaca versiteksdotcom, hingga dia menemukan sebuah berita yang menarik.

"Nah, akhirnya..."

"Apa Lucy?" Dragon penasaran.

"Beberapa Pemburu Bajak Laut Terbaik berkumpul di Markas mereka, pulau Hantaa akan mulai ramai kembali..." Lucy membacakan sepotong berita,"Kau lihat Dragon, sepertinya pulau kita selanjutnya adalah markas para pemburu bajak laut."

"itu artinya..."

"Kita akan bertemu dengan Seven!" seru Dragon dan Lucy bersamaan.

"Seven adalah orang yang telah menyelamatkan kita dari Danzu, aku akan mengucapkan terima kasihku ketika bertemu dengannya nanti," ucap Dragon senang.

"Iya, sama Dragon," imbuh Lucy.

Lumina terlihat terlelap di pangkuan Lucy.

"Sebaiknya kita bergegas tidur Lucy, kau lihat Lumina sudah mulai tertidur lagi," ajak Dragon.

"Ya, aku heran kenapa vampir bisa tidur di malam hari," ucap Lucy menggendong Lumina.

"Mungkin karena dia masih anak-anak Lucy," ucap Dragon.

"Kau benar Dragon!" seru Lucy.

Dragon memasang muka datar," Kau pasti punya maksud tersembunyi dari ucapanmu itu?"

"Hahaha kau tahu ya? Ya... Aku heran kadang kau itu bodoh, tapi kadang pintar juga," jawab Lucy sambil mengejek Dragon.

Malam panjang akhirnya mereka habiskan untuk beristirahat, dan pagi pun menjelang.

"Argh!!!!!"

Dragon berteriak dengan kencangnya.

Lucy dengan tergesa-gesa masuk ke kamar Dragon.

"Ada apa Dragon!?"

Dragon dengan wajah pucatnya menunjuk ke Lumina yang masih asik mengigit lehernya.

Lucy malah tertawa.

"Lumina, ayo mandi dulu."

Lumina yang sedang menikmati gigitanya di leher Dragon membuka matanya, kemudian berlari mendekati Lucy.

Lumina membuka semua pakaiannya. Lucy juga mengikuti Lumina, melepas semua pakaiannya.

"Kau! Kenapa membuka bajumu di depanku?!!" Dragon terkejut.

"Biasanya juga kita mandi bareng kan?" jawab Lucy sambil mengumpulkan pakaiannya dan pakaian Lumina.

Dragon memalingkan wajahnya,"Dulu dengan sekarang kan berbeda!"

Lucy tersenyum,"Apa kau malu Dragon?"

"Diam!!! Sana cepat mandi!" teriak Dragon.

Setelah mereka selesai mandi, Lucy melihat sesuatu di depan kapal mereka.

"Bukankah itu kapal Angkatan Laut Dragon? Besar sekali!" ucap Lucy.

"Hah? Kapal Bajak Laut maksudmu Lucy?"

"Jelas itu kapal Angkatan Laut Dragon!"

"Coba kau lihat yang aku lihat Lucy," ucap Dragon sambil menunjuk kapal di depannya berdiri.

Lucy menoleh dan terkejut.

"Kita di antara dua kapal besar Dragon!"

Dragon pun menoleh melihat kapal yang dilihat Lucy.

"Heh!!!! Kenapa dua kapal besar ini ada diantara kapal kita??!!!"

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 71

SHiniGami GhoUL
2017-02-14 21:41:32
Asik tuhh Dragonn...m
Aerilyn Shilaexs
2016-08-27 13:27:28
aku benar-benar bingung dengan vampir itu, udah makan makanan, tapi minum darah juga. Padahal di owari no seraph, para vampir cuma minum darah aja
Rifky D Dragnel
2016-08-25 08:52:25
Harusnya perempuan yang malu" tapi malah dragon yg malu" apa lucy gk tau malu ya?
Rudy Wowor
2016-08-23 17:35:48
Ciee Dragon liat bodynya Lucy yang telanjang.
Shark
2016-08-23 00:04:43
Lanjut...
Ade Aja
2016-08-22 20:36:14
Ada 2 kapal..? Kapal siapa gerangan, Semakin menarik ceritanya mas Adhe, dtggu kelanjutannya...
LaZiEsT SiLeNt DiZzY
2016-08-22 18:45:28
hmm..apkh drah yg dhisap itu suatu saat mempengaruhi vampir kecil itu,? mlihat darah naga yg diminumnya. Apa itu kpal Gabriel ya, next
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook