VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 34

2016-01-23 - ibongneverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
282 views | 10 komentar | nilai: 9 (1 user)

Dragon yang berjalan di depan, memimpin Rey dan pasukan kerajaan Milestone menuju ke atas bukit, tempat Raja dan Ratu Kerajaan Milestone berada. Semakin lama mereka berjalan, salah satu pasukan kerajaan menyadari ada sesuatu hal yang ganjil.

"Maaf tuan Jendral." ucapnya.

"Hah?" Dragon menoleh ke arah pasukan kerajaan itu.

"Bukankah kita menuju ke atas bukit?."

"Heh! Maksudmu apa, Kyoto? Kita memang sedang menuju ke sana!" bentak Tokyo yang terlihat marah karena pertanyaan pasukan kerajaan yang bernama Kyoto itu.

"Y-ya... Maaf, pimpinan Tokyo. Tapi bukankah itu..." jawab Kyoto sambil menunjuk ke arah depan mereka.

"GYAAAA!!!" pasukan kerajaan Milestone spontan berteriak.

"Aneh, kenapa malah sampai pantai lagi ya?" ucap Dragon sambil menyipitkan matanya sambil mengupil.

"Jangan jangan... Kau tidak tahu arah Dragon?" tanya Rey penasaran.

Dragon menatap Rey dengan wajah menyeramkan, " Heh?! Maksudmu apa bocah cengeng?."

Tokyo dengan susah payah mendekati Dragon yang mendekatkan kepalanya ke kepala Rey.

"Tuan Jendral... Daripada kalian bertengkar, bagai mana kalau kita melanjutkan perjalanan kita lagi. Biar aku yang mengantar kalian menuju ke atas bukit, bagaimana?."

"Diam!" seru Dragon dan Rey menatap Tokyo dengan wajah menyeramkan.

Karena kaget dengan reaksi Dragon dan Rey, Tokyo terjatuh ke belakang.." Maaf...."

"Baiklah, kau yang di depan, Tokyo." ucap Dragon bergegas membantu Tokyo untuk berdiri kembali.

"Ya ya... Terima kasih tuan Jendral... Eh?."

Dragon mengangkat tubuh Tokyo, kemudian membopong Tokyo di pundaknya. Kepala Tokyo berada di punggung Dragon, dan Dragon merangkul kakinya untuk menjaganya agar tidak jatuh.

"Kau yang paling lamban di sini, jadi biarkan aku jadi kakimu sementara hehe." ucap Dragon sambil tertawa.

Meski tubuhnya lebih kecil dari Tokyo, tapi karena kekuatan yang di miliki Dragon, dengan mudah dia membawa Tokyo di pundaknya.

"Ta-tapi... Tuan... Jendral...."

"Sudah, jangan banyak bicara. Aku akan mulai berlari sekarang." potong Dragon yang kemudian langsung berlari menuju ke atas bukit pulau Torrapu.

Di belakang Dragon, Rey digendong oleh Kyoto bersama pasukan kerajaan lainnya, mereka mengikuti Dragon.

"Ka-kanan, tuan Jendral!" seru Tokyo mengarahkan Dragon.

Dragon berhenti, " Kananku atau kananmu?."

"Kananmu tuan Jendral... Aku masih ingat jalan menuju ke atas bukit." jawab Tokyo.

"Baiklah kalau begitu." Dragon melanjutkan larinya.

Beberapa mil mereka berlari, akhirnya terlihat sebuah bangunan yang dibangun dengan bebatuan. Tidak terlalu megah tapi sangat besar.

"Apa itu tempatnya?" tanya Dragon berlutut di belakang semak semak di dalam hutan.

"Shwuh wudsgwyg." terdengar jawaban Tokyo yang tidak jelas.

"Kau ngomong apa sih, Tokyo?" ucap Dragon menoleh ke belakang." Wahhh!! Maaf!"

Tanpa Dragon sadari saat dia berlutut, wajah Tokyo menghujam ke tanah di belakangnya. Rey dan pasukan kerajaan yang berada di belakangnya terkejut sampai tidak bisa mengeluarkan kata kata.

Tubuh Tokyo akhirnya diletakkan di samping Dragon berlutut.

"Aku mendengar suara nenek memanggilku, aku akan ikut dengannya..." ucap Tokyo dengan wajah pucat karena hampir kehabisan napas.

"Memangnya mau kemana nenekmu?." Dragon mengerutkan dahinya, lalu melihat Rey dan pasukan Kerajaan yang mendekat ke tempatnya dan Tokyo berada.

"Apa pimpinan Tokyo akan mati, tuan Jendral?" tanya Kyoto melihat wajah Tokyo pucat pasi.

"Ya sepertinya begitu, kita tinggalkan dia di sini." jawab Dragon enteng yang kemudian berjalan melewati semak semak menuju ke bangunan yang berada tidak terlalu jauh dari tempatnya berada.

"Kau langsung ke sana, Dragon?" tanya Rey yang mengikuti Dragon dari belakang.

"Kita tidak ada waktu lagi, Rey. Aku juga tidak sabar bertemu tangan kanan Jendral Fox itu." jawab Dragon tanpa menoleh. Tangan kanannya tiba tiba mengeluarkan asap berwarna biru.

"Jangan tinggalkan aku!!" teriak Tokyo menyadari bahwa Dragon, Rey dan pasukan kerajaan lainnya mengacuhkannya.

Dragon berhenti, perhatiannya tertuju pada sebuah gundukan di dekatnya berdiri. Dengan cepat, dia melompat ke atas gundukan itu.

Rey dan pasukan kerajaan bingung dengan tingkah Dragon. Setelah Tokyo mendekat ke arah mereka, Rey dan pasukan kerajaannya berjalan menuju ke tempat Dragon.

JDUAAAARRRR!!!!!

Muncul beberapa batang kayu berujung runcing dari tanah mengelilingi Rey dan pasukan kerajaan sehingga mereka terkurung di dalamnya.

"Tuan Jendral, selamatkan kami!" teriak pasukan kerajaan ketakutan.

Dragon tiba tiba berjongkok, tangan kanannya yang mengeluarkan api berwarna biru menyentuh tanah yang dia injak.

"WAAAH!!!!" teriak Rey dan pasukan kerajaan histeris.

Tanah yang mereka injak, tiba tiba mulai berubah menjadi lumpur dan membuat tubuh mereka turun sedikit demi sedikit ke dalam lumpur tersebut.

"Maaf, sepertinya cuma aku yang akan selamat." ucap Dragon dengan wajah mengejek melihat Rey dan pasukan kerajaan ketakutan karena mulai masuk ke dalam lumpur.

"Jangan bercanda di saat seperti ini, tuan Jendral!!!"

"Ternyata ada tikus yang berhasil sampai di tempat ini ya?" ucap seseorang yang berjalan keluar dari bangunan yang terbuat dari bebatuan itu.

Dragon yang tersenyum senang, menoleh ke arah orang yang baru keluar dari dalam bangunan itu dengan wajah serius.

Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 34 - Reagan
Penulis : ibongneverland

" Pasukan kerajaan Milestone? Menyedihkan sekali... Pada akhirnya kalian akan mati di pulau penuh jebakan ini. Kalau saja kalian mau mengikuti Jendral Fox, hidup kalian tidak akan berakhir di tempat ini." ucap pria besar dengan wajah menyeramkan, otot ototnya menonjol keluar, dan di sekitar wajahnya, terlihat otot wajahnya mengencang.

"Kami pasti akan menyelamatkan Raja dan Ratu! Karena pangeran bersama kami!" teriak Tokyo geram.

"Hei, kalian memang dalam bahaya tahu..." ucap Dragon mencoba menyadarkan Tokyo bahwa hidup mereka benar benar dalam bahaya.

"Hahahaha! Menyelamatkan Raja dan Ratu? Dengan keadaan kalian seperti itu? Kalian memang pasukan yang sangat lucu. Harusnya kalian menjadi pelawak di istana, tempat Jendral Fox memimpin kerajaan Milestone sekarang." ucap pria besar itu menutup matanya sambil tertawa terbahak bahak.

Setelah mengucapkan kalimatnya, pria besar itu akhirnya menyadari keberadaan Dragon yang berdiri di atas sebuah batu yang tidak ikut masuk ke dalam lumpur.

"Oh, ternyata ada satu tikus yang berhasil lolos, aku sampai tidak menyadarinya." ucap pria besar itu.

Dragon tersenyum sambil berdiri, " Ya, aku tidak akan tertipu dengan jebakan murahan seperti itu."

Pria besar itu menatap Dragon dengan serius, " Bicaramu ternyata besar juga bocah tengik."

"Kau? Tangan kanan Jendral Fox bukan?" tanya Dragon tidak peduli dengan tatapan serius pria besar itu.

"Ya, aku adalah orang kepercayaan Jendral Fox, Reagan." jawab pria besar bernama Reagan itu.

"Baguslah, aku sudah tidak sabar bertemu denganmu." ucap Dragon terlihat senang.

Reagan menatap Dragon dengan heran, " Kau tidak sabar bertemu denganku? Sombong sekali ucapanmu."

Dragon langsung melesat ke arah Reagan, saat tinjuannya hampir mengenai wajah Reagan, Reagan tiba tiba berdiri di samping tangan Dragon, tangannya tepat di depan wajah Dragon.

"Mati kau bocah tengik!"

"THUNDER ARM!"

Keluar petir dari tangan Reagan tepat mengenai wajah Dragon dan membuat Dragon terpental ke belakang menabrak kayu runcing yang mengurung Rey dan pasukan Kerajaan hingga akhirnya jatuh di dalam hutan di belakang tempat mereka berada sebelumnya.

"Tuan Jendral!!" teriak pasukan kerajaan.

"Dragon!!" Rey terkejut melihat Dragon terlempar begitu jauh.

TAP!

Reagan berdiri di atas batu yang tidak ikut masuk ke dalam lumpur hisap dan menyeringai ke arah Rey dan pasukan kerajaan yang berada di dalam kurungan kayu itu.

"Kalian selanjutnya." ucap Reagan sambil mengangkat tangan kanannya, keluar petir yang menyambar nyambar dari telapak tangan kanannya itu.

WUSSH!!!

Reagan terkejut karena tiba tiba Dragon sudah berada di atasnya berdiri, bersiap melayangkan pukulan ke arahnya.

"DRAGON ARM!!!"

BLAAARR!!!!

Batu tempat Reagan berdiri hancur berkeping keping karena terkena serangan Dragon. Reagan sendiri berhasil menghindar dan berdiri di depan bangunan batu di belakangnya.

Dragon juga mendarat di depan Reagan berdiri.

"Ternyata kau di luar dugaanku, bocah." ucap Reagan menatap Dragon yang tersenyum di depannya.

"Ya, sudahku bilang kan tadi. Aku ke sini karena ingin bertemu denganmu." balas Dragon dengan nada mengejek.

Reagan semakin geram mendengar ucapan Dragon. Otot otot tubuhnya kembali mengencang, dan terlihat petir keluar dari tangannya lagi.

"Pengguna Stein ya?." Dragon menyadari kekuatan Reagan.

Tanpa membalas Dragon, Reagan kembali melesat ke arah Dragon. Tanpa Dragon sadari, Reagan sudah berdiri di belakangnya.

"THUNDER MILLIONS ARM!"

Reagan melayangkan pukulan yang berselimutkan petir di tangannya itu ke arah punggung Dragon.

DUUUUAAAR!!!!

Tubuh Dragon menghantam bangunan yang terbuat dari batu di depannya setelah terkena serangan dari Reagan.

Dragon yang berusaha berdiri, dikejutkan dengan tendangan yang mengarah ke perutnya.

"THUNDER MILLIONS FOOT!!!"

DUUUUUARRR!!!!

Kaki Reagan yang berselimutkan petir menghantam perut Dragon dan membuat Dragon terlempar menghantam bukit yang berada di belakang bangunan yang terbuat dari batu tersebut.

"DRAGOOON!!" teriak Rey ketakutan melihat Dragon yang tidak berdaya melawan Reagan.

Reagan berjalan mendekati tubuh Dragon yang tergeletak di tanah tidak bergerak setelah menghantam bukit.

Reagan menarik rambut Dragon dengan tangan kirinya dan mengangkat kepala Dragon. Tangan kanan Reagan berselimutkan petir bersiap menghajar Dragon, " Mati kau sekarang, bocah tengik!"

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 35

Aerilyn Shilaexs
2016-08-23 16:23:50
musuhnya lumayan kuat, sekarang apa yang akan kau lakukan tuan jendral?
Rifky D Dragnel
2016-07-24 09:15:54
Next
Yoshino Kobayashi
2016-02-09 17:03:29
Kayaknya Dragon mulai jahat
RedPaper
2016-01-24 13:02:22
Dragon berubah, aku merasaa dia lebih ke sifat anta dari pada prota
Ade Aja
2016-01-23 18:30:24
Udah lama nggu,akhirnya update jga nich... Kemana aj mas ibong,sbuk kuliah yea..??
A wahyu
2016-01-23 14:38:43
Entah hanya perasaanku atau sifat Dragon memang berubah?
Bikinan Mamah Papah
2016-01-23 14:18:00

Kikko Y Azukiela
2016-01-23 11:43:49
kasih timun ke Dragon biar dia semanggat . . .
Allupi
2016-01-23 08:27:21
Akhirnya si maniak ketimun beraksi lagi.
anonim1000137
2016-01-04 09:11:09
Min.... kok gk dterusin sih.....
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook