VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 66

2016-08-21 - Adhe Kurniawan > Dragon si Pemburu Bajak Laut
219 views | 8 komentar | nilai: 9.33 (3 user)

Dragon Chapter 66 : Lumina

Seorang anak perempuan berdiri di depan pintu kabin, dia menangis sambil memegangi perutnya.

"Dia siapa!!?" Dragon dan Lucy terkejut.

"Green," Green menghampiri anak kecil itu kemudian menggandengnya untuk naik ke kamar atas.

Dragon dan Lucy mengikuti mereka berdua.

Sementara itu, di lautan lepas.

"TIDAAAK!!!!"

"Hadeh... kapten banyak berteriak akhir-akhir ini," ucap Gwen menutup kedua telinganya.

"A-aku bisa dibunuh pria itu," ucap Rosinante dengan wajah pucat sambil berjongkok di pinggir kapal.

Lily terlihat tersenyum memperhatikan Rosinante. Dan Kenshin mendekati Rosinante.

Tak! Kenshin memukul kepala Rosinante dengan gagang katananya.

"Apa-apaan kau Kenshin!?"

"Lumina ada di kapal Dragon, aku yakin dia bersembunyi disana," ucap Kenshin dengan tenang.

"Kalau begitu, biar anak itu yang mengantarkan Lumina ke orang tuanya," ucap Rosinante.

"Bagaimana caramu memberitahukan mereka tentang itu, kapt? Kau pasti tidak memikirkan...." Gwen tidak meneruskan ucapannya setelah melihat asap keluar dari tubuh Rosinante.

"Kwaak!!!" Seekor burung berwarna hitam bertengger di salah satu tiang kapal.

Semua mata tertuju kepada burung hitam itu.

"Nah, kita bisa minta tolong kepada Dark," ucap Rosinante. "Gwen, tolong tuliskan surat untuk Dragon ya."

"Ya, akan aku tuliskan kapten."

Kembali ke kapal milik Dragon, Dragon's Claw.

"Siapa namamu anak kecil?" tanya Lucy yang duduk di depan anak kecil tersebut.

"Lumina!" jawabnya sambil menyelesaikan makanannya yang terakhir.

"Aku tidak menyangka, kau makan begitu banyaknya," ucap Lucy melihat tumpukan piring di samping mereka duduk.

Lumina, si anak kecil itu tersenyum.

"Heh kau! Bagaimana caramu bisa masuk ke dalam kapalku?" tanya Dragon tiba-tiba.

Lumina ketakutan.

Plak! Lucy memukul Dragon.

"Jangan membentak anak kecil, bodoh!"

"Lumina, bagaimana kau bisa masuk ke kapal ini?" tanya Lucy.

"Aku ingin bermain dengan Rey lagi," jawab Lumina sambil tersenyum.

"Kau kenal Rey?"

"Iya, aku tidak mau bersama Rosinante, aku pengen maen dengan Rey lagi di sini."

Dragon dan Lucy terkejut.

"Jadi, kau bersama Rosinante?!!"

Bruukk!! Tiba-tiba Dragon terjatuh, tubuhnya mengeluarkan asap.

"Dra-dragon! Kau kenapa?!!" Lucy terlihat panik.

"A-aku tidak tahu, rasanya tu-tubuhku sakit semua...!" jawab Dragon dengan susah payah.

Lucy bergegas keluar dari ruang makan dan mendapati Dark, si burung hitam bertengger di depan pintu.

"Kwak!"

"Argh!!!"teriak Dragon kesakitan, dia menutup kedua telinganya.

Lucy menoleh ke Dragon lalu melihat ke Dark lagi.

"Burung ini... Dia bisa mempengaruhi Dragon," gumam Lucy tidak percaya.

Lucy tiba-tiba memperhatikan sebuah surat yang diikatkan di kaki Dark. Dengan hati-hati, Lucy mengambilnya.

Seketika Drak langsung terbang meninggalkan Dragon's Claw setelah Lucy mengambil surat yang dibawanya.

"Si-sial, ada apa tadi... tubuhku rasanya sakit semua," ucap Dragon berjalan mendekati Lucy.

"Aku tidak yakin, tapi seekor burung hitam yang membuatmu seperti itu," ucap Lucy.

Dragon melongo.

"Mana mungkin bisa?"

"Aku juga tidak tahu, kalaupun tahu, aku pasti langsung memberitahumu," balas Lucy sembari membuka surat yang dibawanya.

"Itu apa Lucy?"

"Burung itu membawakan sebuah surat..."

"Hahh!!!!!????"

Dragon dan Lucy selesai membaca isi surat tersebut, dan terkejut.

"Berani-beraninya dia menyuruhku!" teriak Dragon.

"Ya, dia juga kan kakakmu, jadi wajar kalau dia minta tolong padamu," sahut Lucy.

"Ta-tapi... kita tidak tahu dimana orang tua anak kecil itu," ucap Dragon.

"Lumina, itu nama anak kecil itu. Ya, kalau mengantarkan anak itu ke orang tuanya, aku rasa tidak berat. Kita bisa tanya kepadanya bukan?"

"Tapi tetap semua itu adalah tanggung jawab Rosinante. Maksudku si Lumpia," ucap Dragon sambil mengupil.

"Lumina!" teriak Lucy sambil memukul kepala Dragon.

Dragon yang sedang mengusap-usap kepalanya dikagetkan dengan kedatangan Lumina di sampingnya.

"Ada apa?"

"Rey, aku mau maen dengannya lagi!" seru Lumina sambil menarik-narik baju Dragon.

"Rey tidak ada!" balas Dragon.

"Tapi Rey di sini, aku mau maen dengannya lagi!"

Dragon menaruh tangannya dikepala Lumina dan menggerak-gerakkannya,"Rey tidak ada di sini, kau lebih baik tidur dan..."

Lumina menundukkan kepalanya, sebuah hawa dingin tiba-tiba menyelimuti Lumina. Dragon mulai pucat.

"Argh!!!!!!" teriak Dragon karena Lumina tiba-tiba menggigit lehernya. "Lepaskan anak ini! Argh!!!"

Lucy dengan wajah pucat berusaha menolong Dragon.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 66 - Lumina
Penulis : Adhe Kurniawan

Sementara itu dikapal Rosinante.

"Apa Dark kembali lagi ya?" ucap Rosinante sambil bersandar
di pinggir kapal.

"Memangnya kenapa kapt?" tanya Kenshin yang berdiri di sampingnya.

Rosinante membalikkan badannya, "Tidak, aku cuma lupa menuliskan sesuatu di suratnya tadi."

"Tentang?"

"Lumina adalah seorang ras vampir."

Wajah Kenshin berubah datar.

Kembali ke kapal Dragon, Dragon's Claw.

"Kau tidak apa-apa Dragon?" tanya Lucy keluar dari kabin kapal.

Dragon tergeletak dengan tubuh lemas.

"Ya, aku kira aku akan mati tadi," jawab Dragon berusaha duduk.

"Aku tidak percaya, ternyata anak itu seorang vampir," ucap Lucy.

"Harusnya Rosinante memberitahu kita juga," Dragon mengerutu.

"Jangan salahkan dia. Kau lihat sendiri, Lumina pikir Rey di sini, dan dia memilih tinggal di kapal ini," ucap Lucy. "Setelah menggigitmu, anak itu tertidur dengan pulas. Ya itu lebih baik daripada kita mencoba menjelaskan kalau Rey tidak ada di kapal kita."

Dragon tiba-tiba melihat ke arah luatan lagi, dan tersenyum.

"Ada apa Dragon?"

"Hari ini, Key akan menjadi seorang Raja. Padahal aku lebih memilih Rey daripada Key," jawab Dragon.

"Mana mungkin," bantah Lucy.

Dragon menoleh ke Lucy, "Maksudmu Lucy?"

"Iya, mana mungkin Rey menjadi seorang Raja," jawab Lucy.

"Tentu saja bisa! Dia adalah seorang laki-laki sejati. Lebih baik daripada Key," balas Dragon dengan bangga.

"Kau pikir Rey itu laki-laki?"

"Hah? Memang iya kan?" Dragon bingung.

"Hahaha... Rey itu perempuan. Jadi selama ini kau tidak menyadari kalau Rey seorang perempuan ya Dragon? Hahaha," ucap Lucy sambil tertawa terbahak-bahak.

Dragon mematung dengan wajah pucat.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 67

Kuroko Akashi
2017-02-14 21:09:41
Waahhhh... Selama inipun aku mengira Rey itu laki-lakii... :/
Shiroi Kuro
2016-12-26 22:11:05
Rey wanita?
Aerilyn Shilaexs
2016-08-27 09:04:36
selain itu, rey kan perempuan. Kenapa semua memanggilnya PANGERAN, Bukan nya PUTRI?
Aerilyn Shilaexs
2016-08-27 09:00:36
vampir ko makan makanan? Vampir macam apa itu?
Ade Aja
2016-08-21 13:48:02
"Demi Dragon yg suka makan ketimun,, sejak kpn rey itu wanita, akh pantas sja aq prnh melihat 2 tonjolan di dadanya." gumam ade, bhehehehehe
kyoushi
2016-08-21 11:08:57
Apa burung dark memiliki kekuatan bisa membuat dragon kesakitan ...
ThE LaSt EnD
2016-08-21 08:10:56
Lumina, ras vampir.. trnyata dia yg di kapal, jd mungkin slanjtnya ke negri vampir.. next.
Rifky D Dragnel
2016-08-21 04:46:49
Pertama komentar nih
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook