VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 42

2016-02-17 - Adhe Kurniawan > Dragon si Pemburu Bajak Laut
312 views | 10 komentar | nilai: 10 (1 user)

" Hei Key, Ayo keluar dari sini " ajak Dragon sambil menepuk-nepuk punggung Key.

Key terdiam, kemudian menoleh ke Dragon, " Keluar ? Kau tidak dengar penjelasanku tadi ya, Dragon ? ".

Dragon hanya menunjuk ke arah pintu kurungan yang sudah terbelah menjadi dua.

"Ini tidak mungkin… " ucap Key tidak percaya, bola matanya bergetar.

Dragon yang sudah berdiri kemudian membantu Key untuk berdiri meski tubuh Key masih gemetaran.

"Siapapun mereka… Mereka pasti bukan bajak laut biasa " ucap Key mengikuti Dragon menuju pintu keluar penjara.

"Ya, kau benar Key. Mereka bukan bajak laut biasa ".

Key semakin terkejut setelah keluar dari dalam penjara. Di depannya dan Dragon, ribuan pasukan kerajaan lapis pertama kerajaan terkapar tidak berdaya. Menara pengawas hancur berserakan, anjing pelacak hanya tinggal kalungnya saja, belum lagi buaya penjaga tergeletak mati. Dan yang paling membuat Dragon dan Key tercengang adalah sebuah lubang besar menganga di tembok penjara.

"Dra-dragon… ini sungguh luar biasa… Siapapun mereka. Aku tidak akan mencari masalah dengan mereka " ucap Key menelan ludah.

"Suatu saat aku pasti harus melawan mereka ".

"Hah ?! Kau gila, Dragon ? ".

Dragon tersenyum, " Aku adalah seorang pemburu bajak laut, Key. Entah sekuat apapun mereka, selama mereka adalah bajak laut, aku harus melawannya ".

Key tidak dapat berkata apa-apa, dia memilih menganggukkan kepalanya sambil menelan ludah.

"Kita cari informasi dulu tentang pernikahan Fox, Key ".

"Oh, ya kau benar Dragon. Tapi… Jendral Fox bukan orang sembarangan " balas Key dengan wajah pucat.

"Pertama, kita temui Rey dulu. Dia pasti sudah berada di dekat dermaga " ucap Dragon bergegas berlari keluar dari kompleks penjara, diikuti Key dari belakang.

"Aku tunjukkan jalannya, Dragon ".

"Ah, iya Key. Aku juga lebih suka di belakang " sahut Dragon memperlambat larinya hingga Key berlari di depannya. kemudian dia berlari seperti semula lagi. Padahal Dragon memang sering tersesat jika berlari di depan.

Sesampainnya di gudang tempat Key menyekap Lucy.

KREEK !

"Shoma ! " teriak Key mendapati Shoma tergeletak bersimbah darah di depan pintu gudang.

"A-apa yang terjadi ? ".

Shoma yang masih sadar, mencoba melihat Key, " Key ? Syukurlah kau datang… Maafkan aku… aku tidak.. Uhuk ! ".

Shoma memuntahkan darah dari mulutnya.

"Nanti saja bicaranya, biar aku rawat lukamu " ucap Dragon mendekat ke Shoma.

"Key, apa kau ada kotak medis di sini ? ".

"Ada Dragon, sebentar " balas Key yang langsung berlari menuju ke sisi dalam gudang.

Tidak lama kemudian, Key datang membawa sebuah kotak dengan lambang plus merah di depannya.

Setelahnya, Dragon mulai merawat luka-luka Shoma.

"Kau mahir dalam mengobati luka, Dragon ? ".

"Ya, aku banyak belajar selama perjalananku sampai ketempat ini ".

"Bagaimana luka-luka Shoma ? ".

"Dia akan segera membaik, luka dalamnya juga sudah berhasil aku obati " ucap Dragon membereskan peralatan medis yang digunakannya. " Tentang pernikahan Fox, apa yang kau ketahui , Key ? ".

Key nampak berpikir sejenak.

"Dia selalu mengadakannya saat malam hari tiba. Dan… ".

Dragon menoleh ke Key.

"Setiap tamu yang datang mengenakan sebuah topeng ".

"Topeng ? " ucap Dragon heran. Dia kemudian terlihat serius memikirkan sesuatu.

"Sepertinya aku ada ide, Key ".

Key nampak bingung memerhatikan Dragon yang tersenyum sendiri.

"Ngomong-ngomong, Rey sepertinya telat " ucap Dragon lagi sambil berdiri menuju ke jendela luar, memerhatikan lautan, " Aku harap tidak terjadi apa-apa kepadanya ".

Di laut lepas, Rey, Green dan Suzuki yang berada di atas Dragon's Claw bertemu dengan beberapa kapal kerajaan yang berisikan pasukan milik Jendral Fox.

"Mereka menyerang kita, pangeran ! " seru Suzuki mencoba menghajar pasukan Jendral Fox yang satu per satu naik ke Dragon's Claw.

"Kita harus segera ke dermaga timur ! mereka menunggu kita " balas Rey marah.

DOOOMM !!!

Kapal milik pasukan Jendral Fox tiba-tiba meledak. pasukan Jendral Fox yang berada di atasnya, terlihat panik dan ketakutan. Samar-samar muncul sebuah kapal dengan lambang bajak laut mendekat ke Dragon's Claw.

"Ba-bajak laut ?!! Kita tidak akan selamat sekarang " ucap Rey ketakutan.

Tap !

"Kau kah itu, Green ? " sapa seseorang yang baru saja mendarat di atas Dragon's Claw.

"Green !!! " teriak Green senang sambil berlari mendekati orang tersebut lalu memeluknya.

Ternyata orang yang datang itu adalah kapten berambut merah yang menyelamatkan Dragon di dalam penjara.

"Si-siapa kalian ? ! " tanya Suzuki sambil mengarahkan pedang kecilnya ke arah kapten berambut merah yang sedang mengusap kepala Green.

Sreekkk !

"Hati-hati mengarahkan pedangmu, nona. Apalagi jika itu ke arah kapten kami " ucap Kenshin meletakkan katananya di depan leher Suzuki.

Suzukipun perlahan-lahan menurunkan pedang kecilnya.

"Maaf, aku ada sedikit urusan dengan Green. jadi aku tidak ada waktu berkenalan dengan kalian" ucap si kapten berambut merah sambil menggandeng Green menuju ke dalam kapal.

Setelah Suzuki menyarungkan pedangnya, Kenshin menyarungkan pedangnya juga. Kemudian berdiri di depan pintu menuju ke bawah kapal.

"Siapa kalian sebenarnya ? " tanya Rey kepada Kenshin.

Kenshin tersenyum, " Hanya teman lama, anak kecil ".

Rey terdiam ditempatnya.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 42 - Alasan
Penulis : Adhe Kurniawan

Di dalam kapal, tepatnya dibawah kapal.

"Jadi ini ruangan yang selama ini kau jaga ya , Green ? " tanya pemuda berambut merah itu sambil menunjuk ke arah ruangan bertuliskan kapten.

"Green " ucap Green sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Aku ada sebuah pesan untukmu… "

"Tapi aku tahu kau tidak akan bisa membacanya, jadi biar aku bacakan " ucap pemuda berambut merah sambil mengeluarkan secarik kertas dan mulai membacanya.

"Green, ini aku. orang yang pernah mengajakmu naik ke atas kapalku. Maaf, aku tidak bisa menemuimu sendiri. Karena itu lah, aku meminta anakku untuk mengantarkannya untukmu. Green, apa kau masih menepati janjimu padaku…"

"Green "

Pemuda berambut merah tersenyum, kemudian meneruskan membaca kertas yang dibawanya, " Green, suatu saat ketika ada seseorang yang membawa Dragon's Claw ke laut lagi. Biarkan dia masuk ke dalam ruangan yang selama ini aku pinta kau untuk menjaga. Siapapun dia, aku yakin, kau pasti percaya padanya juga, ya kan Green ? ".

"Green ! " ucap Green sambil mengangkat tangan kanannya.

"Dan satu lagi, Green. Kau sekarang bebas. Kau sekarang tidak perlu menjaga ruangan itu lagi. Kau tidak perlu tinggal di Dragon's Claw lagi ".

"Green… " ucap Green sedih.

"Hei, Green… Kau tahu, maksud ayah adalah supaya kau bebas bukan menyuruhmu pergi " ucap pemuda berambut merah mencoba menghibur Green.

"Green ? " tanya Green.

"Ya, seperti itu Green " jawab pemuda berambut merah sambil tersenyum.

"Green ! " seru Green senang.

Tidak lama kemudian, Green dan pemuda berambut merah sudah keluar dari bawah kapal.

"Kelihatannya kalian semua sudah akrab ? "

"Ah, kau kapten. Ya, sepertinya Lumina punya teman baru " ucap Kenshin memakan takoyaki yang sedang dimasak oleh Juna di atas Dragon's Claw sambil menunjuk ke arah Lumina.

Pemuda berambut merah memerhatikan Lumina yang sedang asik bermain dengan Rey.

"Apa kau mau makan takoyaki juga kapten ? " tanya Juna menyodorkan sepiring takoyaki kepada kaptennya itu.

"Apa ada ketimunnya ? " tanya pemuda berambut merah memerhatikan takoyakinya.

"Haha tentu saja tidak, kapt. Kenapa kau kelihatan takut sekali dengan ketimun, kapt ? haha " jawab Juna tertawa.

"Ah, bukan seperti itu... " balas pemuda berambut merah yang kemudian ikut duduk disamping Juna dan menikmati takoyaki buatan Juna.

Rey dan Lumina masih asik bermain dengan Einstein, laki-laki dengan badan yang kekar dan sebuah tato hello kitty di lengannya. Kemudian terlihat Suzuki sedang mengobrol dengan Lily, wanita dengan rambut hitam yang panjang.

Kembali ke tempat Dragon dan Key.

"Sampai sore seperti ini, Rey sama sekali belum kelihatan, Dragon " ucap Key yang mulai gelisah.

Dragon terlihat tenang mengecek luka milik Shoma.

"Kalau begitu, kita mulai saja rencana kita tanpa Rey " balas Dragon berjalan mendekati tempat dimana banyak senjata digantungkan.

"Apa kau yakin, Dragon ? ".

"Tentu saja " balas Dragon mengenakan sarung tongkatnya. terlihat Dragon membawa kedua katana milik Lucy.

"Tu-tunggu Dragon " ucap Rey bergegas menuju ke meja yang berada tepat ditengah gudang sambil memasukkan sebuah gulungan didalam tempatnya.

"Gulungan ini pasti juga barang berharga milik Lucy ,kan ? ".

"Kau benar, Key. tolong bawakan itu untukku ".

Key menganggukkan kepalanya.

"Aku juga i-ikut " ucap Shoma gemetaran.

Dragon dan Key menoleh ke arah Shoma dengan wajah ragu.

"Kau disini saja, Shoma. Tunggu lukamu sembuh " ucap Key yang mengenakan sebuah tempat anak panah di punggungnya.

"Baiklah Key " ucap Shoma dengan wajah murung.

.

.

* Dragon akan menyelamatkan Lucy ? Mampukah mereka ?

Chapter 43 rilis 3 hari lagi

Terima kasih telah membaca !

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 43

Lord Hellium
2017-04-08 11:54:50
kapten bajak laut kok takut sama ketimun sih
Aerilyn Shilaexs
2016-08-24 14:35:50
dragon suka tersesat, bener-bener mirip zoro. Dan sang kapten mirip shank
Rifky D Dragnel
2016-07-26 08:14:48
Ada penggemar ketimun ada juga yang benci ketimun
Lord Athem
2016-03-08 08:52:28
chara lama ternyata . . . akagami alergi ketimun. . .
Pritter
2016-02-19 23:50:02
lanjutkan ghant crita.a bagus... ini bru nama.a cerita ”9ü9”9ü9”9ü9gue suka karangan luh
A wahyu
2016-02-18 19:44:59
Ketimun oh ketimun, populer sekali kau
David Lopez
2016-02-18 07:33:50
Green selalu berkata "Green" mirip di Guardian Galaxy apalah itu yang ada si Groot selalu bilang "Aku adalah groot"
RedPaper
2016-02-18 07:02:22
Weeeh, sirambut merah takut ketimun??
hairurrozikin
2016-02-17 23:22:14
keren next
Dadang yg terluka
2016-02-17 22:23:45
Kmungkinan Kapaten Rambut Merah Adlah Ayhnya Dragon
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook