VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 31

2015-11-25 - Ibong Neverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
378 views | 16 komentar | nilai: 10 (1 user)

" Hah?." Dragon terkejut.

"Jika benar kakakku yang melakukannya, biarkan aku ikut denganmu Dragon." ucap Rey serius.

Dragon menghela napas, " Aku tidak akan pernah mengijinkan seorang bocah cengeng naik ke atas kapalku."

"Tidak bisa! Aku menolak!" teriak Rey bersikeras.

"Rey, ini bukan cuma masalah tentang kakakmu. Aku bisa melihat bahwa kerajaanmu sedang dalam masalah yang besar. Tanpa Angkatan Laut, sebuah kerajaan hanya menjadi makanan empuk untuk para Bajak Laut ataupun bandit." ucap Dragon serius.." Lebih baik kau menjaga penduduk kerajaanmu ini sampai semuanya aman."

Dragon berjalan menuju ke pintu bangunan, melihat para ibu – ibu yang masih terdiam di dalam bangunan tempat mereka disekap. Di samping bangunan itu, terlihat para bandit di ikat tali, beberapa di antara mereka sudah siuman, beberapa masih pingsan.

"Aku tidak tahu bagai mana menjelaskannya, tapi jika kalian takut dengan Angkatan Laut, aku tidak bisa berbuat apa – apa." Dragon berdiri di depan pintu sambil tersenyum.." Tapi sebentar lagi, akan datang. Beberapa orang yang sebelumnya kalian takuti itu. Aku yakin mereka akan jauh dari apa yang kalian pikirkan tentang mereka. Jadi, selama orang – orang itu belum datang, kalian bertahanlah ditempat ini. Tentang keluarga kalian, aku akan membantu untuk menyelamatkan mereka juga."

"Benarkah itu tu-tuan Jendral?" tanya seorang ibu sambil merangkul anaknya.

Dragon menggaruk – garuk kepalanya, terganggu dengan panggilan Jendral kepadanya.." Ya, kalian hanya perlu percaya padaku."

"Kami percaya padamu, tuan Jendral!" teriak para ibu – ibu serempak penuh semangat.

Dragon memegang kepalanya sambil menunduk.

"Berhentilah memanggilku dengan nama Jendral." gumamnya kesal.

"Apa yang bisa kami lakukan untukmu saat ini, tuan Jendral?" tanya salah satu ibu –ibu.

Dragon melihatnya dan tersenyum, " Pertama, jangan memanggilku dengan sebutan Jendral, karena namaku Dragon. Kedua, apa di antara kalian ada yang punya ketimun?."

Di atas kepala si ibu yang bertanya kepada Dragon, muncul sebuah tanda tanya besar, kemudian di kepala ibu – ibu yang berdiri di sampingnya juga muncul tanda tanya hingga di atas kepala semua ibu yang berada di dalam bangunan tempat mereka disekap muncul tanya tanya besar. Dragon yang melihat ibu – ibu itu menyipitkan matanya. Terdengar bisikan dari percakapan para ibu – ibu itu.

"Ketimun? Apa itu semacam makanan?."

"Aku rasa bukan. Mungkin ketimun adalah sejenis makanan pencuci perut."

"Bukan! Bisa jadi ketimun adalah sebuah senjata, kau lihat tuan Jendral tidak membawa satu buah senjata pun di tangannya."

"Kalian itu sebenarnya tahu ketimun tidak sih?." gumam Dragon mendengarkan percakapan para ibu – ibu itu.

"Tuan Jendral, sebenarnya ketimun itu benda apa?" tanya salah satu ibu – ibu agak takut.

"APAAAAA???!!!!!!!!!!" teriak Dragon dengan wajah histeris, muncul kilatan petir menyambar – nyambar di atas kepalanya. Dragon kemudian berlutut dibuatnya.

"Beberapa hari aku sudah tidak merasakan nikmatnya sebuah ketimun, dan sekarang aku bertemu dengan orang – orang yang tidak tahu betapa istimewanya ketimun itu! Sepertinya kiamat sudah dekat." gumam Dragon memegangi kepalanya, " ARRRGGH!!! Tidak!!!"

"Hahahah." Rey tertawa.

"Kenapa kau tertawa bocah cengeng?" tanya Dragon kesal.

"Jika kau mengijinkanku ikut denganmu, aku akan memberikanmu sebuah ketimun dari pulau buah – buahan." jawab Rey dengan wajah senang.

"Benarkah!!!???." mata Dragon bersinar.

"Ya, benar. Aku punya banyak ketimun di rumahku."

"Baiklah kau ikut denganku." ucap Dragon secepat kilat menyalami kedua tangan Rey.

"Yosh!" teriak Rey penuh semangat.

Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 31 - Tuan Jendral
Penulis : Ibong Neverland



Dragon akhirnya memutuskan melanjutkan perjalanannya ditemani Rey yang berjanji memberikannya ketimun dari pulau buah – buahan.

"Hati – hati pangeran!"

"Hati – hati tuan Jendral!"

"Namaku Dragon!" teriak Dragon dengan wajah menyeramkan ke arah ibu – ibu yang melambaikan tangannya melihat Dragon dan Rey meninggalkan tempat mereka berada.

"Baik, tuan Jendral Dragon!"

"Lupakan...." gumam Dragon sambil memegang kepalanya.

Dalam perjalanan Dragon dan Rey ke dermaga tempat Green dan Dragon's Claw berada.

"Tentang Angkatan Laut yang kau ceritakan, apa mereka benar-benar akan datang kemari, Dragon?" tanya Rey mengikuti Dragon dari belakang.

"Tentu saja, kenapa Rey?."

"Apa alasan mereka pasti datang kemari, Dragon?" tanya Rey lagi.

"Alasan? Hmm... Benar juga, alasan ya? Hahaha."

"Heh? Kenapa kau malah tertawa, Dragon." ucap Rey heran.

Kembali ke waktu di mana Dragon dibawa ke bangunan tempat mereka disekap, sebelum dia bertemu dengan Rey.

Di dermaga utara pulau Torihiki,

DRAP! DRAP! DRAP!

"Ayah! Ayah!" teriak Yamada berlari dengan wajah panik ke rumah Oda.

"Ada apa Yamada, kenapa kau panik seperti ini?" tanya Oda berjalan keluar rumahnya.

"Apa ayah telah melakukan kejahatan? Kenapa mereka datang kemari!" Yamada ketakutan menunjuk beberapa orang berkuda berhenti di depan rumah mereka.

JTAAK!! Oda menjitak kepala anaknya, Yamada.

"Mana mungkin ayahmu ini melakukan kejahatan, membunuh nyamuk saja aku tidak bisa." ucap Oda berjalan mendekati seseorang yang melihatnya di atas kudanya.

"Apa yang membuat seorang Laksamana datang ke dermaga utara seperti ini?" tanya Oda yang berdiri di samping pria berkuda itu.

"Kau tidak pernah berubah, paman Oda." jawab pria yang ternyata Raion.

"Aku mencari seorang bocah yang katanya menuju ke dermaga ini, paman Oda." lanjut Raion turun dari kudanya.

"Maksudmu Dragon, Laksamana?."

Raion terkejut, " Kau mengenal dia, paman Oda?."

"Hahaha, sudah lama aku kenal dia." balas Oda sambil tertawa.

"Jangan bercanda di saat seperti ini, kakek sialan." ucap Raion kesal.

"Beberapa waktu yang lalu, dia baru saja berlayar menuju ke pulau Kinoko. Dan sepertinya tujuannya adalah pulau Kyodai, pulau di mana kerajaan Milestone berada."

"Jadi benar ya..." ucap Raion yang wajahnya tiba – tiba berubah serius.

"Kapten Morgan! Siapkan semua armada terbaik Angkatan Laut kota Saga! Kita akan mengejar Dragon." perintah Raion.

Morgan yang berada di atas kudanya terkejut, " Ya-ya... Aku siapkan, Laksamana."

Morgan bersama kudanya kembali berlari ke dalam hutan Berlian Hijau Utara menuju dermaga barat, tempat armada Angkatan Laut kota Saga berlabuh.

"Kapten Jack! Siapakan tenda untuk semua pasukan yang berada di sini. Kita akan bermalam di sini sampai armada Angkatan Laut sampai di tempat ini!" perintah Raion lagi kepada pria berkuda lainnya.

"Si-siap Laksamana!" jawab Jack yang bergegas turun dari kudanya dan menginstruksikan pasukan Angkatan Laut yang berada di belakangnya untuk mendirikan tenda.

"Sebenarnya apa yang terjadi di sini, Laksamana? Bisa kau jelaskan padaku?" tanya Oda terkejut dengan apa yang sedang terjadi.

"Tentu saja, akan aku jelaskan semuanya padamu paman Oda. Aku juga punya banyak pertanyaan untukmu, tentang orang itu." jawab Raion dengan wajahnya yang serius.

Kembali ke masa sekarang, ditempat Dragon dan Rey berada.

"Apa? Jadi orang yang diculik kakakku adalah keponakan seorang laksamana? Angkatan Laut terkuat?" tanya Rey yang terkejut.

"Ya, Lucy adalah keponakan paman Raion. Eh? Kau tahu tentang laksamana?."

"Sebenarnya aku sudah lama mempelajari tentang Angkatan Laut, aku juga sudah yakin kalau Angkatan Laut tidak seperti Bajak Laut, Dragon."

Dragon menoleh ke Rey, " Baguslah kalau begitu." .

Sesampainya di dermaga tempat Green dan Dragon's Claw berada.

"Apa yang terjadi dengan kapalmu, Dragon?!!" teriak Rey kaget melihat bentuk asli Green menyelimuti kapal Dragon, Dragon's Claw.

"Oh, itu...." Dragon dengan santai berjalan mendekat ke Dragon's Claw.

"Green!!!" teriak Dragon.

Secara tiba –tiba lengan – lengan hijau Green menyusut masuk ke dalam Dragon's Claw. Hingga beberapa saat, Green muncul melihat Dragon dan Rey yang berada di samping Dragon's Claw.

"Green?" ucap Green dengan nada bertanya.

"Lucunya!!!!" teriak Rey melihat Green.

"Ya, jika kau membuat dia marah, kau akan melihat lengan – lengan hijaunya tadi." ucap Dragon bergegas naik ke atas kapalnya.

Wajah Rey yang senang langsung berubah menjadi pucat mendengar ucapan Dragon.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 32

Tifa Lockhart Chan
2016-08-23 12:19:47
penasaran dengan kelanjutannya
Rifky D Dragnel
2016-07-24 05:45:20
Lanjut
dragon black
2015-12-19 15:38:53
apa kah yg terjadi?
Soul Eater David
2015-12-09 17:15:47
Ketimun itu tidak enak, ketimun akan enak jika dimakan bersama ayam lalapan yang lezat
Mr Blacky
2015-11-26 18:36:55
Hari gini gx tau ketimun kampungan wkwkwk
Ade Aja
2015-11-26 15:10:32
Oh dragon,hari gini masih memikirkan ketimun.andai ketimun hanya ada disisi barat dunia,apakah dragon tetap nekat buat kesana hanya untuk menikmati ketimun mas ibong...?!
A wahyu
2015-11-26 12:07:04
Ternyata rex bisa ikut karena nyuap dragon
Dzibril Al Dturjyana
2015-11-26 10:01:35
nama2nya komik op bgt..
Pillua
2015-11-26 09:00:37
Dragon disukai ibu-ibu ya, tuhkan bener Rey ikut.
wahyu
2015-11-26 01:00:47
lanjut gan bsk kluar lg kan
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook