VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 61

2016-06-14 - ibongneverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
329 views | 10 komentar | nilai: 9.25 (8 user)

Dragon Chapter 61 'Rosinante'

Lucy dan semua yang berada di ruang perawatan keluarga kerajaan bengong. Mereka heran dengan tingkah Dragon dan Rey.

Di dalam pelukan Dragon, Rey tiba-tiba menangis.

"Hei, kau sudah berjanji untuk tidak menangis lagi kan, cengeng?" ucap Dragon.

"Sruupt... Kau juga berjanji padaku, untuk tidak memanggilku cengeng lagi kan Dragon... hiks," balas Rey dengan wajah penuh air mata.

"Ya, Rey," ucap Dragon sambil tersenyum.

Rey kembali memeluk Dragon.

"Terima kasih Dragon, terima kasih telah menepati janjimu,"

Dragon tersenyum.

Lucy dan yang berada di ruangan tersebut ikut terharu.

"Ah! Aku ingat sesuatu Dragon. Aku ambilkan ya!" seru Rey langsung bergegas pergi.

Dragon mengerutkan dahinya sambil mengingat-ingat yang dimaksud Rey.

"Wah!!!!"

"Kau kenapa Dragon? Terkejut seperti itu?" tanya Lucy heran.

"Ketimun dari pulau Buah-buahan!" ucap Dragon dengan mata bersinar.

Wajah Lucy berubah datar, "Ternyata kau memang tidak bisa lupa dengan makanan satu itu."

"Tada!!! Lihatlah Dragon, aku membawakan ketimun dari pulau Buah-buahan," ucap Rey sambil membawa sebuah kotak besar.

"Ketimun!!!" seru Dragon dengan air liur yang menetes deras.

Rey membuka kotak yang dibawanya.

Dragon terlihat sangat senang, tapi tiba-tiba wajahnya berubah pucat.

"Kenapa Dragon?" tanya Rey sambil melihat isi dari kotak yang dibawanya.

"Itu bukan ketimun!!!" seru Dragon.

"Ini ketimun!" balas Rey sambil mengeluarkan buah semangka dari kotak besar yang dibawanya.

"Bukan!" balas Dragon ngotot.

Rey melompat ke atas tempat tidur Dragon, kemudian menyodorkan semangka ke wajah Dragon.

"Lihat! Ada tulisannya," Rey tidak mau kalah.

Tertulis di kulit semangka tersebut, ada kata yang tertutup debu kemudian ada kata ketimun lalu kata yang tertutup debu lagi lalu kata pulau buah-buahan.

Dragon melihat kata-kata yang tertulis di kulit semangka dengan tajam, kemudian dengan tangannya, Dragon membersihkan debu yang menutupi dua kata yang hilang itu.

Dua kata yang tertutup debu adalah kata 'semangka merah, tersedia juga' dan kata 'dari'.

Sehingga jika dibaca lengkap, kata yang tertulis di kulit semangka adalah 'semangka merah, tersedia juga ketimun dari pulau buah-buahan'.

"Waaah!!! Kenapa bisa begitu!" Rey panik setelah membaca tulisan di kulit semangka tersebut.

"Hahaha," semua orang yang berada di dalam ruang perawatan tertawa.

Dragon menangis sejadi-jadinya.

Beberapa saat kemudian, satu per satu dari mereka meninggalkan ruangan perawatan tersebut.

"Ayo Rey, biarkan Dragon beristirahat dulu. Dia masih butuh waktu untuk mengembalikan tenaganya," ajak Key.

"Daa Dragon!" pamit Rey sambil melambaikan tangannya.

Dragon hanya tersenyum kemudian merebahkan tubuhnya.

Lucy terlihat serius menatap Dragon.

"Kau kenapa?" tanya Dragon.

"Apa kau pernah melihat seorang pria dengan rambut merah menyala?" tanya Lucy.

Pupil mata Dragon membesar, sontak dia bangun.

"Darimana kau tahu itu, Lucy?!!"

"Saat kau menjadi monster, pria itu datang dan menolongmu. Dia juga menitipkan pesan kepadaku," ucap Lucy.

"Pesan?" Dragon terlihat bingung.

"Besok, kau diminta menemuinya di dermaga selatan. Ada hal yang ingin dia sampaikan kepadamu," Lucy berdiri sambil membenarkan posisi katananya."beristirahatlah Dragon, kau pasti sangat capek."

"?" Dragon menatap Lucy yang berdiri dengan wajah tegang.

"Berjanjilah padaku Dragon, untuk tidak melepas kalungmu lagi. Apapun yang terjadi, jangan pernah melepasnya," ucap Lucy sambil berjalan meninggalkan ruangan perawatan.

Dragon menganggukkan kepalanya.

Setelah Lucy pergi, Dragon kembali merebahkan tubuhnya.

Hal yang menjadi pertanyaan untuknya saat ini adalah tentang pria dengan rambut merah itu. Ini kali keduanya dia di selamatkan oleh pria itu. Dan sampai saat ini, dia belum tahu siapa pria itu. Dari apa yang Dragon lihat, bisa jadi pria itu ada hubungannya dengan Silva, wanita yang ia temui di dekat kota Saga. Tapi satu hal yang membuat Dragon penasaran adalah tentang siapa sebenarnya Dragon yang dimaksud Saitama, apakah dia adalah ayahnya, apakah dia adalah orang yang dikagumi kakeknya, Zeff sehingga Zeff memberi nama Dragon padanya, atau dia adalah seorang sahabat baik dari ayahnya.

Dragon mencoba memejamkan matanya, saat bertemu dengan pria berambut merah, dia ingin menanyakan semua pertanyaan yang berdengung dikepalanya tersebut.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 61 - Rosinante
Penulis : ibongneverland

Keesokan harinya, di ruang makan keluarga kerajaan.

"Pesta besar!!!" teriak Dragon sambil mengunyah beberapa ketimun di mulutnya.

"Oe! Makan satu-satu ketimunnya!" ucap Lucy sambil menjewer pipi Dragon.

Green bersama para chef kerajaan dengan penuh semangat memasak semua makanan yang disajikan.

"Paman Raion, sampai kapan paman di kota ini?" tanya Lucy.

Raion menoleh, sambil mengitung dengan jari, dia menjawab, "mungkin satu atau dua minggu Lucy. Ada apa Lucy?"

"Tidak apa-apa paman. Kalau paman sempat, tolong kirimkan pesan untuk nenek ya, aku lupa jika hari ini adalah ulang tahun ibu," ucap Lucy sambil mengeluarkan secarik kertas dari sakunya.

Raion sedikit kaget, "Ah, Baiklah. Nanti biar kapten Morgan atau Kapten Jack yang menyampaikan langsung pesanmu ini."

Dragon dengan penuh semangat menghabiskan puluhan ketimun yang disajikan khusus untuknya, dan perhatiannya tertuju kepada benda yang menempel di jubah Raion.

"Paman," panggil Dragon.

"Ada apa Dragon?"

"Itu medal ya?" tanya Dragon sambil menunjuk ke arah benda yang menempel di jubah Raion.

"Ya, kau benar Dragon. Darimana kau bisa tahu tentang medal ini?" heran Raion.

"Aku pernah melihatnya paman. Waktu itu, aku memberikannya kepada seorang kakek tua," ucap Dragon.

Raion mengerutkan dahinya.

"Kau bercanda Dragon, medal ini adalah tanda bukti seorang Laksamana, dan tidak ada yang memiliki medal ini kecuali para Laksamana."

Dragon mengangkat alis matanya, kemudian meneruskan mengunyah ketimunnya.

"Dragon, apa kau tahu tentang kekuatanmu itu?" tanya Key tiba-tiba.

Dragon tersedak karena mendengar pertanyaan Key.

"Minumlah ini Dragon," ucap Key khawatir sambil memberikan segelas air minum.

"Aku tidak tahu Key. Aku juga tidak ingat apa-apa setelah melihat Fox menjadi rubah dengan api berkobar ditubuhnya," ucap Dragon.

"Kau tidak ingat apa-apa?!!"

Dragon menganggukkan kepalanya.

Key terlihat serius menatap Dragon, dalam hatinya,"bagaimana bisa dia tidak ingat apa-apa saat menggunakan kekuatannya tersebut, sebenarnya dari ras apa dirimu itu Dragon."

Setelah selesai sarapan bersama, Dragon dan Lucy meninggalkan istana kerajaan.

Mereka berdua berjalan menuju ke dermaga selatan menemui kapten rambut merah.

Setibanya di dermaga selatan, Kapten bajak laut rambut merah terlihat berdiri di ujung dermaga, badannya menghadap ke lautan.

Terlihat kapal milik bajak laut rambut merah berlabuh di samping Dragon's Claw.

Gwen dan Juna terlihat melambai-lambaikan tangan mereka kepada Dragon dan Lucy.

"Kalian datang juga," ucap sang kapten sambil membalikkan badannya lalu tersenyum.



"Siapa kau?!" tanya Dragon langsung bertanya.

"Haha... tenanglah Dragon, aku akan memperkenalkan diriku kepadamu dulu," ucap Kapten rambut merah.

"Perkenalkan namaku Rosinante, aku adalah kapten dari Bajak Laut Rambut Merah."

"Apa kau tahu tentang Dragon si Bajak Laut?" tanya Dragon lagi.

Rosinante, sang kapten rambut merah terlihat bingung.

"Lalu, apa kau kenal dengan Silva?"

Rosinante masih diam.

"Apa Dragon's Claw adalah kapal milik Dragon si Bajak Laut?"

Rentetan pertanyaan Dragon, membuat Rosinante terheran-heran. Tapi tiba-tiba dia tersenyum sendiri.

"Jadi begitu..." gumam Rosinante.

Rosinante yang awalnya ingin mengeluarkan secarik kertas disakunya, akhirnya memilih mengurungkannya. Dia kemudian menoleh ke Dragon's Claw.

"Kapal ini ya?" ucap Rosinante. "Baiklah, aku jawab pertanyaanmu Dragon."

Dragon mendengarkan penjelasan Rosinante sambil memakan ketimunnya.

"Apa yang kau makan itu!!!" teriak Rosinante histeris.

"Hah? Ini? Ketimun kan?" ucap Dragon sambil melihat ketimun yang dibawanya.

Rosinante berwajah pucat.

"Hahaha," kru bajak laut rambut merah tertawa melihat kapten mereka berteriak.

"Kapten sama sekali tidak berubah," ucap Gwen sambil menundukkan kepalanya.

"Aku bertaruh kapten akan melakukan segala cara agar Dragon berhenti memakan ketimunnya itu hahaha," sahut Einstein di samping Lily yang menebar senyumnya yang manis.

"Sebaiknya, kau teruskan nanti makannya... huek... Ma-maaf," ucap Rosinante dengan wajah pucat.

"Aku tidak bisa berkonsentasi jika ada orang makan di depanku."

Dragon mengunyah ketimun yang sudah ia gigit, kemudian memasukkan sisa ketimun yang belum dimakannya ke dalam saku celananya.

"Ya, aku sangat mengenal Dragon yang kau tanyakan. Dia adalah ayahku. Salah satu iblis lautan," ucap Rosinante.

"Apa!!!!" Dragon dan Lucy kaget.

"Dan Silva memang memiliki hubungan denganku karena dia memang saudaraku, dia kakak perempuanku."

"Dan tentang kapal ini," ucap Rosinante sambil melihat ke arah Dragon's Claw, "Sayang sekali kapal ini bukan kapal milik ayahku. Kapal kami selama ini bernama White Diamond dan merupakan kapal yang sangat besar."

"Jadi ruang kapten itu bukan ruang milik Dragon si Bajak Laut ya...," gumam Dragon melihat ke arah Dragon's Claw.

"Kau tahu Dragon, aku senang ternyata masih ada Ras Naga lainnya yang bertahan hidup," ucap Rosinante.

"Ras Naga?" Dragon bingung.

"Jadi kekuatan mengerikan Dragon itu karena dia seorang Ras Naga?" sahut Lucy.

"Kau benar Lucy, Ras Naga memang memiliki kekuatan yang mengerikan. Tapi ternyata ada hal yang berbeda dengan kekuatan yang dimiliki Dragon dari Ras Naga lainnya," jawab Rosinante.

"Mwa Meda?" tanya Dragon sambil mengunyah ketimunnya.

"Aku tidak bisa menjelaskannya disini, karena mungkin apa yang aku ketahui akan berbeda dengan apa yang akan kau dapatkan nanti di sepanjang perjalanan kalian," jawab Rosinante."Aku terkejut karena Silva sama sekali tidak menceritakan apapun kepada kalian."

"Aku akan mencari tahunya sendiri," ucap Dragon kemudian menoleh ke Lucy, "Kita akan mulai mengarungi lautan lagi Lucy."

"Ya... Tapi aku tidak yakin akan meneruskan perjalananku lagi, Dragon" ucap Lucy dengan wajah murung.

Dragon terkejut.

"Maksudmu Lucy?"

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 62

SHiniGami GhoUL
2017-02-12 22:53:59
Ap Lucy gak bkalan ikut dragon lgee...
Aerilyn Chan Kawai
2016-08-26 09:54:46
jiah, tetep aja ketimunnya dimakan
Rifky D Dragnel
2016-07-28 08:02:40
Kenapa lucy jadi ragu ragu
FansnyaFujiokaNagisa
2016-07-01 03:35:19
Rosinante itu nama char di One Piece kan? :3
Elnash
2016-06-16 14:31:05
Nice mas
Shark
2016-06-15 11:08:21
Next...
Mr Blacky
2016-06-15 10:12:19
Apa lucy punya hubungan saudara dengan silva?
Kikko Y Azukiela
2016-06-15 02:16:54
Kenapa tuh si Lucy? Lnjut~
No Name
2016-06-14 20:57:17
kenapa Lucy tidak yakin untuk melanjutkan perjalanan bersama Dragon
KazuKiri NaruIchi
2016-06-14 19:23:54
Next, tapi kenapa Lucy murung apa jangan - jangan mau nikah sama Key
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook