VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 38

2016-01-27 - Ibong Neverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
288 views | 11 komentar | nilai: 9.5 (2 user)

" Apa dia juga salah satu prajurit kerajaan, Rey?." tanya Dragon yang sudah berdiri di dekat Rey dan Suzuki.

"Siapa dia, pangeran?!" Suzuki kembali memasang kuda – kuda, bersiap menyerang Dragon.

"Dia, Jendralku, Suzuki."

"Hah?." Suzuki terkejut.

"Ya, dia adalah Jendralku, selama aku menjabat sebagai Raja sementara Kerajaan ini." lanjut Rey memperkenalkan Dragon.

"Ya, paling tidak, sebutan Jendral membuatku sedikit jauh dari masalah baru." gumam Dragon melihat Suzuki kembali menyarungkan pedang kecilnya.

"Maafkan aku, Tuan Jendral." ucap Suzuki sambil membungkuk di depan Dragon.

"Sudah sudah, apa semua prajurit kerajaan punya sifat yang sama? Suka minta maaf terus." .

"Maksudmu, tuan Jendral?."

"Ya, seperti Tokyo…."

"Tuan Jendral sudah bertemu dengan ayahku?!! Bagai mana dia?!!" teriak Suzuki antusias memotong ucapan Dragon.

Dragon yang menutup kedua telinganya, menatap datar ke arah Suzuki.

"Pantesan sama, ternyata satu keturunan." gumam Dragon.

"Mereka tidak apa – apa, sebentar lagi, mereka akan sampai di sini." ucap Dragon meyakinkan.

"Syukurlah, tuan Jendral." ucap Suzuki lega.

"Suzuki, apa kau tidak bertemu dengan kakak Key?." tanya Rey yang memerhatikan kapal kerajaan Milsetone milik Key.

"Sebenarnya, aku mengikuti pangeran Key. Tapi ditengah jalan, aku melihat bahwa Raja dan Ratu juga berada di sini…."

"Ayah dan Ibu?!!" Rey terkejut menatap tajam ke arah Suzuki.

Dengan wajah penuh keringat, Suzuki mencoba menjelaskan maksud ucapannya, " Sesaat pangeran Key kembali dan membawa tawanannya, aku bermaksud menemuinya. Tapi di sisi lain tempatku bersembunyi, ada seseorang yang juga mengawasi pangeran Key. Saat orang itu mulai meninggalkan tempatnya, aku mencoba mengikutinya. Hingga sampai dijantung pulau, danau air terjun. Saat aku akan mendekat lagi, beberapa orang misterius lainnya muncul. Dan aku memilih kembali ke dermaga ini lagi." .

"Lalu?." tanya Rey dan Dragon bersamaan.

"Aku kehilangan pangeran Key…" ucap Suzuki dengan wajah merona.

"Geeezz…." Rey dan Dragon menatap Suzuki dengan wajah datar.

Dragon dan Rey duduk di sebuah batang kayu yang tergeletak di dekat mereka berdiri. Dengan wajah serius, Rey menatap Dragon.

"Apa yang akan kau lakukan, Dragon?." .

Dragon dengan santai membalas tatapan Rey, " Ya, kita selidiki pulau ini dulu. Baru kita menuju ke kerajaan. Aku yakin Lucy baik – baik saja bersama kakakmu Key." .

"Siapa itu Lucy?." tanya Suzuki penasaran.

"Pacar baru Key kayanya." celoteh Dragon.

"Tidak bisa!" teriak Suzuki dengan wajah menyeramkan, mencoba menyerang Dragon.

"Eh? Aku hanya bercanda… Lucy itu adalah saudaraku." ucap Dragon sambil tersenyum nyengir.

"Benarkah?." tanya Suzuki, masih dengan wajah menyeramkan.

"Benar kok. Lucy adalah alasan Dragon datang ke kerajaan kita, Suzuki." sahut Rey menjelaskan.

"Baguslah kalau begitu." ucap Suzuki kembali menyarungkan pedang kecilnya yang sempat dia keluarkan.

"Hei, Rey. Apa wanita itu menyukai kakakmu?."

"Haha, iya. Dia adalah salah satu prajurit kerajaan yang selalu salah tingkah di depan kakakku." balas Rey sambil tertawa.

"Tapi wanita itu lebih menyeramkan daripada Lucy." bisik Dragon kepada Rey.

Dragon dan Rey tertawa bersama.

Beberapa saat Dragon dan Rey mengikuti Suzuki, mereka sampai disebuah tempat yang penuh bebatuan, tepat di sampingnya ada sebuah air terjun.

"Ini tempat apa, Suzuki?." tanya Rey begitu masuk ke dalam ruangan yang cukup luas di balik bebatuan.

"Ini adalah tempatku bersembunyi pangeran Rey. Dari sini juga, aku beberapa kali mencoba mengamati tempat misterius yang berada di danau air terjun." . Jawab Suzuki sambil mengambil beberapa anyaman daun yang menyerupai tikar.

"Kalian lapar?." tanya Suzuki sambil membuka sebuah kotak yang berada di dekat tempatnya menaruh tikar dari anyaman daun itu.

"Eh? Aku jadi ingat dengan Green. Apa dia tidak apa – apa dikapal sendiri, Dragon?." .

"Dia tidak akan meninggalkan kapal itu, sekalipun kapal itu ditenggelamkan." ucap Dragon sambil duduk bersandar.

Suzuki yang membawa beberapa makanan, menaruhnya di atas tikar dari anyaman daun yang menjadi tempat Dragon dan Rey duduk.

"Makanlah, kalian pasti lapar." ucap Suzuki.

"Wah, bagai mana kau bisa membuat makanan ini, ditempat seeperti ini, Suzuki?." tanya Rey penasaran melihat makanan yang terbuat dari jagung dan umbi – umbian yang disajikan kepadanya.

"Tempat ini adalah surga makanan. Semua makanan terbaik di Milestone, berasal dari pulau ini." jawab Suzuki sambil tersenyum.

"Memangnya di kerajaan kalian, tidak ada tempat untuk menanam makanan ini ya?." tanya Dragon sambil memakan beberapa umbi yang diambilnya.

"Pulau kami sebagian adalah padang pasir, tuan Jendral. Sangat sulit menanam makanan apa pun di sana." jawab Suzuki sambil mengambil beberapa makanan juga.

"Apa ketimun juga ada di pulau ini?." .

"Ketimun?." Suzuki terlihat bingung.

"Jangan bilang kau juga tidak tahu apa itu ketimun?." tanya Dragon lagi serius.

"Apa pangeran Rey tahu?." tiba – tiba Suzuki bertanya kepada Rey.

Rey yang sedari tadi menahan tawa, tiba – tiba tertawa sendiri.

Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 38 - Jalan Rahasia
Penulis : Ibong Neverland

" Hei, cengeng. Kau mentertawakanku ya?." .

"Kau sudah berjanji tidak memanggilku dengan sebutan cengeng, Dragon!" seru Rey tidak terima.

"Maaf tuan Jendral, bisa kau jelaskan ketimun itu apa?." tanya Suzuki penasaran.

"Lupakan, itu tidak penting. Aku mau istirahat saja!" ucap Dragon dengan nada kesal.

"Haha, aku tidak menyangka kau bisa marah hanya karena orang – orang tidak tahu makanan kesukaanmu itu, Dragon." .

"Ya, ketimun adalah sebuah mitos untuk kerajaanmu, Rey." ucap Dragon kesal sambil tiduran membelakangi Rey yang duduk.

"Hahaha." Rey tertawa terbahak – bahak.

Pagi harinya,

"Hoaam…" Rey menguap sambil memerhatikan Dragon yang berdiri di depan tempat Suzuki tidur." Kau memerhatikan apa, Dragon?." .

Dragon menoleh ke arah Rey, " Ada yang aneh dengan dinding ini." .

Rey memerhatikan dinding yang ditunjuk Dragon, dinding yang berada tepat di samping Suzuki tidur.

"Ehm..." Suzuki mulai bangun dan mendapati Dragon memerhatikannya.

"Kyaaaa!!! Apa yang ingin kau lakukan?!!!" teriak Suzuki sambil menutupi tubuhnya dengan tangannya.

Dragon menatap Suzuki dengan wajah datar.

"Sampai kapan aku akan bertemu dengan orang – orang yang aneh sih." gumam Dragon.

Dragon berjalan mendekati Suzuki.

Suzuki terlihat tegang, keringat diwajahnya keluar banyak. Saat tangan Dragon mendekatinya, Suzuki memejamkan matanya.

"Jduaaakk!!!"

Dragon mendorong tubuh Suzuki ke samping hingga terjatuh dari tempatnya duduk.

"Kau kasar sekali dengan wanita!" seru Suzuki berusaha berdiri.

"Diam!!!" teriak Dragon dengan wajah menahan marah.

Perhatian Dragon kembali tertuju di dinding yang berada tepat di depannya.

Dragon mengepalkan tangannya, kemudian mulai melayangkan pukulannya tepat di dinding.

"Bruuuaakk!!!"

Tercipta retakan tepat di dinding yang dipukul oleh Dragon. Tidak lama kemudian, tiba – tiba tempat itu bergetar.

"Ge-gempa!" seru Rey.

Dragon terlihat diam, memerhatikan dengan serius dinding yang baru saja dia pukul.

Dari retakan yang dia ciptakan, tiba – tiba retakannya semakin lebar dan…

"Blaaar!!!"

Terlihat sebuah terowongan di depan Dragon berdiri.

Rey dan Suzuki terlihat tidak percaya.

"Ba-bagai mana kau bisa tahu, Dragon?." .

"Tahu? Hehe… aku sudah bilang sejak awal, bahwa dinding ini memang aneh." balas Dragon sambil menunjuk terowongan yang berada di depannya.

"Terowongan ini adalah terowongan yang selama ini diceritakan oleh ibuku. Semua orang di kerajaan, tidak ada satu pun yang percaya, karena terowongan ini sudah lama menghilang." ucap Rey mengingat cerita ibunya.

"Bahkan aku pun tidak mengetahui tentang hal ini, pangeran Rey." ucap Suzuki tidak percaya.

"Sepertinya kita bisa sampai ke kerajaanmu dengan aman, Rey." .

"Ah, kau benar, Dragon." Rey bergegas mendekati Dragon, " Tapi kita tetap akan menyelidiki pulau ini dulu kan, Dragon?." .

Dragon tersenyum, menoleh ke arah Rey, " Ya, kita selidiki tempat ini dulu." .

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 39

Yuu Uchiyama
2017-04-08 11:01:46
benar benar neraka ni tempat buat dragon ( tidak ada ketimun )
Aerilyn Chan Kawai
2016-08-23 21:24:40
oh iya, aku penasaran dengan bentuk green. Ngga ada pict nya yah?
Rifky D Dragnel
2016-07-25 08:07:14
Next chapter
Kikko Y Azukiela
2016-03-08 08:26:34
Saya kembali lagi. . . Dragon saya bawain oleh" ketimun yg baru metik dari kebun. . .
Clint Mobile Legend
2016-02-10 13:24:59
Suzuki-chan kamu cantik deh menikahlah denganku beteweh si Suzuki di cerita Strike! Malah seorang laki laki, dengan nama Suzuki Kento pemain baseball
Allupi
2016-01-28 07:23:45
Banyak misteri disetiap pulau.
tamin
2016-01-27 23:02:30
ketimun??
Bikinan Mamah Papah
2016-01-27 16:52:09

Ade Aja
2016-01-27 12:48:27
Dichapter kali ini blm ada pnjelasan tntg key itu cpa dan hubungannya dgn kerajaan milestone ea mas.. Oea Dragon,bsok sya transfer ketimun 5 kg buat stok perjalanan.
Dadang yg terluka
2016-01-27 12:08:29
Nice
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook