VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 49

2016-04-09 - ibongneverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
211 views | 9 komentar

Chapter 49 Serangan Bulloria

"Aku tadi bilang tidak," balas Saitama dingin.

Rey tercengang menatap Saitama.

Key menundukkan kepalanya sambil menggelengkannya.

Suzuki menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

Lucy menahan Dragon yang bermaksud mendekat ke Saitama.

Dragon menoleh ke Lucy dan Lucy mengeleng gelengkan kepalanya.

Dragon menghela nafas.

"Baiklah kalau memang begitu. Kita kembali ke kerajaan," ucap Dragon.

"Ta-tapi Dragon..." Rey menoleh ke Dragon kemudian menatap Saitama lagi.

Dragon bergegas meninggalkan tempat tersebut, diikuti Lucy.

"Ayo Rey," ajak Key melihat adiknya hanya terdiam.

"Tapi Kak..."

Key menggelengkan kepalanya.

Rey dengan wajah murung berjalan menjauhi Saitama, sesekali dia menoleh ke Saitama.

Suzuki juga berwajah sedih, menatap kakaknya kemudian mengikuti Rey.

Setelah agak jauh dari tempat mereka bertemu Saitama, Dragon beberapa kali memukul pohon yang dilewatinya.

"Sudahlah Dragon, marah pun tidak akan mengubah keadaan," ucap Lucy.

"Maafkan aku... Sepertinya karena masa laluku dengan Kapten..."

"Aku tidak peduli Key. Aku hanya tidak mengerti apa yang sebenarnya Saitama pikirkan. Jika memang dia marah dengan kerajaan, harusnya dia paham bahwa yang sekarang kita akan selamatkan bukan hanya kerajaan, tapi juga semua warga kerajaan ini," ucap Dragon.

Lucy memilih diam dan mengikuti Dragon.

"Hei, sudahlah, jangan sedih seperti itu Rey," ucap Key melihat adiknya termenung di atas kepala Green.

"Kapten Saitama sudah berubah..." ucap Rey dengan lirih.

"Yah, aku pikir kita saja cukup untuk mengalahkan Fox sendiri. Jadi tak perlu sedih, Rey," ucap Dragon.

Rey melihat Dragon, "Tapi..."

"Kita bisa jika kita mau, Rey. Jadi tak perlu cemas," ucap Dragon memotong ucapan Rey.

Dari pinggiran bukit, Dragon menatap istana kerajaan yang jauh di bawah tempatnya berdiri.

"Apa kau tahu jalan untuk turun dari sini Key?" tanya Dragon setelah Key berdiri disampingnya.

"Ada jalan di sekitar sini. Kita bisa turun lewat sana," jawab Key.

"Baiklah, kau duluan Key," ucap Dragon menepuk bahu Key.

Key berusaha tersenyum, kemudian mulai berjalan.

"Dragon," panggil Lucy.

"Hah? Ada apa Lucy?" tanya Dragon.

"Kau lihat ekspresi Kapten Saitama saat mendengar namamu?" tanya Lucy yang berjalan di belakang Dragon.

"Iya," jawab Dragon.

"Apa kau tahu artinya?" tanya Lucy lagi.

"Apa?" balas Dragon.

"Jangan pura pura tidak tahu Dragon!" seru Lucy sambil menarik baju Dragon.

"Apaan sih Lucy," ucap Dragon kesal.

"Kapten Saitama tahu sesuatu tentangmu," ucap Lucy dengan wajah serius.

Dragon diam, dia tetap berjalan mengikuti Key berjalan.

"Hei! Kau dengar aku tidak?!" ucap Lucy.

"Iya aku dengar. Sudahlah Lucy, sekarang itu tidak penting. Kita harus segera kembali ke kerajaan dan mengalahkan Fox," balas Dragon.

"Baiklah kalau kau ingin seperti itu Dragon," ucap Lucy.

Saat beberapa meter turun dari bukit, Dragon dkk sampai di padang rumput yang luas.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 49 - Serangan Bulloria
Penulis : ibongneverland

Di depan mereka, berdiri kawanan Bulloria. Mereka seperti memang menunggu kedatangan Dragon dkk.

"Monster monster itu... Mereka menunggu kita," ucap Key yang bersiap dengan busur panahnya.

"Anggap saja mereka adalah pemanasan buat kita," ucap Dragon yang berdiri paling depan sambil mengarahkan tongkatnya ke kawanan Bulloria.

Dua ekor Bulloria yang berbeda dari Bulloria lainnya, berdiri paling depan. Rambut dua Bulloria tersebut merah darah berbeda dengan Bulloria lainnya yang warnanya tetap coklat seperti warna rambut di seluruh tubuhnya.

"Aku merasa mereka adalah pimpinan dari Bulloria itu Dragon," ucap Lucy yang juga sudah siap dengan katananya.

"Kalian siap?" tanya Dragon.

"Iya."

"Hajar!!!" teriak Dragon yang langsung berlari ke kawanan Bulloria.

Dua Bulloria berambut merah darah melesat ke arah Dragon.

Bulloria lainnya berlari ke arah Lucy, Key, Suzuki, Rey dan Green.

"Aku akan membantumu Dragon!" seru Lucy berusaha mendekat ke Dragon.

"Tidak perlu Lucy," ucap Dragon menahan serangan dua Bulloria berambut merah darah. "Aku bisa mengatasi mereka sendiri."

Seekor Bulloria langsung melayangkan pukulan ke arah Lucy.

Lucy dengan sigap menahan serangannya, dan melakukan serangan balik.

"Slashing Sword!"

Dengan satu katanannya, Lucy menyabetkan katananya ke perut Bulloria.

Terkena serangan Lucy, Bulloria tersebut terpental dan jatuh mengelinding ke belakang. Namun seperti tidak merasakan kesakitan, Bulloria tersebut kembali melesat ke Lucy.

Di sisi Key, dia beberapa kali melesatkan anak panahnya ke arah Bulloria yang mengincar adiknya, Rey. Key terlihat tidak khawatir jika dia diserang oleh Bulloria, karena ternyata Suzuki yang berdiri di dekat Key, berusaha menghalau Bulloria yang ingin menyerang Key.

Green sendiri memilih memanjangkan tangannya untuk memukul para Bulloria.

Di sisi Dragon, dia yang terlihat kuat melawan kedua Bulloria rambut merah darah, ternyata kewalahan juga. Beberapa kali Dragon terlempar karena pukulan dari Bulloria.

Kedua Bulloria berambut merah darah melakukan serangan dengan kerjasama yang baik. Satu menyerang, satu melindungi. Dragon sampai tidak punya kesempatan untuk membalas serangan demi serangan yang dilancarkan kedua Bulloria tersebut.

"Dragon!" teriak Lucy melihat Dragon yang terlempar dengan darah segar keluar dari mulutnya.

Mata Dragon berubah menjadi biru, kedua tangannya mengeluarkan asap biru.

Dragon memutar mutarkan tongkatnya, kemudian melancarkan serangan kepada kedua Bulloria yang dilawannya.

"Dragon Strikes!"

Serangan tongkat Dragon ternyata bisa ditahan oleh Bulloria. Di saat lengah tersebut, Bulloria satunya melancarkan serangan kepada Dragon.

Buuukkk!

Dragon terlempar menabrak sebuah batu besar di dekat tempatnya melawan kedua Bulloria.

"Huek!" Dragon memuntahkan darah dari mulutnya. Kedua matanya kembali normal dan asap di tubuhnya mulai memudar.

"Dragon!" Lucy berteriak mengkhawatirkan Dragon. Namun Lucy tidak dapat mendekat karena Bulloria yang dilawannya, tidak memberi Lucy kesempatan untuk bergerak bebas.

Dragon berusaha berdiri.

Bruaak!! Pukulan Bulloria tepat mengenai kepala Dragon. Dragon langsung terkapar ke tanah.

Dragon berusaha berdiri dan lagi, Bulloria melayangkan pukulan tepat di kepala Dragon lagi.

Kali ini Dragon terjatuh dan tidak bergerak.

"Dragon!!!!" teriak Lucy histeris.

"Green!!!"

Duaaarr!! Green tiba tiba berubah menjadi bentuk berbeda. Kali ini Green berubah mirip seperti manusia dengan lengan yang kekar.

Dengan cepat, Green berlari mendekat ke Dragon.

Menahan serangan Bulloria yang liar ke arahnya.

Bruaak!!! Green terlempar jauh dari Dragon lagi setelah Bulloria berambut merah darah memukulnya.

Dragon tiba tiba bergerak, sekujur tubuhnya mengeluarkan asap biru.

"Blue Bluster!!" teriak Dragon sambil mengarahkan tangannya ke Bulloria yang menyerangnya.

Blaar!!! Bulloria tersebut terlempar sekarang.

Namun Bulloria rambut merah darah yang satunya masih berdiri di dekat Dragon dan bersiap menyerang Dragon.

Dragon yang sudah kepayahan, tidak sanggup berdiri tegap lagi.

"Dragon!!!" teriak Lucy yang akhirnya bisa mengalahkan Bulloria yang menyerangnya. Namun terlambat untuk menyelamatkan Dragon karena Bulloria yang menyerang Dragon sudah melayangkan pukulannya ke arah Dragon.

Bruaaak!!! Secara mengejutkan Bulloria yang menyerang Dragon terjatuh ke tanah sampai tanahnya retak.

Seseorang melompat dan meraih tubuh Dragon yang sempoyongan.

Setelah mendarat agak jauh dari Bulloria, orang yang menyelamatkan Dragon tersenyum, "Jadi kau juga punya asap itu juga ya?"

"Ya, ini kekuatanku," balas Dragon yang saling beradu punggung dengan orang yang menyelamatkannya karena kedua Bulloria berambut merah darah mengepung mereka.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 50

Aerilyn Chan Kawai
2016-08-24 16:18:42
pertarungan kembali dimulai, eh jadi kapan sampai ke istana nya?
Rifky D Dragnel
2016-07-27 05:21:56
Siapakah yang menyelamatkan dragon
FansnyaFujiokaNagisa
2016-05-12 18:14:58
David Danger yang nyelamatin Dragon mungkin
Nicky Hiroshi
2016-04-20 11:19:26
pertarungan yang menarik
Shineria of Life
2016-04-18 11:51:16
133. saitama kah??
A wahyu
2016-04-09 20:23:38
Kapten saitama ikut ke pertempuran
hairurrozikin
2016-04-09 19:26:04
Kapten siatama tuh yg menyelamati dragon
No Name
2016-04-09 18:45:53
Keren... Next senpai
One For All
2016-04-09 18:02:32
wow siapakah itu yang datang?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook