VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 36

2016-01-25 - Ibong Neverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
301 views | 10 komentar | nilai: 10 (1 user)

" Hah!?." Lucy masih terkejut melihat ke arah gulungan milik Zeff yang dibuka oleh Key. Tak terlihat apa pun di dalam kertas gulungan yang dibentangkan Key.

"Jadi, kau sudah mengingatnya kan?" tanya Key menggeser bentangan gulungan yang dipegangnya hingga wajahnya terlihat oleh Lucy yang berada di depannya.

"Gulungan itu kosong?." gumam Lucy tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Gulungan yang diberikan kakeknya untuk diserahkan kepada seseorang yang berada di sisi barat dunia ternyata hanya gulungan kertas kosong.

Key menatap Lucy yang terlihat shock dan bingung.

"Kau ternyata pintar bersandiwara ya, nona manis." ucap Key meletakkan gulungan kertas yang dibentangkannya ke meja.

Kepala Lucy agak menunduk, mengikuti arah gulungan kertas yang diletakkan di atas meja oleh Key.

"Aku benar benar tidak ada waktu untuk bercanda, jadi katakan kepadaku. Bagai mana membaca kertas ini?!" Key memasang wajah serius, melihat Lucy yang masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.

"Hei! Kau dengar aku tidak?!" teriak Key yang mulai kehabisan kesabaran.

Lucy tetap terdiam.

"Key, Jendral memanggilmu." panggil Shoma yang berdiri di belakang Key berada.

Key menoleh ke belakang, " Cih... Kakek tua itu...."

Key kembali menatap Lucy, kemudian berjalan mendekati Shoma sambil menutup kembali tudung jubah hitamnya. Dan di belakangnya, Shoma mengikuti Key.

"Apa yang sebenarnya kakek inginkan? Kenapa gulungan itu hanya sebuah kertas kosong?." gumam Lucy yang mulai kehilangan semangatnya, tubuhnya serasa lunglai. Saat kepalanya menunduk, air matanya menetes keluar.

Kembali ke tempat Dragon berada, di pulau Torrapu.

Dragon yang sedari tadi pingsan, mulai siuman. Samar samar dia melihat sosok seseorang berdiri di depannya tergeletak.

Dragon berusaha keras memperhatikan sosok orang itu dan mencoba memanggilnya, " Lucy? Kau kah itu Lucy?."

Namun semakin lama, sosok yang dilihat Dragon mulai memudar dan hilang. Dragon yang mulai sadar sepenuhnya, berusaha duduk dan memegangi kepalanya.

"Siapa tadi? Kenapa ada seseorang yang berdiri di depanku sekilas?." gumam Dragon bertanya tanya.

Tidak lama kemudian, Dragon berdiri. Kembali melihat tubuh Reagan yang bersandar kaku di bangunan yang terbuat dari batu. Dragon memutuskan masuk ke dalam bangunan itu.

Setelah masuk ke dalam bangunan, Dragon mencoba mencari kedua orang tua Rey, sang Raja dan Ratu kerajaan Milestone. Namun Dragon harus merasakan kekecewaan karena, di dalam bangunan itu hanya berisikan harta dan emas jarahan. Sama sekali tidak terlihat tanda tanda keberadaan kedua orang tua Rey maupun anak buah Reagan.

"Ternyata bangunan ini hanya jebakan untuk orang-orang yang masih mempercayai rajanya." ucap Dragon dengan nada kesal.

"Perjuangan mereka selama ini, menaklukan pulau penuh jebakan ini jadi sia sia... Sial!" geram Dragon sambil berlutut, kedua tangannya memegang lantai bangunan.

"Aku hancurkan tempat ini!"

"BLUE SHOCK!!!"

Dragon mencengkramkan jari jarinya di lantai tempatnya berlutut. Timbul retakan dari jari jari Dragon yang menyebar ke dinding dinding bangunan lalu retakan itu menjadi satu tepat di atap bangunan yang terbuat dari batu tersebut.

BUUUUMM!!!!

Bangunan yang terbuat dari batu itu hancur, dan terlihat beberapa emas menyebul keluar ke berbagai arah, beberapa di antaranya jatuh di depan Rey dan pasukan kerajaan Milestone.

"Dragon?!" Rey terkejut tidak percaya, " A-apa yang kau lakukan? Kau menghancurkan bangunan tempat ayah dan ibuku berada?."

Beberapa saat setelah bangunan yang terbuat dari batu itu rata dengan tanah, Dragon muncul dari reruntuhan, membersihkan puing puing batu yang jatuh menimpa dirinya. Dengan wajah penuh luka, Dragon berjalan mendekat ke tempat Rey dan pasukan kerajaan Milestone berada.

Bersamaan dengan kedatangan Dragon, lumpur yang menghisap pasukan kerajaan Milestone tiba tiba mengeras kembali.

"Kenapa lumpur ini bisa mengeras kembali?!" pasukan kerajaan Milestone panik.

Dragon yang sudah mendekat, menghancurkan kayu berujung runcing yang berada di depannya. Rey yang sebelumnya berdiri di bahu Tokyo, berlari ke arah Dragon.

"Apa yang kau lakukan Dragon!?." ayah dan ibuku!! Kau apakan mereka!?!" Rey menarik narik baju Dragon penuh amarah, wajahnya basah karena dia menangis sebelumnya.

Dragon memegang pundak Rey dengan kencang, menatap Rey, " Mereka tidak ada di dalam bangunan itu Rey."

"Kau bohong Dragon!"

"Buat apa aku bohong, Rey.ini memang jebakan yang di buat oleh mereka." balas Dragon mencoba menyakinkan Rey.

Kemarahan Rey mulai mereda, " Apa kau yakin Dragon?."

Dragon mengusap air mata Rey yang masih mengalir di sela pipinya, " Berhentilah menangis Rey. Berjanjilah padaku untuk tidak menangis. Selama kau bisa menahan tangisanmu, aku akan membantumu menyelamatkan kedua orang tuamu."

Rey langsung memeluk tubuh Dragon, isak tangisnya semakin jelas terdengar.

Dragon membalas pelukan Rey sambil melihat pasukan kerajaan Milestone yang terharu dengan pangeran mereka. Kemudian perhatian Dragon tertuju ke arah laut, di sisi lain tempatnya berada. Pulau Torrapu sendiri terdiri dari dua sisi. Sisi satunya sebuah dataran yang menjulang ke atas sedangkan sisi lainnya adalah tebing yang curam.

"Dragon's Claw?." gumam Dragon menggerakkan kepalanya lebih ke depan, memastikan bahwa yang di lihatnya di laut di sisi lain pulau Torrapu adalah kapalnya, Dragon's Claw.

"Rey, kita harus bergegas. Kau bisa membantuku untuk masuk ke dalam kerajaan kan?" tanya Dragon yang berjongkok di depan Rey setelah melepas pelukan Rey.

Rey mengangguk anggukkan kepalanya sambil mengusap air matanya.

"Bagai mana dengan kami, tuan Jendral?" tanya pasukan kerajaan Milestone serempak.

"Sebuah keberuntungan karena tiba tiba lumpur yang menghisap kalian mengeras kembali. Tapi sepertinya aku tidak ada waktu untuk menggali tanah yang mengeras itu...."

"Haah?!!" pasukan kerajaan Milestone terkejut, wajah mereka menjadi pucat.

"Jangan tinggalkan kami, tuan Jendral." ucap Tokyo dengan sedihnya.

Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 36 - Kekuatan Penghancur
Penulis : Ibong Neverland

Dragon yang mulai berjalan menuju pinggiran jurang, menoleh ke pasukan kerajaan Milestone, " Tenang saja, Angkatan Laut akan segera datang kemari. Kalian akan ditolong oleh mereka."

Pasukan kerajaan Milestone terdiam mendengar ucapan Dragon.

Sekali lagi, Dragon menoleh, " Semoga saja bukan binatang buas yang lebih dulu datang ya."

"GYAAAA!!!! Tolong jangan bercanda di saat seperti ini, tuan Jendral!!" teriak pasukan kerajaan Milestone dengan wajah menangis.

Dragon tersenyum, kemudian menggandeng tangan Rey sampai ke pinggiran jurang.

"Kau siap Rey?."

Rey menganggukkan kepalanya.

Dragon dan Rey melompat langsung ke arah laut di bawahnya.

BYUUURRR!!!!!

Beberapa saat kemudian, Dragon dan Rey menyembul dari dalam laut. Mereka berdua berenang mendekat ke Dragon's Claw.

Sedangkan di sisi lain pulau Torrapu, armada Angkatan Laut mendarat di pinggir pantai pulau itu.

"Laksamana!" panggil kapten Morgan sambil menunjuk asap yang mengepul dari atas bukit.

"Hiyaah!!" Raion bergegas memacu kudanya naik menuju ke atas bukit. Di ikuti Morgan dan Jack beserta beberapa prajurit Angkatan Laut berkuda lainnya.

Sesampainnya di depan goa tempat di mana sebelumnya pasukan kerajaan Milestone dikurung, Raion berhenti. Morgan, Jack dan pasukan Angkatan Laut yang mengikutinya ikut berhenti dan keheranan dengan tingkah Raion.

"Ada apa, Laksamana? Kenapa kau berhenti?" tanya Morgan melihat Raion turun dari kudanya, dia berjalan menuju ke depan pintu goa. Dia berhenti tepat di tempat di mana Dragon sebelumnya berdiri untuk menghancurkan batu besar yang menutupi pintu goa.

"Waktu itu, ditempat itu... Dia membuat semuanya sama seperti keadaan tempat ini sekarang." gumam Raion mengingat ingat kejadian yang telah lalu. Dia memperhatikan keadaan sekeliling tempatnya berdiri, di mana bebatuan dan pepohonan tersapu bersih.

Beberapa tahun yang lalu, di benteng Biru. Suasana gaduh, teriakan dan suara pedang saling beradu terdengar bersamaan dengan suara deru hujan yang turun dengan derasnya menyirami keadaan benteng Biru. Di atas menara markas besar Angkatan Laut benteng Biru, terlihat seorang pria naik ke atas dan melompat tepat di samping bola batu besar yang berada di puncak menara itu.

"Aku akan menghancurkannya, Raion!" teriak pria itu yang mengetahui Raion berdiri di salah satu atap markas besar Angkatan Laut benteng Biru.

"Jangan gegabah, kau tahu jika batu itu hancur...."

"Pastikan ke-9 iblis lautan tidak datang mendekat!" potong pria yang melayang di depan bola batu besar kepada Raion.

Raion hanya menatap pria itu yang mencengkramkan jari jarinya di bola batu besar. Beberapa aliran listrik terlihat keluar dari bola batu besar menyelimutinya, seperti melindungi bola batu besar itu.

"BLACK SHOCK!!!" sambil menahan sengatan listrik yang mengenai tubuhnya, pria itu mengeluarkan kekuatannya dengan tangan kanannya.

BLAAAARRR!!!!!!

Bola batu besar itu meledak dan hancur berkeping keping. Serpihannya melesat ke berbagai penjuru dunia.

Raion terdiam saking terkejutnya, apalagi menara markas besar Angkatan Laut itu pun hancur, belum lagi genting genting atap markas juga tersapu karena kekuatan dari pria yang berhasil menghancurkan bola batu besar tadi. Dan pria yang menghancurkan bola batu besar itu pun menghilang.

Kembali ke masa sekarang, di tempat Raion.

"Laksamana, anda tidak apa-apa kan?" tanya Morgan mendekatkan kudanya ke tempat Raion.

"Oh, kau Morgan." Raion terbangun dari lamunannya, kemudian melihat asap besar yang membumbung tinggi dari atas bukit.

Raion akhirnya naik kembali ke atas kudanya, dan melanjutkan perjalanannya menuju ke atas bukit.

"Apa Dragon di sana, Laksamana?" tanya Morgan dalam perjalanan mereka menuju ke atas bukit.

"Kalau kita tidak terlambat, kita akan bertemu dengannya." jawab Raion memacu kudanya lebih cepat.

Sesampainya di atas bukit, Raion berhenti di dekat pasukan kerajaan Milestone yang terjebak di dalam tanah.

"Apa mereka pasukan kerajaan Milestone, Laksamana?" tanya Morgan melihat wajah ketakutan pasukan kerajaan Milestone.

"Ya, kau benar Morgan, suruh yang lain membantu mengeluarkan mereka dari dalam tanah." balas Raion mendekat ke tempat Jack dan prajurit Angkatan Laut yang sedang mengeluarkan tubuh seseorang yang berada di reruntuhan bangunan yang sebelumnya dihancurkan Dragon.

"Dia...." Raion terkejut melihat wajah Reagan yang sudah menjadi mayat.

"Kau kenal dia, Laksamana?."

"Dia Reagan, dia adalah...." Raion menatap mayat Reagan dengan serius.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 37

Aerilyn Shilaexs
2016-08-23 21:03:53
masih jauh
Rifky D Dragnel
2016-07-24 17:06:21
Yap lanjut
Gabriel Dropout
2016-02-10 10:26:39
Sayang emasnya.. Kalau aku ada disana, emasnya aku kumpulin terus dinegara dragon itu aku buat sebuah Gramedia dengan cerita komik, lalu dll
Allupi
2016-01-26 10:48:36
Jawabannya ada chapter selajutnya. Btw, blue shock itu artinya apa? And mengapa si Dragon gak mau nolong?
Dadang yg terluka
2016-01-26 07:41:58
Next
Bikinan Mamah Papah
2016-01-25 16:10:15

Death Of Enmando 2
2016-01-25 14:39:03
BLUE SHOCK.... wew
Ade Aja
2016-01-25 11:10:43
Mungkin Reagan adalah musuh bebuyutan Raion. Just imo.. Di tggu kelanjutannya mas..
A wahyu
2016-01-25 10:27:16
Perubahan sifat Dragon belum terjawab juga
Kikko Y Azukiela
2016-01-25 09:08:49
Ternyata isi gulungannya kosong dan ternyata Raegan adalah . . .
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook