VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 46

2016-04-03 - Ibong Neverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
255 views | 9 komentar

Chapter 46 Jubah Kapten

Dragon memutar tongkatnya, lalu menyarungkan tongkatnya di punggungnya lagi. Salah satu tangannya mengarah ke monster cacing yang mendekat.

"Hiyaaaa!!!" teriak Dragon yang sudah bersiap menerima serangan dari monster cacing tersebut.

Baaats!!!

Sebuah palu besar mengenai kepala monster cacing, tepat saat kepalanya hampir mengenai Dragon.

Dragon terkejut, menoleh ke arah palu besar tersebut dilemparkan.

Dua orang dengan jubah perang berlari mendekat ke arah Dragon.

"Monster itu akhirnya menunjukkan wujudnya juga! Kau lihat Nagasaki?! Hahaha," ucap pria berlari lebih dulu dari pria yang satunya.

"Ya, nikmati kemenanganmu sekarang, Hirosima," balas Nagasaki, nama pria yang berlari sambil membawa kapak besar.

Dragon masih terdiam menatap kedua orang yang tiba tiba muncul tersebut.

Monster cacing kembali berdiri tegap di depan Dragon.

"Woi! Kau yang disana! Minggir! Monster itu akan menyerang lagi!" teriak Nagasaki lagi sambil mengayunkan kapak besarnya.

Wajah Dragon menjadi serius, kedua matanya berubah menjadi biru.

Saat Dragon menoleh ke monster cacing, terlihat tangan kanannya diselimuti asap berwarna biru. Dragon melompat tepat di depan kepala monster cacing, lalu berteriak,"Blue Shaker!!!"

Muncul api biru besar menyelimuti lengan Dragon, dan dengan sekali pukul, kepala monster cacing langsung terkoyak dan hancur.

Nagasaki dan Hirosima berhenti berlari karena terkejut, wajah mereka berubah pucat.

Tap!

Dragon mendarat ditanah, dia melirik Nagasaki dan Hirosima dengan tatapan serius.

"Kalian menganggu saja!"

"Gyaaa!!" teriak Nagasaki dan Hirosima ketakutan.

"Oi Dragon, jangan galak galak, " sahut Lucy yang mendekati Dragon sambil memukul kepalanya.

"Nagasaki Hirosima!" panggil Suzuki yang berdiri disamping Key.

Nagasaki dan Hirosima kembali berwajah pucat.

"Pangeran!!!!"

Key mengerutkan dahinya, kemudian menoleh ke Rey yang duduk di atas kepala Green.

"Mereka bukannya anak buah Kapten kan?" tanya Rey kepada kakaknya, Key.

Key mengangkat bahunya, "Ya, sepertinya begitu Rey."

"Gyaaa!!! Pangeran Rey juga ada disini!!!" teriak Nagasaki dan Hirosima lagi.

Lucy menatap kedua prajurit kerajaan tersebut dengan wajah heran.

Nagasaki dan Hirosima langsung berlutut didepan Key dan Rey.

"Maafkan atas kelancangan kami berdua, Pangeran Milestone," ucap Nagasaki dan Hirosima bersamaan.

Key menggaruk garuk pipinya.

"Iya, tidak apa apa. Kenapa kalian ada di sini? Dan Kapten dimana?" ucap Rey.

Nagasaki dan Hirosima menoleh ke Rey, " Sebenarnya... "

Beberapa saat kemudian, Nagasaki dan Hirosima menceritakan alasan mereka berada di tempat mereka tersebut.

Dragon duduk di samping Lucy.

Suzuki terlihat duduk sambil mengelap pedang kecilnya di samping Key.

Rey dan Green duduk bersebelahan dengan Nagasaki dan Hirosima.

"Jadi, Kakakku menyuruh kalian menjaga tempat ini. Agar orang orang tidak menjadi santapan monster cacing itu ya?" tanya Suzuki setelah mendengarkan cerita kedua prajurit kerajaan tersebut.

"Monster Avalon. Monster yang memiliki rongga mulut sangat lebar. Mereka adalah monster pendatang di pulau ini. Kalau saja Kapten mengetahuinya daridulu. Aku yakin kerajaan kita akan makmur seperti dahulu kala..." jawab Nagasaki memperhatikan tubuh monster Avalon yang mulai menyusut karena terkena paparan panas matahari.

"Sayang sekali. Karena Kapten kehilangan kepercayaannya atas kerajaan. Dia memilih bersembunyi dan meminta kami berjaga jaga di gurun pasir ini," tambah Hirosima yang beberapa kali menatap Green dengan wajah heran.

"Kapten yang malang..." sahut Nagasaki sedih.

Key terlihat tertunduk. Beberapa kali dia menghela nafas panjang.

"Sebaiknya kita segera menemui Kapten," ucap Rey.

Dragon berdiri sambil menepuk nepuk bajunya yang berdebu karena pasir.

"Ya, kau benar Rey. Aku yakin kita bisa membuat kepercayaan Kapten kalian kembali lagi. Kami punya berita besar untuknya," ucap Dragon.

"Be-berita besar? Berita apa?" tanya Nagasaki dan Hirosima heran.

"Nanti saat bertemu Kapten kalian, kami ceritakan semuanya," jawab Lucy yang juga sudah berdiri.

Nagasaki dan Hirosima saling berpandangan.

"Baiklah kalau begitu. Kami antar kalian ke tempat Kapten," ucap Nagasaki.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 46 - Jubah Kapten
Penulis : Ibong Neverland

Dragon dkk melanjutkan perjalanan mereka.

Tujuan mereka adalah puncak bukit yang menjulang tinggi di depan mereka. Jalannya bebatu terjal. Beberapa kali, mereka hampir jatuh karena batu yang mereka gunakan untuk berpijak, runtuh.

"Nagasaki, Hirosima. Apa kalian tahu tentang danau yang berada di sana?" tanya Key menunjuk ke arah danau yang terlihat jelas dari atas bukit yang sedang meraka naiki.

"Kami tidak tahu secara detailnya Pangeran. Tapi Kapten menceritakan bahwa dahulu, saat Kerajaan Milestone tidak sebesar sekarang. Penduduk desa menggunakan danau itu sebagai sumber kehidupan mereka," jawab Nagasaki.

"Waktu itu Pangeran masih kecil. Kalau Pangeran ingat, waktu terjadi badai besar yang menerjang pulau ini, saat itulah monster Avalon terdampar di pulau ini dan menguasai danau itu. Dan membuat semua orang lupa bahwa pulau ini sebenarnya memiliki sumber mata air sendiri," tambah Hirosima menjelaskan.

Key menganggukkan kepalanya.

"Ya, pulau Taki memang pulau dengan seribu air terjun. Jadi tidak heran jika akhirnya penduduk pulau ini menggantungkan hidupnya ke pulau tetangga itu," ucap Nagasaki kembali.

"Dan terowongan rahasia itu?" tanya Rey menyela.

"Hah!!!" Nagasaki dan Hirosima terkejut setengah mati.

Dragon menyipitkan matanya memperhatikan tingkah Nagasaki dan Hirosima.

"Sudah berapa kali kalian terkejut seperti itu?" tanya Dragon heran.

"Ba-bagaimana Pangeran Rey bisa tahu... Jika ada terowongan antara pulau Kyodai dengan pulau Taki?" tanya Nagasaki dengan wajah khawatir.

Dragon cemberut karena tidak ditanggapi oleh Nagasaki dan Hirosima.

"Aku dan Dragon yang menemukannya," jawab Rey sambil menunjuk ke arah Dragon.

"Memangnya ada apa dengan terowongan itu?" tanya Dragon mendapati tatapan Nagasaki dan Hirosima.

Nagasaki terlihat bingung untuk menjelaskannya.

"Jendral Fox. Dia adalah orang yang menyuruh kami untuk merahasiakan tentang terowongan itu," ucap Hirosima tiba tiba.

Nagasaki berusaha menutup mulut Hirosima.

"Kau tahu, jika ada mata mata Jendral Fox yang dengar! Kau bisa mati Hirosima," ucap Nagasaki panik.

"Hmm... Jadi si Jendral itu lagi ya..." gumam Dragon.

"Sepertinya Fox memang bukan orang sembarangan. Aku jadi penasaran bagaimana dia bisa mendapat kepercayaan raja dari kerajaan ini," ucap Lucy.

Dragon terlihat tidak menanggapi Lucy, dia tetap berjalan menaiki bukit hingga sampai di bukit yang landai. Dragon berhenti, menatap serius ke arah depannya.

Lucy dan yang lainnya juga ikut berhenti di belakang Dragon.

Puluhan monster kangguru dengan telinga panjang berdiri berjajar di depan Dragon dkk.

Wajah monster tersebut terlihat marah, mata merah mereka menatap Dragon dengan serius.

"Makhluk apa lagi itu?" tanya Lucy.

"Buggy, monster kangguru bertelinga panjang. Mereka adalah monster yang habitatnya di daerah Kyodai sebelah barat. Tapi kenapa mereka semua ada di atas bukit ini ya?" jawab Nagasaki yang ikut heran.

"Ya, apapun mereka. Karena sudah menghalangi jalan kita, lebih baik kita hadapi," ucap Dragon tersenyum menyeringai sambil bersiap menyerang.

Sreek! Seseorang dengan jubah prajurit kerajaan berlari di belakang para Buggy, menjauh dari kerumunan monster Buggy tersebut.

"Eh?"

"Apa itu Kapten?" heran Nagasaki yang juga melihat orang berjubah yang berlari menjauh.

"Dari jubahnya, memang itu jubah Kapten," ucap Hirosima.

"Sebaiknya kita segera mengejarnya sebelum jauh," ucap Dragon yang mulai berlari lebih dulu.

"Bagaimana dengan monster monster itu?" tanya Lucy yang mengikuti Dragon dari belakang.

"Biarkan saja. Aku lihat mereka cuma monster lemah!" seru Dragon sambil melempar satu per satu Buggy yang datang menyerangnya.

Lucy tidak jadi menggunakan pedangnya, dia memilih memukul monster monster tersebut.

Di belakang Dragon dan Lucy, Key dan yang lainnya juga memilih mengabaikan para Buggy yang menyerang mereka.

"Ada yang aneh dengan Buggy Buggy ini? Mereka itu monster jinak, kenapa sekarang menyerang kita?" heran Key memperhatikan Suzuki yang berhasil menendang seekor Buggy yang menyerang Key.

"Ta-tapi kenapa para Buggy melindungi Kapten?" heran Nagasaki.

"Dan sejak kapan, Kapten memilih berlari menjauh dari kita?" Hirosima ikut terheran heran.

"Mungkin karena aku," ucap Key serius.

Dragon menoleh ke Key.

"Daripada memikirkan alasannya. Lebih baik kita segera menemui orang itu dulu," ucap Lucy yang berlari lebih depan sekarang.

Pria dengan jubah prajurit kerajaan berlari dengan kencang, salah satu tangannya terlihat mengendong sesuatu.

"Hosh ! Hosh! Hosh!" deru nafas pria berjubah tersebut keras terdengar. Keringatnya terlihat bercucuran membasahi tubuhnya.

Grapp!! Tangan Lucy berhasil memegang pundak pria berjubah tersebut. Dan dengan satu tarikan, pria berjubah tersebut roboh.

Bruuaaakk!!!

Pria berjubah tersebut terlentang di tanah dan di kelilingi Dragon dkk.

"Ka-kapten? Apa yang terjadi? Kenapa kau lari?" tanya Nagasaki sedikit ketakutan.

Lucy mengambil pedangnya, lalu menggunakannya untuk membuka tudung yang menutupi wajah pria berjubah tersebut.

Rey memegang tangan pria berjubah tersebut, "Kapten, ini aku Rey."



"Kakak..." gumam Suzuki tidak percaya dengan apa yang terjadi kepada kakaknya.

Key memilih melihat dari belakang Nagasaki dan Hirosima.

Sreekk!!!

"!!!!!!"

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 47

Aerilyn Chan Kawai
2016-08-24 15:31:45
kapten buggy berubah jadi monster
Rifky D Dragnel
2016-07-26 17:01:33
Gambarnya bagus
Clint Mobile Legend
2016-05-03 10:06:20
Nama kota yang dijatuhi bom atom muncul dicerita ini
Shineria of Life
2016-04-15 15:37:01
eighty one. Baru baca kayaknya..
Kosuke Arashi
2016-04-04 00:44:00
Lama amat gx dirilis, aku jadi lupa alurnya? (sesama penulis harus komen)
M_E_7
2016-04-03 17:59:47
Gambarnya keren
A wahyu
2016-04-03 15:39:38
Apa yang terjadi dengan sang kapten? Apa ia berubah menjadi Buggy?
Bikinan Mamah Papah
2016-04-03 10:21:08
Nagasaki Hirosima?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook