VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 48

2016-04-08 - Adhe Kurniawan > Dragon si Pemburu Bajak Laut
249 views | 11 komentar | nilai: 9 (2 user)

Chapter 48-Kapten Saitama

Rey terdiam sejenak.

"Biar Nagasaki dan Hirosima membantumu Capon," ucap Rey. "Mereka akan membantumu mendirikan tempat tinggal untuk para Buggy itu."

"!!!"

"Ta-tapi Pangeran..."

"Menolak perintah Pangeran sama dengan melanggar sumpah kalian sebagai seorang prajurit kerajaan," ucap Suzuki setelah Nagasaki dan Hirosima keberatan dengan keputusan Rey.

Nagasaki dan Hirosima terdiam.

"Lebih baik aku sendiri saja yang ke sana. Aku akan berusaha..."

"Tidak Capon! Kami akan membantumu. Sesuai perintah Pangeran," ucap Nagasaki sembari tersenyum.

Hirosima tersenyum juga di samping Nagasaki.

"Yah, Bagaimana pun kita tetap di takdir kan tinggal di Kyodai utara, ya kan Nagasaki? hahaha," ucap Hirosima sembari tertawa.

Capon ikut tersenyum senang. Dia mulai berdiri dan mendekati Dragon yang babak belur setelah dikerumuni para Buggy.

"Terima kasih Dragon. Aku berhutang budi kepadamu," ucap Capon sembari mengulurkan tangannya.

Dragon menjabat tangan Capon, "Kau tidak perlu merasa seperti itu Capon."

"Hehe," Capon tersenyum dan bergegas meninggalkan Dragon dkk.

Saat sedang memperhatikan Capon, Nagasaki, Hirosima dan para Buggy berjalan menjauh, Dragon merasa ada yang aneh.

"Sepertinya ada yang kurang?" ucap Dragon mencoba mengingat ingat.

"Ah!!!" teriak Rey histeris.

"Ada apa Rey? Kenapa kau kelihatan panik seperti itu?" tanya Key.

"Green, Aku tadi menyuruhnya bersembunyi!" seru Rey menyadari bahwa Green tidak bersama mereka sekarang.

"Ah, kau benar Rey. Green tidak ada," sahut Dragon sambil melihat di sekitarnya.

"Aku akan menjemput Green dulu Dragon," ucap Rey bergegas mengejar Capon dan lainnya.

"Hei Rey, Sudah biarkan saja," ucap Dragon mencoba mencegah Rey pergi.

Rey menoleh sambil berlari, "Aku tidak akan meninggalkan Green!"

"Menyerahlah. Anak itu tidak akan berhenti meski kau memaksanya juga Dragon," ucap Lucy memperhatikan Rey yang mulai turun ke kaki bukit lagi.

"Lebih baik kita segera mencari kapten dan memintanya membantu kita. Aku percaya Rey tidak akan kenapa napa," ucap Key yang mulai berjalan melanjutkan perjalananya menuju ke puncak bukit.

Dragon menganggukkan kepalanya, mengikuti Key dan Suzuki yang sudah berjalan lebih dulu. Lucy mengikutinya dari belakang.

Sesampainya di puncak perbukitan, atau lebih tepatnya di bagian atas bukit. Sebuah goa tampak terlihat di depan Dragon dkk.

Saat berjalan untuk mendekati goa tersebut, Dragon dan Suzuki mendadak terdiam dan langsung memasang kuda kuda.

Lucy dan Key ikut berhenti.

"Kau kenapa lagi Dragon?" tanya Lucy melihat wajah serius Dragon.

"Apa yang terjadi Suzuki?" tanya Key kepada Suzuki.

"Seseorang datang dari dalam goa," ucap Dragon dan Suzuki bersamaan.

Tidak lama kemudian, saat Lucy dan Key memperhatikan goa yang terdapat jauh di depan mereka. Muncul sesosok monster gorilla dengan tanduk dan kepala mirip banteng.

Mata merah monster tersebut menyorot ke arah Dragon yang langsung melesat ke arah monster tersebut.

"Dragon! Jangan gegabah!" teriak Lucy berusaha mengejar Dragon.

Saat Dragon hampir mendekati monster Bulloria tersebut, tiba tiba sebuah aura pedang melewati tubuh Bulloria dan langsung membuat Dragon terpental.

Dragon yang terlempar jauh, berusaha berdiri kembali.

"Apa yang terjadi Dragon? Kenapa kau bisa terlempar sejauh ini?" tanya Lucy mencoba membantu Dragon berdiri.

Dragon menunjuk ke arah monster Bulloria.

"Dia yang melakukannya," ucap Dragon.

"Monster itu?"

"Bukan," ucap Dragon mengeluarkan tongkatnya.

Lucy terkejut saat melihat monster Bulloria tiba tiba terjatuh sendiri. Dan seseorang berdiri tepat di belakang tubuh Bulloria.



"Kakak!" seru Suzuki setelah melihat pria yang berdiri di depan pintu goa.

Dragon dan Lucy langsung menoleh ke arah Suzuki dengan wajah kaget.

"Jadi dia kakakmu Suzuki?" tanya Dragon.

"Iya, dialah Kapten Saitama, prajurit kerajaan terkuat di Milestone," jawab Suzuki.

Key terlihat gemetaran, dia menundukkan kepalanya dan berdiri di belakang Suzuki.

Tatapan Saitama yang mereka cari sangat dingin dibalik rambut gondrongnya.

Suzuki heran, dia hanya diam setelah Saitama tidak membalas panggilannya.

Dragon dengan senang, berjalan mendekat ke arah Saitama.



Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 48 - Kapten Saitama
Penulis : Adhe Kurniawan

Saitama yang membawa sebuah pedang besar ditangannya, mendadak melesat ke arah Dragon.

Dragon dengan sigap menahan serangan tiba tiba Saitama.

Traang!!!

Pedang besar Saitama bertemu dengan tongkat milik Dragon yang digunakan Dragon untuk menahan serangan dadakan tersebut.

"Kakak! Dia teman kami!" seru Suzuki yang berlari mendekat ke arah Saitama dan Dragon di ikuti Lucy dan Key.

Wushh!!!

Saitama melompat mundur sambil menyabetkan pedangnya ke arah Suzuki dan membuat Suzuki, Lucy dan Key yang berlari mendekat, terpental jauh ke belakang karena terkena aura pedang besarnya.

Sekali lagi, Saitama menyerang Dragon.

Dragon menghindar saat pedang besar Saitama mengayun ke arahnya.

Blarr!!! Tanah yang terkena serangan pedang besar tersebut langsung hancur.

Dragon yang awalnya masih kebingungan, akhirnya terpancing emosi juga. Dia mengayunkan tongkatnya untuk melawan Saitama.

Trang!!

Saitama dan Dragon saling dorong dengan senjata mereka berdua.

"Di-dia kuat sekali," gumam Dragon menyadari kekuatan Saitama.

Perbedaan kekuatan terlihat jelas diantara mereka berdua. Dragon semakin terdorong ke belakang sampai akhirnya terlempar lagi.

Dragon berusaha berdiri, dan langsung melesat kembali menyerang Saitama.

Blarrr!!!

Dalam sekali ayunan pedangnya, Saitama membuat Dragon terjatuh ke tanah hingga tanah tersebut retak.

Saitama terus mendorong pedang besarnya yang ditahan Dragon dengan tongkatnya.

Dragon terlihat kewalahan, dia tidak kuat menahan serangan dari Saitama.

Kreek!!!

Key mengarahkan anak panahnya, bersiap menyerang Saitama.

"Kalau kau melesatkan anak panahmu, aku akan menghabisimu lebih dulu," ucap Saitama dengan suaranya yang mengelegar.

Key mendadak gemetaran.

Suzuki berusaha menahan Key.

"Aku ti-tidak a-akan membi-biarkanmu menyerang temanku Kapten," ucap Key terbata bata.

"Teman?" Saitama tersenyum."Kau sudah berubah ya? Apa sekarang kau sudah tidak lagi menjadi anak emas Ben lagi?"

Suzuki memegang tangan Key.

"Pangeran..." gumam Suzuki sambil menatap Key yang pucat.

Key menurunkan busur panahnya dan menunduk.

"Hiyaaa!!!" Lucy berlari ke arah Saitama dan Dragon, namun ditahan oleh Suzuki yang langsung berdiri di depan Lucy.

"Ku Mohon tenanglah Lucy, Kakakku tidak akan menyakiti Dragon," ucap Suzuki.

Lucy kembali menyarungkan pedangnya.

Saat pedang besar Saitama semakin mendekati tubuh Dragon, seseorang berlari dengan kencangnya ke arah Saitama dan Dragon.

"Kapten Saitama!" teriak Rey, orang yang berlari tersebut.

Saitama terkejut, lalu melompat mundur.

Sebelum Dragon menyerang Saitama lagi, Rey memeluk Saitama membuat Dragon mengurungkan niatnya.

"Kapten," ucap Rey dalam pelukannya.

Saitama terlihat masih kaget sampai pedang besar yang dipegangnya terlepas sendiri.

Dia membalas pelukan Rey.

"Rey, kau sudah besar," ucap Saitama dengan mata berkaca-kaca.

"Yap hehe," balas Rey sambil tersenyum.

Dragon berdiri, memperhatikan Saitama menangis dalam pelukan Rey.

"Kau tidak apa apa kan Kapten?" tanya Rey heran.

Saitama mengusap air matanya, "Hah, aku tidak apa apa Rey. Aku senang bisa bertemu denganmu lagi."

Rey tersenyum sembari melepas pelukannya.

"Apa yang terjadi? Kenapa kau datang kemari Rey?" tanya Saitama sembari memperhatikan Dragon dkk.

"Jendral Fox merebut kerajaan ayahku Kapten," jawab Rey.

Saitama terkejut, kemudian wajahnya menjadi biasa lagi.

"Aku tidak kaget jika dia bisa melakukan hal seperti itu..." ucap Saitama.

"Kapten, kami butuh bantuanmu... Mau kah kau membantu kami menyelamatkan kerajaan ini Kapten?" tanya Rey.

"Kami berhasil membebaskan raja dan ratu juga," ucap Dragon menambahkan.

Saitama menoleh ke Dragon.

"Siapa kau?"

"Aku adalah Dragon, aku adalah seorang pemburu bajak laut," Jawab Dragon yang berdiri di samping Lucy.

"Dragon??!!" Saitama sangat terkejut.

Dragon jadi bingung.

Saitama terlihat serius menatap Dragon.

"Apa jawabanmu Kapten?" tanya Key tiba tiba.

Saitama menoleh ke Key.

"Tidak, aku tidak bisa" jawab Saitama.

"!!!"

"Maksudmu apa dengan jawaban itu?!" ucap Dragon geram.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 49

Zen Kureno
2017-04-08 19:38:55
nagasaki dan hirosima adalan nama daerah dijepang sedangkan saitama adalah pemeran utama anime one puch man
Aerilyn Shilaexs
2016-08-24 16:07:43
tadi hiroshima dan nagasaki, sekarang saitama. Sebelumnya jug ada tokyo. Mungkin nanti ada niigata, atau yokohama?
Rifky D Dragnel
2016-07-26 17:06:49
Saitama kayaknya gak botak
BTU KILLER
2016-06-18 12:37:21
Nex
David Blueskhniczky
2016-05-11 15:58:42
Saitama botak nggak bang Ibong?
gIN taka
2016-04-29 18:18:00
dragon itu klo gk salah si pemburu bajak laut dalam cerita'ny Adhe Kim Kurniawan
Rin Nohara
2016-04-20 10:52:58
disini saitamanya gak botak hehe
Shineria of Life
2016-04-17 19:34:40
108. Eh langsung luluh mendengar panggilan Rey. .
Kosuke Arashi
2016-04-08 19:41:42
Bahkan jika kita bersaing aku harus berkata "hebat mz boz ceritanya", gax bohong lho?
A wahyu
2016-04-08 16:44:56
"Aku tidak bisa menolak," lanjutnya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook