VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 27

2015-11-14 - ibongneverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
374 views | 15 komentar

Di dalam laut di dermaga utara, Dragon berenang mencari di mana Bluest berada. Saat semakin dalam dia menyelam, Dragon melihat sebuah benda tajam berwarna putih. Semakin dekat, dia melihat bahwa benda tajam itu ternyata adalah sebuah gigi taring dari tulang sebuah makhluk raksasa.

"Heh?!!" Dragon terkejut setelah melihat keseluruhan dari tulang makhluk raksasa itu.

"Sepertinya ini kerangka Bluest yang diceritakan kakek Oda semalam." gumam Dragon sambil berenang di atas kerangka tulang Bluest itu.

Tidak lama, sebuah bayangan hitam semakin mendekat ke arah Dragon.

Dragon yang menyadarinya, tersenyum menyeringai.

Bluest yang dicari Dragon melesat menuju ke arah Dragon sambil membuka mulutnya yang sangat besar.

Terjangan Bluest berhasil dihindari Dragon. Monster laut itu pun berputar, dan kembali membuka mulutnya yang sangat besar mengarah ke Dragon.

"ARGGHHH!!!!" teriak Dragon melesat menuju Bluest dengan tangan yang bersiap menghajar Bluest.

Di atas air, ditempat Oda dan Green berdiri.

Oda melihat kilauan cahaya biru tepat di tempat Dragon terjun ke dalam laut.

"Cahaya apa itu?" ucap Oda memperhatikannya dengan seksama.

Tiba tiba cahaya birunya menghilang, tapi tepat di tempat itu, air lautnya mulai terangkat dan terlihat samar samar bayangan hitam dari dalam laut, bayangan itu semakin membesar.

BYUURRR!!!!!!!

Dragon terlempar keluar dari dalam laut. Disusul Bluest yang muncul dari dalam laut. Dragon melayangkan pukulannya, dan mengenai Bluest, hingga ikan raksasa itu jatuh ke dalam laut lagi.

Tidak berlangsung lama, Bluest muncul lagi dari dalam laut menuju ke arah Dragon yang sebelumnya kembali terpental naik ke atas setelah berhasil menghajar kepala Bluest. Bluest muncul dengan membuka mulutnya lebar lebar, terlihat taring taring besar dan tajamnya.

Dragon yang mulai meluncur jatuh, bersiap menghajar Bluest dengan serangannya. Ketika akan melesatkan pukulannya, Dragon melihat sebuah benda mengkilat dari dalam perut Bluest.

"Bo-bocah itu!? Kenapa dia berhenti menyerang Bluest??!!" Oda nampak panik.

Dragon yang tidak jadi menyerang Bluest akhirnya masuk ke dalam mulut Bluest. Dan Bluest jatuh ke dalam laut lagi. Oda yang panik sampai terjatuh melihat Bluest berhasil memakan Dragon.

Cukup lama, Bluest dan Dragon berada di dalam air. Tidak terlihat tanda tanda mereka akan keluar dari dalam laut. Oda yang melihat hal itu, semakin khawatir.

"Green, apa bocah itu tidak apa apa?" tanya Oda.

Green yang masih berdiri tegak di pinggiran dermaga, menoleh ke Oda.

"Green!" ucap Green dengan nada yakin.

Oda memperhatikan Green, " kau yakin dengan bocah itu?."

"Green." ucap Green memperhatikan ke arah laut lagi.

"BLUB!"." BLUB!" gelembung air muncul dari dalam laut. Bersamaan dengan itu, bayangan hitam terlihat lagi dari dalam air, semakin besar dan besar. Hingga terlihatlah sebagian tubuh Bluest yang mengapung di atas laut.

Oda terkejut sampai terjatuh lagi. Dia mengusap keringat yang keluar di keningnya.

"Apa Bluest itu sudah mati?." gumam Oda tidak percaya.

CRAK! CRAK! BLARRR!!!!

Dari bagian tubuh Bluest yang mengapung, sebuah cahaya biru menciptakan sebuah lubang yang cukup besar dan seseorang melesat keluar dari dalam tubuh Bluest itu dan mendarat tepat di depan Oda yang terdiam di pinggir dermaga.

"Hehe... Aku berhasil, kakek." ucap Dragon tersenyum sambil mengusap mulutnya yang berdarah.

Oda melihat mata Dragon yang berwarna biru berubah menjadi normal kembali, dia terlihat sangat kaget sampai mematung.

"Hei, kakek... Kau tidak apa apa kan?." Dragon terlihat khawatir melihat Oda yang mematung.

"Green!" seru Green dengan nada senang.

Dragon melihat Green, " Ya, aku berhasil, Green."

Dragon melihat ke arah Bluest yang berhasil dia kalahkan kemudian melihat ke kedua tangannya.

"Kekuatan ini, sangat luar biasa...."

"Ah, sialan. Kenapa tidak dari dulu aku mencoba mengendalikannya ya. Padahal pasti akan jadi lebih mudah mengalahkan Bajak Laut yang berkeliaran di dekat kota Tua." ucap Dragon sambil melakukan gerakan gerakan menyerang.

"Green?." Green memiringkan kepalanya.

"Eh, bukan apa apa, Green." ucap Dragon malu menyadari tingkahnya sendiri.

Dragon melihat ke Oda lagi, " Kakek, kau tidak apa apa?."

"Ya-ya... Aku.. Ti-tidak... Apa apa, Dragon." balas Oda gemetaran.

Dragon membantu Oda untuk duduk di pinggir dermaga, tempat Bluest yang sudah mati mengapung.

"Apa Bluest itu benar benar sudah mati?" tanya Oda yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Dragon memandang ke arah Bluest yang sudah mati sambil tersenyum.

"Bluest adalah makhluk yang luar biasa, Kek. Hanya saja, dia tidak lebih kuat dari kekuatanku ini." .

Oda menatap Dragon memperhatikan lautan, sekilas Oda teringat sosok yang tidak asing baginya.

"?." Dragon menoleh ke Oda.

Oda tersenyum sambil menundukkan kepalanya.

"Jadi... Apa ini semua hanya sebuah kebetulan, kapten?." gumam Oda kemudian tertawa terbahak bahak.

Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 27 - Dragon's Claw
Penulis : ibongneverland



Dragon dan Green melihat Oda dengan ribuan pertanyaan dikepala mereka.

Oda berdiri, melihat ke Dragon dan Green, kemudian melihat ke kapal yang teronggok di depan rumahnya.

"Aku akan menepati janjiku, Dragon." Oda berjalan mendekat ke kapal.." Sudah saatnya kapal ini kembali ke lautan lagi."

"Benarkan itu kakek?." Dragon terlihat senang.

"Seorang pria harus bisa menepati janjinya." Oda melihat ke arah Dragon, " Kita perbaiki kapal ini, Dragon."

"Yosh!" teriak Dragon berlari menuju ke Oda.

"Green!" teriak Green dengan wajah senang.

Setelah berhasil mengalahkan Bluest. Dragon dan Green membantu Oda memperbaiki satu satunya kapal yang berada di dermaga utara itu.

"Dragon, bisa kau ambilkan beberapa kayu Saikyou uddo di dalam gudang rumahku?" pinta Oda sambil menuju ke gudang yang berada di samping rumahnya.

"Ya, aku ambil Kek."

"Ayo, Green." Dragon bergegas berjalan menuju gudang di samping rumah Oda diikuti Green di belakangnya.

Selama membantu Oda memperbaiki kapal, Dragon dan Green sering bertengkar, entah karena Dragon yang usil kepada Green, ataupun karena Green kesal dengan Dragon. Hingga akhirnya, hari mulai sore.

"Kalian! Daripada bertengkar terus, bantu aku membawa kapal ini menuju ke lautan!" teriak Oda melihat Dragon dan Green mulai bertengkar lagi.

"Kau dengar kakek tua itu, Green?."

"Green!" ucap Green dengan wajah kesal dan masih memukul-mukul kepala Dragon.

"Hentikan! Sakit tau!"

"Bantu kakek tua itu dulu." ajak Dragon bergegas menuju ke tempat Oda berdiri.

"Green." balas Green sewot mengikuti Dragon dari belakang.

Setelah usaha mereka bertiga, kapal yang baru saja mereka perbaiki, akhirnya berada di dalam laut.

"Akhirnya...." mata Oda terlihat berkaca kaca melihat kapal yang baru saja dia perbaiki bergerak gerak mengikuti gelombang air laut yang bergerak.

"Terima kasih, kakek Oda."

Oda menoleh ke Dragon, dia tersenyum kemudian mendekati Dragon dan menepuk pundak Dragon.

"Kapal ini sekarang adalah milikmu."

Dragon dan Green berdiri di samping kapal.

"Jadi, ini akan menjadi sebuah perpisahan untuk kita, kakek." ucap Dragon menoleh ke Oda.

Oda mengangguk anggukkan kepalanya, " Ya, aku tahu. Kau tidak punya banyak waktu untuk tinggal di tempat ini."

Dragon berjongkok di samping Green.

"Green, aku tidak biasa mengucapkan kata kata perpisahan... Tapi jika nanti aku kembali dari sisi barat dunia, aku akan datang ke tempat ini lagi. Untuk menemuimu."

"Tentu saja itu tidak akan terjadi!" teriak Oda.

Dragon terkejut, berdiri menatap Oda.

"Jika kau pergi dengan kapal itu, kau juga harus membawa Green." ucap Oda melihat ke Green.." Green dan kapal itu adalah satu bagian yang tidak bisa kau pisahkan."

Dragon melihat ke Green lagi yang terlihat bingung dengan apa yang Dragon dan Oda bicarakan.

"Tapi... Kau akan sendirian kakek?."

"Hahaha... Aku sudah terbiasa sendiri, bocah." Oda mengusap air matanya yang keluar.." jaga Green untukku, Dragon."

Dragon tersenyum, " Ya, percayakan padaku, Kakek Oda."

"Ayo, Green. Kita naik ke atas kapal." ajak Dragon kepada Green yang mulai naik ke atas kapal.

"Green!" balas Green dengan nada senang.

"Hei, Dragon. Apa kau sudah punya nama untuk kapalmu ini?" teriak Oda di samping kapal yang sedang di naiki Dragon dan Green.

"Nama? Memang itu perlu, Kek?." Dragon terlihat bingung.

"Haha... Kau tahu, kapal tanpa nama bisa membawa kesialan. Kau harus memberinya nama." .

Dragon menggaruk garuk kepalanya.

"Mungkin, Ketimun laut... Ya! Ketimun laut." ucap Dragon senang.

"Nama yang sangat buruk." balas Oda menyipitkan matanya.

"Heh?! Kau bilang apa kakek tua!" teriak Dragon marah.

"Dragon... Kapal itu sebenarnya sudah punya nama..." ucap Oda serius.

Dragon terdiam melihat Oda.

"Kapal yang kau naiki sekarang, adalah satu satunya kapal yang pernah mengarungi ganasnya lautan di sisi barat dunia. Nama kapal itu adalah... Dragon's Claw."

Mata Dragon membesar mendengar nama kapalnya.

"Kereeen! Nama yang keren, kakek!!" teriak Dragon senang.

Dragon melihat sekeliling dalam kapal lalu dia tersenyum sendiri.

"Dragon's Claw... Mulai sekarang, antarkan aku ke sisi barat dunia, ketempat di mana kau pernah menaklukannya... Aku percaya padamu." gumamnya.

"AYAAAAH!!!!!!!!!!!!!"

Dragon dan Oda terkejut.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 28

Aerilyn Shilaexs
2016-08-23 11:30:23
yang terakhirnya itu....
Yoshino Kobayashi
2015-11-18 11:16:34
Kelen kakah, next chaptel kakah, aku olang balu di blog ini kakah
Allupi
2015-11-15 13:47:54
Ayah? Aku bukan ayahmu? begitu ya.
The_BLezsing
2015-11-15 07:47:02
Iya,nunggu lama banget rilisnya..
The_BLezsing
2015-11-15 06:36:52
Siapa yang manggil...?
Dzibril Al Dturjyana
2015-11-14 16:33:58
ah, sendiri itu tidak asyik..
Hime Locksene
2015-11-14 16:02:09
biasanya yg hobi bertengkar itu jodoh
LogOut
2015-11-14 15:15:16
green itu siapa
Mr Blacky
2015-11-14 14:51:38
Yg panggil ayah itu anaknya oda kah?
A wahyu
2015-11-14 14:30:49
Berteriak di dalam air itu gimana ya?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook