VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 68

2016-08-22 - ibongneverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
181 views | 5 komentar | nilai: 10 (3 user)

Dragon Chapter 68 : Dragon dan Dragon yang Dulu

"Aku tidak tahan lagi!" seru Gwen dengan tubuh berapi-api.

"Gwen... Sa-sabar Gwen...," Juna mencoba menenangkan Gwen yang sudah tidak tahan melihat kaptennya dan Gabriel saling tarik menarik wajah mereka.

Juna berusaha menahan tubuh Gwen yang mendekati Rosinante dan Gabriel, hingga dengan segenap kekuatannya, Gwen melayangkan tongkat yang dibawanya ke arah kepala Rosinante dan Gabriel.

Buggh! Buggh!

"Kalian... Bisa berhenti tidak!!!" teriak Gwen penuh amarah.

"Hahaha... Kau punya kru yang hebat ternyata, Rosinante," ucap Gabriel sambil tertawa.

Rosinante tertawa juga, "Ya, terakhir kita melakukan ini, hampir 12 jam hahaha."

"12 jam???!!" kru Rosinante terkejut mendengarnya.

"Juna, apa kau sudah menyiapkan hidangan untuk tamu kita ini?" tanya Rosinante.

"Tentu saja kapt. Kalau kalian melakukan hal konyol itu lebih dari 1 jam lagi, aku rasa hidanganku tak akan seenak biasanya," jawab Juna.

Rosinante dan Gabriel mengambil minuman yang sudah disediakan Juna.

Setelah Gabriel meminumnya, dia tersenyum, "Delicieux style kalau aku tidak salah."

Wajah Juna menegang, "Ba-bagaimana kau bisa tahu?!"

"Di kamp ku, delicieux style merupakan hidangan wajib. Jadi aku sangat mengenal cita rasa makanan ini."

Juna tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

"Mixyoto Slyndhera, satu dari ras peri. Aku terkejut dia menjadi salah satu kru kapalmu Rosinante. Kau beruntung sekali," ucap Gabriel melirik Lily.

Rosinante hanya tersenyum.

"Woi! El, sampai kapan kau mau di situ?!" teriak Karasu dari atas kapal Angkatan Laut.

"Hai Paman Santo!" teriak Rosinante sambil melambaikan tangannya.

Karasu menundukkan kepalanya.

"Orang tua itu pasti sangat marah karena kau memanggil nama aslinya haha," ucap Gabriel sambil tertawa.

Gabriel berdiri, "Baiklah, aku tidak bisa berlama-lama di kapal ini. Apalagi ada hal yang harus aku selesaikan segera."

"Ya, terima kasih untuk kunjunganmu ini, Gabriel," ucap Rosinante berdiri di sampingnya.

Gabriel sedikit tertunduk,"Bagaimana dia, Rosinante?"

Rosinante tersenyum, "Dia... mirip ibumu."

"Ada yang lain?"

"Kapal mereka menuju kemari, jadi kau bisa mencari tahunya sendiri nanti," jawab Rosinante.

Gabriel tertawa.

"Baiklah, aku pamit dulu," ucap Gabriel yang langsung melompat dari kapal.

"!!!"

Kru Rosinante terkejut karena Gabriel berlari di atas laut lalu melompat dengan tingginya ke atas kapal Angkatan Laut yang besar itu.

"Kalian tidak perlu khawatir, sekejam-kejamnya GRA, dia percaya pada kita."

Kru Rosinante menoleh ke Rosinante.

"Tapi, apa yang dilakukan GRA di lautan biru ini?" tanya Gwen penasaran.

"Aku tidak yakin dia kemari karena dia seorang GRA, lebih tepatnya dia kemari sebagai seorang kakak," jawab Rosinante yang bergegas masuk kembali ke dalam kapal.

Gwen dan yang lainnya bingung.

"Kakak?"


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 68 - Dragon dan Dragon yang Dulu
Penulis : ibongneverland

Beberapa saat berlalu setelah kapal Angkatan Laut mulai menjauh dari kapal Rosinante.

"Einstein, arahkan kapal menuju ke selatan," ucap Rosinante saat melihat ke atas langit.

"?"

"Kenapa kapten?" tanya Einstein bingung.

"Ada hal yang ini aku tanyakan pada seseorang di selatan lautan ini. Musuh lama," jawab Rosinante serius.

Einstein menelan ludah.

"Ba-baiklah kapt."

"Kau ingin menemui para pemburu naga?" tanya Kenshin yang duduk di dekat Rosinante.

Rosinante tersenyum,"Dragon harus bisa melewati lautan ini dulu. Tujuannya masih panjang, dan para pemburu naga adalah rintangan terbesarnya."

Kenshin hanya diam.

"Ada yang ingin kau tanyakan Kenshin?"

Kenshin menganggukkan kepalanya.

"Gabriel, apa dia salah satu keluarga Danger juga?"

Rosinante tersenyum, "Aku tidak perlu menjawabnya kan?"

Di kerajaan Milestone, tepatnya di dalam istana kerajaan.

"Cantiknyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!! Aaaaaa!!!" teriak Ratu Mey sembari memeluk Rey.

"Hihihi" Rey hanya meringis.

"Kau tahu Rey, kau harus mulai memanjangkan rambutmu..."

"Mama! Aku tahu, aku tahu itu hehe. Aku senang menjadi seorang wanita," sahut Rey memotong ucapan ibunya itu.

Ratu Mey tersenyum dan kembali memeluk Rey dengan eratnya.

Raja Rosan tersenyum melihat istri dan putrinya senang, dia kemudian menoleh ke Tokyo, Raion, dan Saitama.

"Raion, berapa lama mereka akan sampai ke Milestone?"

"Kalau tidak terhalang badai, lusa mereka akan sampai," jawab Raion. "Tidak semua Divisi dipimpin oleh Laksamana, Raja. Hanya beberapa saja. Dulu Divisi 120 juga hanya dipimpin oleh seorang kapten meski sekarang masih belum tahu siapa yang memimpin setelah ayahku meninggal."

"Jadi, apa kapten Saitama akan menjadi kapten Angkatan Laut khusus Milestone ini?"

"Tentu saja, kedatangan kiriman dari Markas Pusat adalah untuk mengesahkan posisi Saitama. Aku percaya dia mampu," jawab Raion.

Saitam terlihat berbeda, rambut gondrongnya dicukur habis. Rambutnya sekarang cepak hitam. Kumis dan jenggotnya juga sudah dicukur.

"Kapten Saitama, aku percayakan Milestone kepadamu," ucap Raja Rosan sambil menoleh ke Rey.

Saitama tersenyum,"Aku pasti menjaga tanggung jawab ini seumur hidupku Raja."

"Mama... apa kakak akan baik-baik saja?" tanya Rey dalam pelukan ibunya.

"Tentu saja Rey. Mama sangat terkejut dengan keputusan Key, tapi dia bilang bahwa mimpinya lebih besar dari rasa takutnya. Dia pasti akan menjadi seorang pemanah terbaik di dunia," jawab Ratu Mey senang.

"Mama..." bisik Rey kepada ibunya.

Ratu Mey mendekatkan telinganya.

"Apa aku bisa seperti Dragon?" bisik Rey.

Ratu Mey tersenyum, "Tentu saja sayangku, lihatlah."

"Shu!" kedua mata Ratu Mey berubah menjadi mata elang.

Plak! Rey terlihat serius sambil memegang pipi ibunya.

"Mama! Aku mau! Aku mau seperti itu!" ucap Rey dengan mata bersinar-sinar.

Ratu Mey tertawa kecil,"Saat kau besar nanti, kau akan memiliki kekuatan ini Rey."

Ratu Mey kemudian menggendong Rey dan membawanya menuju ke kamar Rey.

"Apa nanti aku juga bisa mengeluarkan asap seperti Dragon, Mama?" tanya Rey.

"Itu tidak mungkin,"

"Ta-tapi aku pengen seperti itu," balas Rey.

"Tidak bisa," bantah Ratu Mey.

"Apa rambutku akan menyala juga nanti?" tanya Rey lagi.

Ratu Mey keheranan.

"Tidak, itu juga tidak mungkin Rey."

"Tapi aku mau seperti itu Mama!"

Raja Rosan hanya tertawa melihat Ratu Mey dan Rey berjalan menjauh dari aula kerajaan.

"Dragon telah mengubah segalanya, sama seperti Dragon yang dahulu. Kata terima kasih tidak akan pernah cukup menggambarkan apa yang telah mereka berdua lakukan pada kerajaan ini," ucap Raja Rosan sambil tersenyum.

Raion, Tokyo, dan Saitama menganggukkan kepalanya dan tersenyum.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 69

Aerilyn Shilaexs
2016-08-27 10:15:01
dari judulnya, kukira akan menceritakan 2 dragon
Aerilyn Shilaexs
2016-08-27 10:14:04
kukira akan ada pertarungan antara gra dan ros
Ade Aja
2016-08-22 20:06:29
Dragon pd msa lalunya aq yakin sangat kuat yea mas Adhe,, aq brhrp mas Adhe mau menyelipkan cerita flash back tntg dragon pd msa lalunya.. Kalo boleh, bhehehe
Zunuya Rajaf
2016-08-22 09:04:04
kemana ya tujuan key,.!? apa mungkin Gabriel yg dtang ke Milestone... bnyk mistri yg blum trungkap next
Rifky D Dragnel
2016-08-22 06:55:23
Apakah dragon yang dulu itu ayahnya dragon
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook