VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 51

2016-06-07 - Adhe Kurniawan > Dragon si Pemburu Bajak Laut
387 views | 9 komentar | nilai: 8.25 (8 user)

Dragon Chapter 51-'Asap Hitam Kembali'

Dragon dkk melanjutkan perjalanan mereka menuruni bukit. Sesekali Dragon memperhatikan Saitama yang terlihat tersenyum sendiri.

"Aku perhatikan kau kelihatan senang sekali, Kapten?" tanya Rey.

Saitama menoleh ke Rey.

"Ah, iya Rey. Jika teringat waktu dulu, aku tidak dapat menyembunyikan kebahagiaanku ini," jawab Saitama sambil tersenyum.

"Sepertinya Dragon si Bajak Laut sangat berjasa untukmu, Kapten," sahut Lucy.

Senyum Saitama semakin melebar.

"Dia, dia adalah seorang Bajak Laut yang telah mengubah Milestone. Dia juga yang telah membuat Milestone aman sampai tiba hari dimana dia dan ke sembilan Kapten Bajak Laut diesekusi Angkatan Laut."

"APA!!!"

"Di-dia sudah mati??!" Dragon tampak histeris.

Saitama menundukkan kepalanya, senyum di bibirnya memudar.

"Ya, itulah sebabnya Tuan Ratu Mey tidak akan pernah menerima Angkatan Laut di tanah Milestone ini," ucap Saitama.

"Jadi, dia adalah salah satu Kapten Bajak Laut yang menghancurkan Benteng Biru? Tidak dapat dipercaya... Padahal dia adalah orang yang disegani di Milestone ini," ucap Lucy sedikit khawatir.

Dragon mendapati tatapan Lucy.

"Heh? Apa Lucy?" tanya Dragon heran."Kau berfikir aku akan seperti Dragon itu? Tidak mungkin!"

"Aku tidak bilang seperti itu, bodoh!" seru Lucy sembari menjitak kepala Dragon.

Key yang berjalan di depan, tiba-tiba berhenti.

"Ada Key?" tanya Dragon sambil mengusap kepalanya.

"Mulai dari sini, pasukan Milestone berkeliaran. Kita harus membaur... " jawab Key menoleh ke Dragon dan yang lainnya.

Dragon dkk menganggukkan kepalanya.

Di Dermaga Selatan Milestone.

BRUAAAK !!!

"Berhentilah menghancurkan barang di dekatmu, Ocaris!" seru seorang pria dengan mata seperti kucing yang berdiri di dekat pria yang dipanggilnya Ocaris.

Pria dengan tudung hitam itu berdiri setelah menghantam tumpukan barang yang hancur.

"Riki, sudah ku bilang padamu untuk tidak meletakkan barang yang mudah hancur di dekatku," ucap Ocaris, pria bertudung hitam sambil membersihkan jubahnya.

Dengan mengerutkan dahinya, pria bernama Riki menatap Ocaris dengan wajah marah.

"Kau menyalahkanku, Ocaris?!"

"Kalian berdua... Berhentilah," Suara besar pria dengan pedang besar yang diseretnya membuat Ocaris dan Riki terdiam.

Di belakang pria dengan pedang besar, seorang pria dengan wajah datar menatap Riki dan Ocaris dengan tatapan tajam.

"Eh, ehm... Maafkan aku Red Rabbit," ucap Riki dengan gugup.

"Kita ketempat Jendral," ucap Red Rabbit, kapten Bajak Laut Kelinci Hitam sembari berjalan meninggalkan dermaga.

Ocaris mengikuti Red Rabbit berjalan, kemudian pria dengan pedang besar lalu yang terakhir si Riki.

Di Istana Milestone.

"Ada apa Ben? Kenapa ada ledakan dari arah dermaga?" tanya Fox yang duduk di kursi raja.

Ben yang berdiri disamping kursi raja, berjalan menjauh menuju ke luar istana.

"Mereka sudah datang," ucap Ben pelan.

"Apa kau ingin menyambut mereka?" tanya Fox lagi.

Ben berhenti, "Mereka juga sudah sampai di depan istana."

Fox tersenyum.

Ben meneruskan langkahnya.

"Tikus-tikus kecil yang tidak berguna," ucap Fox sambil berdiri dan berjalan menuju ke luar istana juga.

Di depan istana Milestone.

"Seseorang berjalan keluar dari istana," ucap Lucy memperhatikan istana Milestone.

Bruuaak!!!

Dragon menghajar beberapa pasukan Milestone sekaligus.

"Aku sudah bilang untuk membaur... kalian ini memang...," ucap Key sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.

"Nah, semakin menarik!" seru Dragon tersenyum menyeringai.

Saat Saitama mulai berlari ke arah Ben yang sudah berdiri di depan istana Milestone, asap hitam meluncur cepat dari arah dermaga.

"!!!"

"Dia?!!" Saitama berhenti sambil menoleh ke arah asap hitam yang meluncur tepat ke arahnya.

"Apa dia, Dragon yang Kapten maksud?" tanya Rei yang berlindung di belakang Green.

"Itu tidak mungkin pangeran. Kakak bilang kalau Dragon sudah mati oleh Angkatan Laut," sahut Suzuki yang baru saja menumbangkan pasukan kerajaan.

"ARRGHH!!!"

"Hah!" Suzuki terkejut setelah mendengar teriakan seseorang.

"Kapten! Kenapa dia berteriak kesakitan?" heran Rei yang mengenali suara Saitama.

Beberapa saat kemudian, asap hitam yang menyelimuti Saitama mulai memudar. Dan terlihat seorang pria bertudung hitam berdiri sambil mencekik leher Saitama.

"!!!"

"Siapa dia!"

Ocaris, si pria dengan jubah dan tudung hitam tersenyum ke arah Dragon dkk.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 51 - Asap Hitam Kembali
Penulis : Adhe Kurniawan

Blarrrr!!!

Bangunan di belakang Dragon dkk hancur berkeping-keping setelah seseorang melesat ke arah bangunan tersebut.

"Kau sudah bersenang-senang dulu, Ocaris?" ucap pria dengan telinga kucing yang muncul dari reruntuhan bangunan.

"Siapa lagi dia?!!"

Riki menjilat tangannya sendiri seperti seekor kucing.

"Dan kenapa dia menjilat tangannya? Dia manusia atau kucing sih?!" protes Lucy.

"Jaga bicaramu nona, atau kau mau kerongkonganmu keluar dari lehermu," sahut Riki berjalan menuju ke arah Dragon dkk.

"Selamat datang di Milestone teman-teman," sapa Fox yang tiba-tiba sudah berdiri disamping Ben." Ah, kau sudah menangkap tikus besar, Ocaris?"

Ocaris tersenyum, tangannya masih mencengkram leher Saitama yang tidak berkutik.

"Kita harus menyelamatkan kapten, Dragon!" seru Rey berusaha menolong Saitama meski ditahan oleh Key.

"Dragon?" heran Red Rabbit yang sudah sampai di depan istana Milestone. Tatapannya lebih tajam dari sebelumnya, terlihat memerah, dan urat di sekitar matanya menonjol keluar.

"Ya, aku Dragon," ucap Dragon.

"Psst! Kenapa kau bilang namamu pada mereka, Dragon!" bisik Lucy khawatir.

"Hahahaha...!" Red Rabbit tertawa terbahak-bahak sampai keluar air mata.

Dragon terlihat mulai marah, asap biru mulai muncul dari tubuhnya.

"Oi oi, Red. Sepertinya dia benar-benar Dragon," ucap pria dengan pedang besar yang berdiri di belakang Red Rabbit.

Lengan Dragon diselimuti asap biru, "Blue!!!"

Braaak!!!!

Ocaris terpental setelah Saitama menyabetkan pedang besar yang dibawanya.

Dragon yang terkejut, tidak meneruskan serangannya.

"Tahan Dragon! Kau belum perlu menggunakan kekuatanmu itu," ucap Saitama sambil mengusap darah yang keluar dari mulutnya.

"Kapten!"

"Kakak!"

Rey dan Suzuki terlihat lega mendapati Saitama terbebas dari cengkraman Ocaris.

Dragon terdiam menatap Saitama.

"Biar si asap hitam itu untukku," ucap Key sambil menyiapkan anak panah di busurnya.

"Gree!!!"

"EKHH!!" Dragon dkk terkejut.

"Kau berubah lagi, Green?" tanya Dragon melihat Green berubah ke bentuk hampir seperti manusia.

"Gree!!" jawab Green sambil tersenyum kepada Dragon.

"Monster kaktus? Sepertinya bocah itu bukan bocah sembarangan," gumam Fox melihat kekuatan Dragon dan juga Green.

"Jadi kau mau melawan kucing besar itu, Green?" tanya Lucy yang sudah memegang kedua katananya.

"Sial kau bocah ! berani memanggilku dengan sebutan seperti itu!" teriak Riki yang melesat ke arah Lucy.

BUGGHH!!!

Riki terpental setelah Green tiba-tiba menghajarnya tepat saat Riki hampir menyentuh Lucy.

"Terima kasih Green," ucap Lucy menatap pria dengan pedang besar yang tersenyum ke arahnya.

"Nona kecil itu bagianku!" teriak pria dengan pedang besar sambil menyabetkan pedangnya ke arah Lucy.

Traaangg!!!

Lucy menahan serangan pria itu dengan kedua katananya.

"Serangan yang lemah," ejek Lucy.

"Kau terlalu percaya diri, nona," sahut pria dengan pedang besar itu.

"Jangan bermain-main Bastin. Aku tidak suka tikus-tikus itu mengganggu rencanaku," ucap Fox kepada pria dengan pedang besar yang sedang menyerang Lucy.

"Ya, laksanakan Jendral," jawab Bastin.

Suzuki mendekati Saitama yang roboh karena serangan dari Ocaris.

"Pangeran, luka kakakku sangat dalam. Kita harus mengobatinya," ucap Suzuki.

Rey yang berdiri disamping Suzuki mencoba mengeluarkan beberapa obat yang dibawanya.

"Ada apa pangeran? Apa kau mencari sesuatu?" tanya Ben yang berjalan tenang menuju ke arah Saitama, Suzuki dan Rey.

Ben tersenyum, dan beberapa pasukan kerajaan muncul mengepung Saitama, Suzuki dan Rey.

"Kalian menyingkirlah. Aku tidak apa-apa," ucap Saitama sambil berusaha berdiri dengan pedangnya.

"Hahaha... Kau semakin lemah saja, Saitama," ucap Ben.

"Tapi Kakak..."

"Pergi!" teriak Saitama yang langsung melesat ke arah Ben.

Suzuki tidak meneruskan ucapannya, dia mencoba menghalau pasukan kerajaan yang berusaha menangkap Rey.

"Kau bagianku!" seru Dragon ke arah Red Rabbit.

Dengan wajah datar, Red Rabbit memperhatikan Dragon.

"Serang aku jika kau bisa, bocah," ucapnya.

"Dengan senang hati!" teriak Dragon berlari ke arah Red Rabbit.

Fox yang menyaksikan pasukannya melawan Dragon dkk, memutuskan masuk ke dalam istana lagi.

"Dia!!!" teriak Rey yang berlari menuju ke istana kerajaan.

"Pangeran! Jangan!" teriak Suzuki yang menyadari Rey menuju ke istana untuk mengejar Fox.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 52

Aerilyn Shilaexs
2016-08-24 16:44:14
yah mulai mendekati new chapt
Rifky D Dragnel
2016-07-27 05:28:33
Lalu siapa sosok dragon si bajak laut
Lyokovich the Death
2016-06-26 09:04:32
Nice chap bang Ibong
Elnash
2016-06-12 07:18:02
Nice ☺☺☺
No Name
2016-06-09 15:39:26
green baru keliatan lagi
Rita En
2016-06-08 13:27:06
Ditunggu NEXT CHAPTERnya~
Kikyo Riizu
2016-06-07 14:25:13
Lama... ^^ next...
Mr Blacky
2016-06-07 09:26:44
Akhirnya update jg
Lord Athem
2016-06-07 04:48:13
Komentar. . .Lnjut~
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook