VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 60

2016-06-14 - Ibong Neverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
332 views | 14 komentar | nilai: 9.29 (7 user)

Dragon Chapter 60 'Terima Kasih'

"Lucy! Apa yang terjadi!?" Raion melihat bagian depan istana kerajaan porak poranda.

Lucy langsung memeluk pamannya itu dan terdengar isak tangisnya.

"Kau tidak apa-apa kan Lucy?"

Lucy menunjuk ke arah Dragon, "Dragon... paman."

Raion menoleh ke arah Dragon.

"Jadi... Memang benar dia ya. Apa kau benar-benar yakin akan rencanamu sendiri, ayah?" gumam Raion.

"Tidakk!!!!"

"Rey, anakku.... bangunlah nak," teriak Ratu Mey yang histeris melihat Rey di dekat tiang Istana Kerajaan sambil mengangkatnya dan memeluknya.

"Mama!!" Rey menangis dalam pelukan ibunya itu.

"Tidak apa-apa nak, semua sudah berakhir," ucap Ratu Mey menenangkan Rey.

"Eh?! Key ada apa?" Ratu Mey terkejut mendapati Key yang sudah berdiri disampingnya dengan kepala tertunduk.

Key tiba-tiba memeluk Ratu Mey.

Ratu Mey heran dan kemudian tersenyum sendiri, "Kau... Kau menangis Key?"

"Maafkan aku, mama," terdengar suara Key dalam pelukannya.

"Oh, sayang..."

"Aku tidak pernah marah kepada kalian, putra-putra kesayanganku," balas Ratu Mey sambil mencium kening Rey dan Key.

Beberapa jam kemudian, Raja Rosan dan Tokyo beserta penduduk Milestone tiba di pulau Kyodai.

Raja Rosan langsung menuju ke Istana.

Setelah ia sampai di Istana Kerajaan, dia menuju ruang perawatan yang ramai dipenuhi orang.

"Maaf, permisi... Maaf," ucap Raja Rosan mencoba masuk ke dalam ruang perawatan.

"Hiyaa!!! Raja Rosan, silahkan Raja," ucap beberapa pasukan kerajaan yang langsung memberikan jalan kepada Raja Rosan.

"Sayang, bagaimana dengan anak-anak kita?" tanya Raja Rosan melihat Ratu Mey duduk disamping Dragon.

Ratu Mey menunjuk ke belakang Raja Rosan berdiri.

Saat Raja Rosan akan membalikkan tubuhnya, Rey dan Key langsung memeluk ayahnya tersebut.

"Hahaha, kalian tidak apa-apa nak?" tanya Raja Rosan senang.

"Ya, kami tidak apa-apa ayah," jawab Key sambil melepas pelukannya dan berjalan mendekati bed tempat Dragon tertidur, di samping bed Dragon, Lucy terlihat terlelap juga. Tidak ketinggalan Green juga."Mereka telah menyelamatkan Milestone, ayah. Mereka mempertaruhkan hidupnya demi menolong kita."

Ratu Mey mencium kening Dragon lalu menoleh ke Raja Rosan,"Sekali lagi, Dragon datang."

"Dan menyelamatkan kerajaan kita lagi, sayang."

Raja Rosan tersenyum.

Di ruang perawatan prajurit, terlihat Tokyo tidak henti-hentinya menangis.

"Ayah, sudahlah. Jangan menangis,' ucap Suzuki yang tiduran di atas bed di samping Tokyo duduk.

Tokyo meletakkan tangannya di kening Suzuki dan mengusap-usap kening Suzuki.

"Ayah minta maaf pada kalian, anak-anakku... Ayah tidak bisa menjaga kalian," ucap Tokyo sambil menghapus air matanya yang keluar.

Tokyo kemudian menoleh di bed di depannya dimana Saitama tertidur di atasnya.

"Saitama telah melewati hari-harinya yang berat. Bahkan aku tak akan mampu menggantikannya melewati apa yang telah ia lalui selama ini. Maafkan ayah nak," ucap Tokyo sedih.

"Ayah tidak perlu merasa bersalah seperti itu," sahut Suzuki.

"Kakak sempat bilang padaku. Dia sangat menyesal telah meninggalkan kerajaan, dia seharusnya bisa mengesampingkan keegoisannya. Kakak sangat menyayangi ayah. Sepeninggal ibu, bagi kakak, ayah adalah segalanya baginya," lanjut Suzuki dengan mata berkaca-kaca.

Tokyo tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya hingga air matanya mengalir lebih deras.

"Kalian adalah anak-anakku, kalian adalah yang terbaik. Ayah bangga pada kalian," ucap Tokyo berusaha tersenyum dengan wajah yang basah karena air matanya.

Kyoto tersenyum di depan pintu ruang perawatan prajurit, kemudian bergegas pergi.

"Kyoto, bagaimana keadaan kapten Saitama?" tanya salah satu prajurit kerajaan.

Senyum Kyoto semakin lebar, "Bersiaplah kalian, dia akan kembali."

Para prajurit kerajaan bingung dengan jawaban Kyoto.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 60 - Terima Kasih
Penulis : Ibong Neverland

Satu hari kemudian, di depan Istana Kerajaan yang sedang diperbaiki besar-besaran.

Raion terlihat sedang berdiri melihat rakyat Milestone bahu membahu membangun rumah mereka bersama.

"Tidurmu nyenyak malam ini, Raion?' tanya Raja Rosan yang tiba-tiba berdiri di samping Raion.

"Ah, Raja Rosan. Aku sampai kaget. Ya, Milestone sangat nyaman, seandainya kota Saga seperti Milestone hahaha," jawab Raion sambil menggaruk-garuk kepalanya.

"Eh, Raja. Ada sesuatu hal yang ingin sekali aku tanyakan padamu. Mungkin ini terlalu pribadi, ini tentang Ratu Mey dan Dragon," ucap Raion.

Raja Rosan tersenyum, "Ya, kau boleh bertanya apapun Raion. Bahkan tentang gaya bercinta Mey sekalipun aku pasti jawab jika kau tanyakan."

"Gyaaa!!!" teriak semua prajurit yang sedang memperbaiki Istana.

"Mey dan Dragon adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan, mereka memang bukan saudara. Tapi sejak mereka berdua lahir, mereka tubuh besar bersama," ucap Raja Rosan.

Raion terdiam sambil terlihat memikirkan jawaban Raja Rosan tersebut.

"Tidak ada satupun yang bisa memisahkan kedekatan mereka berdua, bahkan bisa ku bilang, untuk bisa mencintai Mey, kau harus mencintai Dragon dulu," lanjut Raja Rosan.

"Sedekat itu ya hubungan mereka," ucap Raion.

Raja Rosan menganggukkan kepalanya, "Tapi takdir berkata lain, mereka memang sangat dekat tapi tidak ditakdirkan sebagai pasangan. Pada akhirnya Dragon bertemu dengan Natasha, dan Mey bertemu denganku."

"Apa kau tidak cemburu dengan kedekatan mereka, Raja Rosan? Ah, maaf pertanyaanku terlalu pribadi," tanya Raion lalu membungkukkan badannya untuk meminta maaf.

"Hahaha... Cemburu? Mey telah memberikan segalanya padaku, dia bahkan telah menjadiku satu-satunya orang paling bahagia di dunia ini. Sama sekali tidak ada alasan untukku cemburu pada mereka," jawab Raja Rosan sambil menepuk bahu Raion."Ngomong-ngomong aku ada sebuah permintaan untukmu, Raion."

"Permintaan? Apa itu Raja?" tanya Raion.

Raja Rosan menyampaikan permintaannya sambil mengajak Raion berjalan menuju ke pemukiman warga.

Di ruang perawatan keluarga kerajaan, Dragon masih tertidur. Lucy dan Green terlihat sudah siuman meski luka-luka di tubuh mereka masih dibalut perban.

"Dragon pasti sangat kelelahan, dia sampai melakukan tindakan bodoh untuk bisa mengimbangi kekuatan Fox," ucap Lucy yang duduk di samping bed Dragon.

Rey yang berdiri di samping Green menatap Dragon.

"Aku akan memasakkan makanan untuk Dragon, dia pasti sangat lapar saat bangun nanti. Ayo Green," ucap Rey bergegas menuju ke dapur kerajaan.

"Green," ucap Green mengikuti Rey dari belakang.

Lucy dan Key hanya melihat Rey dan Green dengan wajah keheranan.

"Aku berhutang banyak kepada kalian, Lucy. Maafkan sikapku dulu," ucap Key sambil membungkukkan badannya di depan Lucy.

"Sudahlah Key, aku sudah melupakan apa yang terjadi di masa lalu. Dragon benar, semua terjadi karena sebuah alasan," jawab Lucy sambil tersenyum.

Key ikut tersenyum kemudian.

"Terima kasih."

Di dapur Istana Kerajaan.

"Pangeran! Kenapa kau kemari!" teriak para chef kerajaan melihat Rey datang bersama Green.

"Aku mau memasak, Chef," jawab Rey.

"Heh? Benarkah pangeran?" tanya para chef kerajaan.

"Iya, dan Green akan mengajariku," balas Rey sambil menunjuk ke arah Green.

"Green!" Green mengangkat satu tangannya ke atas.

"Benarkah makhluk ini bisa memasak pangeran?" tanya para chef kerajaan yang ragu.

"Tunjukkan pada mereka kehebatanmu Green," ucap Rey kepada Green.

"Green!"

Tidak lama kemudian, Green selesai memasak. Dan para chef kerajaan mulai mencicipi masakan Green.

"Apa-apa ini!!!" teriak para chef kerajaan.

"Hah? Kenapa Chef?" tanya Rey bingung.

"Ini masakan terenak yang pernah kami rasakan pangeran!" jawab para chef kerajaan dengan wajah menangis.

"Hahaha," Rey tertawa.

"Kami mohon kepadamu, ajari kami juga Master Green!" ucap para chef kerajaan yang bersujud di depan Green.

"Green!" balas Green sambil menangkat salah satu tangannya lagi.

Rey, Green dan para chef kerajaan mengenakan apron mereka masing-masing.

"Ayo memasak!" seru Rey mulai memasak bersama para chef kerajaan.

Setelah selesai memasak, Rey memberikan hasil masakannya kepada Green.

"Green!" seru Green sambil memukul kepala Rey.

"Wah!!!" para chef kerajaan ketakutan.

"I-ini ma-masakan kami Master Green," Dengan perasaan takut, para chef kerajaan memberikan masakan mereka kepada Green.

"Green!!" Green memukuli para chef kerajaan sampai babak belur.

Rey dan para chef kerajaan mulai memasak lagi, lagi dan lagi.

Sore hari menjelang, di ruang perawatan keluarga kerajaan, Lucy masih duduk menunggu Dragon.

"Green," ucap Green masuk ke ruang perawatan keluarga kerajaan sambil mengendong Rey yang tertidur.

"Green, apa kalian sudah selesai masaknya?" tanya Lucy.

"Green," jawab Green sambil meletakkan Rey di atas bed.

"Pangeran begitu gigih memasak, dia sampai kelelahan dibuatnya," jawab seorang chef kerajaan yang membawa sebuah piring dengan penutupnya.

"Gyaaa!! Kenapa dengan kalian?!!" Lucy terkejut melihat para chef kerajaan yang wajahnya gosong.

"Hahaha, ya kami berusaha membantu pangeran membuatkan masakan spesial untuk penyelamat kami, nona," jawab chef kerajaan itu.

Lucy menerima piring yang diberikan chef kerajaan dan meletakkannya di atas meja dekat bed Dragon.

"Dragon pasti suka dengan masakan kalian," ucap Lucy tersenyum.

Malam berlalu setelah usaha Dragon dkk menyelamatkan Milestone berakhir. Dragon akhirnya siuman.

"Masakan apaan ini! Tidak enak!" teriak Dragon setelah mencicipi masakan yang dibuat Rey.

"Gyaaa!!!" para chef kerajaan terkejut.

"Hei! Hargai usaha orang, bodoh!" seru Lucy sambil menjitak kepala Dragon.

"Masakan ini memang tidak enak," balas Dragon sambil mengusap kepalanya yang benjol.

"Dragon!!!!" teriak Rey kegirangan sambil melompat untuk memeluk Dragon.

Rey bukannya marah karena masakannya dihina tapi dia malah senang.

"Hahaha!" Dragon tertawa sambil memeluk Rey.

"Kau sama sekali tidak berubah Dragon," ucap Rey senang.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 61

SHiniGami GhoUL
2017-02-12 22:43:12
Dragon... Tmbah pnasaran ad brapa 'Dragon' yhh???
Aerilyn
2016-08-26 09:39:42
perang berakhir dengan masakan yang tidak enak
Rifky D Dragnel
2016-07-28 03:17:13
Dragon akhirnya sadar
Mysterious
2016-06-29 18:39:24
(y)
Elnash
2016-06-16 13:40:28
Nice ☺☺☺
anonim3999315
2016-06-15 12:35:17
Jangan lama lama mikir kayak oda keburu tua masak libur panjang kayak sekolah
Ahmad Abdul Halim
2016-06-14 14:59:36
Next aja ..
kyoushi
2016-06-14 13:31:24
Lanjut...
Rinularo
2016-06-14 11:03:08
Penggunaan kata "bed" terasa aneh saat dibaca. Next!
Sword Art Onepiece
2016-06-14 10:55:26
Terlalu sering kata'ucap'
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook