VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 32

2015-11-30 - Adhe Kurniawan > Dragon si Pemburu Bajak Laut
371 views | 15 komentar

Di atas Dragon's Claw, Dragon memperkenalkan Rey kepada Green.

"Green, nama anak ini adalah Rey. Dia akan bersama dengan kita untuk sementara waktu." ucap Dragon kepada Green.

"Namaku Rey." ucap Rey menjulurkan tangannya ke Green.

Green menjabat uluran tangan Rey, " Green!"

"Oke, namamu Green ya, di mana rumahmu Green?" tanya Rey.

"Green!" jawab Green senang.

"Oke oke, maksudku rumahmu, bukan namamu. Ehm... Apa kau punya keluarga, Green?" tanya Rey lagi.

"Green..." jawab Green dengan wajah sedih.

"Kau sudah memberitahuku namamu sebelumnya Green, jadi kau tahukan aku tidak tanya namamu lagi." balas Rey mulai kesal.

Beberapa saat kemudian setelah sesi tanya jawab antara Rey dan Green.

Rey mendekati Dragon, " Entah kenapa setiap kali aku bertanya, Green selalu menjawab dengan menyebut namanya sendiri. Padahal aku sudah menanyakan namanya diawal perkenalanku dengannya tadi."

"Memang itu yang bisa dia ucapkan, bodoh!" balas Dragon sambil menjitak kepala Rey.

"Sakit." keluh Rey memegangi kepalanya yang benjol.

"Aku akan mengangkat jangkar dan mengembangkan layar kapal ini, kau ikutlah Green ke dalam kamar tempatmu beristirahat, Rey." ucap Dragon sembari menuju ke tempat untuk menaikkan jangkar.

"Green, antar Rey ke dalam kamarnya!" teriak Dragon.

Green bergegas menarik tangan Rey dan mengajaknya masuk ke bawah kapal.

"Lihat, dia melakukannya lagi, Dragon. Menyebut namanya sendiri." bisik Rey kepada Dragon sambil berjalan mengikuti Green.

"Kadang aku pikir kau itu pintar Rey, tapi ternyata kau juga jauh lebih bodoh dari yang aku pikirkan." gumam Dragon memegang kepalanya.

Kapal bernama Dragon's Claw itu akhirnya mulai berlayar menuju ke pulau selanjutnya.

Di bawah kapal, tepatnya di kamar tempat Rey beristirahat.

"Kau belum tidur, Rey?" tanya Dragon yang berdiri di pintu kamar.

Rey mengeleng gelengkan kepalanya, pandangannya tertuju ke atas langit langit kamar tempatnya beristirahat.

"Kau merindukan keluargamu?" tanya Dragon sekali lagi.

"Iya Dragon. Sudah lama, aku berpisah dengan mereka. Aku tidak pernah mengerti kenapa kami harus mempercayai Jendral kejam itu." jawab Rey dengan nada yang terasa berat.

"Jendral kejam?."

"Dia adalah salah satu tangan kanan ayahku. Dia melakukan kudeta dan memegang alih kerajaan turun menurun nenek moyang kami... Hiks."

"Heh? Sudah sudah, jangan diteruskan ceritamu Rey. Aku tidak mau kapalku tenggelam karena tangisanmu." ucap Dragon melihat Rey akan menangis.

"Terima kasih ya Dragon, sudah menyelamatkanku... Aku tidak tahu apakah hidupku akan selamanya di dalam bangunan itu." ucap Rey melihat Dragon yang masih berdiri di depan pintu ruangan di bawah kapalnya tersebut.

Dragon tersenyum, menyandarkan tubuhnya di pintu ruangan. Melihat Rey dengan tenang, " Bukan aku yang melakukannya, tapi dirimu sendiri Rey. Selama kau punya niat untuk mengubah hidupmu, selalu ada jalan untuk bisa mewujudkan keinginanmu itu."

"Terima kasih ya Dragon..." ucap Rey lirih yang kemudian memejamkan kedua matanya dan mulai tertidur.

Dragon kembali tersenyum, lalu berjalan pergi dari tempatnya bersandar.

Sementara itu di pulau Kinoki, puluhan armada Angkatan Laut sudah berlabuh di dermaga pulau tersebut, beberapa armada yang sangat besar sampai tidak bisa mendekat ke dermaga.

DRAP! DRAP! DRAP!

"Laksamana! Ada sebuah bangunan tidak jauh dari tempat ini." ucap Jack di atas kudanya.

"Apa kau melihat Dragon?" tanya Raion yang berdiri di samping Morgan.

"Tidak, aku tidak melihat anak itu. Malah di samping bangunan itu, beberapa bandit terikat dengan tali." jawab Jack di atas kudanya yang berhenti di depan Raion.

"Di dalam bangunan itu?."

"Aku melihat banyak ibu ibu dan anak anak di dalamnya. Mereka terlihat ketakutan saat aku datang ke sana." ucap Jack serius.

Raion menghela napas, " Sepertinya mereka adalah penduduk Milestone. Baiklah, aku akan menemui mereka."

"Penduduk Milestone?." heran Morgan.

"Yah, kemungkinan mereka adalah keluarga dari kriminal yang berada di penjara markas Angkatan Laut kita, kapten Morgan." ucap Raion menaiki kudanya, " Kau siapkan kapal untuk membawa mereka, aku akan berbicara dengan mereka sebentar."

Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 32 - Pulau selanjutnya Torrapu
Penulis : Adhe Kurniawan

" Tapi... Bukankah kita harus segera menemukan Dragon, Laksamana?" tanya Morgan.

"Bocah itu...." Raion melihat di sekitar tempatnya berada, dia melihat bekas pertarungan di mana pohon pohon tumbang, bebatuan hancur dan retakan yang terdapat di tanah, " Dia tahu kita akan datang ke sini. Dan aku rasa dia ingin kita membantu mereka terlebih dahulu."

Morgan terdiam melihat Raion di atas kudanya.

"Cepat kau siapkan kapalnya, kapten." ucap Raion sambil memacu kudanya berlari menuju bangunan tempat di mana para penduduk Milestone di sekap, Jack yang masih berada di atas kudanya mengikuti Raion dari belakang.

"Ah... Ya, ya... Akan aku siapkan kapal untuk mereka, Laksamana." ucap Morgan yang beberapa detik terdiam, lalu berlari menuju ke armada Angkatan Laut yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri.

Kembali ke tempat Dragon berada, Dragon's Claw.

"Green?" ucap Green dengan nada bertanya di samping Dragon yang berdiri di haluan Dragon's Claw.

Dragon menoleh ke Green, " Kau tidak beristirahat Green?."

"Green." ucap Green sambil menggeleng gelengkan kepalanya.

Dragon kembali melihat ke depan, merasakan angin laut malam yang menerjang wajahnya dan membuat rambutnya bergerak-gerak.

"Aku akan segera menolongmu, Lucy." gumamnya.

Keesokan harinya.

"Kau sudah bangun Rey?" tanya Dragon sembari mengangkat beberapa tali yang tergeletak di dek kapalnya.

"Iya, Dra...."

KRUCUK KRUCUK KRUCUK!

Perut Rey tiba tiba berbunyi keras.

"Hahaha, kau kelaparan bocah cengeng?." ejek Dragon meletakkan tali yang dibawanya.

"Berhenti memanggilku bocah cengeng, Dragon!" seru Rey kesal.

Dragon tersenyum dan menunjuk ke arah Green yang berada depan ruangan di belakang tiang utama, " Green sudah menyiapkan sarapan untukmu, makanlah di atas."

"Be-benarkah?." Rey tidak percaya, lalu berlari naik ke ruangan di belakang tiang utama.

Sesampainnya di ruangan tersebut, Rey melihat beberapa masakan berjajar di meja di dalam ruangan itu.

"Selamat makan!" ucap Rey yang langsung duduk dan mengambil makanan yang berada di atas meja. Dengan lahap dia memakan masakan yang dibuat Green.

"Waaah!!! Enak sekali masakannya!!" seru Rey senang.

"Haha, aku juga tidak percaya Green bisa memasak begitu enaknya. Tapi semalam dia sudah membuatkanku makan malam, jadi aku sudah tahu enaknya masakan Green." ucap Dragon berdiri di pintu ruangan melihat Rey dengan rakusnya memakan makanan yang berada di atas meja.

"Dia menyukai masakanmu Green." lanjut Dragon menunjuk ke arah Rey sambil melihat Green yang berdiri di sampingnya.

"Green." ucap Green tersipu malu.

Beberapa saat Dragon melihat Rey yang masih menikmati makanannya, dia merasakan ada sesuatu yang datang mendekati Dragon's Claw.

"Sepertinya kita kedatangan tamu, Green." ucap Dragon yang bersiap siap setelah melihat puluhan kapal datang menuju ke arah kapalnya, Dragon's Claw.

"Green." ucap Green yang juga bersiap siap.

"Ehm... Green...." panggil Dragon.

"Green?" ucap Green melihat Dragon dengan nada bertanya.

"Aku tidak ingin melihatmu menjadi monster lagi, jadigunakanlah kekuatanmu dengan bentukmu yang sekarang, kau bisa kan?."

Green terdiam melihat Dragon.

"Green!!!" teriak Green penuh semangat sambil mengangkat tangan kanannya.

Dragon tersenyum, kemudian dia melompat dengan tingginya. Kedua tangan Dragon mengeluarkan api yang berwarna biru, dengan satu hantaman dia menyerang kapal terdepan yang datang ke arahnya.

"BLUE BLASTER!!!" tinjuan Dragon tepat mengenai haluan kapal, lalu tercipta sebuah garis lurus berwarna biru dari tangan Dragon yang langsung membelah kapal tersebut menjadi dua.

"Hiyaaaa!!!!" teriak semua orang yang berada di kapal yang mendekat menuju Dragon's Claw. Karena sangat ketakutan beberapa kapal yang mendekat ke arah Dragon's Claw berusaha berbelok, sampai ada beberapa kapal yang saling bertabrakan dan tenggelam karena bertabrakan, beberapa ada yang berhasil berbelok, tapi kemudian tenggelam karena dihantam oleh serangan Dragon.

TAP!

"Bereskan Green?" ucap Dragon kembali ke atas kapalnya, Dragon's Claw sambil melihat bangkai kapal yang tenggelam di depannya. Beberapa kru kapal yang tenggelam berusaha berenang menuju pulau yang sudah terlihat di depan Dragon.

"Apa... Apa yang terjadi, Dragon?." Rey terkejut melihat bangkai kapal yang di lewati Dragon's Claw.

"Ada sedikit halangan tadi, tapi sudah beres Rey." ucap Dragon berdiri menatap pulau yang semakin terlihat jelas di depannya.

"Mereka ada di pulau itu, Dragon."

"Siapa?" tanya Dragon menoleh ke Rey yang berdiri di sampingnya.

"Orang tuaku."

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 33

Aerilyn Shilaexs
2016-08-23 12:28:01
daerah ini sedang mengalami masalah
Rifky D Dragnel
2016-07-24 05:57:22
Lanjut chapter berikutnya
Lyokovich the Death
2015-12-24 14:43:46
Green itu setahuku kiper inggris namanye Robert Green
Mr Blacky
2015-12-13 16:08:32
Hehe lama gx mampir bang izin baca aja
Dadang yg terluka
2015-12-11 12:33:18
Ok,,d Tnggu Dragon Th Move'a,,,
Dadang yg terluka
2015-12-10 19:41:14
I Like This
Rrrrr
2015-12-04 13:58:17
Kerennn
Pillua
2015-12-02 13:03:08
Puluhan kapal langsung dihabisi ama Dragon. Herbal ><
Gingga Mahardikq
2015-12-01 19:10:10
ih bikin penasaran deh
A wahyu
2015-12-01 16:14:32
Nice, next chapter....
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook