VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 57

2016-06-12 - ibongneverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
303 views | 10 komentar | nilai: 9.29 (7 user)

Dragon Chapter 57 'Fire Fox'

Trang! Trang! Trang!

Fox dengan lihai mematahkan serangan Dragon dan Lucy.

Terlihat Dragon dan Lucy mulai kelelahan.

"Haha, kalian kehabisan tenaga ya?" ucap Fox sambil tersenyum.

"Sayang sekali kalian sudah mengacak-acak rencanaku dan sudah menghancurkan satu-satunya harapanku untuk bisa berkuasa. Aku tidak akan mengampuni kalian."

"Aku tidak butuh ampunanmu," ucap Dragon dengan asap biru disekujur tubuhnya.

"Dragon Strikes!!!" Dragon melayangkan serangan dengan tongkatnya ke arah Fox.

"Burning Sword!!!" Katana milik Fox bersinar merah seperti terbakar.

Blaarr!!!

Ledakan terjadi setelah mereka berdua saling serang.

Dragon terengah-engah sambil mengusap keringat yang keluar di wajahnya.

Nafas Fox pun mulai terlihat cepat.

"Kau memang bukan bocah sembarangan," ucap Fox memasang kuda-kuda.

"Hiyaaa!!!" Dragon kembali menyerang.

"Reform Fire Cross!!!" Fox menciptakan api berbentuk silang dengan katananya lalu mendorong aura pedangnya tersebut ke arah Dragon.

"Argh!!!" Dragon terhempas karena serangan dari Fox.

Ting! Ting! Ting! Tongkat Dragon terlepas dari tangan Dragon.

Dragon berusaha berdiri, asap disekujur tubuhnya masih keluar. Mata Dragon juga masih berwarna biru.

"Dragon tangkap!" teriak Lucy sembari melempar tongkat milik Dragon.

Dragon melompat sambil menangkap tongkatnya dan langsung mengayunkannya ke arah Fox.

"Tornado Strikes!!!" Dragon berputar-putar dengan sangat cepat.

Fox tampak tersenyum menyambut serangan Dragon, saat Fox berhasil menahan serangan Dragon, dia terkejut.

Blaaarrrr!!!! Tubuh Fox terlempar karena serangan Dragon mendorong tubuhnya.

Dragon berusaha mengatur nafasnya.

Dari reruntuhan tiang istana yang dihantamnya, Fox berjalan sambil membersihkan bajunya.

Api ditubuh Fox yang sempat hilang, kembali muncul dan berkobar-kobar.

"Lucy, mundurlah. Biar aku menghadapinya sendiri," ucap Dragon serius.

Lucy terlihat kaget, "Ma-maksudmu Dragon?"

"Aku akan mengalahkannya," ucap Dragon sembari mengenggam kalung di lehernya.

"Dragon!!!"

BLAAARR!!!!!!

Dragon tergeletak ditanah dan tanahnya retak setelah Fox tiba-tiba melesat, menginjakkan kakinya ke tubuh Dragon. Tubuh Fox berubah menjadi sebuah rubah dengan api yang menyala-nyala disekujur tubuhnya.

"Mati kau bocah!" seru Fox sambil mengenggam botol kaca kecil yang dibawanya hingga hancur berkeping-keping.

Lucy gemetaran melihat perubahan pada diri Fox.

"Ka-kau menggunakan Stein dan sup bersamaan?" ucap Dragon yang masih sadar.

"Oh, jadi kau masih bertahan bocah?" balas Fox sembari menekan kakinya lebih kuat.

"Argh!!!!"

"Pergi kau!!!" Lucy menyerang Fox.

Dan dengan mudah Fox membalikkan serangan Lucy dan membuat Lucy terpental hingga menghantam bangunan di belakangnya.

"Sekarang, tamatlah riwayatmu!" teriak Fox sembari menghujamkan katananya ke tubuh Dragon.

Fox tiba-tiba terkejut. Tidak jauh dari tempat Dragon dan Fox, kalung yang biasa melingkar di leher Dragon tergeletak.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 57 - Fire Fox
Penulis : ibongneverland

Beberapa saat yang lalu di tempat nan jauh dari pulau Kyodai, di Kota Tua, sebuah kapal Angkatan Laut berwarna hitam sedang berlabuh.

"Nenek!!!!"

Bernidetta terkejut kemudian mendatangi orang yang memanggilnya.

Plakk!! Bernidetta memukul kepala orang itu.

"Nenek kenapa memukulku sih? hiks" tanya orang tersebut sembari mengusap kepalanya yang sebelumnya tertutup tudung hitam.

"Kalau kau ingin kemari, kirim surat dahulu. Biar aku bisa menyiapkan makanan untukmu, Silva,' jawab Bernidetta dengan wajah seramnya.

"Kyaaa!!! Maafkan aku nenek!" seru Silva yang langsung merangkul tangan Bernidetta.

Bernidetta mencium kening Silva dan tersenyum.

"Selamat datang di kota Tua, cucuku yang cantik."

"Bagaimana kabarmu nenek?" tanya Silva yang masih merangkul tangan Bernidetta. Tangannya yang satu membawa sebuah keranjang berisikan bunga-bunga.

Bernidetta yang menyadari keranjang yang dibawa Silva, tersenyum, " Seperti yang kau lihat cucuku. Kau datang kemari untuk mengunjungi ibumu ya?"

"Benar sekali nek!" seru Silva dengan manjanya.

"Apa yang membuatmu ingin menemui ibumu?" tanya Bernidetta penasaran.

"Aku ingin menceritakan tentangnya kepada ibu," jawab Silva senang.

Bernidetta tersenyum lebar, "jadi kau sudah bertemu dengannya ya?"

"Yaaaa... Nenek benar. Temani aku ke tempat ibu ya, nek"

Bernidetta melihat dua orang berdiri tidak jauh dari mereka.

Silva yang menyadarinya kemudian memperkenalkan kedua orang tersebut kepada Bernidetta.

"Oh iya aku lupa, mereka berdua adalah satu timku di agen rahasia nenek."

"Jadi mereka agen rahasia Angkatan Laut juga?" tanya Bernidetta yang memasang wajah menyeramkan ke arah Dave dan Zack.

Dave dan Zack terlihat pucat.

"Yap, yang berambut kribo itu si Dave."

"Yooo... Perkenalkan namaku Dave Mansion, Agen Rahasia Angkatan Laut yang paling hebat," ucap Dave dengan berapi-api.

"Benarkah?" tanya Bernidetta dengan wajah menyeramkan.

"Ah tidak juga... aku cuma bercanda..." balas Dave ynag langsung menundukkan kepalanya karena takut.

"Dan kau?" tanya Bernidetta kepada Zack yang berusaha tersenyum dengan wajah pucatnya.

"Namaku..."

"Dia Zack nek!" sahut Silva yang langsung menaruh wajahnya di tubuh Bernidetta.

Bernidetta terheran-heran dengan sikap Silva.

"Apa dia pacarmu Silva?"

"Kyaaaa!!!" teriak Silva dengan wajah masih menempel di tubuh Bernidetta.

"Eh.. Bu-bukan ak... " Zack tiba-tiba tidak meneruskan ucapannya setelah Silva menatapnya dengan wajah menyeramkan dan mata berwarna hijaunya.

Wajah Zack keluar keringat dengan derasnya.

"Sudah-sudah, ayo kita ketempat ibumu sekarang, Silva," ajak Bernidetta sambil menarik tangan Silva menuju ke tempat ibunya.

Silva menoleh ke Zack sambil mengedipkan satu matanya kepada Zack.

Zack hanya menggaruk-garuk kepalanya.

Beberapa saat kemudian, Silva dan Bernidetta sudah sampai ditempat ibu Silva.

Silva menaburi tempat peristirahatan ibunya tersebut dengan bunga yang dibawanya.

"Ibu pasti sangat kesepian karena semua putra putrinya tidak menunggunya disini. Apalagi ayah, awas saja kalau ketemu, aku pasti jewer telinganya," ucap Silva sembari menaburi bunga.

"Meksipun wanita, kau ternyata berbeda dengan ibunya yang lebih lembut," ucap Bernidetta.

"Hehe," Silva tertawa kecil.

Setelah Silva bercerita panjang lebar di depan makam ibunya, Bernidetta bertanya kepada Silva, "Jadi mereka ada di pulau Kyodai? Apa yang dilakukan disana?"

"Aku tidak tahu, dia memang seperti ayah nek. Menyukai kebebasan," jawab Silva.

Wajah Bernidetta berubah datar, " Perasaan kau juga sama saja seperti dia."

"Kyaaa!! Nenek bisa saja!" teriak Silva yang langsung memeluk tubuh Bernidetta untuk kesekian kalinya.

Saat sedang memeluk Bernidetta, Silva tiba-tiba menjadi serius. Dia langsung berdiri mengarah ke laut.

"Ada apa Silva? Kau tiba-tiba serius seperti ini?" tanya Bernidetta.

"Godlike," jawab Silva, sekujur tubuhnya muncul asap berwarna hijau dan matanya berubah berwarna hijau.

Di lautan belahan dunia lainnya, di atas sebuah kapal yang sedang diterjang ombak besar.

Prangg!!!

"Hyaaa!!! Tuanku! Ada apa?!" teriak seorang pelayan tuan yang tidak lain adalah Ryota.

Terlihat pria berbadan besar tersebut gemetaran dan terlihat asap berwarna hitam keluar dari tubuhnya.

"Godlike," ucap pria tersebut dengan suaranya yang besar sembari menatap Ryota dengan matanya yang tajam.

Sedangkan di sebuah pulau yang turun hujan lebat, seorang pria besar terlihat berdiri sambil membawa payung.

Terdengar dia berbicara sendiri, "Ini.... Godlike, mengerikan...."

Di markas para pemburu Bajak Laut.

"Ini!!," ucap pria besar sembari menaruh gelasnya dan bergegas keluar dari warung yang sedang ia singgahi.

Seven nampak bingung melihat pria besar itu mendongak, melihat ke atas langit.

"Ada apa? Tidak biasanya wajahmu menjadi pucat?" tanya Seven kepada pria besar itu.

"Godlike,"

Wajah Seven berubah serius mendengar jawaban pria besar itu.

Di tempat lain, di markas Angkatan Laut.

Nguing! Nguing! Nguing! Suara sirine bergaung sangat kencang.

Bruk! Bruk! Bruk! Langkah kaki beberapa pasukan Angkatan Laut di sekitar Benteng Merah, markas pusat Angkatan Laut.

"Tetap waspada semuanya, ini hanya sebuah peringatan. Aku jamin, semua aman," ucap seorang kakek tua dengan mikropon yang dibawanya untuk memberitahukan kepada pasukan Angkatan Laut untuk tidak panik.

Setelah dia meletakkan mikroponnya, dia bergegas keluar dari ruangannya.

Di lorong dia bertemu dengan beberapa Laksamana Angkatan Laut, tak terkecuali Laksamana Inu.

"Sial kau Zeff, Godlike ini bisa membangkitkan harimau yang tertidur," ucap kakek tua itu yang ternyata Jendral Roger.

Laksamana Inu terlihat tidak menanggapi ucapan Roger.

"Inu, apa Zeff tidak meninggalkan sebuah pesan apapun kepadamu?" tanya Roger sambil merapikan rambutnya dengan tangannya.

"Tidak Jendral," jawab Inu.

"Arghh!!! Dasar kakek tua sialan! Kembali kau dari alam bakal, kita bertarung lagi... Grrr!" teriak Roger marah-marah sendiri.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 58

Aerilyn Shilaexs
2016-08-25 19:01:36
mozila firefox mulai beraksi
Rifky D Dragnel
2016-07-28 02:54:33
Godlike bikin penasaran
Rinularo
2016-06-14 07:56:18
Sama kayak koment di bawah2, Godlike? Um nextlah senpai.
Elnash
2016-06-14 07:09:55
Apakah setelah Dragon melepaskan kalungnya ia menjadi Godlike? Apa itu Godlike? Semakin seru aja. Lanjuut mas Ibong ☺☺☺
Mr Blacky
2016-06-13 16:38:00
Godlike? Hemmm nungggu chapter selanjutnya aja
No Name
2016-06-13 12:07:12
apa itu Godlike?
Shark
2016-06-13 09:51:00
Next...
A wahyu
2016-06-13 08:39:51
Apa yang harusnya tersegel kini terlepas
KazuKiri NaruIchi
2016-06-13 04:18:33
kekuatan dragon yang sebenarnya akhir muncul juga. Apa kekuatan dragon sama dengan kekuatan ayahnya ?
Kikko Y Azukiela
2016-06-12 23:40:26
Hmm, Apa ya maksud dari Godlike? dan penyebab'a apa gara-gara kalung dragon lepas? Hanya Auth'a yang tahu. . . Lnjut~
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook