VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 33

2015-12-13 - ibongneverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
357 views | 15 komentar

Dragon's Claw akhirnya berlabuh di dekat pulau Torrapu. Dragon dan Rey mulai turun dari atas kapal.

"Green, kau tidak ikut?" tanya Rey yang menyadari Green hanya melihat Dragon dan Rey yang sudah menginjakkan kakinya di atas pulau.

"Green." ucap Green sambil menggeleng gelengkan kepalanya.

"Biarkan saja dia, Rey. Biar Green menjaga Dragon's Claw." ucap Dragon bergegas berjalan ke dalam pulau itu.

"Dragon's Claw?."

"Ya, nama kapalku." balas Dragon.

Rey berlari agar lebih dekat dengan Dragon, mereka berdua mulai berjalan masuk ke dalam pulau yang penuh dengan pepohonan yang sangat lebat itu.

"Dragon, berhati hatilah. Pulau ini banyak jebakan, dulu...."

"GYAAAHH!!" teriak Rey melihat kepala Dragon penuh dengan jarum.

"Kenapa kau tidak bilang daritadi." ucap Dragon menarik satu persatu jarum yang tiba tiba menancap di kepalanya.

"Gyaaaa!! Kakimu Dragon!!!" teriak Rey lagi melihat kaki Dragon terkena jebakan berbentuk rahang.

"Sial! Sakit sekali." keluh Dragon sambil membuka jebakan yang mengenai kakinya.

"Siapa di sana!!!" terdengar suara yang berada tidak jauh dari tempat Dragon dan Rey berada.

Dragon dan Rey berlari mencari sumber teriakan itu.

"Siapa di sana!!! Jika kalian prajurit Milestone, tolong kami!!!"

"Dragon! Mereka pasukan kerajaanku!" seru Rey mengikuti Dragon.

Tepat di depan sebuah batu besar, suara teriakan itu semakin terdengar jelas.

"Kalian siapa???!!" teriak Rey di depan batu besar itu.

"Kau kah itu, pangeran?!"

"Iya, aku Rey." balas Rey.

"Pangeran!!!! Selamatkan kami!!!"

Dragon menutup telinganya karena teriakan orang yang memanggil Rey semakin keras.

"Diam kalian!!! Menjauhlah dari batu besar ini, atau kalian akan terkena pecahannya nanti!" teriak Dragon yang berdiri tepat di depan batu besar."

"Siapa kau!!! Apa kau menyandera pangeran?! Jika kau menyakitinya, aku akan membunuhmu!!!"

"Orang orang ini, benar benar menjengkelkan." gumam Dragon menahan kesal sambil meletakkan kedua telapak tangannya di batu besar yang berada di depannya, terlihat salah satu alis mata Dragon bergerak naik turun.

"Rey, mundurlah." pinta Dragon.

"Ah, ya..." ucap Rey berlari menjauh dari Dragon.

Mata Dragon berubah menjadi biru, kedua tangannya mengeluarkan asap berwarna biru pekat yang lama kelamaan berubah menjadi api yang berwarna biru. Sambil mencengkramkan jari jarinya ke batu besar, Dragon mengeluarkan kekuatannya.

"BLUE SHOCK!!!"

Tiba tiba terjadi gempa yang sangat cepat dan tepat di jari jemari Dragon yang menancap di batu besar itu, muncul retakan yang semakin besar, besar dan membuat batu besar itu hancur berkeping-keping. Beberapa pohon yang berada di sekitar Dragon berdiri tiba tiba terlempar hingga membuat beberapa meter di sekitar Dragon bersih tanpa pepohonan maupun bebatuan.

"Uhuk! Uhuk!" Beberapa pasukan kerajaan Milestone yang berada di dalam goa yang sebelumnya tertutup batu besar berjalan keluar satu per satu. Beberapa di antaranya, ada yang kepalanya mengeluarkan darah, ada juga beberapa serpihan batu masih menancap di kepalanya dan banyak di antaranya yang kepalanya benjol.

"Pangeran Rey!!! Terima kasih karena telah menyelamatkan kami!" teriak pasukan Milestone yang langsung berlari menuju ke arah Rey, tanpa memperdulikan Dragon yang masih berdiri di depan pintu goa.

"Pangeran Rey!!" teriak satu pasukan kerajaan yang merangkak keluar dari dalam goa dengan luka yang sangat parah.

Dragon sampai terperanjat melihat tingkah pasukan kerajaan itu. Kemudian menggaruk garuk pipinya setelah melihat pasukan kerajaan itu akhirnya diam tidak bergerak di sampingnya berdiri.

"Hei, apa kalian tidak mengobati luka orang ini dulu?" tanya Dragon melihat pasukan kerajaan yang sedang bergembira bersama pangeran mereka sambil menunjuk ke arah pasukan kerajaan yang diam tak bergerak di dekatnya.

"Siapa kau!?." Pasukan kerajaan langsung mengambil kuda kuda bersiap menyerang Dragon dan menatap Dragon dengan serius.

"Dia adalah Jendral kalian, aku baru saja mengangkatnya kemarin." ucap Rey berjalan mendekati Dragon dan berdiri di sampingnya.

Krik! Krik! Krik!

Suasana menjadi sepi beberapa saat setelah Rey mengucapkan kalimatnya.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 33 - S.U.P.
Penulis : ibongneverland

" APAAAA!!!!!" teriak histeris pasukan kerajaan sampai mata mereka melotot keluar, mulut mereka menganga sampai menyentuh tanah.

Pasukan kerajaan yang tersungkur di samping Dragon dan Rey menggerakan kepalanya ke arah Dragon dan Rey berdiri, dan ikutan terkejut.

Beberapa saat kemudian,

"Maafkan kami tuan Jendral, atas kelancangan kami sebelumnya." ucap pasukan kerajaan yang berlutut di depan Dragon.

"Sudah sudah hentikan, kalian tidak perlu melakukan itu." ucap Dragon menyuruh pasukan kerajaan itu untuk berdiri.

"Tidak! Kami harus patuh pada keputusan pangeran kami!" teriak pasukan kerajaan yang sebelumnya tersungkur di samping Dragon. Lukanya sudah diobati dan dia ternyata adalah pimpinan dari pasukan kerajaan itu.

Dragon menundukkan kepalanya.

"Apa ayah dan ibu bersama kalian?" tanya Rey yang berdiri di samping Dragon.

"Hiks... Maafkan kami, Pangeran. Kami tidak bisa menjaga Raja dan Ratu." ucap sang pimpinan kerajaan yang bernama Tokyo itu.

"Maksudmu, Tokyo?."

"Raja dan Ratu berada di atas bukit pulau ini, dia ada ditempat mereka." jawab Tokyo berusaha mengusap air matanya meski tangannya sedang dibalut perban.

"Mereka siapa?" tanya Dragon.

"Tangan kanan Jendral Fox." jawab Tokyo dengan wajah ketakutan.

"Fox?." Dragon heran dengan nama itu.

"Iya, Jendral yang sudah berkhianat terhadap kerajaan Milestone dan mengambil alih tahta Raja dan Ratu di kerajaan, tuan Jendral." ucap Tokyo menjelaskan.

Dragon terdiam, dia melihat pasukan kerajaan yang terlihat bersedih karena tidak bisa menyelamatkan kerajaan mereka.

"Dragon..." ucap Rey yang melihat Dragon di sampingnya.

Dragon menoleh ke Rey yang melihatnya.

"Aku akan menyelamatkan orang tuamu, Rey." ucap Dragon.

"Benarkah, Dragon?" tanya Rey senang.

"Ya, aku sedikit tertarik dengan tangan kanan Jendral yang sudah mengambil alih kerajaan kalian. Aku ingin sedikit melakukan pemanasan dengannya, karena aku mulai memahami kekuatanku ini." ucap Dragon sambil mengretakkan jari jemarinya.

"Kekuatanmu?." heran Rey, " Apa kau pengguna Stein juga, Dragon?."

"Hah? Kau tahu tentang Stein, Rey?" tanya balik Dragon.

"Aku mempelajarinya bersamaan mengenai Angkatan Laut juga, Dragon." jawab Rey.

"Oh, begitu. Kekuatanku bukan dari Stein, Rey. Aku sendiri tidak tahu dari mana kekuatanku ini berasal. Aku sedang mencari tahu tentang asal kekuatanku ini." balas Dragon.

"Apa kekuatanmu dari SUP, tuan Jendral?" tanya Tokyo berjalan tertatih mendekati Dragon dan Rey dengan sebuah tongkat.

"Sup?." Dragon bingung.

"Ya, Soul Up Potion. Kekuatan yang bisa mengubahmu menjadi monster dan memberimu kekuatan setara monster juga. Tapi kekuatan itu hanya bertahan selama 30 menit. Setelah 30 menit, kekuatan itu akan hilang." jawab Tokyo menjelaskan.

"Oh, jadi cairan aneh yang diminum Norris adalah SUP" ucap Dragon menyadari sesuatu.

"Norris?." Tokyo terlihat panik.

"Hmm?"

"Ya, kemarin aku dan Rey baru saja menghajarnya." ucap Dragon.

Suasana menjadi sepi kembali beberapa detik.

"APAAAA!!!!!" teriak histeris pasukan kerajaan lagi, mata mereka melotot sampai keluar, mulut mereka menganga hingga menyentuh tanah.

"Ternyata kau sehebat itu, tuan Jendral." ucap Tokyo berusaha berlutut di depan Dragon. Dan di belakang Tokyo, pasukan kerajaan lainnya sudah berlutut terlebih dahulu.

"Kalian melakukannya lagi." ucap Dragon pasrah.

"Norris yang telah mengalahkan kami, tuan Jendral. Dia juga yang mengurung kami di dalam goa." ucap Tokyo sedih.

"Ya, daripada kalian menyesali kekalahkan kalian, lebih baik kalian pikirkan bagai mana caranya kalian menyelamatkan Raja dan Ratu kalian." ucap Dragon menoleh ke atas bukit di pulau Torrapu.

"Baiklah tuan Jendral."

"Aku akan ke tempat tangan kanan Jendral Fox, kalian tunggulah di sini." ucap Dragon mulai berjalan menuju ke arah bukit yang berada tepat di depannya.

"Aku ikut Dragon." ucap Rey berlari mendekati Dragon.

"Kau di sini saja bersama pasukanmu, Rey."

"Kami juga ikut tuan Jendral!" teriak serempak pasukan kerajaan.

Dragon memegang kepalanya sambil bergumam, " kalian benar benar menjengkelkan."

Dragon, Rey dan pasukan kerajaan akhinrya bergegas naik menuju atas bukit pulau Torrapu, di mana Raja dan Ratu kerajaan Milestone di tahan.

"Bisakah kau sedikit pelan jalannya tuan Jendral?."

"Kau pikir kita sedang tamasya? Hah?!" teriak Dragon dengan wajah menyeramkan ke arah pasukan kerajaan yang berjalan di belakangnya.

"Gyaaah!!!"

"Maaf tuan Jendral!!" teriak pasukan kerajaan ketakutan.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 34

Aerilyn Shilaexs
2016-08-23 16:12:11
jiah tuan jendral
Rifky D Dragnel
2016-07-24 08:41:46
Next chapter
Yoshino Kobayashi
2016-01-20 17:54:37
Fox David Fox kah?
dragon black
2015-12-19 15:52:34
di tunggu kelanjutan nya gan
Tatzumaru
2015-12-14 16:01:16
Siapakah Jendral trsbut? :'v
Dadang yg terluka
2015-12-13 20:54:43
Next Lbih Seru Da Krakter Baru Lgi Yg Muncul,,,
Dadang yg terluka
2015-12-13 12:24:31
Dragon Kn Pemkan Ktimun,,haha
Ade Aja
2015-12-13 11:32:33
Aku kira dragon pengguna SUP,, tpi dilihat dri kekuatannya,tidak ada bukti yg jelas. Baiklah qu kelanjutannya mas ibong..
Gingga Mahardikq
2015-12-13 10:55:10
tingkah dragon dan pasukan kerajaanya bikin ketawa ampek nagis :'v
Allupi
2015-12-13 10:26:17
Pasukan kerajaannya bikin ngakak. Lucu.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook