VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 62

2016-06-17 - Adhe Kurniawan > Dragon si Pemburu Bajak Laut
407 views | 18 komentar | nilai: 9.78 (9 user)

Dragon Chapter 62 'Pemburu Naga'

Rosinante ikut heran dengan ucapan Lucy.

Lucy mengeluarkan sebuah gulungan yang sebelumnnya ia ikat dengan sarung katananya, kemudian mengeluarkan isi gulungannya.

"Lihatlah Dragon, gulungan yang kakek berikan ternyata kosong," ucap Lucy sambil menunjukkan gulungan yang ia buka.

Dragon mengambilnya dan mencoba membaca kertas gulungan itu. Dragon juga mencoba menerawangnya lewat sinar matahari.

"Sama saja Dragon, aku sudah mencoba berbagai cara untuk membuktikan jika gulungan itu ada tulisannya... Tapi sia-sia saja," lanjut Lucy dengan wajah murungnya.

Krek!

"Apa yang kau lakukan bodoh!" teriak Lucy sambil memukul kepala Dragon.

Lucy mengambil kembali kertas gulungannya, dan melihat kertasnya sobek sedikit.

"Kau pasti belum mencoba cara itu kan?" ucap Dragon sambil mengelus-elus kepalanya yang benjol.

"Haha... Kalian berdua lucu sekali," ucap Rosinante.

Dragon dan Lucy menoleh ke Rosinante.

"Boleh aku lihat kertas itu?" pinta Rosinante sambil mengulurkan tangannya.

Lucy memberikan kertas gulungan tersebut kepada Rosinante.

Rosinante memeriksanya lalu tersenyum.

"Apa kau menemukan sesuatu, Rosinante?" tanya Lucy penasaran.

"Kertas kosong ini bukan kertas sembarangan," jawab Rosinante.

"Bagaimana kau tahu?"

"Orang yang bisa membaca kertas ini hanya ada tiga orang. Yang pertama Kakek Zeff, kemudian ayahku dan seseorang di sisi barat dunia ini. Ini cara mereka bertiga untuk mengirimkan pesan," Rosinante menggulung kertas itu dan memberikan kembali ke Lucy.

Raut wajah Lucy terlihat mulai senang, dengan hati-hati dia memasukkan kembali kertas tersebut dalam wadah gulungannya.

"Terima kasih, Rosinante. Semangatku kembali lagi, aku pasti mengantarkan gulungan ini ke sisi barat dunia," ucap Lucy senang.

"Sisi barat dunia? Kalian menuju ke sana?" Rosinante tidak percaya.

"Ya begitulah. Kakek yang menyuruh kami," jawab Lucy."Aku yakin orang yang dimaksud kakek adalah yang bisa membaca kertas dalam gulungan ini."

Rosinante menganggukkan kepalanya.

"Dragon, apa itu tongkatmu?" tanya Rosinante kepada Dragon.

"Oh, iya. Ini tongkatku, kata kakek ini adalah tongkat milik ayahku," jawab Dragon sambil menoleh ke arah tongkat yang ia sarungkan di punggungnya.

"Apa kau tahu bagaimana mengunakannya?" tanya Rosinante lagi.

Dragon menggaruk-garuk kepalanya kemudian menoleh ke Lucy.

"Ya, aku biasanya menggunakannya untuk memukul," jawab Dragon polos.

Rosinante menundukkan kepalanya,"Jadi Silva benar-benar tidak memberitahumu apa-apa ya Dragon?"

"Dia hanya memberitahuku bagaimana cara menggunakan kekuatannku. Dan waktu itu, Aku mencoba memukulnya dengan tongkatku, tiba-tiba tongkatnya berhenti. Aku tidak tahu kenapa," ucap Dragon.

"Dan menyala hijau saat Silva memegangnya," tambah Lucy.

Rosinante menggerakkan tangannya ke atas. Tiba-tiba tongkat milik Dragon melayang sendiri dan meluncur ke arah Rosinante.

"Bagaimana bisa?!!" Dragon dan Lucy terkejut.

"Tongkat ini terbuat dari batu mulia bernama Emperium yang lebih keras dari sebuah berlian. Satu-satunya batu mulia yang bisa dikendalikan dengan kekuatan yang dimiliki Ras Naga," ucap Rosinante.

Wing! Tongkat milik Dragon menyala merah.

"Wah!!!" Dragon dan Lucy makin terkejut.

"Kau juga bisa membuat tongkat itu menyala, Rosinante?" tanya Lucy yang masih terkejut melihat tongkat milik Dragon menyala merah.

"Apa aku bisa membuat tongkat itu menyala juga?" tanya Dragon dengan mata bersinar.

"Tentu saja, kau juga seorang Ras Naga, bukan?" jawab Rosinante."Memang butuh banyak waktu dan proses untuk bisa mengendalikan benda yang terbuat dari Emperium ini. Tapi yang terpenting, kau harus bisa mengendalikan kekuatanmu terlebih dulu."

Rosinante melempar tongkat yang dibawanya ke Dragon.

Dragon memegangnya sambil berusaha membuat tongkat tersebut menyala.

"Menyala lah! Menyala!" ucap Dragon kepada tongkatnya.

Rosinante dan Lucy menyipitkan mata mereka.

"Sebenarnya kau paham maksudku tidak sih Dragon?" ucap Rosinante.

Kaaakk!!

Seekor elang laut meluncur cepat ke arah Dragon lalu bertengger di pundak Rosinante. Elang laut itu terlihat mengambil sesuatu dari Dragon.

"Heh!!! Ketimunku menghilang!" Dragon histeris.

Saat melihat ke arah burung elang laut yang bertengger di sebuah tiang tidak jauh dari tempat Dragon dan Rosinante berdiri, Dragon melihat ketimunnya dimakan oleh elang laut itu.

"Burung itu memakan ketimunku...," ucap Dragon,"Aneh..."

"Hahaha, ya dia adalah Hawkeye. Burung pengantar surat di kapal kami. Sama sepertimu, dia sangat menyukai ke-ke-ke-ke...," ucap Rosinante berusaha mengatur nafas sambil menutup hidungnya, "ketimun."

Greek!!!

Kapal milik bajak laut Rambut Merah mulai bergerak.

"Ah, sepertinya waktu kita sudah habis, Dragon. Aku titipkan Hawkeye kepadamu, kau bisa menggunakannya untuk mengirimkan surat kepadaku jika kau butuh bantuanku," ucap Rosinante.

Dragon yang sedari tadi melihat ke arah Hawkeye yang menghabiskan ketimunnya, menoleh ke Rosiante.

"Aku tidak butuh bantuanmu, kau tahu aku adalah pemburu bajak laut," jawab Dragon.

Rosinante tersenyum, "Kau benar Dragon. Jadi pertemuan kita selanjutnya, kita adalah musuh. Begitukan?"

"Ya, kau benar,"

"Lucy," panggil Rosinante.

"Iya?"

"Aku titipkan adikku kepadamu, jika suatu saat terjadi sesuatu kepadanya, pastikan kau menghubungiku lewat Hawkeye," pesan Rosinante sambil melompat ke atas kapalnya.

"Eh?!!" Lucy kaget.

Dragon lebih kaget, dia dengan serius mencerna ucapan Rosinante.

"Tu-tunggu! Maksudmu dengan adik? Hei, Rosinante!" teriak Dragon berlari di sepanjang dermaga mengejar kapal milik Rosinante yang mulai menjauh dari pulau Kyodai.

Gwen dan yang lainnya melambaikan tangan mereka kepada Dragon
dan mengacuhkan pertanyaan dan wajah bingung Dragon.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 62 - Pemburu Naga
Penulis : Adhe Kurniawan

Di atas kapal bajak laut Rambut Merah.

"Kapt, bukankah kau bermaksud membacakan sebuah surat untuknya?" tanya Kenshin.

"Aku rasa itu sudah tidak penting lagi, Kenshin. Dia akan menemukan semuanya di sepanjang perjalanannya nanti," jawab Rosinante.

Kenshin mengerutkan dahinya.

Rosinante menoleh ke Kenshin dan tersenyum, "Dia akan meneruskan apa yang telah ayah lakukan selama ini. Hal yang tidak bisa aku dan Silva lanjutkan. Dunia akan bergejolak sekali lagi dan aku yakin anak itu bisa menyelesaikan semuanya."

Setelah menjawab pertanyaan Kenshin, Rosinante berjalan menuju ke dalam kabin.

Kenshin tersenyum, dalam hatinya, "Kau selalu percaya diri ya Rosinante."



Di sebuah pulau yang tidak diketahui namanya. Beberapa orang terlihat mencoba membuka sebuah gudang yang sudah lama terkunci.

Kreek!!! Pintu gudang terbuka dan mereka masuk ke dalam gudang tersebut.

"Hoaam!! Selesai sudah tidur panjangku," ucap salah satu pria sambil merentangkan tangannya ke atas.

"Ya, akhirnya," sahut pria lainnya yang kulitnya berwarna biru pucat.

Di antara dua pria itu, seorang pria lainnya terlihat menenteng sebuah kapak besar. Sambil mengusap kapak tersebut dengan lap, pria itu tersenyum.

"Kau kenapa George? Senyummu lebih bersemangat daripada biasanya," heran pria dengan kulit berwarna biru pucat dan terlihat kedua telinganya lebih panjang dari telinga manusia pada umumnya.

"Perburuan Naga akan segera dimulai lagi. Hahaha," ucap pria bernama George itu lalu tertawa terbahak-bahak.

"Tapi apa kalian tahu, Arlaym sudah di sini. Ini akan menyusahkan kita, George," ucap pria satunya.

"Hei London, lihatlah teman kita. Dia ketakutan," ejek George sambil menaruh kapak besarnya di punggungnya.

Pria dengan kulit biru pucat bernama London itu tertawa cekikikan.

"Apanya yang lucu, London? Kau mengejekku juga?" sewot pria satunya.

"Dallas, berhentilah seperti anak kecil. Arlaym atau pemburu naga lainnya bukan apa-apa buat kita. Selain itu, Arlaym sudah di cap sebagai pengkhianat. Dia telah membawa kabur umpan naga," ucap London sambil mengambil dua belati dan menyarungkannya di pinggangnya.

Pria bernama Dallas itu melepas helm prajurit yang dipakainya kemudian menggaruk-garuk kepalanya.

George berjalan menuju ke luar gudang diikuti oleh London.

Dallas terdiam sejenak lalu memungut sebuah busur panah berserta anak panahnya lalu mengejar George dan London.

"Saatnya berpesta, teman-teman!" seru George dengan senyum menyeringai.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 63

Lord Hellium
2017-04-09 11:00:55
ras naga memiliki sifat yang berbeda ya terhadap ketimun
Aerilyn Shilaexs
2016-08-26 10:06:48
musuh baru mulai menampakan diri
Acme Nexaru
2016-08-15 22:59:21
gada lanjutanya ..
Rifky D Dragnel
2016-07-28 08:12:15
Pemburu bajak laut diburu pemburu naga
Goruto
2016-07-07 17:18:51
Next
Rudy Wowor
2016-07-05 21:43:15
Chapter selanjutnya kapan dirilis gan?
ThE LaSt EnD
2016-06-28 09:40:10
sperti dalam dunia one piece... lanjut senpai.. dtunggu
Leila Taa
2016-06-22 22:28:11
Burung elangnya makan ketimun?
Mysterious
2016-06-18 08:16:43
jadi rosinante kakaknya dragon??
Ade Aja
2016-06-17 21:13:14
Yosh,, Akhirnya klimaks jga untuk menyelesaikan baca cerita Mas Ibong.abis udah lma skli gak singgah VT. Semngat Mas Ibong,ditggu chapter selanjutnya....
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook