VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 41

2016-02-15 - Ibong Neverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
270 views | 13 komentar | nilai: 10 (1 user)

" Rey ! Kau kah itu ? " seru Key tidak percaya adiknya berdiri di depan pintu penjara.

"Dragon, kumohon
lepaskan kakakku ".

Dragon melepas kerah baju Key, dan duduk di tanah.

"Ya, aku hanya bercanda. Aku juga sudah tahu seperti apa kakakmu sebenarnya " ucap Dragon memerhatikan tubuh Key yang masih gemetaran.

"Bukankah aku sudah menyuruhmu ikut dengan ketiga temanmu, Rey ? " tanya Dragon.

"Iya, tapi setelah melihat ledakan yang terjadi di penjara ini, aku memutuskan kembali kemari " jawab Rey mendekati kakaknya, Key.

Key langsung memeluk adiknya dengan menangis , " Kau... masih hidup adikku… hiks, Maafkan kakakmu ini… seharusnya aku mencarimu terlebih dahulu ".

"Kakak tidak perlu khawatir ".

"Ayah dan Ibu tidak apa – apa, mereka baik-baik saja, kak " ucap Rey dalam pelukan Key.

Key terkejut, menatap Rey dengan serius, " Apa kau yakin Rey ? ".

Rey menoleh ke Dragon, " Dia yang telah menyelamatkan ayah dan ibu, dan mereka sekarang aman bersama Suzuki ".

Key menoleh ke Dragon, dengan wajah menahan tangis.

Key langsung bersujud didepan Dragon, " Maafkan aku ! terima kasih sudah menyelamatkan kedua orang tuaku ! ".

"Sudah lah, itu sudah tidak penting " ucap Dragon bergegas berdiri, " Sekarang, tunjukkan aku jalan ke tempat dimana kau menyembunyikan Lucy ".

"Te-terima kasih ! " Key juga berdiri sambil mengusap air matanya, " Ikutlah denganku, dia aman ditempatku ".

"Key ! Kita selamat ! Ben akan segera datang dan menghabisi pengacau itu ! " teriak Shoma yang tiba – tiba berdiri di depan pintu penjara.

Key, Rey dan Dragon terkejut.

Shoma menatap mereka bertiga dengan kebingungan.

"Sial, dia adalah pasukan Fox terkuat. Kau dan Rey cepatkan pergi, sebelum dia sampai kemari ! " seru Key yang mulai panik.

"Namaku Dragon, dan kenapa juga kita harus kabur. Kita hadapi saja dia " ucap Dragon sambil membersihkan bajunya.

"Dia bukan orang sembarangan Dragon. Dia adalah mantan Laksamana Angkatan Laut " ucap Key dengan wajah pucatnya.

Dragon terkejut, " Mantan Laksamana ? ".

Wajah Dragon berubah serius, dia memerhatikan Rey yang menatapnya. Perhatian Dragon kemudian tertuju ke sebuah gentong yang berada di dekat pintu penjara.

"Eh? Ada apa Dragon ? Kenapa kau membawaku ? " Rey panik karena Dragon kemudian mengangkatnya dan membawanya menuju ke gentong yang Dragon lihat.

"Dengarkan aku Rey " ucap Dragon serius, " Bawa teman dan keluarga mereka ke pulau Taki, dimana Suzuki dan kedua orang tuamu berada ".

"Ta-tapi… ".

"Kemudian bawa Dragon's Claw dan Green menuju ke… " ucap Dragon yang kemudian menoleh ke Key.

"Dermaga timur, disana aku menyembunyikan Lucy " ucap Key yang mengerti maksud tatapan Dragon.

Dragon kembali menatap Rey, " Kau paham Rey ? ".

Rey yang terdiam sejenak, menoleh ke Key kemudian ke Dragon lagi, " Baiklah, Dragon ".

Dragon kemudian memasukkan Rey ke dalam gentong.

Tidak lama kemudian, rombongan Ben, sang mantan laksamana Angkata Laut datang.

"Jadi… kau dan penyusup itu yang menghancurkan penjara ini, Key ? " tanya Ben yang sudah berdiri di depan pintu penjara, " Terima kasih Shoma, kau memberi kami informasi yang sangat penting ".

Shoma berjalan bersatu menuju rombongan Ben sambil menatap Key yang mengangguk kepadanya.

"Tangkap mereka berdua ! dan bawa ke penjara kota Pasir Putih " perintah Ben.

Tanpa perlawanan berarti, Dragon dan Key ditangkap dan diborgol menuju ke penjara lain yang berada di kerajaan Milestone itu.

Di dalam penjara kota Pasir Putih.

"Karena perintah Jendral, kalian dibawa ke penjara super ketat ini. Dia tidak ingin kalian mengganggunya lagi nanti " ucap Ben yang berdiri didepan kurungan Dragon dan Key.

"Maksudmu ? ".

"Jendral akan menikahi gadis yang disembunyikan oleh Key ".

"Apa !! " teriak Dragon dan Key bersamaan.

Ben tersenyum sinis, " Sayang sekali, karena kalian nakal. Jendral tidak mengijinkan kalian menghadirinya ".

Ben bergegas meninggalkan penjara. Sesampainya di depan pintu, Ben berhenti dan menoleh, " Key, kau menyembunyikan seorang wanita yang istimewa. Cucu satu – satunya Jendral Zeff. Jendral Fox pasti sangat berterima kasih padamu nanti hahaha ".

Dragon hanya terdiam menatap penuh emosi ke arah Ben.

Key yang masih kaget, mendadak wajahnya menjadi pucat. Kemudian mengambil sebuah ember, dan mulai muntah-muntah.

Dragon duduk bersandar tembok, wajahnya masih terlihat serius.

"Hei, Key ".

Key berhenti muntah dan mengusap bekas muntahannya. Menoleh ke Dragon, " Ada apa Dragon ? ".

"Benarkah penjara ini super ketat ? ".

"Ini adalah penjara dengan pengawas super. Menara pengawas, anjing pelacak, buaya penjaga pintu dan puluhan pasukan lapis pertama kerajaan. Bahkan seekor tikus pun tidak akan bisa kabur dari penjara ini " jawab Key yang mulai muntah lagi.

Dragon menatap lantai kurungannya dan samar – samar dia mendengar orang tertawa pelan di sampingnya.

Dragon menoleh ke arah kurungan yang berada tepat di samping kurungannya. Karena sinar matahari hanya menyinari kurungannya, dia tidak bisa melihat jelas orang-orang yang berada didalam kurungan itu.

Samar – samar Dragon bisa melihat beberapa orang duduk di dalam kurungan. Salah satunya terlihat tersenyum kepadanya.

Dragon terus melihatnya hingga kedua mata Dragon mendadak melebar karena orang yang terlihat tersenyum itu, kedua matanya menyala merah.

Tidak lama kemudian, mata merah yang menyala itu mulai meredup.



Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 41 - Kabar Pernikahan
Penulis : Ibong Neverland

BRUAAAK !!!.

"Diluar kacau sekali " keluh seseorang yang baru saja masuk ke dalam penjara dengan paksa.

"Kau itu bisa cepat tidak sih, Kenshin ? ! " seru seseorang yang berada di dalam kurungan disamping kurungan Dragon.

"Diam kau, sikat sepatu ! " balas pria dengan tanda gores tiga dipipi kirinya itu.

"Sudah, cepat bebaskan kami, Kenshin. Tempat ini buruk sekali " terdengar suara wanita yang mengeluh.

"Mundurlah… "

"Mundur kau, sikat sepatu ! ".

"Mintalah dengan sopan, dasar tukang nyasar ".

"Slashing Demon Wish ! ".

Dengan sebuah tebasan yang sangat cepat, pintu kurungan yang berada di samping Dragon, terbelah.

Dan satu per satu, orang yang berada di dalam kurungan, berjalan keluar.

Yang keluar pertama adalah seorang pemuda dengan rambut hitam semi mohawk dengan tato disekujur tubuhnya, pemuda itu bernama Juna. Selanjutnya seorang wanita dengan rambut pink panjangnya yang bernama Gwen. Dan yang terakhir adalah seorang pemuda dengan rambut merah cepaknya, melirik ke arah Dragon.

"Kenshin, bisa kau bebaskan mereka juga ? " tanya pemuda berambut merah sambil menuju ke arah kurungan Dragon.

"Ya, jika itu maumu, Kapt " jawab Kenshin memasang kuda – kuda sambil menyarungkan katananya..

Sekali lagi, dia melakukan serangan Slashing Demon Wish dan membelah pintu kurungan Dragon.

"Kapt, apa… ".

Pemuda berambut merah mengangkat tangannya, membuat Gwen tidak meneruskan ucapannya.

"Kita kembali ke kapal dulu " ucap pemuda yang ternyata seorang kapten itu, " bagaimana dengan Lumina, Kenshin ? ".

Kenshin yang berdiri disamping kaptennya, " Lumina sudah dikapal. Tadi Einstein dan Robin yang sudah menemukannya."

"Kapt, sebaiknya kita segera mengembalikan vampir kecil itu. Sudah dua kali, dia mengigitku ", lanjut Kenshin memerhatikan kaptennya.

"Aku selalu digigit dia " sahut Juna senang sambil menari-nari.

"Berisik ! " teriak Kenshin marah kepada Juna.

"Bagaimana dengan Lily ? Kau bersamanya bukan ?! " tanya Juna mendekatkan kepalanya ke Kenshin.

"Aku tidak tahu ".

"Heh?! Kau meninggalkannya ? Atau kau tersesat sampai tidak menemukan Lily ? ".

"Memangnya itu urusanku ?! ".

"Kau memang makhluk kejam, tukang nyasar ".

PLETAK! PLETAK !.

Juna dan Kenshin langsung tersungkur setelah Gwen memberikan bogem mentah kepada mereka berdua.

"Kalian bisa diam, tidak ?! " geram Gwen.

"Kita kembali ke kapal, Gwen " ucap sang kapten yang kembali melirik Dragon sambil tersenyum.

"Aye, kapten ".

Sambil menyeret Juna dan Kenshin yang kepalanya terdapat benjolan, Gwen mengikuti kaptennya dari belakang.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 42

Yuu Uchiyama
2017-04-08 11:31:41
ada kapten nyaser ni ye
Aerilyn
2016-08-24 14:25:44
katanya penjara super ketat
Rifky D Dragnel
2016-07-26 05:42:16
Tokoh baru lagi
anonim1001659
2016-04-02 13:14:10
kocaknya ga kalah seru dari on piece, hehehe apalagi jailnya dragon
Kikko Y Azukiela
2016-03-08 08:43:24
wew nambah chara baru lagi. . .
Whitecoffee Starbuck
2016-02-17 14:31:56
Wah nambah karakter baru lagi, keren bang Ibong
Allupi
2016-02-17 07:17:46
Va-vampir kecil.
RedPaper
2016-02-16 07:33:52
Aku suka karakter rambut merah! Lah, namanya gak di ketahui
Dadang yg terluka
2016-02-15 21:14:44
Next
A wahyu
2016-02-15 21:01:10
Apa mereka sengaja ingin ditangkap? Oh ya, kenapa katana itu tidak disita? Mungkin sudah dua kali ini aku baca cerita dimana orang yang masuk penjara tidak disita senjatanya, meninggalkan kesan aneh
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook