VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 39

2016-01-29 - ibongneverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
300 views | 11 komentar | nilai: 8 (1 user)

Satu hari kemudian, di dalam terowongan yang sebelumnya ditemukan oleh Dragon.

"Tap!"." Tap!"

"Dragon, apa kau yakin meninggalkan Suzuki?." tanya Rey yang berlari di samping Dragon.

"Ya, bukankah itu sudah tugasnya juga, Rey?."

Rey terlihat memikirkan sesuatu, " Ah, kau benar, Dragon." .

"Kira – kira, sejauh mana terowongan ini, Rey?."

"Aku tidak tahu pasti." .

Dragon yang berlari sambil membawa sebuah obor, menoleh ke arah Rey, " Kau sebenarnya tahu tempat ini tidak sih?."

Rey menggaruk – garuk kepalanya sambil tertawa kecil.

Cukup lama Dragon dan Rey berlari, hingga mereka berdua mendengar beberapa suara di ujung terowongan yang mereka berdua telusuri.

"Aku kenal suara itu, Dragon." ucap Rey yang mendengarkan dengan seksama suara – suara yang terdengar samar – samar.

"Heh? Suara berisik itu?." tanya Dragon.

"Ya Dragon." .

Sesampainnya di ujung terowongan, Dragon dan Rey melihat tiga orang anak kecil sedang berdebat.

"Apa yang sedang kalian debatkan?." tanya Rey sesampainya di depan tiga anak kecil tersebut.

"Rey!" teriak ketiga anak kecil itu sambil berlari memeluk Rey.

"Hahaha… Apa kalian merindukanku, kawan?." .

"Tentu saja, tanpamu. Kerajaan kita tidak akan kokoh, Rey." balas anak kecil dengan wajah bulat yang baru saja melepas pelukannya.

"Kami benar – benar terkejut, bagai mana Jendral kejam itu bisa membawamu pergi dari kerajaan kita ini, Rey." ucap anak kecil dengan kepala botak dengan hidung beringus yang berdiri di depan Rey.

"Ngomong – ngomong, siapa dia, Rey?." tanya anak kecil yang ketiga dengan kaca mata bulatnya yang tebal, menunjuk ke arah Dragon.

"Dia Jendral kita, teman." jawab Rey sambil berjalan mendekati Dragon.." Dia yang akan menjaga kerajaan kita berempat nantinya." .

"Hah? Kerajaan kalian berempat?." gumam Dragon bingung.

"Tapi dia tidak kelihatan kuat, Rey?" ucap anak kecil berkacamata sambil melirik ke Dragon.

Dragon yang mendengar ucapan anak kecil itu mencoba menahan amarahnya.

"Kalian belum tahu saja, nanti kalau kalian tahu, aku yakin kalian pasti setuju dengan pilihanku." balas Rey mencoba membuat Dragon tenang, " Perkenalkan, nama Jendral kita, Dragon." .

"Dan Dragon, temanku yang berkacamata, dia bernama El, kemudian yang kepalanya botak, Al dan yang terakhir Ol." lanjut Rey memperkenalkan ketiga temannya kepada Dragon.

"Ya ya ya, aku tidak butuh perkenalan. Aku hanya ingin tahu, bagai mana kalian bertiga ada di tempat ini?." .

Tiba – tiba, ketiga teman Rey mulai berdebat lagi.

"Woi! Aku Tanya kalian!" seru Dragon dengan wajah menyeramkan.

"Kami sedang dalam misi." ucap ketiga teman Rey bersamaan.

"Misi?." Rey dan Dragon nampak bingung.

"Ayah dan Ibu kami, mereka ditahan di penjara. Kami berusaha membebaskannya." ucap ketiga teman Rey bersamaan lagi.

"Awalnya, kami pikir terowongan ini menuju ke salah satu penjara. Tapi bukannya sampai di penjara, kami malah tidak bisa kembali ke atas lagi." tambah El sambil membenarkan kacamatanya.

"Jadi kalian tersesat ya? Haha." Dragon tertawa sendiri..

"Ya, paling tidak mereka tidak separah kamu, Dragon." sahut Rey.

"Kau mengajak berkelahi, Rey!" Dragon dengan aura berapi – api menatap tajam ke arah Rey.

"Rey dan Dragon. Apa yang kalian lakukan juga di sini?." tanya Ol.

Dragon yang masih menatap tajam ke arah Rey, melihat ke Ol.

"Aku datang kemari untuk membebaskan temanku yang ditahan di kerajaan ini." .

"Apa anak buah Jendral Fox yang melakukannya?." .

"Bukan, lebih tepatnya… kakak Rey, si Key." ucap Dragon sambil membersihkan pakaiannya yang kotor.." ngomong – ngomong, kalian masih ingat tempat di mana kalian pertama kali masuk ke terowongan ini?." .

"Tentu saja, terowongan ini Cuma satu jalur. Kita tinggal berjalan lurus saja." jawab ketiga teman Rey bersamaan.

"Oh ya, kalian benar." balas Dragon dengan wajah datar.

Dragon, Rey dan ketiga teman Rey mulai menelusuri terowongan lagi, hingga mereka menemukan sebuah lubang yang cukup besar di atas terowongan.

"Itu, kami turun dari sana." ucap Al sambil menunjuk ke lubang di atas terowongan.

"Jadi di sini?." Dragon berdiri tepat di bawah lubang.." Kalau kita naik, kita sampai di mana nanti?." .

"Belakang penjara, di sebelah belakang penjara, Dragon." jawab Ol yang beberapa kali kepalanya yang botak menyilaukan pandangan Dragon.

"Dragon, apa kau akan membantu mereka menyelamatkan orang tua mereka?." tanya Rey yang berdiri di samping Dragon.

"Kenapa setiap kali bersama anak ini, aku selalu saja harus menyelamatkan orang." gumam Dragon memerhatikan Rey.

Rey mendekat ke Dragon, " Bagai mana Dragon?." .

"Ya, baiklah. Apalagi kalau kita naik, kita sampai di penjara juga kan?" balas Dragon pasrah.

"Benarkan kau akan menyelamatkan orang tua kami, Dragon?." tanya ketiga teman Rey bersamaan.

"Iyaaaaa… apa aku harus mengulang ucapakanku terus, heh?" balas Dragon dengan perasaan kesal.

"Hore!" sorak ketiga teman Rey.

"Jangan berteriak!" teriak Dragon marah.

Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 39 - Pasukan Kerajaan Rey
Penulis : ibongneverland

" Kau yang berteriak, Dragon." sahut El sambil membenarkan kacamatanya.

Dragon menundukkan kepalanya.

Setelah mengatur rencana, Dragon membantu Rey dan ketiga temannya naik ke atas, keluar dari dalam terowongan.

"Kemungkinan ujung terowongan ini adalah kerajaan Milestone, tapi mungkin lebih beresiko jika kita keluar dari sana." ucap Dragon setelah keluar dari dalam terowongan.

"Ya, kau benar, Dragon. Jadi apa sekarang kita mulai rencana kita tadi?" jawab Rey.

"Tentu saja, kau atur ketiga temanmu untuk mengalihkan perhatian para penjaga. Nanti biar aku yang masuk ke dalam penjara dan menyelamatkan ketiga orang tua mereka." balas Dragon memerhatikan tembok penjara yang menjulang tinggi.

"Siap, Jendral!" seru Rey dan ketiga temannya sambil memberi hormat.

"Sudah sana!" seru Dragon dengan wajah menyeramkan.

"Hahaha." Rey dan ketiga temannya berlari sambil tertawa meninggalkan tempat mereka berdiri.

Setelah Rey dan ketiga temannya pergi, Dragon memerhatikan lagi tembok penjara. Dengan wajah serius, Dragon bersiap – siap melompat.

"Wuussh!".

Dalam satu lompatan, Dragon sampai di atas tembok, dia bisa melihat lapangan yang terletak ditengah penjara. Dragon sendiri cukup leluasa berjalan di atas tembok, karena penjara tersebut tidak memiliki menara pengawas.

"Grubaak!".

Dragon memerhatikan asal suara. Terlihat Rey dan ketiga temannya berlari diikuti beberapa penjaga penjara.

"Bocah – bocah itu hebat juga ternyata." gumam Dragon sembari melompat turun ke dalam penjara.

"Tap!".

Dragon turun tepat di atas atap bangunan yang berada di dalam penjara, kemudian Dragon melompat lagi untuk turun ke tanah.

Setelah berhasil turun, Dragon mulai mencari orang tua ketiga teman Rey. Setiap ruangan yang dia temui, Dragon tidak menemukan orang tua ketiga teman Rey.

"Sebenarnya mereka di mana sih?." gumam Dragon mulai jengkel.

Perhatian Dragon tiba – tiba tertuju ke bangunan lama yang terlihat tidak terurus.

"Blaaarr!".

Dengan satu pukulan, pintu bangunan lama itu hancur.

Dari luar bangunan, Dragon bisa melihat orang tua ketiga teman Rey.

"Si-siapa kau?!!".

"Aku Dragon, aku ke sini untuk menyelamatkan kalian." balas Dragon sambil berjalan masuk ke dalam bangunan.

"Kenapa kau menyelamatkan kami?!" seru orang tua El yang keduanya memakai kacamata juga.

"Anak kalian, mereka memintaku untuk membebaskan kalian." jawab Dragon yang mulai melepas satu persatu ikatan yang mengikat orang tua ketiga teman Rey.

"Syukurlah, terima kasih Dragon." .

Dragon hanya tersenyum.

Setelah selesai melepaskan ikatan orang tua ketiga teman Rey, Dragon menuntun orang tua ketiga teman Rey untuk keluar dari dalam penjara. Namun saat Dragon menginjakkan kakinya di luar pintu penjara, seseorang dengan jubah hitam muncul di depan Dragon.

"Siapa kau? Mau kabur dari penjara?!!".

Tanpa membalas pertanyaan orang berjubah itu, Dragon melayangkan pukulannya dari atas ke bawah, hingga membuat orang berjubah itu menghujam ke tanah dan langsung tidak sadarkan diri.

"Menganggu saja." ucap Dragon setelah memukul orang berjubah hitam tersebut.

"Kau hebat sekali, Dragon." .

"Kalian larilah, biar aku urus para penjaga penjara ini." perintah Dragon kepada orang tua ketiga teman Rey.

"Baik, Dragon." .

Dragon berdiri memerhatikan orang tua ketiga teman Rey berlari menjauh dari penjara. Hingga seseorang dengan jubah hitam tertawa di belakang Dragon.

"Beraninya kau mengacuhkanku." ucap orang berjubah hitam yang langsung melepas jubahnya. Terlihat kedua tangannya sudah memegang busur panah dan sebuah anak panah yang siap dilesatkan. Rambutnya yang lurus sebahu dan berwarna biru bergoyang.

Dragon membalikkan badannya, lalu tersenyum menyeringai.

"Akhirnya, aku menemukanmu juga…. Key." .

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 40

Aerilyn Chan Kawai
2016-08-23 21:34:45
dragon mengenal key?
Rifky D Dragnel
2016-07-25 11:29:19
Semangat terus
Kikko Y Azukiela
2016-03-08 08:32:49
Komentar. . . Lewat Om
Kecoak Terbang
2016-02-10 17:33:45
Si Key ini jahat yak? Lalu si Key ini orang yang disukai Suzuki-chan yah?
Ade Aja
2016-01-29 19:11:13
Wah2.. Dragon bertemu dgn Key ya,sekuat apa memangnya dia.udah gak sabar dgn pertarungan mereka,jgn lupa makan ketimun Dragon..
Mr Flawanddown
2016-01-29 14:21:50
CIee... Key
One For All
2016-01-29 13:27:55
Lanjut.. Lanjut
Bikinan Mamah Papah
2016-01-29 11:30:32

Dadang yg terluka
2016-01-29 11:25:51
Next
A wahyu
2016-01-29 10:08:05
Perebutan lucy akan dimulai
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook