VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 67

2016-08-21 - Ibong Neverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
179 views | 8 komentar | nilai: 9.5 (4 user)

Dragon Chapter 67 : Raja Baru Milestone

"Aku tidak percaya!!!" teriak Dragon.

Lucy hanya tersenyum.

Di depan istana kerajaan Milestone. Jutaan rakyat Milestone berkumpul, mereka menunggu raja mereka memulai acara pagi itu.

"Rakyatku," ucap Raja Rosan begitu berdiri di depan jutaan rakyatnya.

"Tahun-tahun ini merupakan tahun yang berat untuk kita semua. Cobaan demi cobaan telah kita rasakan bersama..."

Raja Rosan terdiam sejenak.

"Hari ini, merupakan hari yang penting untuk kita semua. Hari ini, kita tidak perlu membicarakan semua hal yang telah kita alami selama ini."

"Semua penderitaan, semua kesedihan telah membukakan jalan untuk kita bersama menjadi jiwa yang lebih kuat, lebih hebat, dan lebih besar dalam menyongsong masa depan."

"Ya!!!!" teriak rakyat Milestone.

"Pada hari ini akan aku umumkan beberapa hal untuk kerajaan ke depannya."

"Rakyatku, aku sebagai raja meminta maaf untuk waktu yang telah aku sia-sia selama menjadi raja untuk kalian. Aku sangat bahagia melihat kalian semua di sini."

"Kerajaan kita selama ini telah salah. Kerajaan kita selama ini tidak pernah membuka mata hingga akhirnya kebenaran terungkap meski itu menyisakan penderitaan kepada kita."

"Mulai saat ini, Angkatan Laut akan menjadi bagian dari Kerajaan Milestone."

"Angkatan Laut! Angkatan Laut!" teriak rakyat Milestone menyambut baik berita tentang Angkatan Laut tersebut.

"Untuk itu, aku persilahkan Laksamana Raion untuk menyampaikan berita tentang Angkatan Laut kepada kalian."

Raion menganggukkan kepalanya kemudian berjalan menuju mimbar di depan jutaan rakyat Milestone.

"Selamat pagi seluruh rakyat Milestone. Perkenalkan aku adalah Raion, aku adalah seorang Laksamana Angkatan Laut Divisi 109 kota Saga."

"Aku percaya diantara kalian, ada yang masih takut dengan kami. Kami datang kemari bukan untuk menghilangkan perasaan kalian itu, kami datang kemari untuk menunjukkan kepada kalian bahwa apa yang kalian takutkan sebenarnya tidak perlu ada."

"Satu-satunya tujuan lahirnya Angkatan Laut adalah untuk menjaga lautan, menjaga mereka yang hidup di laut untuk terbebas dari rasa cemas, takut, dan khawatir akan tindak kejahatan yang banyak berkeliaran di seluruh lautan."

"Mulai hari ini, aku mewakili Markas Pusat Angkatan Laut meresmikan berdirinya cabang baru Angkatan Laut Divisi 121 kota Milestone..."

"Hore!!!!!" teriak rakyat Milestone.

Raion mengangkat tangannya dan rakyat Milestone mulai tenang kembali.

"Karena masih banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk menjadikan kota Milestone ini sebagai markas utama Divisi 121. Maka dari itu, aku menunjuk kapten Saitama sebagai kapten Angkatan Laut kota Milestone."

"Hidup kapten Saitama! Kapten Saitama!" teriak rakyat Milestone lagi.

Raja Rosan, Ratu Mey, Raion tersenyum senang.

Raja Rosan kembali ke atas mimbar setelah Raion turun dan bergabung dengan Saitama yang telah mengenakan jubah kapten Angkatan Laut.

"Terima kasih untuk informasinya Laksamana Raion, Milestone pasti menyambut dengan senang kedatangan Angkatan Laut."

Raja Rosan kembali terdiam lalu mulai berkata kembali,"Mulai hari ini juga, Kapten Tokyo akan menjadi seorang Perdana Mentri. Dia yang akan mengatur pemerintahan kerajaan Milestone setelah aku turun dari tahta..."

"Tidak raja! Jangan turun! Ku mohon raja!" Semua orang berteriak membuat suasana menjadi ricuh.

"Ku mohon tenangkan diri kalian semua," ucap Raja Rosan sambil menangkat tangannya.

"Aku tidak akan pergi dari kerajaan ini meski aku tidak lagi menjadi raja. Mungkin memang terlalu dini untuk putra-putraku tapi dengan bantuan kapten Tokyo, aku percaya kerajaan Milestone akan tetap berjalan dengan baik."

Rakyat Milestone mulai tenang.

"Untuk menggantikan diriku, aku menuju salah satu putraku untuk duduk disinggasana raja hingga nanti dia sanggup memegang jabatan itu sendiri."

Semua rakyat Milestone terdiam, memperhatikan sosok yang muncul dari dalam istana.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 67 - Raja Baru Milestone
Penulis : Ibong Neverland

Di kapal milik Dragon, Dragon's Claw.

"Apa sekarang Key sedang diperkenalkan pada rakyatnya ya?" ucap Dragon penasaran.

"Ya, mungkin kau benar Dragon," balas Lucy sambil melihat ke atas langit.

Kembali ke istana kerajaan.

"Tap... tap... " langkah kaki seseorang dari dalam istana kerajaan.

Seluruh rakyat Milestone terlihat antusias melihat calon raja Milestone keluar dari dalam istana kerajaan.

Saat orang yang keluar dari dalam istana sampai mimbar, semua rakyat Milestone terkejut. Raion dan Saitama juga sama terkejutnya.

Di utara pulau Kyodai, sebuah kapal kecil terlihat mengembangkan layarnya. Terlihat juga seorang wanita berdiri menghadap kapal tersebut.

"Sampai kapan kau akan menunggu di situ Suzuki?" terdengar suara seseorang dari dalam kapal.

Wanita yang berdiri di depan kapal tersebut adalah Suzuki. Dengan wajah sedih, Suzuki mencoba membuka mulutnya, namun tidak ada sepatah katapun yang keluar.

Sreekk! Seseorang melompat dan berdiri di depan Suzuki,rambutnya acak-acakan dan berwarna biru laut.

Orang itu adalah Key. Dengan membawa anak panah yang ia gendong di punggungnya, Key mendekati Suzuki.

"Apa kau mau menungguku, Suzuki?" tanya Key menatap Suzuki.

Suzuki hanya menganggukkan kepalanya.

"Kalau begitu..." Key melepas sebuah kalung yang dikenakannya lalu menyerahkannya kepada Suzuki.

"Pa-pangeran... ini... inikan kalung keluarga kerajaan?" ucap Suzuki melihat kalung yang diberikan Key kepadanya.

Key mengambilnya lagi dan mencoba mengenakannya kepada Suzuki.

Setelah kalung miliknya melingkar dileher Suzuki, Key tersenyum.

"Berjanjilah kau akan menjaganya sampai aku kembali nanti," ucap Key sembari membalikkan badannya.

"Pangeran!" panggil Suzuki.

Key berhenti, lalu menoleh ke Suzuki.

"Panggil aku Key," ucap Key menjawab panggilan Suzuki.

Suzuki berlari mendekati Key dan menciumnya.

Kembali ke istana Kerajaan.

Rey tersenyum senang di atas mimbar dengan mengenakan gaun putih.

"Mulai hari ini, kerajaan akan dipegang oleh pang... maksudku tuan putri Rey, putri kesayanganku," ucap Raja Rosan dengan bangga memperkenalkan putrinya Rey.

Beberapa kali Ratu Mey mengacungkan jempolnya saat Rey menoleh kepadanya.

Sementara itu di kapal Dragon, Dragon's Claw.

"Aku masih tidak percaya kalau Rey seorang perempuan. Sial, aku benar-benar bodoh," ucap Dragon.

"Bagus kalau kau mengakuinya," sahut Lucy.

Dragon menoleh ke Lucy,"Mengakui apa?"

"Kau bodoh," jawab Lucy.

Dragon memasang wajah datar.

"Hoamm... Rey kemana?" ucap Lumina yang tiba-tiba keluar dari dalam kabin kapal.

Dragon dan Lucy kemudian mendekatinya.

Setelah mencoba menjelaskan kepada Lumina, akhirnya Lumina mengerti.

"Hiks... Aku ingin maen dengan Rey..." ucap Lumina sedih.

"Maafkan kami Lumina, tapi Rey sekarang sudah bersama keluarganya," ucap Lucy yang kemudian panik sendiri.

"Mama!" teriak Lumina.

"Duh, aku keceplosan," ucap Lucy sambil memegang kepalanya sendiri.

Ngeek!! Dragon menjewer pipi Lumina.

"Kalau kau menangis, aku akan membuat pipimu lebih lebar lagi," ucap Dragon.

Plak! Lucy langsung memukul kepala Dragon.

"Apa yang kau lakukan bodoh!"

"Ya, bagaimanapun kalau dia menangis terus, kita akan semakin sulit membantunya," jawab Dragon sambil mengusap-usap kepalanya.

Lumina terdiam, dia duduk sambil menundukkan kepalanya.

Lucy mendekatinya.

"Lumina, kau tahu dimana ayah dan ibumu?" tanya Lucy.

Lumina hanya menggelengkan kepalanya.

"Waktu itu, apa yang terjadi. Kenapa kau dan kedua orang tuamu bisa terpisah?" tanya Lucy lagi.

"Mereka datang, mereka mencoba menangkap mama... tapi papa berhasil menyelamatkan kami. Setelah itu, kami berpisah dan Rosinante menemukanku," jawab Lumina.

Lucy menoleh ke Dragon.

"Sepertinya ada sebuah masalah besar yang terjadi. Apa kau tahu apa yang harus kita lakukan selanjutnya Dragon?" tanya Lucy.

"Rosinante menyuruh kita menuju pulau Hantaa, di sana kita akan menemukan orang yang mengenal ayah Lumina," jawab Dragon.

Lucy memeluk Lumina lalu menggendongnya.

"Aku akan membawa Lumina untuk makan dulu," ucap Lucy membawa Lumina naik ke atas.

"Green, kau sudah masak kan?"

Green berdiri di atas tangga sambil mengangkat tangannya,"Green!"

"Bagus, aku akan ke sana dengan Lumina."

Sementara itu di lautan lepas. Kapal milik Rosinante mulai mendekati sebuah badai.

"Robin, kau lihat di depan kita? Apa itu sebuah badai?" tanya Einstein.

Robin yang berdiri di atas tiang layar utama menganggukkan kepalanya.

"Apa kita harus memutar haluan?" tanya Eisntein lagi.

"Tidak perlu, badai itu akan reda saat kita sampai di sana," jawab Robin sambil melompat turun.

"Baiklah kalau kau bilang begitu."

Sesuai perhitungan Robin, badai yang sedang berlangsung di depan kapal mereka akhirnya reda.

Namun sebuah armada Angkatan Laut tiba-tiba muncul di depan kapal mereka.

"Ekh!!!! Kapal Angkatan Laut???"

Di atas kapal Angkatan Laut, Karasu menyadari kapal milik Rosinante berada di samping kapal mereka.

"Hei El, bukankah itu kapal..."

Gabriel menoleh dan langsung melompat menuju ke kapal yang dimaksud Karasu.

"Oi El! Sialan, aku belum selesai bicara!" teriak Karasu marah.

Bruuuk!!! Gabriel berdiri di kapal Rosinante.

Tentu saja kedatangannya membuat kru Rosinante terkejut, mereka semua langsung menyerang Gabriel.

Kenshin dengan kemampuan pedangnya yang hebat, mulai mengayunkan katananya.

Dengan lihai, Gabriel menghindar dan berdiri di atas katana Kenshin.

"Dia! Berdiri di katanaku?!!" Kenshin terkejut.

Slassh!!! Anak panah Robin melesat ke arah Gabriel namun dengan mudah Gabriel menangkapnya.

Robin terkejut, dia menyarungkan kembali anak panahnya dan melompat mundur.

"Dia, menangkap anak panah Robin?!!!" Einstein dan Gwen terkejut.

Gabriel tersenyum. Dia mengepalkan tangan kanannya sampai tangannya terlihat mengeras.

Saat Gabriel akan memukulkan tangannya ke lantai kapal, Rosinante keluar dari dalam kapal.

"Setaaan!!! Kau mau menghancurkan kapalku ya!!!" teriak Rosinante.

Gabriel berhenti, kemudian menoleh ke Rosinante.

"Ah, akhirnya kau muncul juga Rosinante," ucap Gabriel.

"Ah ya," ucap Rosinante dengan wajah penuh keringat.

"Apa kau tidak lupa dengan surat yang aku titipkan kepadamu, Rosinante?" tanya Gabriel.

"Ten-tentu saja aku tidak lupa!" jawab Rosinante dengan keringat yang mengalir deras di wajahnya.

"Kapt, apa dia... ?" tanya Gwen.

"Ya, dia adalah Gabriel," jawab Rosinante.

"Waaahhhh!!!!" kru Rosinante terperanjat, dengan wajah pucat.

Gabriel kemudian melihat disekelilingnya sambil membungkuk, dia memperkenalkan dirinya, "Perkenalkan aku adalah Gabriel."

"Hei Rosinante, apa kau sudah memberikan suratku untuknya!?" tanya Gabriel sambil melihat ke arah Rosinante.

"Tentu saja sudah bodoh!" teriak Rosinante sambil melompat ke arah Gabriel kemudian menarik pipi Gabriel.

"Kau memang tidak pandai berbohong Rosinante!" seru Gabriel sambil membalas menarik pipi Rosinante.

Melihat kaptennya dan Gabriel saling tarik menarik pipi, Gwen dan yang lainnya menjadi khawatir.

"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Gwen.

Bukannya menjawab, Kenshin malah menyarungkan katananya kemudian berjalan menuju ke pinggir kapal dan duduk di sana.

"Heh? Kau kenapa malah duduk Kenshin?" tanya Gwen heran.

Kenshin hanya menunjuk ke arah kapten dan Gabriel.

Gwen kemudian memperhatikan mereka berdua.

Satu jam kemudian, Rosinante dan Gabriel masih tarik menarik pipi mereka.

Dua jam kemudian, Rosinante dan Gabriel masih tarik menarik pipi mereka.

Tiga jam kemudian, Mereka berdua belum selesai.

Gwen dengan muka datar mulai berjalan menuju ke tempat duduk yang berada di kapal.

"Lebih dari tiga jam, mereka masih melakukan hal yang konyol. Aku jadi ragu, apa GRA memang sekejam yang diceritakan..."

"Hahaha, kau tidak perlu memikirkan hal itu Gwen, minumlah jus jeruk ini agar wajahmu lebih ceria," ucap Juna sembari memberikan segelas jus jeruk kepada Gwen.

"Ya, terima kasih Juna."

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 68

SHiniGami GhoUL
2017-02-14 21:19:44
LanjuTtt gihh...
Rani Envyzia
2016-12-26 22:23:09
Berharap key jadi krunya dragon
Aerilyn Shilaexs
2016-08-27 09:16:58
jiah lama banget, sampe 3 jam lebih
Rifky D Dragnel
2016-08-22 07:26:33
Aku penasaran pipi mereka jadi kayak apa
LaZiEsT SiLeNt DiZzY
2016-08-21 18:56:43
ptinggh. AL dn kapten yg hebat brtingkah konyol.. keingat luffy dn grap ha ha. spertiny memang meraka teman yg akrab. wah tuan putri 7 th jd raja, tak menyangka. next
Shark
2016-08-21 17:36:42
Lanjut ...
Ade Aja
2016-08-21 17:13:20
Hei Rosinante n Gabriel,, akibat ulah kalian sendiri, lama2 kalian bkal jd manusia karet. Wkwkwk. Ohy aq berhrp tjuan dragon kepulau hantaa itu lebih mengarh kepulau hantu mas Adhe. Agr kelihtan seram
Inuyasha
2016-08-21 15:14:08
Kapan berhentinya tarik2an pipinya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook