VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 58

2016-06-13 - Adhe Kurniawan > Dragon si Pemburu Bajak Laut
350 views | 12 komentar | nilai: 9.38 (8 user)

Dragon Chapter 58 'Godlike'

Di lain tempat, tepatnya di kapal Greatest Lion, armada Angkatan Laut milik Laksamana Raion.

"Pada akhirnya kau ikut juga, tante?" Raion memasang muka datar kepada Ratu Mey yang terlihat senang melihat deburan air laut.

"Aha... kau tahu, semenjak menjadi ratu, kerjaanku hanya tiduran di kamar. Belum lagi selama di pulau Taki, aku tidak bisa kemana-mana, it's so boriiiiiing David," jawab Ratu Mey.

Raion memasang muka heran.

"Sifat tante Mey sama sekali tidak berubah meskipun telah menjadi seorang ibu dan seorang ratu... Dan lagi kenapa dia tetap memanggilku David sih," gumamnya.

Glegarrr!!!!

Perhatian semua orang yang berada di atas kapal Greatest Lion tertuju pada asal suara yang menggelagar, disusul asap biru yang mengepul di atas asal suara.

"Ledakan apa itu!!" heran Raion lalu menoleh ke Ratu Mey yang tidak jauh darinya berdiri.

"Tante?!!"

Ratu Mey seperti orang kesurupan, tubuhnya bergetar dan matanya berubah menjadi mata elang.

"Godlike, i-itu Godlike... Da-David..." ucap Ratu Mey terbata-bata, tubuhnya sempoyongan.

Raion dengan cekatan menahan tubuh Ratu Mey yang hampir pingsan.

"Kalian, bawa ratu Mey masuk ke dalam kabin," perintah Raion kepada beberapa pasukan Angkatan Laut.

"Kapten Jack, siapkan kapal pemburu, aku harus segera sampai ke tempat asal suara itu. Aku merasa ada yang tidak beres dengan hal itu."

Jack langsung bergegas mencari tim pemburu Angkatan Laut.

Tak lama kemudian, sebuah kapal kecil dengan beberapa pasukan Angkatan Laut bersiap di samping Greatest Lion.

Raion berdiri di belakang pasukan Angkatan Laut yang mulai mendayung dengan kecepatan penuh.

Beberapa mil dari Greatest Lion, kapal milik kapten rambut merah mendadak berputar haluan.

"Ka-kapt, Ada apa? Kenapa kau jadi seperti ini?" Gwen terlihat panik.

Kapten rambut merah mengeluarkan asap berwarna merah disekujur tubuhnya, mata merahnya menyala terang dan juga rambut merahnya pun ikut menyala.

"Red Line!!!!" Kapten rambut merah mengarahkan salah satu tangannya ke laut dan keluar api yang menciptakan garis merah lurus menuju ke dermaga pulau Kyodai.

Kapten rambut merah langsung melompat, dan secepat kilat, dia meluncur melalui garis merah yang menghilang setelah dilewatinya tersebut.

"Kenshin, apa yang terjadi pada kapten?" tanya Gwen yang masih penasaran."Einsten! Cepatlah, kita harus segera mengejar kapten!"

"Bersabarlah Gwen, angin sedang tidak berpihak kepada kita," jawab Einstein di ruang kemudi.

"Hei tukang nyasar, kau dan kapten sudah lama bersama. Kau pasti tahu kenapa tiba-tiba kapten menjadi aneh seperti itu?" tanya Juna menambahkan.

"Godlike," jawab Kenshin singkat.

"JELASKAN!!!" teriak Gwen dan Juna dengan wajah marah bersamaan.

Lily tertawa kecil.

Kenshin menatap Gwen dan Juna dengan wajah heran.

"Biar aku jelaskan saja," ucap Lily tersenyum sambil mengurai rambut hitamnya yang panjang.

"Kau tahu tentang Godlike juga, Lily?" tanya Gwen berjalan mendekati Lily yang duduk di tangga.

Wajah Kenshin tiba-tiba menjadi pucat.

"Kenshin yang menceritakannya kepadaku," jawab Lily sambil tersenyum.

Juna menempelkan kepalanya tepat di kepala Kenshin," Oh! Jadi si tukang nyasar sudah mulai pintar mendekati seorang wanita ya?"

"Diam kau sikat sepatu!" bentak Kenshin.

"Grrr!!!" Juna dan Kenshin saling dorong kepala mereka berdua.

Gwen dengan muka datar menoleh ke Lily yang tersenyum senang.

"Lupakan tentang mereka berdua, bisa kau mulai menceritakan tentang Godlike yang dimaksud Kenshin, Lily?"

"Tentu saja Gwen," jawab Lily."Informasi tentang Godlike memang sudah lama hilang, bahkan hanya sedikit orang yang tahu persis tentang hal itu. Semua karena Godlike sudah mulai dilupakan. Godlike adalah tahap kebangkitan kekuatan yang dimiliki oleh sebuah ras. Dan ras yang ku maksud adalah ras Naga yang merupakan ras tertinggi dari ras yang ada di dunia ini, Godlike yang dimiliki ras Naga memiliki efek yang sangat mengerikan sehingga ras lainnya memutuskan untuk memburu dan membantai semua ras Naga. Alasan mereka menghabisi ras Naga agar di kemudian hari tidak akan menjadi sebuah masalah untuk ras lainnya karena adanya tahap Godlike itu. Ras Naga sendiri diklaim telah punah hingga sekarang"

"Jadi bisa dibilang, asap biru yang mengepul di udara itu adalah efek dari Godlike seorang ras Naga?" tanya Gwen.

"Iya, ledakannya sangat dahsyat. Dan efeknya akan dirasakan oleh semua ras yang ada di seluruh dunia ini," ucap Lily yang diam sebentar, lalu meneruskan ucapannya, "Wah, lautan akan mulai bergejolak lagi setelah mengetahui bahwa ras Naga masih ada."

"Hmm... Pantas. Baru pertama kali ini aku melihat kapten begitu serius," ucap Gwen memperhatikan sang kapten yang sudah sampai di dermaga pulau Kyodai.

"Jadi kau juga merasakannya Lily?" tanya Gwen kepada Lily.

"Ya, Aku terkejut tadi, kemudian berjalan keluar untuk melihat apa yang terjadi," jawab Lily tersenyum. Terlihat wajahnya sama sekali tidak memperlihatkan kepanikan sedikitpun.

"Godlike bukan hanya sebuah tahapan, bisa jadi itu menjadi sebuah takdir untuknya. Jika dia bisa melalui tahapan tersebut, dia akan memiliki kekuatan yang luar biasa. Tapi jika dia tidak bisa mengontrolnya, dia akan menjadi monster paling mengerikan," ucap Kenshin menambahkan.

"Maksudmu seperti legenda Hydra, Kenshin?" tanya Gwen.

Kenshin menganggukkan kepalanya.

"Ta-tapi... Hydra hanyalah sebuah cerita legenda, sebuah dongeng rakyat. Belum ada satupun orang yang bisa membuktikan kebenarannya," ucap Gwen tidak percaya.

"Mitos atau bukan, yang pasti kita tahu satu hal sekarang," ucap Kenshin sembari menunjuk ke arah kepulan asap biru yang mulai pudar. "Ras Naga telah kembali."


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 58 - Godlike
Penulis : Adhe Kurniawan

Di depan Istana kerajaan, Setelah ledakan dengan asap biru yang sangat besar. Fox berusaha berdiri dengan tubuhnya yang menjadi seekor rubah dengan api menyala disekujur tubuhnya.

Asap biru yang menyelimuti Dragon pun mulai memudar, dan terlihat wujud Dragon yang baru.

Rambutnya yang pendek memanjang kembali dan menyala biru. Matanya berwarna biru dan menyala terang. Kuku-kukunya menjadi tajam dan otot-otot tubuhnya mengeras.

"Grr..." Dragon memperhatikan Fox yang berdiri tidak jauh darinya.

"Jadi itu wujud aslimu, bocah. Menarik juga," ucap Fox sambil menyarungkan katananya kembali. Dia mengambil kuda-kuda dan langsung melesat ke arah Dragon.

Praak!!!! Dengan mudah, Dragon menghancurkan katana milik Fox.

"Groaaarrr!!!!!" Dragon melayangkan pukulannya ke arah Fox.

Jduaarr!!! Fox terhempas hingga menyebabkan retakan yang dalam ditanah.

"Kau pikir kau akan mengalahkanku dengan kekuatanmu itu, pikirkan sekali lagi bocah!" teriak Fox mengeluarkan kekuatan apinya yang langsung melumat Dragon.

Dari dalam kepungan api Fox, muncul api berwarna biru berputar sangat kencang dan menghancurkan api milik Fox sekaligus melibas Fox yang tidak sempat menghindar.

"Uek!!!" Fox terjatuh dengan luka di tubuhnya.

Dragon yang berada dalam tahap Godlike berjalan mendekati Fox.

"Dra...!!!"

Key membekap mulut Lucy sebelum Lucy berteriak.

"Jangan alihkan perhatiannya, Lucy,"bisik Key sambil melepas bekapan tangannya.

"Key?!!" Lucy terkejut,'Kau sudah sadar? Bagaimana bisa?"

"Aku tidak tahu, tiba-tiba ada sesuatu yang menarikku dari dalam tubuhku dan membawa alam sadarku juga," jawab Key.

"Apa ini pengaruh dari kekuatan Dragon?" Lucy menoleh ke Dragon.

"Bisa jadi. Aku tidak tahu dia termasuk ras apa, karena ras Elang tidak pernah berubah menjadi seperti Dragon saat ini," ucap Key.

"Ras Elang?"

"Ya," balas Key sambil mengubah matanya menjadi mata elang.

"Apa itu semacam Stein, Key?" tanya Lucy.

"Tidak, ini adalah kekuatan alami yang kami miliki. Setidaknya itu yang aku ketahui, Lucy."

"Kau belum tahu tentang kekuatanmu seluruhnya?"

Key menganggukkan kepalanya.

"Aku mengetahui tentang kekuatan ini dari ibu ku. Dia adalah seorang ras Elang."

"Hah?!! Ratu Milestone seorang monster?!!"

Key membekap mulut Lucy kembali.

"Kau tidak perlu kaget seperti itu. Dan lagi, ibu ku bukan monster. Dia hanya termasuk ras Elang saja."

"Aku sangat kaget, aku tidak percaya bahwa ada kekuatan semacam itu juga di dunia ini," ucap Lucy.

"Ya, ini baru beberapa hal kecil yang ada didunia ini Lucy. Aku yakin masih banyak misteri yang terdapat di dunia ini," ucap Key membenarkan posisinya berjongkok.

"Kita harus membantu Dragon, Key," ajak Lucy sembari berdiri.

"Tidak Lucy, kita tidak bisa. Kita belum tahu kekuatan apa yang Dragon gunakan itu," ucap Key menolak ajakan Lucy.

Lucy terdiam menyaksikan Dragon dan Fox bertarung habis-habisan.

"Aku merasa Dragon tidak akan mengenali kita dalam keadaannya sekarang," tambah Key memperhatikan Dragon yang membabibuta menyerang Fox.

"Grooarr!!!" Dragon menyerang Fox dengan kukunya yang menjadi tajam.

Fox yang berubah menjadi rubah juga menggunakan kukunya yang tajam untuk menyerang Dragon.

"Terima seranganku ini!" seru Fox sambil melompat ke arah Dragon.

Dragon mengikuti Fox melompat, dan mereka berdua saling serang di atas udara.

"Grooaarr!!!" Dragon melayangkan pukulan.

Fox bermaksud menahannya, tapi pukulan Dragon terlalu kuat.

Tubuh Fox melesat jatuh dan menghantam tanah.

"Groooarrr!!!!" Dragon yang masih melayang di udara mengaung.

Blast! Fox langsung melesat ke arah Dragon lagi.

"Fox Claw!!" Dengan kuku-kukunya yang membara, Fox menyerang Dragon.

Dragon tidak mampu menahan serangan Fox. Dragon melesat jatuh ke tanah.

Blaarrr!!! Tanah tempatnya mendarat, hancur.

Dari tempat jatuhnya, Dragon berdiri kembali.

"Cih! Kau sangat menyusahkan bocah!" ucap Fox yang tubuhnya membara.

"Final Fire Fox!" Fox meluncur menuju ke Dragon seperti roket.

"Arghh!!" Dragon terkena serangan Fox lagi.

Fox mendarat dengan mulus dan melihat Dragon terjatuh.

"Haha, akhirnya kau kalah juga bocah," ucap Fox senang.

Lucy yang menyaksikan Dragon tergeletak menjadi khawatir.

"Dragon...," gumam Lucy.


Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 59

Aerilyn Shilaexs
2016-08-26 09:04:04
oh jadi seperti itu, eh btw warna asap dragon itu biru muda atau biru tua?
Rifky D Dragnel
2016-07-28 03:06:59
Dragon Ras naga
Lyokovich the Death
2016-06-30 08:29:26
Dragon ras naga? Sama dengan namanya yaitu Dragon aka Naga jadi dia ras nagalah
Elnash
2016-06-16 12:17:45
Nice.... ☺☺☺
Leila Taa
2016-06-14 08:43:08
Seru pertarungannya. Omong2, Dragon kalah?
No Name
2016-06-13 20:39:35
apa Dragon akan bisa mengendalikan godlike
kyoushi
2016-06-13 19:03:22
W fikir akan sgat mgerikan godlike tryata sgat lmah...
Niki96
2016-06-13 18:04:54
ketinggalan cerita hmmm Dragon jadi semakin keren
Mr Blacky
2016-06-13 16:50:41
Wew dragon jadi seperti kyubi, tapi apa dia nantinya juga akan diburu kalo gx bisa mengendalikan kekuatanya?
Lord Athem
2016-06-13 13:46:26
Wah Kekuatan Dragon lepas kendali gak ya? Lnjut~
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook