VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 28

2015-11-15 - Ibong Neverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
352 views | 13 komentar

Seorang laki laki melompat dari sebuah kereta kuda, berlari menuju ke arah Oda. Laki- laki itu kemudian memeluk Oda sambil menangis.

"Ayah! Aku kembali!" teriaknya sambil memeluk Oda dengan eratnya.

Oda yang masih bingung tidak bisa berkata apa apa.

Dragon yang melihatnya, tersenyum dan memegang kepala Green.

"Pasti sangat menyenangkan bisa bertemu dengan keluarga kita ya, Green."

"Green?" ucap Green menoleh ke Dragon dengan nada tanya.

Laki laki itu akhirnya melepas pelukannya, dengan wajah penuh air mata, laki laki itu langsung bersujud di depan Oda.

"Maafkan anakmu ini ayah! Aku adalah anak yang tidak berbakti kepadamu!"

Oda yang masih bingung berusaha mengangkat tubuh laki laki itu.

"Kau... Tak perlu melakukan ini."

"Tidak ayah! Aku akan tetap bersujud jika kau tidak mengampuni dosa dosa anakmu ini!" teriak laki laki itu yang tetap kukuh bersujud di depan Oda.

"Kau kah itu Yamada? Anakku?."

Laki laki bernama Yamada itu mendongak melihat ke arah Oda.." ya, aku adalah Yamada, ayah. Anakmu."

Oda berlutut di depan Yamada kemudian memeluknya dan mulai menangis.

"Aku tidak pernah menyangka, bisa melupakanmu nak. Maafkan ayahmu ini..." ucap Oda sedih.

Yamada yang mulai menangis lagi, tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.

"Ayah, kau adalah sosok terbaik yang pernah aku miliki, aku tidak akan pernah melupakanmu. Sampai kapan pun aku akan tetap mencarimu meski kau lupa denganku, ayah."

"Ya, ya, ya... Ayah percaya padamu, nak. Maafkan ayah yang telah melupakanmu." Oda mempererat pelukannya kepada anaknya itu, air matanya terus mengalir di pipinya.

"Pa... Pa...."

Oda dan Yamada melihat ke arah suara yang terdengar.

"Siapa mereka, Yamada?" tanya Oda melihat seorang wanita mengendong seorang bayi mendekat ketempat mereka.

Oda dan Yamada berdiri. Setelah wanita itu dekat, Yamada memperkenalkan wanita itu dengan bayi yang digendongnya.

"Mereka adalah istri dan anakku, ayah."

Yamada mengangkat putranya dan memberikannya kepada Oda.

"Eh?."

"Dia adalah cucumu, ayah." ucap Yamada yang kemudian merangkul tangan istrinya.

Oda melihat cucunya yang tersenyum senang kepadanya. Air mata Oda terlihat keluar dari matanya lagi.

"Aku tidak pernah menyangka akan melihatmu, cucuku." ucap Oda sambil memeluk cucunya.

Di sisi Dragon dan Green, mereka tersenyum senang melihat momen bahagia si Oda.

"Ya, sepertinya kakek Oda tidak akan sendirian lagi, Green." ucap Dragon yang tersenyum.

"Kakek!" teriak Dragon memanggil Oda.

Oda memperhatikan Dragon yang berdiri di atas kapal memanggilnya.

"Kami akan mulai berlayar, terima kasih untuk kapalnya." lanjut Dragon tersenyum lebar.

Oda tersenyum kepada Dragon, " Ya, berhati hatilah Dragon."

Ketika Dragon akan mulai mengembangkan layarnya, Oda memanggilnya kembali.

"Dra-dragon!"

Dragon kembali melihat ke Oda, " Ada apa kek?."

"Apa kau tahu tujuanmu?."

Dragon teringat dengan Lucy, " Aku belum tahu kemana tujuanku karena saat ini yang terpenting adalah menemukan Lucy terlebih dahulu."

"Apa kakek melihat sebuah kapal besar berlapis emas yang beberapa waktu yang lalu menuju ke utara pulau ini?" tanya Dragon mengingat kapal yang membawa Lucy.

Oda terkejut, " Kapal berlapis emas??."

"Ya, kapal itu yang membawa Lucy, kek."

"Aku melihat kapal itu, Dragon." Oda terlihat serius.

"Syukurlah. Apa kakek tahu kemana kapal itu akan berlabuh?" tanya Dragon.

"Kapal itu adalah kapal kerajaan, Dragon." jawab Oda.

"Apa?!!"

"Jika memang kapal itu yang ingin kau kejar, kau harus melewati 3 pulau selanjutnya sebelum sampai ke pulau di mana kapal itu akan berlabuh." ucap Oda menjelaskan.

Dragon mengaruk garuk kepalanya, dia terlihat bingung.

"Ya, baiklah kalau memang harus seperti itu." ucap Dragon sambil mengangkat bahunya.

Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 28 - Medal
Penulis : Ibong Neverland



Oda melempar sebuah gulungan ke arah Dragon.

"Ini apa kek?" tanya Dragon setelah menerima gulungan dari Oda.

"Itu adalah peta lautan biru ini, Dragon. Kau bisa lihat, kerajaan yangku maksud, kerajaan Milestone ada di pulau Kyodai. Untuk sampai di pulau itu, kau harus melewati pulau Kinoko, kemudian pulau Torappu. Dan yang terakhir pulau Taki." jawab Oda.

Dragon memperhatikan peta yang Oda berikan.

"Ya, baiklah kalau begitu, kakek. Terima kasih untuk petanya." ucap Dragon.

"Oh iya, sebelum aku dan Green pergi, aku punya sesuatu untukmu, kek." lanjut Dragon sambil mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.

Dragon melempar benda yang dia keluarkan dari saku celananya kepada Oda.

"I-ini?!! K-kau, Dragon?!" Oda terbata bata karena terkejut dengan benda yang diberikan oleh Dragon.

"Aku yakin benda itu adalah benda yang sangat berarti bagimu, kek. Aku menemukannya di dalam perut Bluest." ucap Dragon melambaikan tangannya, kemudian mulai mengembangkan layar Dragon's Claw.

"Jadi... Sekali lagi, aku mendapatkan medal ini dari seseorang yang punya kekuatan misterius juga ya, kapten." gumam Oda memperhatikan Dragon's Claw mulai meninggalkan dermaga utara.

21 tahun yang lalu, di dermaga utara.

"Akhirnya! Kapalnya sudah jadi, paman." ucap seorang pria yang berdiri di samping Oda.

"Hahaha, aku tidak percaya kau akan kembali lagi untuk memintaku membuatkan kapal lagi, kapten." balas Oda senang.

"Aku hanya percaya padamu, paman. Bagiku, kau adalah satu satunya pembuat kapal terbaik yang ada di dunia ini." balas pria yang dipanggil kapten oleh Oda.

"Hentikan candaanmu yang tidak lucu itu, kapten."

"Hehe... Oh, sebelum aku pergi, paman. Aku titipkan Dragon's Claw dan Green padamu. Aku tidak tahu, tapi suatu saat, seseorang akan datang untuk membawa mereka kembali." lanjut sang kapten yang bergegas meninggalkan Oda.

"Ya, kau bisa mengandalkanku, kapten." balas Oda penuh semangat.

Sang kapten tersenyum, " kau memanggilku kapten terus, paman. Bukankah kau tahu namaku?."

"Ya, semenjak kau adalah bajak laut yang sangat terkenal di dunia, aku lebih senang memanggilmu dengan sebutan kapten." jawab Oda tertawa.

Pria itu berhenti, kemudian melempar sesuatu kepada Oda.

"HAAH?!!! Kau serius!!???." Oda begitu terkejut melihat benda yang dia dapatkan dari kapten bajak laut itu.

"Ya, aku sudah lama memegang benda itu, anggap saja medal itu sebagai bayaran untuk kapal baruku." ucap sang kapten mulai berjalan kembali.." terima kasih, paman Oda."

"kau tahu, aku tidak akan pernah mau menerima sepersen pun uang darimu ataupun Zeff."

"Haha... Baiklah kalau begitu paman, aku sampaikan salammu untuk Zeff nanti." ucap sang kapten menoleh ke Oda.

Oda melambaikan tangannya di samping Green, mengantar kepergian sang kapten dengan kapal barunya.

Kembali ke masa sekarang, ditempat Oda.

"Ayah, siapa mereka?" tanya Yamada yang ikut memperhatikan Dragon's Claw mulai menghilang dari tempat mereka berdiri.

"Hanya teman lama, Yamada." jawab Oda tersenyum." Yamada, bawa anak dan istrimu ke dalam rumah, hari sudah mulai gelap."

"Ya, ayah.."

"Ngomong ngomong, bagai mana kalian bisa sampai kemari, Yamada?" tanya Oda yang berjalan di samping Yamada.

"Setelah melihat beberapa cahaya biru di hutan Berlian Hijau Utara, aku memutuskan datang kemari bersama istri dan anakku. Aku cemas jika sesuatu terjadi padamu." jawab Yamada.

"Jadi begitu ya, Yamada."

"Selama ini aku berusaha melewati hutan ini, tapi setiap monster itu muncul, aku bergegas kembali, ayah. Tapi aku heran kenapa monster itu tiba tiba tidak muncul lagi sekarang."

"Ya, kita tidak perlu takut dengan monster penjaga hutan lagi, Yamada."

Yamada berhenti berjalan dan memperhatikan Oda, " Maksud ayah?."

Oda menoleh ke Yamada, " Sudah, lupakan. Bisa kau bantu aku menyalakan beberapa lampu minyak untuk penerangan, Yamada?."

"Te-tentu saja, ayah." jawab Yamada berlari mendekat ke Oda.

Di tempat Dragon dan Green berada, di atas Dragon's Claw.

"Kapal ini benar benar hebat, meskipun sudah tua, tapi masih terlihat kokoh. Aku ingin sekali menunjukkannya kepada Lucy nanti." ucap Dragon berdiri di samping tiang layar utama. Kemudian perhatiannya tertuju ke tempat Green berada, dia melihat Green masuk ke bawah kapal. Dengan rasa penasaran, Dragon mengikuti Green masuk ke bawah kapal.

"Kau mau kemana Green?" tanya Dragon mengikuti Green dari belakang.

"Green." jawab Green menunjuk ke ujung dari jalan masuk ke bawah kapal, sebuah ruangan yang bertuliskan ' Kapten ' di pintunya.

Dragon terdiam memperhatikan pintu ruangan itu.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 29

System AL MNF
2017-04-07 19:27:39

Aerilyn Shilaexs
2016-08-23 11:38:13
jadi kenapa kata-katanya selalu ada yang menghilang?
Tatzumaru
2015-11-22 15:16:49
Kapten itu kayaknya ayahnya Dragon :'v (cuman tebakan ane)
Pillua
2015-11-16 07:55:03
Kalau anak bertemu sama bapak dibuat sedih, pasti aku bakal baper >< tapi syukurnya enggak. Sekarang monsternya gak ada, karena Green dibawa si ketimun.
Mr Blacky
2015-11-15 15:49:00
Jadi oda sensei punya anak
Hime Locksene
2015-11-15 15:27:51
Lucy beruntung punya Dragon yang masih mau nyariin dia saat dia di culik. Jadi iri.
A wahyu
2015-11-15 15:05:06
Karakter Yamada dan keluarganya cukup mengejutkan saya...
wahyu
2015-11-15 14:14:15
lnjut gpl gan biar g pucing pala babi
The_BLezsing
2015-11-15 14:12:41
Pencarian lucy.. Pasti penuh intrik
Ade Aja
2015-11-15 13:55:45
Akhirnya dragon berlayar juga,udah gak sabar liat kru dragon untuk bertarung dilaut lepas. Di tunggu kelanjutannya mas ibong...
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook