VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 30

2015-11-22 - Adhe Kurniawan > Dragon si Pemburu Bajak Laut
373 views | 13 komentar

Setelah meminum cairan dalam botol itu, tubuh Norris mengejang. Matanya berubah menjadi putih semua, mulutnya menganga seperti ada sesuatu yang akan keluar dari dalam tubuhnya. Kemudian, muncul bulu yang semakin lebat di tubuh Norris, mulutnya bertambah panjang, giginya juga terlihat runcing memanjang dan matanya akhirnya berubah menghitam. Sosok Norris pun berubah menjadi seekor hewan Cheetah.

"Hahaha... Kau terkejut, bocah?" ucap Norris setelah perubahan pada dirinya selesai.

"A-apa yang terjadi denganmu?." heran Dragon.

"Memangnya kau tidak tahu tentang kekuatan ini? Dari mana kau berasal bocah?" ucap Norris meremehkan.

"AKu tidak tahu, aku dari kota Tua." balas Dragon menyeka keringat ditubuhnya. Asap ditubuh Dragon menghilang, matanya pun sudah kembali normal.

"Hahaha pantas saja kau tidak tahu, sisi timur dunia memang tidak pernah dijamah kekuatan seperti ini." ucap Norris dengan sombongnya.." akan aku tunjukkan kalau begitu."

Norris melesat ke arah Dragon untuk menyerangnya dan Dragon sendiri berhasil menghindari serangan Norris meski lengannya tergores oleh cakar Norris. Mata Dragon kembali berwarna biru, asap biru pun keluar dari tubuhnya.

"Ngomong ngomong, kekuatanmu? Apa itu juga dari sup?" tanya Norris melihat tubuh Dragon yang mengeluarkan asap biru.

Dragon tersenyum, " Akan aku tunjukkan kalau begitu."

Norris melotot, dia tahu bahwa Dragon sedang mengejeknya. Norris kembali melesat untuk menghajar Dragon. Dragon yang sudah siap menerima serangan dari Norris, menahan kedua tangan Norris, kemudian membanting tubuh Norris ke tanah.

BLAAAR!!!

Setelah terjatuh, Norris langsung melesat kembali ke arah Dragon. Kali ini, serangannya mengenai perut Dragon dan membuat Dragon terpental.

"Kau tidak akan bisa mengalahkan kecepatanku, Cheetah adalah hewan paling cepat di dunia hahaha." ucap Norris yang langsung melesat kembali, ke arah Dragon yang berusaha berdiri.

"Mau cheetah, mau singa, ataupun kucing sekalipun, kau tetaplah manusia." balas Dragon mengencangkan genggaman tangannya.

"SPEED BLAZING!" Norris berlari dengan kencangnya, membuatnya benar benar tidak terlihat.

Dengan tenang Dragon memejamkan kedua matanya meskipun Norris berlari mengitarinya seperti sebuah angin tornado.

"BLUE DRAGON ARM! " Dragon melayangkan pukulannya sembari membuka kedua matanya. Norris yang terkejut melihat mata biru Dragon yang menyala menjadi melambat, dan pukulan Dragon tepat mengenai wajahnya.

BLAAAAR!!!!!!

Tubuh Norris terlempar hingga menghancurkan beberapa pohon sampai akhirnya tubuhnya menghantam bukit yang berada jauh dari tempat mereka bertarung.

BUUUUMMM!!!!

Bukit yang dihantam tubuh Norris runtuh dan menciptakan gempa kecil di pulau itu.

Dragon tersenyum menyeringai, lalu bergegas menuju bangunan tempat di mana Rey dan penduduk Milestone yang disekap berada. Namun sesampainya di depan bangunan, Dragon dikejutkan dengan keberadaan Rey yang di ikat oleh salah satu bandit yang menyekap mereka.

"Hei, kau bocah tengik! Kau berhasil mengalahkan kapten kami ya?" tanya bandit yang berdiri di belakang Rey yang tubuhnya di ikat tali.

"Ya." jawab Dragon singkat.

"Kalau begitu, bagai mana jika kau melihat pangeranmu ini mati di depan matamu? Apa kau akan sangat menyesal?" tanya bandit bernama Bohlam itu sambil meletakkan pedangnya di leher Rey.

Rey ketakutan, terlihat dia akan menangis karena ketakutannya.

"Pangeranku?." heran Dragon.

Dragon yang melihat Rey akan menangis, malah dengan santai mengatakan sesuatu, " Silahkan saja kalau kalian mau membunuhnya. Aku tidak peduli, kau tahu... Sekalipun dia adalah pangeran, ditempat ini, dia hanyalah seseorang yang harus bisa menjaga dirinya sendiri. Di medan perang, tidak ada yang namanya pangeran. Yang ada hanyalah yang terkuat!"

Rey terkejut mendengar ucapan Dragon, menatap Dragon yang tersenyum. Kemudian Rey menundukkan kepalanya, terlihat dia tersenyum juga.

"HIYAAAAT!!!!" teriak Rey sambil menginjakkan kakinya ke kaki Bohlam dengan sangat keras.

Bohlam mengangkat kakinya yang di injak Rey sambil menahan sakit, dan Rey berusaha berlari ke arah Dragon. Namun sayang, tali yang mengikat tubuh Rey membuatnya terjatuh. Bohlam yang menahan sakit di kakinya berlari menghampiri Rey sambil mengangkat pedangnya tinggi tinggi.

"Mati kau bocah sialan!"

Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 30 - Penduduk Milestone
Penulis : Adhe Kurniawan



"Green!!!" teriak Dragon yang ikut berlari menuju ke tempat Rey terjatuh.

Dari kejauhan lengan Green meluncur ke arah Bohlam dan melilit tubuhnya. Bohlam yang awalnya berwajah garang penuh kemarahan berubah menjadi pucat ketakutan. Seketika tubuh Bohlam ditarik oleh lengan Green ke arah dermaga, tempat Green dan Dragon's Claw berada.

"Kau berhasil melakukannya, Rey." ucap Dragon sembari melepas ikatan pada tubuh Rey.

Rey tidak kuasa menahan tangisnya. Setelah ikatannya lepas, dia memeluk Dragon yang tersenyum senang.

"Mo-monster Kaktus itu menculik wakil kapten!" teriak salah satu bandit yang ketakutan.

"Sial, bahkan wakil kapten pun dikalahkan." ucap bandit lainnya.

"Jadi tinggal kalian sekarang nih?." Dragon berdiri di samping Rey sambil mengretakkan tangannya yang mengeluarkan asap biru.

"Haaah!!!???." bandit bandit yang melihat Dragon menjadi ketakutan.

"Se-sebenarnya kami bukan bandit! Kami hanyalah warga yang dijadikan anak buah mereka saja!" teriak salah satu bandit yang ketakutan.

"Benarkah itu?" balas Dragon menatap para bandit dengan wajah menyeramkan.

"Bu-bukan! Kami sebenarnya adalah kru Bajak Laut!" teriak bandit lainnya yang semakin ketakutan.

Dragon tiba tiba terdiam, asap birunya menghilang, dan matanya kembali normal.

Melihat perubahan pada diri Dragon, para bandit itu mulai berkurang ketakutannya.

"Jadi kalian adalah kru Bajak Laut?" tanya Dragon tidak percaya.

"Be-benar! Kami adalah mantan Bajak Laut, tapi kami adalah Bajak Laut sejati!" teriak bandit bandit itu dengan wajah bangga. Mereka mengira bahwa Dragon juga seorang bajak laut.

"Jadi begitu ya...." Dragon menundukkan kepalanya, terlihat dia tersenyum senang, " tahukah kalian, sebenarnya aku hampir sama seperti kalian, aku juga seorang Bajak Laut."

"Benarkah!?." para bandit terkejut.

"Syukurlah!" teriak para bandit senang.

"Ya... Lebih lengkapnya, aku adalah seorang pemburu Bajak Laut." ucap Dragon menatap para bandit dengan mata birunya.

"HEEEEH????!!!" wajah para bandit yang senang berubah menjadi pucat.

Kemudian Dragon melesat ke arah para bandit itu berada.

Beberapa saat kemudian, di depan pintu bangunan tempat para warga di sekap. Dragon melihat Rey yang di peluk para ibu ibu di dalam bangunan itu.

"Syukurlah kau selamat pangeran."

"Kami sangat mengkhawatirkan keselamatanmu."

"Terima kasih karena menyelamatkan kami pangeran."

"Sebenarnya bukan aku, tapi dia." ucap Rey menunjuk ke arah Dragon yang bersandar di depan pintu bangunan sambil mengupil.

"Huh?." Dragon menoleh ke arah para ibu ibu yang melihatnya.

"Dia adalah Jendralku." tambah Rey.

"Terima kasih tuan Jendral!" ucap para ibu ibu sambil bersujud ke arah Dragon.

"Uweee! Apa yang kalian lakukan?!" teriak Dragon sambil mengerak-gerakkan kedua tangannya menyilang.." dan sejak kapan kau menjadikanku Jendralmu bocah?."

"Itu adalah keputusanku, pemegang tahta Raja kerajaan Milestone sementara, kau harus menerimanya, Jendral Dragon." balas Rey mendekati Dragon.

Dragon menutup wajahnya dengan tangan kanannya, kemudian menghela napas.

"Terserah kamu lah, Rey."

Rey tersenyum di samping Dragon.

"Jadi, apa yang harus kami lakukan sekarang pangeran, tuan Jendral?" tanya para ibu ibu.

"Jangan panggil aku tuan Jendral! Namaku Dragon!!" teriak Dragon.

"Kalian tidak perlu melakukan apa apa. Sebentar lagi para Angkatan Laut akan datang kemari." tambah Dragon yang kembali melihat ke arah lautan.

Para ibu ibu itu malah terlihat ketakutan.

"Kenapa kalian ketakutan?" tanya Dragon menoleh ke arah para ibu ibu.

"Kerajaan kami adalah kerajaan yang menentang keberadaan Angkatan Laut. Kerajaan kami bahkan tidak masuk dalam daftar kerajaan yang bersatu membentuk Perserikatan Bangsa Bangsa, karena tidak setuju dengan adanya Angkatan Laut tersebut." jawab Rey.

Dragon terdiam melihat Rey.

"Sejak dulu, Angkatan Laut dianggap sama seperti Bajak Laut, Pencuri dan lainnya. Karena kami percaya dengan pasukan Kerajaan yang lebih baik daripada mereka." lanjut Rey menjelaskan.

"Jadi begitu ya." Dragon menoleh ke ibu ibu yang terdiam.." Sepertinya Kerajaanmu memang benar benar butuh diselamatkan, Rey."

"Kau mau kemana Jendral?" tanya Rey melihat Dragon berjalan meninggalkan tempatnya bersandar.

Dragon berhenti, menoleh ke arah Rey yang berdiri di depan para ibu ibu.

"Aku tidak punya banyak waktu, jadi aku harus segera meninggalkan kalian di sini dan menuju ke kerajaanmu." .

"Ke kerajaanku?."

"Aku tidak yakin, Rey. Tapi sepertinya kakakmu sudah menculik salah satu temanku. Dan aku harus mendapatkannya kembali."

"Bagai mana kau bisa yakin kalau yang menculik kakakku?" tanya Rey tidak percaya.

"Yang menculik temanku, dia menggunakan kapal berlapis emas, kapal kerajaan Milestone." jawab Dragon dengan wajah serius.

Rey tiba tiba terdiam, bibirnya kaku ketika akan berbicara.

"Aku ikut denganmu, Dragon!"

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 31

Aerilyn Shilaexs
2016-08-23 12:12:41
kakaknya pasti pria tampan waktu itu
Rifky D Dragnel
2016-07-23 17:21:41
Next chapter
Lyokovich the Death
2015-12-05 16:05:40
Ngelihat nama Rey jadi keinget ama pegulat dari Mexico Rey Mysterio
A wahyu
2015-11-23 10:29:28
Rekan Dragon bertambah satu lagi....
Pillua
2015-11-23 07:25:55
Namanya unik-unik. Si Rey kayaknya bakal ikut deh. Cie, cie.
Azzrull
2015-11-22 23:04:17
Cairan sup kang ibong bisa saja
Ade Aja
2015-11-22 21:15:11
Sudah makin jelas titik terangnya sekarang. Mgkin dgn bantuan rey,dragon bakal lebih mudah msuk ke kerajaan milestone..
eLLawliet
2015-11-22 20:08:19
.bohlam, nama yang inspiratif, di tempat saya bohlam ituh sejenis lampu yg nyalanya kiyep kiyep
Mr Blacky
2015-11-22 19:30:49
Malah ngupil
RedPaper
2015-11-22 19:30:01
Wee ee eee cheetah?? Anjay, itu hewan kesukaanku
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook