VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 44

2016-02-24 - Ibong Neverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
290 views | 13 komentar | nilai: 10 (1 user)

Beberapa saat yang lalu, saat keadaan ricuh.

Dragon dan Key yang sudah menyamar dengan memakai pakaian pasukan Fox, berjalan mendekat ke panggung tempat Jendral Fox dan Lucy berdiri.

Sesampainnya di atas panggung, Jendral Fox sama sekali tidak menyadari kedatangan mereka.

"Eh?! "

"Kenapa Dragon ? " tanya Key melihat Dragon terkejut.

"Dragon's Claw " bisik Dragon tidak percaya melihat di luar jendela gedung.

"Siapa ? " bisik Key ikut memerhatikan jendela gedung.

Tampak bendera yang biasa berkibar di puncak layar utama Dragon's Claw berkibar-kibar di luar jendela.

"Key, kau susul Rey " bisik Dragon kepada Key.

Key menatap Dragon lebih dekat.

"Fox tidak menyadari kita disini. Kau susul Rey, bawa Dragon's Claw mendekat ke jendela " bisik Dragon. " Cepat Key ! ".

Key menganggukkan kepalanya, berjalan cepat turun dari panggung kemudian berlari menuju ke atap gedung.

Beberapa saat kemudian, setelah Dragon menyelamatkan Lucy dan juga menceritakan apa yang telah terjadi sebenarnya, tentang Key dan Jendral Fox yang bermaksud menikahinya.

"Jadi seperti itu ceritanya… Tapi aku tetap… Tidak bisa memaafkannya begitu saja " ucap Lucy melirik Key yang duduk di samping Suzuki dengan tatapan marah.

Key membalas tatap Lucy dengan wajah pasrah kemudian menundukkan kepalanya.

"A-aku hanya… "

"Bagaimana keadaan kedua orang tuamu, Rey ? " sahut Dragon mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.

Lucy dan Key menoleh ke Dragon.

"Mereka aman, mereka bersama pasukan Angkatan Laut sekarang, Dragon " jawab Rey yang berdiri di atas tangga bersama Green.

Lucy, Key, Dragon kaget.

"Angkatan Laut ?! ".

"Lalu kenapa mereka tidak mengikuti kalian ? " tanya Lucy sembari berdiri.

"Aku dan Suzuki kabur. Dan lagi, seseorang dengan jubah besar tampak mengenal ibuku, jadi mereka mungkin memilih membiarkan kami pergi " jawab Rey.

"Jubah berwarna kuning keemasan maksudmu, Rey ? " tanya Lucy memastikan.

"Iya, kau benar Lucy ".

"Paman Raion mengenal ratu kerajaan Milestone ? " gumam Lucy tidak percaya.

Dragon memerhatikan Lucy, " Kau kenapa, Lucy ? ".

"Tidak apa-apa, Dragon. Hanya saja, paman Raion… dia pernah bercerita kepadaku bahwa kerajaan Milestone adalah kerajaan yang tidak masuk dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa "

"Sangat sulit dipercaya, jika paman mengenal raja dan ratu kerajaan Milestone juga " lanjut Lucy. " Karena setahuku, hanya kerajaan yang masuk dalam PBB yang dekat dengan pasukan Angkatan Laut ".

Suasana hening sejenak.

"Lalu apa rencanamu selanjutnya, Dragon ? " tanya Key.

"Hmm… ". Dragon memikirkan sesuatu.

"Kami akan segera meninggalkan pulau ini dan melanjutkan perjalanan kami " sahut Lucy menjawab pertanyaan Key.

Dragon kaget dan menoleh ke Lucy.

"Selain itu, masalah Jendral Fox, bukan masalahku ataupun Dragon " lanjut Lucy yang masih merasa jengkel dengan perlakuan Key terhadapnya.

"Ta-tapi… Dragon, kau… " ucap Rey tidak terima dengan jawaban Lucy.

Dragon berdiri sambil menggerakkan tangannya supaya Rey diam.

"Terlepas dari janjiku kepadamu, Rey ".

"Ya, Lucy benar, kita memang tidak punya urusan apapun lagi dengan pulau Kyodai ataupun kerajaan Milestone " Dragon menoleh ke Lucy sambil tersenyum, " Tapi... Apa kau lupa sesuatu, Lucy? Siapa kita sebenarnya ? "

"Tapi Jendral Fox itu sangat kuat, Dragon. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, bagaimana dia menyiksa pasukannya sendiri dengan kekuatannya " ucap Lucy mengingat kejadian saat dia dibawa ke tempat Jendral Fox.

"? " Dragon mengangkat salah satu alisnya.

"Sehebat apapun dia, jika dia adalah seorang Bajak Laut, aku tidak akan memberikannya kesempatan untuk tetap tinggal di pulau itu,. Karena itulah aku memilih menjadi seorang pemburu Bajak Laut, Lucy ".

Lucy terdiam melihat Dragon, kemudian tersenyum dan melangkah mendekati Dragon.

"Ya, kau benar Dragon ".

"Lalu apa rencanamu selanjutnya ? ".

"Aku belum tahu, yang jelas kita harus mengalahkan Ben terlebih dahulu. Setelah itu, kita baru bisa mendekat ke Fox ".

"Ben ? " Lucy bingung.

"Kata Key, dia adalah tangan kanan Fox dan juga mantan Laksamana Angkatan Laut "

"Laksamana !!! " Lucy kaget.

"Ya, kau tahu sendiri, Laksamana bukan sembarangan jabatan di Angkatan Laut. Kehebatannya mungkin sama dengan kakek maupun paman " ucap Dragon.

Rey turun dari tangga mendekati Dragon.

"Dragon, aku tahu orang yang bisa mengalahkan Ben ".

"Apa maksudmu paman Raion? Orang yang sekarang bersama dengan ibumu, Rey ? " tanya Dragon.

"Bukan, Dragon " Rey menggeleng-gelengkan kepalanya, " Dia adalah salah satu prajurit kerajaan juga. Dia adalah yang terkuat dari semua pasukan kerajaan Milestone ".

"Dulu, dia sempat hampir mengalahkan Ben, sampai ayah membuatnya menyerah... ".

"Dan, dia yang tahu dimana tempatnya berada " lanjut Rey sambil menunjuk ke arah Suzuki.

Dragon, Lucy, dan Key menatap Suzuki dengan wajah bingung.

Di dermaga pulau Taki.

"Jadi, kau sekarang seorang Laksamana, David ? ".

"Maaf, yang mulia. Namaku Raion sekarang " jawab Raion sambil membungkukkan badannya di depan ibu Rey, sang Ratu Kerajaan Milestone.

"Hahaha, Rosan, apa kau dengar itu ? " sang ratu tertawa sambil memanggil suaminya sang Raja Milestone, Raja Rosan Milestone, " Kau dulu masih kecil, David. kau selalu saja datang kepadaku sambil meminta permen. Tante Mey, tante Mey, aku minta permen. hohoho... Sudah lama sekali, sejak terakhir
bertemu dengan ayahmu juga, si Zeff. Lalu mendengar berita duka itu, Turut berduka cita ya, David".

Wajah Raion berubah merah saking malunya, Morgan dan Jack berusaha menahan tawa melihat wajah Raion berubah merah.

"Terima kasih, Yang Mulia. Ayah pasti sangat senang ditempatnya beristirahat sekarang dan… ".

"Ku mohon jangan membicarakan tentang masa lalu, Yang Mu… " Raion tidak melanjutkan ucapannya setelah melihat tatapan menyeramkan dari sang Ratu Milestone, " Maksudku tante ".

"Nah, kau ternyata masih anak yang baik, David hohoho…".

"Bagaimana dengan mereka, Tante " tanya Raion menunjuk ke tempat dimana Dragon's Claw berlabuh sebelumnya.

"Rey memang beda dengan kakaknya. Dia lebih pemberani " jawab Ratu Mey, si Ratu Milestone.

"Biarkan saja mereka, sayang " sahut Raja Rosan, si Raja Milestone, " Masa kanak-kanak memang masa yang indah, masa penuh kebandelan ".

"Ta-tapi, mereka menuju ke tempat Fox, kalian tahu kan tentang Bajak Laut Rubah Api ? " tanya Raion dengan wajah serius.

"Dia bersama orang yang kuat, aku percaya kepadanya " jawab Ratu Mey dengan wajah senang.

Raion mengerutkan dahinya, " Maksud tante ? dia ? ".

"Ya, pemuda yang sedang sedang bersama Rey saat ini ".

"Waaah !!! " teriak Raion dan Morgan bersamaan sampai jatuh terjungkal.

"Hahaha… " Raion tertawa sejadi-jadinya.

Sebaliknya, Morgan terlihat sangat pucat, matanya melotot, " Bagaimana dia bisa sampai dipercaya raja dan ratu kerajaan segala ?!! ".

"Kapten Morgan, sepertinya bocah yang selalu kamu remehkan itu, sedang menunjukkan kehebatan sekarang haha ".

"Ya, Jendral Zeff memang hebat, aku menyesal sudah menyepelekan keputusan Jendral Zeff " ucap Morgan sambil mengusap air matanya.

"Sebaiknya kita menyusul mereka, Laksamana. Paling tidak, kita tahu keadaan mereka sekarang " lanjut Morgan.

"Kamu benar, Kapten. Baiklah, suruh yang lainnya menyiapkan kapal. Dan kapal yang membawa penduduk Milestone, biarkan mereka disini dulu ".

"Aku serahkan rakyatmu kepadamu, tante " lanjut Raion sambil menoleh ke Ratu Mey.

"Baiklah, David " jawab Ratu Mey sambil tersenyum.

"Kenapa kau tersenyum seperti itu, tante ? " tanya Raion merasa aneh dengan senyuman Ratu Mey.

"Kau mirip sekali dengan ayahmu, David. Sangat berwibawa dan bijaksana. Keputusanmu menjadi bagian dari Angkatan Laut memang keputusan yang luar biasa. Seandainya putri kesayangan ayahmu mengikuti jejakmu juga. Mungkin Zeff tidak akan seperti ini " jawab Ratu Mey dengan mata berkaca-kaca.

"Meskipun kakakku bukan Angkatan Laut... Dia juga punya darah seorang Angkatan Laut. Selain itu, apa yang sudah terjadi, ayah sudah merencanakan semuanya sejak awal. Dan aku, percaya padanya dan juga rencananya " balas Raion sambil membenarkan katana yang dibawanya.

Ratu Mey hanya tersenyum mendengar jawaban dari Raion.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 44 - Hutan Terlarang
Penulis : Ibong Neverland

Kembali ke tempat Dragon dan yang lainnya.

"Jadi untuk menyingkat waktu, setelah kita bertemu dengannya. Kita melewati bukit dan langsung menuju ke istana kerajaan Milestone " ucap Dragon memerhatikan peta yang dibuat Suzuki.

"Apapun yang terjadi nanti, jika sampai kita terpisah. tujuan kita adalah istana Kerajaan. Jadi disanalah, kita akan bertemu lagi, paham ? " lanjut Dragon.

Lucy, Key, dan Suzuki menganggukkan kepalanya.

"Untuk saat ini, kita beristirahat dulu. Aku rasa, Fox tidak mengirim pasukannya untuk mengejar kita. Mereka pasti berfikir kita akan kembali " ucap Dragon lagi sambil melihat Rey terlelap di gendongan Green. " Hei Green, Bawa Rey ke kamarnya ya ".

"Green ! " jawab Green yang langsung membawa Rey masuk ke dalam dek kapal.

Pagi harinya di tempat Dragon dan yang lainnya berada.

"Hoaamm !!! " terlihat Rey menguap setelah Dragon's Claw berlabuh di utara pulau Kyodai.

"Tidurmu nyenyak, Rey ? " tanya Dragon yang sudah berada di daratan.

"Apa kita langsung ketempatnya, Dragon ? ".

Dragon mengerutkan dahinya, " Tentu saja, Kerajaanmu bergantung padanya saat ini ".

"Green !! " seru Green berjalan mengikuti Dragon.

"Eh ? kau tidak dikapal saja, Green ? " tanya Dragon melihat Green turun dari Dragon's Claw.

"Green " jawab Green yang tetap berdiri di belakang Dragon.

Dragon heran dengan Green, kemudian memerhatikan Rey.

Rey hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendapati tatapan Dragon.

"Aneh, kenapa Green sekarang mau meninggalkan Dragon's Claw ? Bukankah dia tidak pernah berpisah dengan kapal itu ? " gumam Dragon.

"Baiklah kalau kamu mau ikut Green " ucap Dragon menyarungkan tongkatnya.

Green tersenyum.

"Tunjukkan jalannya, Suzuki " ucap Dragon sambil memersilahkan Suzuki berjalan terlebih dahulu.

Suzuki mulai berjalan dan diikuti Dragon, Lucy, Key dan Rey yang dipanggul Green. Tujuan mereka berenam adalah perbukitan yang berada tepat di depan mereka. Sebelum sampai diperbukitan, mereka harus melalui hutan lebat yang sebelumnya tidak pernah dijamah oleh orang-orang di Milestone.

"Jadi, hutan ini adalah hutan terlarang ? " tanya Lucy memerhatikan Suzuki yang berjalan di depan.

"Ya, dahulu banyak prajurit kerajaan menghilang secara misterius di dalam hutan ini. Lalu raja melarang siapapun untuk datang ke hutan ini, itulah kenapa wilayah utara pulau Kyodai tidak berpenghuni sampai sekarang ".

Lucy menatap Dragon.

Dragon menoleh ke Lucy menyadari tatapan Lucy.

"Kau takut, Lucy ? "

Plak !

Lucy menjitak kepala Dragon.

"Enak saja ! ".

Terlihat Suzuki, Key dan Rey kaget.

"Sakit, Lucy ! " seru Dragon " Lama kelamaan kau mirip nenek saja ! ".

"Kau harus berhenti menjadi orang yang seolah-olah tidak takut segalanya, Dragon " ucap Lucy mengacuhkan Dragon sambil meneruskan langkahnya.

Dragon hanya mengelus-elus benjolan dikepalanya.

Lucy teringat sebuah pesan yang sempat kakeknya berikan kepadanya. Sebuah pesan penting tentang Dragon.

Di suatu malam di dermaga kota Tua bertahun-tahun yang lalu.

Zeff terlihat duduk bersama Lucy menatap cahaya bulan yang terang. Lucy masih kecil, dan mereka baru saja membawa Dragon ke dalam pos pengawas, tempat mereka tinggal.

"Lucy, jika suatu hari. Dragon mulai menunjukkan perubahannya. Pastikan dia tidak melepas kalungnya. Dia bukan manusia biasa, bahkan sangat berbeda dari jenisnya. Aku tidak tahu kapan dirinya akan berubah, tapi ingatkan dia untuk mengendalikan kekuatannya sendiri. atau nanti, dia yang akan dikendalikan kekuatannya " ucap Zeff yang tiba-tiba berbicara.

"Kakek ? Baiklah, aku pasti menjaga Dragon, kek ".

Zeff mengusap-usap kepala Lucy sambil tersenyum, " Terima kasih, Lucy. Kau memang cucuku yang paling pintar ".

Kembali ke masa sekarang.

Saat mereka masuk ke dalam hutan, Suzuki terlihat beberapa kali mencabut pedang kecilnya, kemudian menyarungkannya lagi.

"Apa dia memang selalu serius seperti itu, Key ? " tanya Dragon memerhatikan sikap Suzuki.

"Ya, mem… ".

"Karena ada kakak disini, jadi dia seperti itu " sahut Rey yang dipanggul oleh Green.

Suzuki kaget sendiri mendengar ucapan Rey, kemudian berusaha berjalan seperti biasa meski agak gemetaran karena salah tingkah.

Dragon, Rey dan Green tertawa kecil, Key memilih menundukkan kepalanya. Dan Lucy sendiri terlihat diam karena masih kesal dengan Key.

Saat sampai di tengah hutan, Dragon berhenti.

"Ada apa, Dragon ? ".

Suzuki, Dragon dan Green mendadak berwajah serius.

Rey turun dari Green, " Kau kenapa Green ? ".

"Greeeen !!! " teriak Dragon panik.

.

.

*Apa yang sedang terjadi sebenarnya ? Keanehan apa yang berada di dalam hutan terlarang ?!

Mengejutkan ! Chapter 45 akan rilis 1 menit lagi !!! dan ternyata itu bohong. Kami dalam mode hiatus sekarang, tunggu Chapter 45 segera.

Terima kasih untuk para member VT dan juga para pembaca yang menyempatkan diri membaca cerita kami selagi menunggu update Versi Teks Manga / Anime kesayangan kalian di Web VersiTeks ini.

Jangan lewatkan cerita karangan dari member VT lainnya. Dijamin sangat seru !

Dan yang pingin mengirim cerita karangannya sendiri, silahkan masuk ke grup Facebook Penulis dan pembaca Versi Teks dan Cerita Karangan terlebih dahulu. Link ada di bagian kanan bawah Web ini.

Setelah masuk ke Grup, silahkan ketik di browser kalian (tab baru) versiteks.com/123

Maka kalian akan diarahkan ke kiriman tersemat, dimana kalian bisa mendaftar untuk memiliki akun VersiTeks.

Ingat, ikuti setiap langkah yang ada agar proses pendaftaran lebih mudah, cepat dan lancar.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 45

Soul Demon
2017-04-08 18:43:55
sepertinya seorang laksamana bisa patuh seperti anak kecil juga ya
Tifa Lockhart Chan
2016-08-24 15:05:42
wah wah
Rifky D Dragnel
2016-07-26 08:21:38
Penguasa hutan terlarang cocok jadi teman dragon
Lord Athem
2016-03-08 10:27:41
Nama David makin terkenal az nih di VT. . .
anonim1001329
2016-03-02 00:23:49
bisa jadi penguasa hutan terlarang jadi anak buah dragon
Akimoto Salman
2016-02-24 14:09:00
Kasihan ya.... Suzuki harus mencabut pedang kecil nya beberapa kali
Pillua
2016-02-24 13:42:45
Sikap green berubah. Kenapa ya. Hm...
RedPaper
2016-02-24 09:59:08
Aak. Aku penasaran! Lagian itu ratu ngeri juga, tante eh?
Soul Eater David
2016-02-24 07:41:42
Si Hebat Kapten David akhirnya muncul beteweh kapan chapter 45 nya keluar?
Gotosamaru
2016-02-24 07:31:09
menarik. ijin mengikuti
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook