VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 47

2016-04-05 - Ibong Neverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
257 views | 8 komentar | nilai: 9 (1 user)

Chapter 47 Mengobati Buggy

"Siapa dia?!!" teriak Nagasaki dan Hirosima histeris.

"Dia bukan kakakku," ucap Suzuki setelah melihat orang yang mengenakan jubah milik kakaknya tersebut.

Rey melepaskan genggaman tangannya, lalu berdiri.

"Bagaimana orang ini bisa menggunakan jubah milik kapten?" Nagasaki terheran heran.

Hirosima memperhatikan dengan seksama orang yang tergeletak ditanah tersebut, hingga perhatiannya tertuju ke bungkusan yang dibawa orang tersebut.

"Apa yang dibawanya itu?"

Lucy yang berdiri tepat di samping orang yang masih pingsan tersebut mencoba membuka bungkusan yang dibawa orang tersebut.

"Ja-jangan..." ucap orang yang tergeletak meski masih terdengar lemah.

"Siapa kau?! Dan kenapa kau menggunakan jubah kapten?! Apa yang terjadi dengan kapten?! Kau pasti..."

Dragon membekam mulut Nagasaki.

"Kau terlalu banyak bertanya. Tunggu, biar dia tenang terlebih dahulu," ucap Dragon.

"Siapa namamu?" tanya Rey yang berusaha membantu orang berjubah kapten tersebut untuk duduk.

"Terima kasih Nak," ucap orang berjubah kapten tersebut.

"Nak?!!! Kau pikir Pangeran Kerajaan adalah bocah biasa?!!" bentak Nagasaki setelah Dragon melepas bekaman tangannya.

Dragon menundukkan kepalanya, "Orang ini memang tukang marah kayanya..."

"Eh? Maafkan aku Pangeran!" seru orang berjubah tersebut sembari berusaha berlutut di depan Rey.

"Sudah sudah, tidak apa apa. Kau kan belum tahu," ucap Rey.

"Terima kasih Pangeran. Perkenalkan namaku Capon. Aku adalah seorang petani di daerah barat. Aku datang kemari bersama para Buggy ini," ucap Orang berjubah yang bernama Capon tersebut.

"Hei Capon, darimana kau bisa mendapatkan jubah milik kapten kami?" tanya Nagasaki yang masih penasaran dengan jubah kapten yang dikenakan Capon.

Capon memperhatikan jubah prajurit yang dikenakannya.

"Pria itu, dia yang memberikannya kepadaku," jawab Capon.

"!!!"

"Kapten memberikannya kepadamu? Apa yang terjadi?" tanya Nagasaki yang kaget.

Capon mengatur nafasnya, sembari memangku bungkusan yang dibawanya.

"Pria itu sebelumnya menyelamatkanku dari serangan seekor Bulloria. Dia juga menolong beberapa Buggy yang sempat dimangsa oleh monster itu. Setelah menyelamatkanku, dia memberikanku jubah ini agar aku bisa menjaga diriku jika bertemu dengan Bulloria lagi," ucap Capon menjelaskan.

"Bulloria?" Dragon terlihat bingung.

"Monster gorilla berkepala banteng. Mereka adalah monster buas. Habitatnya di atas perbukitan, jadi sangat jarang ada orang yang berani melewati perbukitan ini. Kecuali orang dengan nyawa cadangan," ucap Nagasaki menjelaskan.

"Apa kau tahu dimana kapten sekarang, Capon?" tanya Rey.

Capon mengelengkan kepalanya, " Aku tidak tahu Pangeran. Dia pergi begitu saja setelah menyelamatkanku..."

Dragon dan Lucy terlihat masih bingung. Nagasaki, Suzuki dan Hirosima hanya terdiam. Sedangkan Key memilih duduk menjauh dari mereka, wajahnya terlihat sangat cemas.

Saat keadaan tenang, tiba tiba bungkusan yang dibawa Capon bergerak sendiri.

"!"

"Benda apa yang kau bawa itu? Kenapa bisa bergerak sendiri?!" tanya Lucy.

Capon membuka bungkusan yang dibawanya. Terlihat seekor Buggy kecil, keadaannya sangat lemah.

Dragon tiba tiba mendekati Capon dan memperhatikan Buggy kecil yang berada di pangkuan Capon.

Dragon memegang kepala Buggy kecil, kemudian mulai memeriksa Buggy kecil tersebut.

"Dia terluka?" tanya Dragon setelah mendapati sebuah luka sobek di kaki kanan Buggy kecil.

Capon menganggukkan kepalanya.

"Apa yang terjadi?"

"Dia sempat terkena serangan Bulloria. Aku tidak tahu harus bagaimana... Karena jika membawanya kembali ke rumah, aku yakin Buggy kecil ini tidak akan selamat," ucap Capon.

"Lalu kau bermaksud membawanya kemana?" tanya Lucy yang berdiri disamping Dragon.

"Aku dengar di bawah bukit ini, ada sebuah hutan. Aku rasa, aku bisa mengobatinya saat sampai di hutan itu," jawab Capon sambil mengelus elus kepala Buggy kecil yang terlihat sudah tidak berdaya.

Tatapan Dragon berubah serius.

"Ambilkan aku Elesta's Leaf. Di sepanjang jalan kita kemari, aku melihatnya tumbuh di bebatuan," pinta Dragon.

"?"

"Apa yang ingin kau lakukan Dragon?" tanya Lucy bingung.

"Mengobatinya! Sudah jelaskan?!" bentak Dragon.

"Tapi tidak usah membentakku segala, Bodoh!" ucap Lucy sambil menjewer telinga Dragon.

"Kali ini aku serius Lucy," ucap Dragon dengan wajah seriusnya.

Lucy melepas jewerannya sambil mengangkat bahunya, "Ya, akan aku carikan."

"Aku akan membantumu mencarinya Lucy," ucap Rey berjalan mengikuti Lucy.

"Ti-tidak usah Pangeran, biar kami saja yang menemaninya," ucap Nagasaki dan Hirosima bersamaan.

"Oh, baiklah kalau begitu."


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 47 - Mengobati Buggy
Penulis : Ibong Neverland

Tidak lama kemudian, Lucy, Nagasaki dan Hirosima sudah kembali dengan membawa beberapa daun Elesta's Leaf.

"Untung saja bukan tumbuhan hidup seperti di pulau Ten no Chirida," ucap Lucy sambil menyerahkan daun yang dimaksud Dragon.

"Ya, kau pasti akan menjerit disepanjang perjalanan kemari kan?" ejek Dragon.

"Heh?! Apa kau bilang?!" ucap Lucy sambil menjewer kedua telinga Dragon.

"Argh!! Sakit Lucy!!"

"Hahaha," Rey tertawa melihat Dragon dan Lucy.

"Apa benar kau bisa menolong Buggy ini, Tuan?" tanya Capon dengan wajah sedih.

"Namaku Dragon, panggil saja namaku. Tentu saja, aku pasti menyelamatkan hewan malang ini," ucap Dragon yang mulai mengobati luka di kaki kanan Buggy kecil tersebut.

"Dragon?"

Dragon menoleh ke Capon, "Ada apa Capon?"

"Hmm... Rasanya tidak asing nama itu. Dulu waktu aku masih kecil, aku pernah mendengar nama itu. Tapi aku lupa," jawab Capon sambil mengaruk belakang kepalanya.

Lucy memperhatikan dengan serius pembicaraan Dragon dan Capon.

Dragon tersenyum lalu kembali meneruskan mengobati Buggy kecil.

Tidak lama berselang, Dragon selesai mengobati Buggy kecil tersebut.

Keringat bercucuran di kepala Dragon, dan terlihat rona bahagia yang terpancar dari wajah Capon melihat Buggy kecil terlelap dipangkuannya dengan wajah tenang.

"Kau benar benar mengobatinya Dragon," ucap Capon senang.

Dragon hanya tersenyum.

"Oi Dragon," panggil Lucy yang berdiri di belakang Dragon.

"Apa Lucy?" tanya Dragon sambil menoleh ke Lucy.

Lucy bergeser ke samping tempatnya berdiri, dan terlihat puluhan Buggy dengan luka luka di sekujur tubuh mereka.

"Kau masih punya banyak pasien," ucap Lucy dengan nada mengejek.

Wajah Dragon langsung berubah pucat.

Dragon akhirnya mengobati satu per satu Buggy yang sempat mereka hajar saat mengejar Capon. Setelah mengobati Buggy yang terakhir, Dragon merebahkan tubuhnya ke tanah.

Bruuk!!!

Capon tersenyum memperhatikan Dragon yang kelelahan.

"Buggy..."

Semua mata tertuju ke arah Buggy kecil yang mulai siuman. Buggy kecil tersebut bangun, kemudian memperhatikan sekitarnya dan langsung melompat menuju kerumunan Buggy yang tidak jauh dari tempat Capon duduk.

"Buggy!" "Buggy!" Para Buggy terlihat sangat senang melihat Buggy kecil melompat lompat senang.

Tiba tiba Buggy kecil mendekati Dragon, lalu mengusap kepalanya ke tangan Dragon.

Dragon memperhatikan tingkah Buggy kecil tersebut dengan keheranan.

"Apa yang dia lakukan?" tanya Dragon.

Capon tersenyum, " Itu adalah cara Buggy mengucapkan terima kasih Dragon."

"Oh, begitu..."

"Eh?!!!" Dragon mendadak terkejut.

Tiba tiba kerumunan Buggy berlarian menuju ke arah Dragon dan langsung mengepung Dragon.



"Tolong aku !!!" teriak Dragon saat dikepung para Buggy.

Lucy dan lainnya hanya tertawa melihat yang terjadi kepada Dragon.

"Hei Capon. Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" tanya Nagasaki.

Capon menoleh ke Nagasaki, "Aku tidak tahu... Mungkin aku akan tetap menuju ke hutan di bawah bukit ini. Kyodai bagian barat sudah dikuasai pasukan kerajaan pimpinan Jendral Fox. Mereka pasti akan membunuh para Buggy jika aku membawa mereka kembali ke desaku."

"Tapi, hutan yang kau maksud sudah tidak ada Capon," sahut Lucy.

Capon terkejut, "Maksudmu Nona?"

"Hutan itu adalah kamuflase seekor monster," ucap Nagasaki menambahkan.

Capon terlihat kehilangan semangatnya.

"Tapi ada sebuah danau di sana Capon. Kau bisa mulai membangun rumah untuk para Buggy di sana. Aku yakin, cepat atau lambat, tempat itu akan penuh pepohonan juga," ucap Rey memberi semangat kepada Capon.

"Danau? Bukankah itu hanya sebuah dongeng Pangeran?" heran Capon.

"Tidak, danau itu memang benar. Danau itu selama ini disembunyikan oleh monster Avalon yang menyamar menjadi hutan di sana," ucap Nagasaki menambahkan.

"Tapi apa aku bisa?..." ucap Capon ragu.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 48

Aerilyn Shilaexs
2016-08-24 15:55:36
ceritanya menarik, tapi greget karna selalu ada hambatan,
Rifky D Dragnel
2016-07-26 17:04:39
Sama sama buggy tapi rupanya beda
David von Riessfeld
2016-05-10 21:07:04
Buggy disini kecil, Buggy di wan pish malah badut
Shineria of Life
2016-04-15 17:46:31
ninety one. Dragon baik hati ya.
Rinularo
2016-04-07 05:15:56
Kerenlah!
Kosuke Arashi
2016-04-05 20:05:32
Bingung mau komen apa? Tapi penyajian cerita hebat
A wahyu
2016-04-05 16:46:05
Ternyata dia.... <hr/> *Prediksi salah
hairurrozikin
2016-04-05 11:59:12
Next
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook