VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 45

2016-03-05 - Adhe Kurniawan > Dragon si Pemburu Bajak Laut
292 views | 8 komentar | nilai: 10 (1 user)

" Green ! " Green langsung berubah menjadi monster kaktus.

Dan seekor kelinci tiba-tiba melompat keluar dari balik semak-semak.

"Huh! Aku pikir ada monster atau penjahat yang datang," ucap Rey lega setelah melihat kelinci itu menghilang lagi ke dalam hutan. "Kau membuat kami kaget saja Dragon."

Dragon menyipitkan matanya sambil menggaruk-garuk pipinya.

Green kembali ke bentuk normalnya.

Namun Lucy, Key dan Suzuki masih terlihat kaget.

"Hei, kalian bertiga kenapa?" tanya Dragon heran.

"A-apa yang terjadi dengan Green?!!"

Dragon menoleh ke Green.

"Oh iya, kalian belum tahu ya. Itu adalah bentuk asli Green," ucap Dragon sambil mengelus-elus kepala Green.

"Tapi itu mengejutkan sekali," balas Lucy mengusap keringat di kepalanya.

"Ya, karena dia adalah kru kita. Kau harus membiasakan diri, melihat Green berubah nantinya Lucy," ucap Dragon.

Dragon dkk memutuskan melanjutkan perjalanan mereka. Dan ditengah perjalanan, Suzuki terlihat memikirkan sesuatu.

"Kau kenapa Suzuki?" tanya Lucy yang berjalan di samping Suzuki, "Di sepanjang perjalanan kita. Aku melihat wajahmu serius terus?"

"Memikirkan tentang Key mungkin," celoteh Dragon.

"Tidak. Aku melihat Suzuki lebih serius dari sebelumnya," balas Lucy.

"Kau benar Lucy," sahut Suzuki angkat bicara.

"?!"

"Ada hal aneh tentang kelinci yang muncul tadi."

"Bisa kau jelaskan maksudmu Suzuki?" tanya Key penasaran.

Suzuki menoleh ke Key dan rona merah keluar dipipinya, "Tentu saja, Pangeran Key."

"Kelinci yang kita lihat tadi, adalah kelinci gurun. Kelinci yang memiliki habitat di padang pasir."

"Jadi?" tanya Lucy dengan wajah bingung.

"Sejak awal aku juga sudah merasa aneh dengan hutan ini," sahut Dragon yang sedang mengambil tanah yang di injaknya.

"Bisa kau jelaskan juga maksudmu Dragon?" tanya Lucy lebih bingung.

"Tanah ini, bukan tanah asli."

"Heh?!!"

"Bagaimana hutan selebat ini bisa tumbuh subur di tengah-tengah padang pasir. Dan lagi, aku tidak melihat satu pun oasis di sekitar sini," ucap Dragon menoleh ke Lucy yang hendak menyanggah ucapan Dragon.

"Kedua, selama perjalanan kita masuk ke hutan ini. Aku sama sekali tidak melihat tanda-tanda kehidupan, meski kita semua sempat menemui seekor kelinci. Itu pun seharusnya, dia tinggal di gurun, bukan di dalam hutan seperti ini."

"Dragon, apa mungkin hutan ini dihuni semacam hantu?" tanya Rey yang kembali di panggul Green.

"Tidak mungkin Rey," jawab Dragon kembali memungut tanah di depannya.

"Tanah ini… Sangat lembut, lebih lembut dari tanah biasa. Tapi saat kau membasahinya…" Dragon meludahi tanah yang dipegangnya, "Tanah ini menjadi lengket."

Lucy dan yang lainnya mencoba apa yang dilakukan Dragon.

"Lalu? Apa maksudmu Dragon?" tanya Lucy.

"Aku juga tidak tahu," jawab Dragon menggaruk-garuk pipinya.

"Heleh…"

"Kalau begitu, kita harus bergegas. Apalagi kita hampir sampai di dekat bukit. Jadi kita bisa meninggalkan… "

"Ciiiiiit!!!"

"!!!" Dragon dkk menoleh ke belakang, asal suara keras yang terdengar.

"Suara apa itu?!"

"Kelinci… Itu seperti suara kelinci yang kita lihat tadi," ucap Suzuki memasang kuda-kuda.

Grek! tanah yang Dragon dkk injak, tiba-tiba bergerak.

"Eh?!"

"Gempa?" tanya Lucy.

Grek! Tanahnya kembali bergerak.

"Sepertinya memang gempa" ucap Rey yang memegang erat Green.

"Aneh? Jika memang gempa… Kenapa tidak ada satupun burung yang terbang dari pepohonan di hutan ini ya?" heran Lucy memperhatikan di sekitarnya berdiri.

"Apapun itu, sebaiknya kita bergegas," ajak Key yang mencoba berlari.

"Tanahnya?"

Tanah yang Dragon dkk injak tiba-tiba menjadi lengket, usaha mereka untuk berjalan keluar dari hutan menjadi sia-sia karena tanah yang mereka injak bergerak menarik mereka masuk ke dalam hutan lagi.

"Ta-tanahnya bergerak?!!"

"Kita ditarik ke dalam hutan!"

"Hiyaaa!!"

Jleb!!! Dragon menancapkan tongkatnya di tanah.

"Semuanya berpegangan!" seru Dragon mencoba meraih tangan Lucy yang bergerak sendiri ke dalam hutan.

Jleb!!! Lucy juga menancapkan katananya ke tanah, "Tenang Dragon. Aku bisa bertahan sendiri."

"Baguslah kalau begitu," balas Dragon melihat ke arah Green dan Rey. "Kalian raih tanganku."

Green memanjangkan tangannya lalu melilitkan tangannya ke tubuh Dragon.

"Kalau seperti ini, aku yang jadi tidak bisa bergerak Green!" ucap Dragon yang terlilit seperti mumi.

"Green" ucap Green yang tersenyum.

Rey yang dipanggul Green, tertawa.

"Ma-maafkan aku, Pangeran… Tapi peganglah tanganku" ucap Suzuki yang juga menancapkan pedang kecilnya ke tanah sambil mengulurkan tangannya ke Key.

Ternyata bukan hanya tanahnya saja yang bergerak menuju ke dalam hutan, namun pepohonannya juga. Dan terlihatlah beberapa tanduk berwarna putih mengkilat setelah pepohonan itu tertarik ke tengah hutan.

"Tanduk?! Sebenarnya benda apa itu?! Dan… pohonnya meleleh?!!"

"Aku rasa, aku mulai paham," ucap Dragon meski hanya terlihat kedua matanya saja. "Hutan ini adalah seekor monster."

"Hah!!!!?"

"Dan kita berada di punggungnya," lanjut Dragon.

Grek! Grek!! Tanah yang mereka injak bergetar hebat. Dan secara mengejutkan tanah yang mereka injak itu terangkat ke atas.

"Apa kau yakin ini punggung monsternya Dragon?" tanya Key yang menggenggam erat tangan Suzuki.

Semakin lama, tanah yang mereka injak semakin miring seperti payung terbalik yang menutup. Dan terlihat jelas bagian tengah hutan yang misterius itu.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 45 - Di Dalam Mulut Monster
Penulis : Adhe Kurniawan

"Apa?!!!"

Terlihat gigi-gigi tajam yang rapat
mengkilap, tepat di tengah-tengah hutan itu.

"Sepertinya ini adalah mulut monster Dragon!" seru Lucy berusaha bertahan dengan katanannya dan melihat bagian hutan lainnya bergerak mendekat ke tempat mereka menggantung sekarang.

"Tetap berpegangan!"

"Sial, kalau seperti ini. Kita akan jatuh ke dalam mulut monster itu," pikir Dragon saat posisi mereka mulai menggantung.

"Green, berubahlah!" seru Dragon.

"Green!"

Bruaaak! Green yang berubah menjadi monster kaktus langsung membuat mulut monster misterius itu berhenti bergerak.

"Semuanya naik ke atas Green!" perintah Dragon lagi yang langsung meloncat dan menarik tongkatnya ke atas kepala Green.

Setelah Dragon dkk berhasil berdiri di kepala Green. Tanduk-tanduk yang berada di antara kulit dalam mulut monster misterius itu bergerak menyerang.

"Tanduk-tanduk itu menyerang kita!" teriak Key melesatkan anak panahnya ke arah tanduk yang mendekatinya.

"Grrr!" ucap Green mencoba menangkis serangan tanduk-tanduk yang mengarah kepadanya.

"Dragon!" seru Rey yang dipeluk Green oleh salah satu lengannya, "Green tidak akan bertahan. Tanduk-tanduk itu sudah melukai Green!"

Dragon yang masih menghalau serangan tanduk yang membabi buta, menoleh ke Rey lalu ke arah apa yang di lihat Rey.

Beberapa tanduk monster misterius itu menancap di tubuh Green.

Terdengar Green meronta kesakitan, setiap kali ada tanduk yang menancap di tubuhnya.

"Tidak bisa di biarkan, aku harus menyerangnya kalau begitu" ucap Dragon yang bermaksud meloncat ke dalam mulut monster misterius itu.

Sreek!! Salah satu tanduk yang menyerang ke arah leher Dragon, menarik kalung yang Dragon kenakan.

"Sial! Tanduk ini masuk ke dalam kalungku… Aku tidak bisa bernafas!" ucap Dragon yang mulai kesulitan bernafas.

"Aku harus melepas kalung ini!"

Lucy kaget mendengar teriakan Dragon dan langsung melesat ke arah Dragon.

Slasssh!! Lucy memotong tanduk yang menarik kalung Dragon, tepat sebelum Dragon melepas kalungnya.

"Akh!" Salah satu tanduk mengenai lengan Lucy dan membuat Lucy terjatuh tidak jauh dari Dragon yang berusaha mengatur nafasnya kembali.

"Apa yang kau lakukan Lucy? Kau tidak perlu menolongku, asal aku bisa melepas kalung ini…"

"Aku tidak akan membiarkanmu melepas kalungmu Dragon!!" bentak Lucy memotong ucapan Dragon, sambil menatap Dragon dengan serius.

Dragon hanya terdiam mendapati tatapan Lucy.

Lucy mencoba berdiri meski lengannya mengeluarkan darah. Dragon menyobek lengan bajunya dan mengikatkannya di lengan Lucy yang terkena serangan tanduk dari monster misterius itu.

"Aku akan turun ke bawah dan memotong monster ini menjadi dua," ucap Dragon.

"Lakukan apapun yang ingin kau lakukan, tapi jangan pernah melepas kalungmu Dragon," balas Lucy.

"Ya, baiklah Lucy," Dragon langsung melompat ke bawah sambil memutar-mutar tongkatnya. Sekujur tubuhnya mengeluarkan asap berwarna biru, semakin pekat.

Blar !!! Mulut monster itu terkoyak dan terbagi menjadi dua bagian karena serangan Dragon.

"Slashing Sword!" Lucy menarik katananya dan menyabetkannya ke arah dinding mulut monster.

Slash! Slash! Slash! Mulut monster yang menutupi Green terpotong menjadi beberapa bagian.

Byur!!

Lucy dkk terkejut setelah jatuh di padang pasir. Mereka melihat hamparan air seluas danau tepat di tempat hutan terlarang sebelumnya berada.

"Danau?!!!"

"Wuaah! Airnya segar sekali!" seru Dragon keluar dari dalam air.

"Apa itu air laut Dragon?" tanya Key sambil membersihkan beberapa lendir yang menutupi lengannya.

"Tidak Key. Ini air tawar."

Duuum!!! Monster misterius itu tiba-tiba muncul kembali. Meskipun bagian depan mulutnya sudah terpotong, namun monster misterius itu masih hidup ternyata. Terlihat tubuh aslinya yang berada di dalam air. Monster yang seperti cacing itu langsung melesatkan kepalanya ke arah Dragon.

"Awas Dragon!"

Duuar!! Tanah yang terkena kepala monster itu hancur berserakan.

"Monster itu seperti cacing raksasa!" seru Lucy melihat monster yang hampir memakan mereka setelah monster itu keluar dari dalam air.

Monster cacing mengejar Dragon, dan menyerangnya dengan menghantamkan kepalanya ke tanah berkali-kali.

"Monster ini kuat sekali" gumam Dragon melihat bekas hantaman monster cacing yang menyerangnya.

"Aku akan membantumu mengalihkannya Dragon!" teriak Lucy yang berlari mendekati Dragon.

"Tidak perlu!" teriak Dragon yang berdiri tegap di depan monster cacing.

Gigi monster cacing yang berada di ujung depan tenggorokan monster itu seperti mata bor melesat ke arah Dragon.

Dragon masih terdiam ditempatnya berdiri.

"Dragon!!!" teriak Lucy histeris.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 46

Lord Hellium
2017-04-08 19:13:18
iiiii cacing besar
Aerilyn Shilaexs
2016-08-24 15:17:21
itulah wujud asli nya
Rifky D Dragnel
2016-07-26 08:24:43
Ada cacing raksasa
Lord Athem
2016-03-08 10:44:49
Itu pasti cacing besar Alaska. . .
David Lopez
2016-03-07 15:56:42
Entar pasti si Dragon bakalan ditolong karakter lain bernama Ibong Neverland
RedPaper
2016-03-06 14:29:54
Hiiyy cacing besar alaska
A wahyu
2016-03-06 10:32:43
Dragon siap membalas...
Chiba Michiko
2016-03-06 08:11:53
lalu apa yg terjadi dgn dragon? '-'
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook