VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 29

2015-11-16 - Adhe Kurniawan > Dragon si Pemburu Bajak Laut
399 views | 16 komentar

" Green." panggil Green yang berdiri di depan sebuah ruangan di sebelah kiri Dragon berdiri.

Dragon melihat Green masuk ke dalam ruangan itu, kemudian dia mengikuti Green.

"Ruangannya lumayan luas." ucap Dragon melihat dua buah tempat tidur kecil di dalam ruangan itu, terdapat sebuah meja dan cermin di antara tempat tidur.." Apa ini kamarku, Green?."

"Green." ucap Green sambil menggeleng gelengkan kepalanya. Green kemudian berjalan masuk ke ruangan di depan ruangan yang Dragon masuki.

Terlihat ruangan di sebelah ruangan sebelumnya hampir sama, bedanya tidak ada meja dan cermin di antara kedua tempat tidur.

"Apa ini ruangan untukku, Green?" tanya Dragon lagi memastikan.

Green mengangguk anggukkan kepalanya sambil tersenyum.

"Ya, tidak terlalu buruk lah." ucap Dragon melihat sekeliling ruangan tempatnya istirahat di dalam Dragon's Claw.." Pasti akan menyenangkan jika satu tempat tidur di ruangan ini juga diisi oleh orang lain. Jadi terasa ramai nanti."

Pandangan Dragon beralih ke Green yang berdiri menghadap ruangan tengah di bawah kapal itu. Dragon teringat ruangan bertuliskan 'Kapten' di depan pintunya.

"Apa itu ruangan kapten, Green?" tanya Dragon yang sudah berdiri di samping Green.

"Green." jawab Green.

Dragon terlihat penasaran dengan ruangan tengah itu, ketika Dragon melangkahkan kakinya, Green tiba tiba berdiri di depan Dragon.

"Kenapa Green?." heran Dragon melihat tingkah Green.

Dragon memutuskan tetap melanjutkan langkahnya mendekati ruangan tengah itu. Dragon melewati Green, namun tiba tiba dari belakang muncul benda yang mengikat tangan dan kaki Dragon.

BRUUKK!!

"Argh! Am pun Green!" teriak Dragon kesakitan karena Green menarik tubuh Dragon ke belakang sehingga Dragon terjatuh. Bukan hanya itu, Green juga berdiri di atas tubuh Dragon dan memukul mukul Dragon terus menerus.

"Hentikan Green! Oke, aku tidak akan mendekati ruangan itu lagi!" teriak Dragon menunjuk ke ruangan tengah yang dia maksud.

Green berhenti dan turun dari tubuh Dragon.

Dragon berusaha berdiri, dan memandang ruangan bertuliskan 'Kapten' dipintunya itu.

"Sebenarnya apa yang ada di dalam ruangan bertuliskan kapten itu? Kenapa Green begitu menjaganya. Apa mungkin ini alasan kenapa Green tidak bisa berpisah dengan Dragon's Claw?." gumam Dragon penasaran.

"Baiklah kalau begitu, aku akan ke atas lagi, Green. Membereskan beberapa peralatan kita sebelum kita sampai ke pulau selanjutnya." ucap Dragon bergegas naik ke atas kapal.

"Green!" seru Green mengikuti Dragon dari belakang.

Sesampainya di depan pintu, Dragon menggerakan tangannya mengisyaratkan Green untuk tidak naik.

Green berhenti berjalan dan memandang Dragon yang serius melihat keadaan di luar kapalnya.

"Siapa kalian?" tanya Dragon melihat puluhan orang dengan senjata lengkap berdiri menyebar di atas Dragon's Claw.

"Kau tidak perlu tahu, bocah!" teriak salah satu orang yang mengepung Dragon.

"Sial! Mereka datang di saat aku dan Green ada di bawah kapal." gumam Dragon menatap tajam ke orang orang yang mulai mendekatinya. Kemudian perhatiannya tertuju ke kapal yang berada di sampingnya, Dragon melihat beberapa ibu ibu menangis histeris, begitu juga dengan anak anak mereka.

"Mereka?." gumam Dragon terkejut.

Dragon kemudian berdiri dengan tenang, mengangkat kedua tangannya.." Silahkan kalau mau menangkapku, aku menyerah."

Orang orang yang akan menangkap Dragon bersorak sorak, kemudian mengikat tangan Dragon dan membawa kapal mereka dan Dragon's Claw menuju ke pulau yang orang orang itu tuju. Green sendiri tetap berada di dek bawah kapal, tidak bergerak kemana mana.

Beberapa saat kemudian, kapal orang orang yang menangkap Dragon dan Dragon's Claw sampai disebuah pulau. Pulau itu adalah pulau yang unik karena hampir semua pohonnya menyerupai jamur. Tentu saja pohon itu pohon seperti biasanya, ada dahan, ada daun yang hijau dan juga batang pohonnya. Hanya bentuknya mirip jamur.

"Cepat turun!"

Dragon mengikuti rombongan ibu ibu dan anak anak menuju ke sebuah bangunan yang tidak jauh dari pinggiran laut.

Di dalam bangunan itu, Dragon melihat banyak ibu ibu dan anak anak yang berada di dalamnya. Dan yang membuatnya terkejut adalah tidak ada satu pun bapak bapak di dalam bangunan tersebut.

"Ku mohon tuan! Kembalikan suamiku!" teriak seorang ibu ibu yang berlari menuju orang yang menangkap Dragon. Sambil menangis histeris dia menarik baju orang yang menangkap Dragon.

"Kau mengganggu saja!" ucap orang yang menangkap Dragon sambil menendang si ibu dan membuat ibu itu jatuh tersungkur.

Ketika Dragon akan berjalan mendekati si ibu, seseorang menarik kerah bajunya.

"Kau sementara di sini, besok pagi, kau akan ikut yang lain, mencuri di kota Saga." ucapnya sambil tertawa. Kemudian menendang Dragon agar berjalan kembali masuk ke dalam bangunan.

"Kapten Norris, beberapa orang tertangkap Angkatan Laut kota Saga lagi." ucap seseorang yang baru saja datang.

"Huh! Mereka memang tidak punya kemampuan mencuri. Besok bunuh keluarga mereka satu per satu, tempat ini sudah mulai penuh." balas orang yang bernama Norris itu.

"Siap kapten!" orang yang baru datang bergegas pergi lagi, tapi dia tiba tiba berhenti.." bagai mana dengan kapal yang kita dapatkan tadi di laut kapten?."

"Hancurkan." jawab Norris dengan wajah menyeramkan.

"Si-siap kapten!"

Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 29 - Rey
Penulis : Adhe Kurniawan



Di sisi Dragon, dia melihat di sekitarnya berada setelah pintu bangunan ditutup dan dikunci dari luar. Dragon melihat beberapa anak menangis, ada yang melamun dan ada juga yang terlelap tidur. Dragon berjalan melewati beberapa orang yang tidur di dalam bangunan itu, sampai di di ujung dalam bangunan. Dragon duduk di lantai bersandar tembok, memperhatikan sekali lagi keadaan di dalam bangunan tersebut.

"Jadi, mereka semua adalah keluarga dari orang orang yang berada di penjara markas Angkatan Laut kota Saga? Pantas saja, aku lihat mereka yang berada di dalam penjara bukan orang orang yang punya niatan jahat." gumam Dragon mengingat ingat saat berada di markas Angkatan Laut kota Saga.

"Huwaaa! Ayah! Ibu!" tiba tiba seorang anak yang tidur di samping Dragon, terbangun dan menangis.

"Heh!? Kau kenapa anak kecil?." kaget Dragon sampai terperanjat dari tempatnya duduk.

Anak kecil itu berhenti menangis dan menatap Dragon, kemudian menangis lagi.

"Huwa!! Ayah! Ibu! Aku tidak betah di sini!" tangis anak kecil itu lagi.

Dragon menutup kedua telinganya, tapi suara tangis anak itu membuatnya tidak tahan.

"Berhentilah menangis, cengeng!" seru Dragon sambil menjitak kepala anak kecil itu.

"Anak muda! Dia adalah seorang pangeran, kau harus minta maaf padanya." ucap seorang ibu ibu yang terbangun karena tangisan si anak kecil.

Anak kecil yang ternyata seorang pangeran itu menjadi semakin kencang tangisannya, membuat hampir semua orang yang ada di dalam bangunan terbangun. Beberapa anak kecil yang terbangun, ikut menangis.

"Seorang pangeran ya? Apa jadinya sebuah kerajaan jika seorang pangeran yang harusnya melindungi rakyatnya malah menjadi sumber masalah rakyatnya?" ucap Dragon sambil menaruh kedua tangannya di belakang kepalanya.

Si pangeran tiba tiba berhenti menangis, dia melihat beberapa ibu berusaha menenangkan anak anak mereka.

"Siapa namamu bocah?" tanya Dragon.

Si pangeran menoleh ke Dragon, " Rey, namaku Rey Milestone."

"Apa yang terjadi, kenapa seorang pangeran bisa ada di tempat ini?" tanya Dragon lagi.

"Aku, kakakku dan kedua orang tuaku dipisahkan oleh para bandit itu. Mereka memaksa kakakku untuk menjadi seorang pencuri juga. Mereka akan membunuh kedua orang tuaku, jika kakakku menolak... Hiks." jawab Rey sambil menahan tangisnya.

"jadi, kau di sini karena kedua orang tuamu dijadikan sandera oleh mereka?."

"Iya, kau benar." jawab Rey lirih.

"Kau tahu Rey, menangis tidak akan mengembalikan apa yang sudah terjadi. Mulai sekarang, usap air matamu, kembalikan semangatmu dan lakukan apa yang bisa kau lakukan." ucap Dragon menoleh ke Rey.

Rey terkejut dengan ucapan Dragon, dia menatap Dragon yang tersenyum lebar.

"Beristirahatlah Rey. Besok pagi, kita selamatkan orang tuamu dan juga kakakku." ucap Dragon yang kemudian tersenyum.

Rey masih terdiam melihat Dragon yang mulai menutup kedua matanya dan terlelap tidur. Pada akhirnya, Rey pun mengikuti Dragon memejamkan matanya untuk beristirahat.

Keesokan harinya.

BRAAAK!!!!

"Hei! Bocah! Apa yang kau bawa dengan kapalmu itu!???" teriak seorang bandit yang panik, terlihat keringatnya keluar banyak.

Dragon berusaha membuka matanya, dan menatap bandit itu.

Si bandit pun langsung menarik Dragon menuju ke dermaga di mana Dragon's Claw berlabuh.

Sesampainnya di dermaga, terlihat Dragon's Claw di selimuti tanaman menjalar berwarna hijau yang tak lain adalah kekuatan dari Green yang berubah wujud menjadi wujud aslinya.

"Green?." gumam Dragon terkejut melihat apa yang terjadi dengan Dragon's Claw.

"Bagai mana bisa seekor monster Kaktus berada di dalam kapalmu, bocah?!" teriak Norris kepada Dragon yang berlutut di sampingnya.

Dragon tersenyum, " aku tidak tahu."

BUUUGH!!!

Norris menendang Dragon dan membuat Dragon jatuh tersungkur.

"kau bocah sialan!" geram Norris melihat Dragon tertawa meski sudah dia tendang, " Bakar kapal itu!"

Mendengar perintah Norris, para bandit mulai mengumpulkan kayu untuk membakar Dragon's Claw yang di selimuti bagian tubuh Green yang menjalar. Beberapa regu panah menciptakan anak panah dengan ujung yang dibakar dan bersiap menembakkannya ke arah Dragon's Claw.

"Kau tahu, kapten. Butuh rantai baja untuk bisa membuatku terikat kencang." ucap Dragon yang sudah berdiri di belakang Norris dengan tersenyum menyeringai. Tali yang mengikatnya putus dengan sendirinya karena terbakar oleh kekuatan Dragon.

Norris terkejut, keringatnya keluar dengan derasnya. Tepat di belakang Norris, mata Dragon berubah menjadi biru, sekujur tubuhnya mengeluarkan asap berwarna biru, dan tepat di tangan Dragon, sebuah api biru terlihat berkobar.

Dengan cepat Norris memutar badannya dan mengeluarkan sebuah pedang yang berada dipinggangnya kemudian mengarahkannya ke Dragon. Tapi belum sempat Norris mengayunkannya, Dragon memukul perut Norris, membuatnya terlempar beberapa meter ke belakang. Para bandit yang bersiap membakar Dragon's Claw, melesatkan anak panah mereka ke arah Dragon. Dragon menghindari setiap lesatan anak panah sambil berlari mendekati para bandit itu.

DAAK!! BUUGH!! PLAAK!!

Satu per satu bandit yang berada di dekat dermaga tumbang, hingga tinggal tersisa Norris yang berusaha bangun setelah terkena pukulan dari Dragon.

"Kau akan menyesali ini semua, bocah." ucap Norris sambil meminum sebuah cairan dari dalam botol yang dia keluarkan dari dalam bajunya.

Dragon terkejut melihat Norris yang tiba tiba tubuhnya bergetar hebat.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 30

Aerilyn Shilaexs
2016-08-23 11:53:06
mmh,
Rifky D Dragnel
2016-07-23 17:19:12
Lanjut
Priest
2015-11-21 00:41:56
yo saya sudah terlahir kembali /
Lyokovich the Death
2015-11-18 16:43:24
Yang diminumnya itu adalah obat perangsang mungkin
Pillua
2015-11-17 09:19:40
Wks. Keluarga kerajaan disandera. Penjagaanya kurang itu. *Jitak Milston.
Dzibril Al Dturjyana
2015-11-16 22:04:23
noris berubah jd mpok nori..hahaha
anonim681
2015-11-16 21:32:30
Cairan/ramuan ?? Mgkin kyk yg dibuat dukunnya Asterix & Obelix
Ade Aja
2015-11-16 18:58:50
Apakah noris meminum ramuan semacam kekuatan buah iblis mas ibong...!?
Lord Athem
2015-11-16 16:32:33
cairan apakah itu ?
The_BLezsing
2015-11-16 15:54:33
Seorang pangeran bisa disandera? Kerajaan macam apakah yg membiarkan pangeran tertawan..
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook